LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.79_Pertarungan-Fix (Revisi)


__ADS_3

Seorang pria datang dengan pedang besar ditangannya, langkahnya tegas dan wajahnya nampak tidak bersahabat.


Pria itu berhenti didepan Sahran, menopang kedua tangannya di gagang pedang "Kau sudah sadar dan kau sudah sembuh, pergilah dari sini atau kau akan meti" Ancam pria itu, mengelurkan seluruh aura pembunuh.


Lalu kemudian sebuah mangkuk melayang dan membentur kepala pria besar itu hingga memjamkan mata "Kau buta ya! tidak lihat kalau dia baru sadar, pergi...!!!" Teriak Gadis itu, murka.


"Ta–Tapi nona, Tuan muda dia..."


"Kau berani melawanku! berarti kau berani melawan raja" Ucap gadis itu memotong, mengancam balik.


Sahran canggung, sikap gadis itu berubah drastis ketika bicara dengan pria besar tersebut "Wajahnya memang seperti malaikat, tapi saat marah dia lebih mengerikan daripada iblis, wanita memang merepotkan haha!" Ungkap Sahran membatin.


Pria itu berbalik namun tidak langsung melangkah pergi, dia menatap Sahran dengan niat pembunuh "Kali ini kau beruntung bocah!" Ucapnya melangkah pergi.


3 Hari kemudian, Sahran masih tidak diizinkan untuk keluar, Sebenarnya Sahran tidak sakit sama sekali tetapi gadis itu bersama semua orang tidak mengizinkan Sahran untuk keluar saat ini.


Gadis itu bernama Harumi, seorang gadis cantik yang kuat dan tangguh dari sebuah kerajaan, dengan kata lain dia merupakan seorang Putri yang terjebak di reruntuhan Kuno selama lebih dari 7 tahun saat melakukan ekspedisi.


Dia tidak sendiri, Harumi bersama seorang pangeran dari kerajaan yang berbeda, yang akhirnya terjebak di reruntuhan Kuno saat bentuk spiral itu muncul.


Setahun sekali, saat bentuk spiral atau yang mereka sebut dengan kutukan dewa melemah, seluruh benua akan bergetar dan Bulan akan berubah menjadi merah, semua Hewan yang berada disekitar kutukan dewa akan berubah menjadi ganas dan menyerang siapa saja. Kondisi itu disebut sebagai "BULAN IBLIS" yang terjadi di pertengahan tahun.


Penduduk yang berada disektar akan mengungsi sebelum Bulan iblis terjadi, mereka akan meninggalkan kota selama 10 hari hingga Bulan iblis selesai.


Karena kutukan dewa melemah, saat itulah mereka akan mencari persediaan makanan didalam kota. Mereka yang terpilih sering disebut Runner (pelari)


ada peraturan serius saat itu, seorang runner tidak diperbolehkan mencuri ataupun merusak barang didalam kota, jika itu terjadi dengan artian hal yang disengaja, maka orang itu akan menerima hukuman dari dewa yaitu esensi kehidupannya akan diserap hingga kering atau lebih tepatnya dia akan mati.


Maka dari itu hanya orang-orang terpilih yang bisa keluar, kriteria untuk menjadi Runner membutuhlan skill yang mendalam karena faktor tertentu


Sahran bingung, Sebenarnya apa yang terjadi disini, Kenapa mereka seperti dipenjara ditempat seperti ini, meskipun mereka menjadi kuat tapi mereka tidak pernah sekalipun merasakan kebebasan.


Sahran tidak lanjut berfikir, dia beranjak dan menapakkan kakinya di lantai tanah liat, Sahran memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar karena merasa bosan.


"Jadi ini yang dia maksud formasi yang berbentuk spiral? bukannya ini lebih mirip Formasi pemanggilan ya?" Ucapnya dengan mulut setengah menganga.


Sahran mengatakan itu karena dia yakin, Bentuk spiral ini merupakan formasi pemanggilan, Formasi pemanggilan adalah formasi dimana penggunanya bisa memanggil petir, hujan, angin, bahkan binatang secara acak tergantung posisi formasinya ditempatkan.


Dalam buku dijelaskan bahwa Formasi pemanggilan petir hanya memiliki 55 titik, dan mantra yang disebut juga sajak hanya ada 29 baris dan ukurannya juga sangat kecil hanya sekitar sejengkal orang dewasa.


Sementara formasi yang dia lihat saat ini merupakan formasi yang sangar besar, dia khawatir jika formasi ini digunkan, mungkin semua orang yang ada disini tidak berkesempatan untuk bisa hidup normal.


