
Sahran memperhatikan pertarungan yang sedang berlangsung, Sahran cukup terkesan dengan bakat-bakat seni bela diri di kota ini.
Karna walaupun mereka masih dalam tahap mengumpulkan aura tenaga dalam yang berarti mereka masih di tingkat petarung pemula. Mereka bisa mengembangkan teknik bela diri eksternal yang berupa gerakan gerakan serta gestur tubuh untuk menciptakan teknik khusus yang dinamakan Jiu-jitsu.
Teknik ini mengacu pada kelenturan dan kelincahan tubuh, Jenis bela diri seperti ini lebih didominasi dengan gerakan kaki bertubi-tubi hingga lawan tidak diberi celah untuk membalikan keadaan.
Sahran mengerutkan dahi karna teknik ini juga yang sedang ia cari untuk pertarungan jarak dekat "Walaupun teknik eksternal lebih lemah, Tapi jika dilatih dengan sungguh-sungguh maka teknik ini sangat berguna sekali jika digunakan untuk pertarungan jarak dekat" Ucap sahran
"Hei Sobat, Apa kau seorang pesilat?" Ucap seorang wanita yang kebetulan duduk bersebelahan dengan sahran.
Sahran tidak langsung menjawabnya karna dia yakin wanita itu tidak bertanya kepadanya.
Lalu tiba-tiba wanita tersebut mencubit lengan baju sahran yang membuat dia tersentak "Kau...kau bertanya padaku??" Ucap sahran.
Wanita tersebut memasang wajah memelas "Kau...kau... ternyata tidak mempedulikan aku?" ucap wanita tersebut
Sahran malah kebingungan karna ini pertama kalinya mereka bertemu "Memangnya kamu siapa?? ..." Ucap sahran.
Wanita tersebut memasang wajah cenberut dan kesal "Hmm... Namaku Lin jia, Kenapa kau tidak mengalku padahal aku...bla..bla...bla?? Ucap Lin Jia.
Sahran menaikan alisnya saat mendengar nama wanita tersebut "Eh?! Lin jia!? Dia memiliki marga yang sama persis dengan Lin Huamei, Apakah dia memiliki hubungan darah dengan ketua Lin Mubai??" Ucap sahran di dalam hati
Sekali lagi Lin jia kesal karna sahran memasang wajah datar dan bengong tanpa mempedulikan kehadiran Lin Jia di sisi nya. "Hei... apa kau mendengarkan ku??"
Sahran kembali tersentak dari lamunannya "Be...benar aku seorang pesilat?! Kenapa kau menanyakan itu?" Tanya sahran.
"Bagus... Kau pasti orang dari luar kota, bertarunglah denganku, Aku akan memberikan kamu kesempatan menyerang 3 kali, Bagaimana??" Ucap Lin Jia.
Sahran nyatanya tidak tertarik, Bukan karna dirinya sombong atau merendah, Tetapi sahran benar-benar tidak mengerti teknik bela diri Jiu-Jitsu. karna itulah sahran menolak tawaran lin jia mentah-mentah.
__ADS_1
"Tidak...."
"Apa?? Kau berani menolakku??" Ucap Li Jia dengan nada yang cukup tinggi membuat semua orang yang ada di sekitar arena terdiam dan situasi mendadak sunyi.
"Memangnya kenapa?? Aku bilang tidak mau ya tidak mau." Ucap sahran.
Dengan raut wajah yang kesal, Lin Jia sengaja memancing amarah Sahran agar mau bertarung dengannya "Cih... ternyata seorang pecundang, Orangtua mu juga pasti seorang pecundang, Seluruh keluargamu pecundang...hahahaha"
Sahran hanya tersenyum kecut karna dia tau bahwa wanita tersebut sedang menancing amarahnya agar mau bertarung, Tapi trik semacam ini sudah tidak berguna di hadapan sahran, Tapi untuk memberi wanita itu pelajaran, Sahran akhirnya setuju untuk bertarung.
"Baiklah aku akan nenerima tantanganmu, Tapi dengan satu syarat" Ucap sahran.
"Syarat seperti apa itu?" Tanya Lin Jia.
"Kau harus tarik kembali kata-kata mu" Jawab sahran sembari melompat ke tengah arena.
Lin Jia tersenyum licik "Hehe...Aku tidak akan kalah" Ucap Lin Jia di dalam hatinya.
