LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.59_Berlatih


__ADS_3

"Apakah desa terpencil masih jauh?" Tanya Ryukei


"Ya.. Paling lambat kita sampai disana sekitar 7 hari perjalanan dan itupun kalau tidak ada hambatan seperti 5 hari yang lalu.." Jawab Sahran


Dengan bertemu Qinyan hari itu Mereka nertiga merasa di rugikan sekaligus di merasa untungkan karna dengan bertemu dengan Qinyan mereka dapat membawa harta karun berupa tanaman mujarab yang langka tetapi mereka harus mengorban kan waktu mereka selama seharian penuh untuk mengobati Qinyan


Zhilong hanya bisa tertunduk dan merasa bersalah saat Sahran menyinggung kejadian 5 hari lalu sebagai tindakan yang ceroboh karna menurutnya mencari teman lebih baik ketimbang mencari musuh apalagi musuh dalam selimut


Walaupun begitu Zhilong masih merasakan kehangatan dari ketulusan sahran selama ini sejak dirinya belajar menjadi alkemist


...****************...


Hari mulai gelap cahaya kuning dan oranye menghiasi langit senja di tengah hutan


Akhirnya mereka berhenti di sebuah tanah lapang untuk berisitirahat dan mengisi perut


Tapi malam ini akan terasa berbeda di banding malam-malam sebelumnya yang cerah dengan bintang-bintang yang menghiasi langit malam dengan Aurora seperti di kutub utara


Malam ini mereka di sambut dengan hujan badai yang deras beserta petir yang cukup besar membuat mereka tidak tenang


Zhilong dan Ryukei membangun sebuah gubuk untuk berteduh dan menghangatkan diri dengan api yang dimilik Zhilong


Sementara sahran terlihat gembira karna ini adalah kesempatan bagus untuk berlatih teknik pedang dengan pedang dewa nega xuan yang dia miliki


Sahran pergi ke sebuah batu besar lalu duduk di atasnya untuk bermeditasi beberapa saat sebelum mengeluarkan pedang hitam di tangannya


Pedang itulah yang akan menemani sahran berlatih untuk saat ini


Seperti biasa petir-petir besar menyambar ke arah pedang naga xuan dan seketika pedang tersebut seperti mengalirkan listrik di seluruh badan pedang

__ADS_1


"Ini... pedang ini menyerap energi petir" Ucap sahran


Sahran terkejut karna pedang tersebut bukan hanya menyerap energi petir melainkan dia bisa memberikan energi tambahan yang dapat memulihkan tenaga dalam sahran secepat mungkin


Petir besar menyambar kembali dan kali ini petir tersebut tidak mengarah ke pedang naga Xuan melainkan kepada sahran yang membuat seluruh tubuh sahran sulit di gerakan dan sensasinya seperti terbakar lava yang panas


Sahran berlutut untuk menahan sakit dan berusaha untuk tidak kehilangan kesadaran saat itu


Tanpa Zhuge Feng sahran kesulitan untuk berlatih karna tidak ada yang membimbing nya


Sahran tidak terlalu tau tentang keadaan ini harus di tahan atau bahkan di lawan karna selama dirinya berada di lembah petir dia di ajarkan untuk melawan petir yang datang untuk meningkatkan respon terhadap serangan yang datang hanya dengan bayang-bayang


Dia tidak di ajarkan untuk menahan serangan petir seperti yang saat ini sahran lakukan


"Aku telah salah langkah... sial*" Sahran menyalahkan dirinya sendiri karna dia merasa telah salah langkah


Tapi energi petir itu terus menerus mengalir di tubuh sahran dan bahkan telah sampai di pusat meridian yang akhirnya seluruh tubuh sahran di aliri petir


Petir besar kembali menyambar dan kali ini respon sahran hampir menyamai kecepatan petir tersebut


Sahran menangkis petir tersebut dan hasilnya petir tersebut tetap masuk kedalam tubuhnya, pedang naga xuan juga terasa semakin berat sampai sahran berada dalam posisi berlutut


"Urgh, sial aku tidak boleh mati disini" Ucap sahran sembari merasakan tubuhnya yang mulai mati rasa serta pandangannya mulai kabur


Tapi dia bersikukuh ingin bangkit. Sahran menggunakan pedangnya sebagai penyangga dan sekali lagi dia ceroboh, karna pedang naga xuan adalah pemicu datangnya petir hingga sekali lagi petir langit menyambar sahran hingga dia kehilangan kesadaran


...****************...