Gelombang spirit yang dihasilkan saat pemanggilan bisa membuat pembuluh darah pecah, retakan jalur energi, bahkan bisa menyebabkan kematian, karena itulah syarat utama yang harus terpenuhi saat menjadi ahli formasi adalah fisik dan mental.


Sahran merenung menghadap jendela tanpa mengetahui dibelakangnya berdiri seorang pemuda dengan pedang yang sudah terhunus.


Pemuda itu tersenyum licik, lalu menikam sahran dari belakang "Matilah kau bocah, hahaha" Ucapnya mengarahkan pedang kebagian vital.


"Hei...!" Teriak sahran terkejut, dengan cepat Sahran menangkis pedang pemuda itu hingga tersungkur lalu melingkarkan tangannya ke leher pemuda itu dengan posisi tubuhnya diatas.


Pemuda itu terlihat sangat terkejut tak menyangka bahwa serangannya dapat ditangkis dan sekarang situasinya malah berbalik.


"A–Aku adalah pangeran dari gunung kunlun, kau bocah cepat lepaskan aku atau kau akan mati dengan mengenaskan" Ucapnya tersenyum licik.


"Aku tak sebodoh itu melepaskanmu, Selain kau mencoba membunuhku, kau masih berani mengancam, dasar pengecut" Ucap sahran, mengeratkan cengkramannya.


Pemuda itu tidak dapat berkata, tanpa berfikir panjang dia berteriak meminta tolong "Tolong..!!! Tolong...!!! pembunuhan..!!" Teriaknya.


Tidak lama, seorang pria dengan tubuh besar menghampiri Sahran, memegang kerah bajunya lalu melempar sahran kearah dinding hingga terbentur.


"Bocah tak tau diri, mencoba membunuh seorang pangeran, apa kau sudah bosan hidup" Ucap orang besar itu menghunuskan pedang.

__ADS_1


Sahran tidak berkata, punggungnya sakit karena membentur tembok, dia hanya duduk sambil meratap apa yang akan dilakukan pria besar itu.


Dia ingin menjelaskan apa yang terjadi tapi itu akan sia-sia jika didepannya seorang prajurit kerajaan, apapun yang terjadi dia hanya akan membela tuannya walaupun kebenaran bahwa tuannya yang bersalah.


"Hahaha kau bodoh, lihat akibat kau menggoda calon istriku, kau akan mati hahaha" Ucap pangeran itu tertawa terpingkal-pingkal.


Pria besar itu menyarungkan kembali pedangnya "Menggunakan pedangku untuk membunuh seekor lalat hanya akan mengotori senajata suci seperti ini, satu jariku saja sudah cukup untuk membunuhmu sialan hahaha" Ucapnya, membanggakan diri.


Tanpa banyak bicara, pria itu langsung melancarkan serangan pertamanya, dia tidak mengincar titik vital agar lawannya merasakan sakit dan tersiksa.


Ada yang aneh dengan Sahran, dia hanya menatap pukulan yang mengarah kepadanya tanpa sedikitpun niat untuk menghindar "Kenapa ini?" Ucapnya kebingungan saat melihat pukulan itu bergerak dalam gerakan lambat.


Ada aura berwarna putih keluar dari matanya, rupanya itu adalah mata Es, jurua ini memang akan aktif saat situasi berbahaya tanpa melafalkan mantra, Dan setiap sahran melihat bahaya maka dunia disekitarnya akan disimulasikan dalam gerakan lambat.


Saat pukulan itu hendak mendarat di wajah sahran, dia menangkisnya hingga pukulannya meleset.


"Walaupun aku tahu jurus ketiga dari Histerical aurora-Mata es dapat meningkatkan penglihatan, tapi tak kusangka akan setajam dan sejelas ini bahkan bisa melihat dengan gerakan lambat. Dengan mata ini aku bisa melihat dengan jalas gerakan musuh dari jarak 10M, sungguh kemampuan yang mengerikan" Sahran membatin.


"A–Apa! dia bisa menangkis pukualnku? bagaimana mungkin?" Pria besar itu membatin.


Setiap pukulan yang dilancarkan dapat ditangkis oleh seorang pemuda kurus yang terlihat rapuh, karna itulah hanya perasaan bingung yang terlihat diwajah pangeran dan pria besar didepannya.


Pangeran itu hanya bisa menganga melihat pertarungan, selama dia melihatnya dia hanya melafalkan "Tidak mungkin" didalam hatinya.