Jika dilihat dari luar, Fisik Lin Jia sangat kuat dan kokoh, Tapi menurut pandangan sahran, Tubuh Lin Jia sangat unik karna tubuhnya memancarkan secerca aura yang redup namun aura tersebut sangat mendukung perkembangan fisik wanita tersebut.
Lin Jia terlihat seperti berumur sekitar 20 tahun, Tapi sebenarnya umurnya tidak setua itu, Sedari kecil Lin Jia sudah dilatih menjadi seorang pembela diri Eksternal, karna itulah dia memiliki fisik yang lebih sehat dan pertumbuhan yang cukup berlebihan, walaupun umurnya masih 18 tahun yaitu satu tahun lebih tua daripada sahran, Tapi dia kerap di panggil Tante atau Bibi oleh orang yang sebaya dengannya.
Lin Jia sangat kuat tapi tidak cukup cerdas, Dengan IQ yang rendah inilah Lin jia sangat ceroboh dan bertindak tanpa berfikir terlebih dahulu, Terlebih Lin Jia sangat sombong yang membuat ayahnya merasa menyesal telah mengajari teknik beladiri kepadanya.
Tapi menurut Sahran, Lin Jia sebenarnya tidak bodoh, Lin Jia hanya kekurangan dukungan dan kasih sayang dari keluarganya.
"Kenapa? Kau ketakutan hingga tidak bisa bergerak...hahaha!!!" Ucap Lin Jia sembari berjalan menghampiri sahran di tengah arena.
Lin Jia mendekatkan bibirnya ke telinga sahran "Ingat!! Jika kamu kalah, kamu harus menjadi budak ku...hehe" Ucapnya.
__ADS_1
"Baiklah..." Ucap sahran.
Tidak lama, pertandingapun dimulai dan seperti yang sudah mereka sepakati, Sahran menyerang lebih dulu.
Sahran tidak menggunakan jurus tenaga dalam melainkan dirinya hanya menggunakan jurus fisik histerical aurora.
Jurus pertama dari histerical aurora bernama pukulan energi. satu pukulan dari jurus ini bisa mencapai 111kg, Tapi sahran tidak akan mengeluarkan pukulan sekeras itu karna walaupun Lin Jia memiliki fisik sekeras batu, Tapi pukulan sahran mampu mematahkan baja murni sekalipun.
Sahran mengepalkan tangan yang sudah di aliri energi angin sebelumnya, Karna jika tidak, Maka energi yang dilepaskan akan tidak terkendali "Apa kau sudah siap?" Ucap sahran.
"Hahaha... bercanda ya!! tangan kecil itu bisa melukaiku...haha" Ucap Lin Jia.
Semua orang yang ada di sekitar arena mulai merasa kasihan kepada sahran karna walaupun tubuh sahran kekar dan tinggi, Tapi sahran terlihat sangat lemah.
"Apa dia akan baik-baik saja." Ucap seseorang yang juga menyaksikan pertarungan sahran.
"Setahun terakhir, Tante Lin sudah menindas pendatang baru kurang lebih 199 orang. Dan anak muda ini akan menjadi yang ke 200." Ucap penonton yang lainnya
"Benar sekali, bahkan ini mungkin yang termuda di antara ke 199 orang itu, kasihan sekali dia..." Ucap penonton C.
Semua orang yang ada di sekitar arena pertandingan tidak bisa berbuat apa-apa karna kakek dari gadis tersebut merupakan salah-satu pendiri sekte Tianmu. Karna kalau seseorang mengusik Lin Jia pasti hidupnya tidak akan tenang.
"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan sungkan..." Ucap sahran.
Seketika sahran menghilang dari pandangan semua orang dan tiba-tiba muncul di hadapan Lin Jia dengan kuda-kuda siap menyerang.
Satu pukulan mendarat di perut wanita tersebut yang membuat dia terpental ke dinding dengan sangat keras hingga tidak sadarkan diri.
Sahran menepuk jidatnya karna dia sudah tau hal ini akan terjadi "Sudah aku duga, Ini terlalu berlebihan...!!" Batin sahran.
__ADS_1
Semua orang yang ada di sekitar arena terdiam seribu bahasa melihat kejadian yang barusaja mereka lihat, sahran mengalahkan Lin Jia hanya dengan satu serangan dan hanya membutuhkan waktu sekitar 5 detik untuk menumbangkan wanita perkasa itu.