
Sahran dan zhilong sebenarnya tidak ingin menginap tetapi perutnya mulai berontak membuat mereka terpaksa mencari penginapan terdekat untuk makan dan beristirahat
Tidak ada satupun restoran yang buka di kota yuki setelah muncul masakan enak di beberapa penginapan di pusat kota tersebut, mereka terpaksa gulung tikar saat tidak ada satupun pengunjung yang makan di restoran beberapa minggu setelah kabar angin mengatakan bahwa makanan dewa telah muncul di kota yuki
Karna itulah sahran semakin penasaran dan berniat mencicipi hidangan yang mereka sebut dengan Makanan dewa tersebut, Sahran berjalan menuju pusat kota yuki untuk mencari penginapan tersohor di antara beberapa penginapan di sekitarnya
Sahran sampai di salahsatu penginapan, sahran berfikir bahwa ini pastilah tempatnya karna di antara penginapan-penginapan di sekitar penginapan ini terlihat tidak begitu ramai bahkan sepi
"Tuan apa ada yang bisa kami bantu?" Salahsatu pelayan menghampiri sahran dan zhilong setelah menyadari sahran terlihat berbeda dengan baju kusut dan kusam menandakan bahwa dia mungkin orang miskin
"Kami memesan dua kamar!" Sahran memperhatikan sekitar dan hanya melihat beberapa orang yang membawa mangkuk sup yang menguarkan aroma yang sangat sedap dan sahran semakin yakin itu adalah resep masakannya tetapi di dalam masakan tersebut tersimpan aura asing yang cukup pekat
"Mohon Maaf tuan, semua kamar telah di sewa dan tidak ada yang tersisa" Pelayan tersebut tidak berhenti memperingatkan sahran tetapi sahran tidak mempedulikanya lagipula dia tidak punya cukup uang untuk menyewa kamar
" Baiklah ayo pergi" Sahran memegang pundak zhilong untuk mengajaknya pergi, sahran dan zhilong berjalan keluar membelah keramaian dan duduk di bawah pohon persik di taman pusat kota
"Long, apa kau merasakanya..! di dalam sup tersebut rasanya ada sebersit aura yang cukup pekat..!" sahran yakin itu adalah resep masakanya tetapi yang membuat sahran penasaran adalah: kenapa bisa resep tersebut ada di tangan penginapan ini kecuali ada sesuatu yang terjadi kepada rombongan tetua Dai Mubai
__ADS_1
" Kau benar, saat aku menghirupnya aku bisa merasakan aura tersebut seperti aura yang pernah aku rasakan sebelumnya, itu adalah aura pemikat jiwa, aura tersebut bisa memikat hati manusia baahkan binatang, setelah terpikat mereka akan melakukan apapun yang si pemilik aura perintahkan kepada mereka, lebih tepatnya mereka yang terpikat akan di kendalikan.."
"Jadi maksudmu adalah: aura tersebut yang membuat mereka terus membeli makanan mereka.." Sahran tidak pernah menedengar tentang aura pemikat jiwa yang zhilong bicarakan karna yang dia tau hanya aura kegelapan dan aura cahaya, sahran juga tidak mengetahui aura pemikat jiwa ini termasuk golongan mana
"Mungkin saja,...!" Zhilong merasa sedikit takut saat dia meikirkan kenangan buruk yang dia dapatkan saat bertemu dengan salahsatu pemilik aura pemikat jiwa saat dirinya di atas arena, zhilong terluka parah karnanya dan harus berlatih ulang karna sebagian besar ilmu pelatihanya menghilang saat dirinya bertarung dengan pemilik aura pemikat jiwa, karna itulah dia merasa aura ini sangatlah berbahaya
"Benar kita harus mempelajari situasinya sebelum bertindak, jangan terlalu gegabah" Sahran berdiri beberapa saat dan saat itulah terdengar bunyi misterius yang entah berasal darimana
KRUYUKKK...!!