Ratusan pukulan dan ratusan gerakan licin dari sahran berlalu begitu cepat, seolah tak ada celah untuk menyerang dan ini waktunya bagi sahran untuk mengakhiri pertarungan.


Begitu juga si pria besar yang sudah terdesak dan ini bukan tentang pertarungan lagi, melainkan tentang harga diri. Betapa memalukannya jika seorang prajurit sepertinya kalah oleh anak kecil yang tak jelas darimana asalnya ini.


Pria itu mengeluarkan pedang besarnya dan kali ini dia serius, bukan hanya dia sahran juga mengeluarkan pedang dewa naga xuan.


"Rakyat jelata sepertimu berani melawanku seorang pengawal pribadi pangeran kerajaan, sungguh cari mati" Ucap si pria besa dengan sombong.


"Kau selalu berkata rakyat jelata, dan kau juga bukan seorang raja apa pantas berkata seperti itu? jangan lupa diri oyy! kau hanya seorang pengawal tapi kau bertindak sombong atas nama raja, haha kau lebih buruk daripada sampah" Ujar sahran.


"Jendral sangat kuat dan tak terkalahkan selama bertahun-tahun, dan anak muda ini ingin melawannya? dia tidak punya kesempatan"


"Kasihan, padahal dia masih muda tapi anak ini memprovokasi jendral kerajaan, hidupnya tidak lama lagi"


"Apa dia sudah bosan hidup?"


Semua orang terkejut sekaligus kasihan, tapi mau bagaimanapun sahran terlalu arogan dan memandamg tinggi dirinya sendiri dimata semua orang dan dia pantas mati.


Terlepas dari semua itu, memang tujuannya bersikap demikian. memancing si jendral untuk bertarung, bagaimanapun sahran sudah banyak berlatih dan ini kesempatannya untuk mengetahui sejauh mana kemampuanya itu.


Sahran mulai memasang kuda-kuda sementara jendral masih berdiri tegak dan tersenyum lebar, dengan percaya diri dia memprovokasi sahran "Bocah, jangan bertindak bodoh dikehidupan selanjutnya"


Wuusshhhh!!!


Pria itu memasang kuda-kuda, lalu angin dingin mulai berkumpul disekelilingnya sementara sahran tidak menggunakan jurus apapun karna tujuannya hanya untuk berlatih gerakan dasar pedang.


Tangannya mulai mengangkat pedang diatas kepalanya lalu dengan kuda-kuda yang diperkuat element tanah dia berada dalam posisi bertahan.


sementara si jendral yang daritadi melafalkan mantra akhirnya siap dalam posisi menyerang.


Swwoosshh!!!


Pria itu melesat dengan sangat cepat hampir tidak bisa ditangkap oleh penglihatan orang biasa, tapi sahran melihatnya dengan sangat jelas dan itulah kelemahan pengguna jurus angin.


Setelah sudah mencapai jarak serang, pria itu melancarkan sebuah tebasan, tebasannya menghasilkan gelombang angin berbentuk cakram yang sangat tajam.


"Sangat cepat!" Batin sahran.

__ADS_1


dengan satu tebasan sahran bisa memblok jurus tersebut, tapi tebasannya menimbulkan dorongan balik yang membuat sahran mundur beberapa langkah.


Terlihat dari raut wajah jendral kerajaan yang terlalu meremehkan kekuatan lawan, dia sangat terkejut "Ba–bagaimana mungkin?!" ucapnya tidak percaya.


Bukan hanya dia, orang-orang disamping putri dan sang putri itu sendiri tidak bisa berkata-kata.


"Mu–mustahil"


"Apa aku sedang bermimpi?"


"Di–Dia benar-benar bisa memblokir serangan dari jendral yang bahkan kasim kerajaan yang dijuluki si tulang baja merasa kesulitan melawan satu jurus dari jendral, tapi anak ini bisa menahan satu tebasan dan hanya mundur beberapa langkah tanpa terluka"


Hanya pandangan tidak percaya yang terlihat diwajah semua orang, tidak terkecuali si pangeran yang memasang wajah sinis karna jika sahran bisa sekuat ini diusia muda maka tidak ada kesempatan baginya untuk menjadi yang terkuat dimasa depan, dan orang-orang seperti sahran tidak boleh dibiarkan hidup dan berkembang lebih jauh lagi, dengan kata lain... "Harus dibunuh!!!"


"Perhatian semuanya, atas nama kerajaan angin dari gunung kunlun, siapapun yang bisa membunuh bocah itu akan diberikan 200 Liang emas" Perintah sang putri kepada semua pengawalnya.