"Long, Master pergi kemana?" Tanya ryukei

__ADS_1


"Aku tidak tau? mungkin dia mencari kayu bakar dan makanan lagi.." Jawab Zhilong yang masih belum mencerna situasi dan belum menyadari bahwa pepohonan di atas bukit sudah hangus tersambar petir


"Tapi sebenarnya semalam apa yang terjadi? Kenapa pohon-pohon di atas itu hangus terbakar?" Ryukei menyadari ada yang tidak beres di atas bukit hingga dia melihat Zhilong yang tiba-tiba melesat menuju atas bukit tanpa mengatakan apapun


Dengan cepat, Ryukei mengikuti Zhilong. "Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya ryukei yang sudah menduga ada tang tidak beres


"Aku merasakan samar-samar ada aura master di atas bukit, pasti ada sesuatu yang telah terjadi disana" Jawab Zhilong


Zhilong dan ryukei berlari secepat yang mereka bisa hingga mereka berdua menghentikan langkahnya saat melihat sahran sedang duduk bersila dengan sebuah pedang tertancap di depannya


"Apa-Apakah aku sedang bermimpi?" Ucap Zhilong dengan mata yang berkaca-kaca


Dengan sengaja Ryukei menendang Zhilong hingga tersungkur lalu dia Melompat ke atas pohon di belakangnya karna dia tau Zhilong akan marah


Tapi bukannya marah Zhilong malah terlihat semakin bahagia "Ter-Ternyata ini bukan mimpi,..." Ucap Zhilong dengan mata yang berkaca-kaca tapi wajahnya kini penuh dengan lumpur


"Hidupku tidak sia-sia karna aku bisa berkesempatan melihat pedang legendaris peringkat 3 dari urutan 10 pedang terkuat dari 9 dunia?" Ucap Zhilong dengan kagum


"Apa? peringkat 3 apa? 9 dunia apa? Apa yang dia katakan, bukannya seharusnya dia marah karna aku menendangnya?" Ucap Ryukei kebingungan


Ryukei sebenarnya menendang Zhilong bukan tanpa alasan, Ryukei menendang Zhilong karna itulah kebiasaan 'ia saat melihat prajurit bengong atau mendengar para prajurit mengatakan hal yang sama seperti yang Zhilong katakan


"Pedang naga Xuan yang kaisar cari ternyata selama ini ada di genggaman tangan Master, kalau begini aku bisa tenang..." Ucap Zhilong


Setelah beberapa saat sinar matahari mulai menyinari wajah sahran sampai dia membuka mata karna silau


"Ternyata beginilah rasanya mati, Hangat sekali" Ucap sahran


Sahran melihat cahaya matahari yang begitu terang hingga dia merasa bahwa dirinya sudah mati dan sebentar lagi roh nya akan di jemput

__ADS_1


"Maafkan aku ayah karna aku tidak bisa menepati janjiku, aku sungguh tidak punya muka untuk bertemu denganmu. Guru dan teman-teman ku kalian sangat baik, jika kita bertemu di kehidupan selanjutnya maka aku akan membalas kebaikan kalian berkali lipat dari yang kalian berikan..." Ucap sahran sampai tanpa sadar air matanya menetes dan mengalir sampai ke bibir lalu dia merasakan rasa dari air mata yang asin


"Tunggu dulu, bukannya aku sudah mati, kenapa aku bisa merasakan air mataku?Cahaya ini juga semakin panas dan sampai sekarang tak ada yang menjemputku?? Ucap sahran keheranan


__ADS_2