
"Bagimana ini? apa yang harus aku lakukan?" Xun panik sembari mondar-mandir berharap mendapatkan solusi.
Sahran juga tidak tinggal diam, dia sekuat tenaga mencoba menarik tangannya tetapi tetap tidak ada perubahan. jika dia terus menariknya mungkin tangannya akan terluka.
Xun sebisa mungkin mencoba menenangkan sahran, berharap dengan begitu dia punya lebih banyak waktu untuk berfikir.
Langkah Xun terhenti ketika ia mempunyai satu ide, bisa jadi ini adalah jalan terakhir yang dapat dia ambil "Aku tidak punya banyak pilihan, hanya ini satu-satunya cara agar sahran bisa tertolong, dengan memotong kedua tangannya barulah dia bisa diselamatkan"
Saat Xun berbalik, Dia melihat sahran yang sudah tergeletak lemas diatas tanah "Sejak kapan..."
Xun terperengah melihat sahran yang memancarkan aura kebiruan dari tubuhnya, "akhirnya, sang raja pelindung semesta memiliki penerus!" Ucapnya sembari merapatkan kedua tangan di dadanya.
__ADS_1
Tangannya mulai dingin, dia tidak bisa merasakan keduanya seolah mati rasa, lidahnya kelu dan suaranya mulai parau. Pada saat yang bersamaan dia bisa melihat kehidupan sebelum ia dilahirkan, bagaimana ia hidup dan bagaimana ia bisa mati, Siapa ibu dan ayahnya dan siapa yang menjadi siapa. Semuanya terlihat jelas dan terngiang-ngiang ditelinganya.
Di kehidupan sebelumnya dia dipanggil guru suci atau Wu Ji dari kuil lotus sembilan daun, dia adalah seorang pahlawan yang menyelamatkan jutaan nyawa dan menciptakan ribuan potensi bela diri.
Wu Ji merupakan kaisar istana samudra bintang dan pencipta jurus 1000 jalan langit yang legendaris.
Dia memilih untuk menjadi abadi dengan terus berlatih, Tapi suatu hari saat pelatihannya selesai dan memasuki fase dimana semua kekuatannya melemah. Wu Zhao anaknya menusuk Wu Ji dari belakang dengan sebilah besi panas hingga tersungkur "Ayah jangan khawatir, anakmu yang akan mengurus istana bintang, jadi istirahatlah dengan tenang" Ucapnya sembari tersenyum ke arah Wu Ji.
Wu Ji seolah tak percaya, anaknya yang selama ini dia rawat hingga tumbuh dewasa, tega membunuh ayah kandungnya sendiri "Ka–kau, Ukhuk! Dasar anak durhaka!"
Pandangan Wu Ji mulai buram, wajahnya pucat, bibirnya membiru, badanya dingin dan perlahan-lahan matanya mulai tertutup, tertidur untuk selamanya.
__ADS_1
Di lubuk hati terdalam, Wu Zhao sebenarnya sangat merasa bersalah, dia merasa sedih atas kepergian ayahnya. Tetapi keserakahanlah yang mendorongnya untuk berbuat demikian "Maafkan aku ayah."
Wu Zhao membawa jasad ayahnya kedalam ruang bawah tanah, selain Wu Ji dan Wu Zhao tidak ada yang tau keberadaan ruangan rahasia ini.
Dia meletakan jasad ayahnya kedalam sebuah peti kaca berlapis emas yang merupakan alat sihir. Apapun yang masuk kedalam peti itu tidak akan rusak ataupun busuk, Peti itu akan mengawetkan jasad Wu Ji selama Jutaan tahun. Wu Zhao juga meletakan sebuah pedang milik ayahnya yang sudah memisahkan ribuan kepala dari tubuh musuh saat perang.
"Ayah, tenanglah disana" Ucap Wu Ji membanting badan dan pergi dengan tampang tak bersalah, tetapi tanpa dia sadari setetes air mata muncul dimatanya.
Untuk mengenang mendiang ayahnya, Wu Zhao membuat prasasti dari emas bertuliskan "WU JI" dan Tiga bait puisi dibaliknya.
"Semua jalan ditempuh dengan tentram, Nikmat kaki menyentuh tanah berlalu seperti terbang, hangatnya teh hijau nikmat menatap pandang ke arah kolam penuh ikan, Bagaimanapun mereka hidup tanpa beban.
__ADS_1
Bersandar di pundak si tubuh besi, berbicara kepada kayu yang berubah menjadi abu, tanah akan lekang karena waktu, lalu dia terbaring tanpa nyawa.
Dia ayahku, dan aku adalah orang yang tidak tau isi si tubuh besi, aku tak tau sebab kayu menjadi abu hingga ia harus menunggu menjadi sesuatu yang baru, aku hanya bisa menyalahkan air yang membuat tanah lekang menjadi seribu, lalu tak tau waktu merenggut bahagiaku"