Ternyata itu adalah bunyi perut keroncongan yang semakin lama semakin berontak karna lapar, sahran memutuskan untuk mencari restoran untuk makan sebelum berlatih
kota yuki masih saja ramai walaupun hari sudah malam, banyak sekali orang yang yang berbincang menikmati suasana malam, banyak sekali canda tawa dan riang gembira di sepanjang jalan, tidak sedikit ada keributan yang terjadi, entah salah paham ataupun ada suatu masalah itu tidak bisa di tebak dengan kasat mata, Kemudian sahran duduk di sebuah meja di sebuah restoran yang kebetulan buka di malam itu
Tapi ada sedikit keanehan dari restoran tersebut yaitu mereka hanya menyediakan air hangat dan air perasan jeruk sebagai menu utama tapi tidak menyediakan makanan enak atupun kue dan sebagainya seperti layaknya restoran pada umumnya
Sahran hanya bisa memaklumi, secara garis besar sahran sudah mengetahui alasan dari restoran tersebut bisa demikian yaitu mereka tidak bisa menandingi makanan enak di penginapan pusat kota yuki
__ADS_1
Walaupun tidak ada makanan dan hanya perasan air jeruk sebagai menu utama tetapi restoran tersebut terlihat begitu ramai dan setiap meja di penuhi oleh pengunjung yang sedang mengobrol ataupun sekedar melepas penat
"Boss tolong dua juss jeruk" Sahran berteriak kepada salah-satu pelayan meminta 2 gelas air perasan jeruk untuk melepas penat setelah berjalan
" Maaf,.. saya hanya pelayan bukan boss, apa ada yang bisa saya bantu?, apa tuan mau pesan sesuatu,? silahkan.." Pelayan tersebut memberikan satu lembaran kain yang bertuliskan menu beberapa minuman hangat, mereka menggunakan kain sebagai media tulis dan arang sebagai alat tulis karna disini belum dikenal yang namanya kertas dan pensil
"Aku tidak suka semua itu, aku ingin arak...!"
"Hmmm..!! apakah disini ada air jahe hangat?" Sahran sebenarnya cukup terkejut dengan menu hidangan yang ternyata cukup banyak dan cukup murah disini tapi semua menu adalah minuman hangat dan tidak ada satupun makanan di lembaran menu, dan menu yang dipaparkan tidak ada satupun yang cocok untuk selera sahran ataupun zhilong
"Maaf aku tidak mengerti maksud anda! apa anda membutuhkan ramuan?, mohon maaf kami hanya menjual minuman hangat disini, untuk membeli ramuan silahkan pergi ke paviliun di pusat kota" Pelayan itu tidak mengetahui jahe dapat di jadikan minuman karna di kota yuki itu adalah bahan ramuan tingkat rendah dan bahkan tidak dibutuhkan dalam beberapa ramuan tingkat rendah
Sahran merasa tertarik dengan apa yang dikatakan si pelayan tentang paviliun pusat kota yang menjual berbagai ramuan, sebenarnya sahran sedang mencari beberapa resep ramuan tingkat perak yang ingin dia pelajari untuk meningkatkan kemampuan alkemisnya dan kebetulan dengan apa yang dikatakan si pelayan pavilun pusat kota yuki menjual ramuan
"Apa kau tau lebih tentang paviliun pusat kota yang kau bicarakan" Sahran merasa paviliun pusat kota itu mungkin menjual beberapa resep ramuan tingkat perak yang berguna bagi dirinya
"Di pusat kota terdapat satu bangunan besar yang bertuliskan 'paviliun giok jade' mereka menjual berbagai ramuan tingkat perunggu dan bahkan beberapa ramuan tingkat perak, mereka juga menjual buku jurus beladiri dari berbagai daerah dan dari beberapa pendekar hebat di dunia ini, selain menjual ramuan dan jurus, mereka juga menjual beberapa alat beladiri dari mulai pedang sampai baju zirah dari berbagai daerah bahkan berbagai dimensi.." Pelayan tersebut menambahkan bahwa di paviliun giok jade terdapat satu orang alkemis bintang satu yang sangat hebat dan berpengalaman, si pelayan memperingatkan sahran agar tidak menyinggung alkemis tersebut untuk berjaga-jaga
__ADS_1
"Baiklah terima kasih! tapi sebelum itu izinkan kami menyantap hidangan disini terlebih dahulu, apapun hidanganya akan kami bayar!" Sahran meminta daging panggang dan beberapa sayuran untuk mengisi perutnya
" Mohon maaf tuan, Tapi kami tidak menjual hidangan yang demikian, kami hanya menjual beberapa minuman sebagai menu utama" pelayan tersebut menunjukan ekspresi yang sedikit gelisah setah sahran meminta si pelayan menghidangkan beberapa hidangan