
"Siapa nama gurumu..??" tanya pria tersebut menatap pedang yang di bawa sahran juga merupakan pedang khas dari sekte pedang phionix es
"Nama guru ku adalah ZHUGE FENG ..!!" sahran menjelaskan bahwa beberapa hari lalu dirinya masuk ke dalam ruangan misterius dan bertemu dengan seorang kakek bernama zhuge feng dan menerima nya sebagai murid dia memberikan jubah, pedang, dan lencana sekte pedang phionix es....
"kau....kau... bertemu dengan zhuge feng.. di mana dia sekarang..??" pria tersebut melebarkan matanya ketika mendengar nama Zhuge feng, karna selama ribuan tahun, zhuge feng tidak terlihat di sekte pedang phionix es, orang-orang menira dia sudah mrninggal di suatu tempat, dan menurut buku catatan Zuhe Feng tidak pernah menerima murid pribadi...
"aku juga tidak mengerti...dia menghilang begitu saja setelah menerimaku untuk menjadi murid nya dan memberikan pedang dan jubah ini...! " sahran menjelaskan dia juga heran kenapa zhuge feng meminta nya untuk menjadi murid nya... dan mengatakan dia sedikit sepesial..
"Selain pedang, jubah dan lencana ..bukti apalagi yang kau miliki...??" pria tersebut seakan tidak percaya jika bocah yang terlihat lemah tersebut adalah murid zhuge feng..
"Dulu dia pernah memberiku cincin giok permata angin atau apalah nama nya, di cincin itu terdapat ukiran seekor naga dan batu permata, tapi setelah aku jadikan kalung... ternyata cincin itu malah memanas lalu menghilang dan meninggalkan bekas seperti ini...!! " sahran menjelaskan dan membuka jubah serta bajunya dan menunjukan sebuah lingkaran kecil di dadanya yang berbentuk seperti naga
"itu dia memberikan mu cincin dewa naga yang legendaris itu...?" pria tersebut seakan tidak percaya bahwa yang ada di depan nya memang adalah cincin dewa naga yang hanya zhuge feng yang mempunyai nya...
"silahkan tuan muda masuk ke dalam...!!" sikap pria tersebut berubah ketika yakin bahwa pemuda yang ada di hadapan nya itu adalah murid dari zhuge feng...
sahran mulai heran dengan sikap pria itu kepada nya dan bertanya tanya..sebenar nya siapa kakek kakek tua bernama zhuge feng tersebut hingga di hormati pleh pria berbadan besar tersebut, saat sahran larut dalam fikiran nya sendiri secara perlahan lahan pintu es yang ada di depan nya tersebut terbuka dan dia terkejut dengan pemandangan yang ada di depan nya itu..
__ADS_1
"ini.... ini di dalam gua ada dunia seluas ini...?" sahran berdecak kagum saat melihat dunia es yang begitu luas dan indah berada di sebuah gua yang mungkin cukup tersembunyi
"heh bocah... ini adalah lubang dimensi yang aku buat...!" sebuah suara mengisi menggema di kepala sahran, yang membuatnya heran adalah ketika datang nya suara tersebut seketika tubuhnya mulai hangat dan terasa nyaman..
"guru...?? " sahran mengenali suara tersebut yang tidak lain adalah gurunya nyaitu Zhuge Feng sahran menoleh kesamping atas bawah depan belakang dan tidak menemukan keberadaan gurunya tersebut..
"kamu tidak perlu mencari 'ku, aku ada di dalam cincin ruang yang ada di dadamu...!!" suara zhuge feng terdengar sangat ceria dan bangga ketika dia mengatakan bahwa lubang dimensi ini dia yang membuatnya dan mendirikian sekte pedang phionix es di dalam dimensi tersebut, yang membuatnya sangat terkenal sampai sekarang sebagai legenda pendiri dunia es
"Guru... apa guru sudah mati...lalu kenapa roh guru ada di dalam cincin ... apakah roh guru di kutuk dan di segel dalam cincin.... huhh sungguh mengerikan...!! " sahran merinding ketakutan ketika dia memikirkannya... jika itu adalah dirinya.. maka perasaan itu tak bisa terbayangkan..