"Baik"


"Hehe, matilah bocah"


Semua orang yang ada disana mulai melangkah maju siap menyerang, melawan bocah kecil yang lemah bukan suatu hal yang sulit, itulah kenapa mereka berani maju walaupun sebelumnya sahran bisa menangkis serangan kuat dari jendral kerajaan.


"Pangeran itu benar-benar ingin membunuhku, kemampuan berpedangku masih harus di asah lagi, dan sekarang aku lapar, haduh!!" Sahran membatin.


Dia berfikir untuk bisa menyelasaikan ini secepat mungkin karna hari juga sudah mulai sore, dan sudah beberapa hari terakhir dia belum makan membuatnya sedikit lemas. terlepas dari itu, melatih jurus histerical aurora membutuhkan nutrisi dan banyak protein, jadi jika sahran kurang asupan makanan maka jurus yang selama ini ia latih tidak akan ada kemajuan.


"Hey bocah, malah bengong hahaha!! jadilah anak baik dan serahkan nyawamu, aku pasti akan membiarkan mayatmu utuh, setidaknya kepalamu saja yang tidak ditempat..."


Sebelum pria itu menyelesaikan kalimatmatnya, kepalanya sudah meledak membuat isinya berhamburan kemana-mana.


"Maaf! aku tidak membiarkan mayatmu utuh" Ucap sahran sembari mengarahkan telunjuknya ke arah mayat pria yang kepalanya diledakan.


Perasaan pangeran sekarang semakin cemas, dia menyangka sahran begitu kuat. Melihat sahran yang dapat meledakan kepala seorang pembela diri tahap petarung mahir menggunakan jari telunjuk saja, bahkan seorang master tahap pendekar pun belum tentu bisa melakukan apa yang sahran lakukan.


"Tidak bisa dibiarkan, ini tidak mungkin! semuanya bunuh dia...Eh?!" Si pangeran melongo melihat semua pengawal sudah tewas dan bersimbah darah.


Ada sekitar 40 pengawal ditingkat petarung mahir dan 20 pengawal ditingkat perajurit petarung Mereka semua tewas dalam sekejap dengan kondisi yang mengenaskan.


bahkan sang jendral yang terkuat dikelompok mereka tidak berdaya melawan sahran, bahkan kondisinya lebih buruk daripada orang-orang dibawahnya. Tubuhnya hancur, isi perutnya berhamburan kemana-mana, tangan dan kakinya hangus terbakar, yang tersisa hanya kepala dan satu jari tangan.


Seketika pandangan berubah menjadi lautan darah dalam sekejap, isi kepala, isi perut, dan bagian-bagian tubuh berserakan dimana-mana.


Pangeran itu terkejut sampai shock berat lalu pingsan, dia takut dengan darah, dan didepannya kini penuh dengan lautan darah, mungkin setelah melihat ini semua jiwanya akan terganggu dan menjadi gila.


**


"Jurus yang guru berikan padaku memang kuat, jurus perubahan jenis spirit ini sudah mencapai jurus tingkat emas, setiap aku naik tingkat jurus ini akan semakin kuat, dan aku bahkan tidak tau sekarang tingkat apa? Mungkin malam ini aku harus bermeditasi dan menyerap cahaya bulan lagi mungkin bisa menerobos, tapi sebelum itu aku harus mencari makanan dulu! sangat lapar!" Ucapnya.


"Guru! apa kamu baik-baik saja, aku harap saat kita bertemu lagi aku sudah semakin kuat dan menjadi murid yang bisa kau banggakan" Ucapnya penuh harap.


Akhir-akhir ini setiap sahran mengambil sesuatu di cincin penyimpanan, dia selalu membersihkan barang-barang milik gurunya, mencuci bajunya serta membereskannya dengan sangat rapi. Dia sudah tidak sabar ingin kembali ke hutan terlarang dimana dia berpisah dengan Zhuge Feng.


Sahran memutuskan untuk pergi secepat mungkin dari reruntuhan, jarak antara reruntuhan ini dengan kota hanya 10KM, sementara sahran bisa teleportasi sejauh 50KM, dia bisa dengan bebas keluar masuk kedalam reruntuhan kuno


...****************...


[Saya minta maaf karna jarang update, setelah saya periksa ada 279 komentar yang masuk dan banyak dari mereka minta update, selama bulan ramadhan mungkin akan update setiap hari bahkan ada Extra chapter jika chapter sebelumnya tembus 1000 like dan 50 komentar]


Extra chapter : +3


Like :1000/

__ADS_1


Koment : 50/


__ADS_2