"bocah sialan...aku belum mati, aku masih hidup, aku ada di ruang dimensi yang ada di dalam cincin mu itu...!! " zhuge feng menjawab dengan nada kesal..
"Bocah.. mentang mentang aku orang tua..! kau tidak mendengarkan ku..!! tadi aku sudah bilang ...aku ini ada di dimensi ruang hampa yang ada di cincin mu itu...! " zhuge feng kesal dengan tingkah murid nya itu..
"hehe maaf guru disini sangat indah.. jadi aku sedikit tidak fokus dan tidak kedengaran...haha..!! " sahran tertawa
"apa hubungan nya dengan melihat pemandangan dan mendengarkan....,!!" belum selesai berbicara sahran langsung memotong pembicaraan zhuge feng...
__ADS_1
"wahhh lihat itu...!! " wajah sahran berseri seri dan berdecak kagum melihat pemandangan di depan nya yang begitu indah dan menakjubkan...
"Bocah sialan... aku ini gurumu..!!" nada zhuge feng terdengar kesal karna muridnya bertingkah seperti itu... tapi dia masih memaklumi karna bagaimana pun anak itu usia nya masih berumur 8 tahun dan masih bertingkah kekanak kanakan
"waahhh apakah kota ini terbuat dari es... sangat menkjubkan.. siapa ya sekiranya yang bisa membuat kota seluas ini.. " pandangan sahran tertuju pada sebuah kota yang luas dan megah di kejauhan
"heh... aku yang membuat kota ini... bocah.. apa kau terkejut...hehe..!! kau seharus nya bangga mempunyai guru yang hebat sepertiku..!!" Zhuge feng berbicara dengan bangga...
"Oh..".._+#+&@$_$&@...!!" sahran memperagakan apa yang di katakan gurunya tersebut dan membuat zhuge feng kesal dengan sikap dan tingkah sahran..
lalu dia tidak bicara lagi setelah itu...
Lalu sahran tertawa setelah menyadari guru nya diam tanpa sepatah kata pun.... dan meminta maaf...
"Guru aku hanya bercanda... guru jangan marah yah... bagaimana pun aku... aku baru kehilangan seorang ibu dan tidak ada satupun yang bisa menghiburku...!! " Sahran menundukan kepala nya dan dia merasa bersalah, zhuge feng juga merasakan hal yang sama.. meskipun ia terlihat ceria tapi kehilangan keluaga nya di umur nya yang semuda ini.... tidak semua orang bisa merasakan. apa yang dia rasakan.. karna menanggung beban hidup sendiri dan harus berkelana di umur nya yang baru 8 tahun.. tidak mudah baginya..
Pria yang mengantar sahran merasa kebingungan dengan tingkah anak di belakang nya... karna dia berbicara sendiri...! "apa anak itu sudah gila..?? dia senyum senyum sendiri...??" pria itu menatap dengan tatapan aneh.. dia memandang dari atas sampai bawah... dia merasa ada yang salah dengan anak yang di bawanya tersebut...
__ADS_1
"Kita sudah sampai....!!" pria tersebut berhenti melangkah saat tiba di sebuah gerbang es besar dan tinggu di depan nya... yang membuat sahran berdecak kagum karna kemegahan nya tersebut... kemegahan tersebut sebanding atau bahkan lebih besar dari ibukota kekaisaran ming yang pernah ia datangi...
saat dia masuk.. dia di sambut dengan tatapan dingin orang orang yang ada di dalam gerbang, sepanjang perjalanan dia di bicarakan orang orang yang melihat nya... karna dia tidak seperti murid murid yang ada di dalam sekte yang mempunya wajah dan tubuh yang putih.. sahran justru terlihat berkulit coklat dan sedikit hitam karna dia tinggal di desa... dia berjalan mengikuti pria di depan nya tanpa mempedulikan apa yang mereka bicarakan, hingga sampailah di sebuah bangunan megah seperti istana di tengah sekte pedang phionix es.. dia memasuki bangunan tersebut dan menunjukan lencana murid sekte pedang phionix es yang sedikit berbeda dengan lencana yang murid sekte pedang phionix es miliki..