LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.50_Penerus tongkat kayu persik


__ADS_3

Akhirnya mereka semua pergi meninggalkan Osamu seorang diri tanpa sepatah katapun


Osamu sendiri termenung keheranan karna itu bukanlah sifat Sahran yang pergi tanpa pamit tetapi dia hanya bisa membisu karna bagaiamanpun sahran adalah penyelamatnya


Suara langkah kaki menjauhi telinga dan kesunyian menerpa tanpa di minta


Tapi setelah beberapa lama langkah kaki terdengar kembali di ikuti dengan suara desiran yang mengikutinya.


Tok....tok....tok....!


Seseorang mengetuk dari balik pintu tetapi saat osamu memintanya masuk orang tersebut tidak menjawab ataupun membuka pintu


Osamu berusaha bangun dari ranjang dengan desahan kesakitan yang dia rasakan, tapi usahanya itu tidak membuahkan hasil malahan rasa sakitnya bertambah ketika di bergerak.


"Uhg..aku tidak bisa meraih pintu, masuklah." teriak osamu kepada orang yang ada di balik pintu


Osamu menganga keheranan karna orang yang berada di luar ruangan nya itu tidak lagi terdengar suara langkah kakinya maupun suara desiran yang mengikutinya.


"Hei siapa disana?" teriak Osamu keheranan karna dia yakin orang tersebut masih ada di balik pintu .


Dia memanggil pelayan untuk membukakan pintu tetapi tidak ada satu orangpun yang menjawab.


Dia memanggil penjaga namun yang datang bukanlah seperti yang dia harapakan


Langkah kaki yang berat itu terdengar sangat mengerikan seperti langkah kaki raksasa dalam legenda.


Kontan Osamu panik dan berteriak, "siapa disana?"


Suasana kembali hening sesaat dan pintu terbuka dengan perlahan


"Tuan! kenapa anda kembali?" Ucap Osamu keheranan dengan keringat dingin membanjiri punggung nya


Ternyata di balik pintu itu adalah seseorang yang sangat mirip dengan Sahran, orang itu sedang menyeret benda terbungkus rapi di belakang nya


Benda tersebut seperti bambu tapi lebih menyerupai tongkat kayu dengan ujung tumpul layaknya tongkat pada umum nya

__ADS_1


Tapi orang tersebut tidak berbicara melainkan melemparkan tongkat di tanganya ke lantai hingga menimbulkan retakan-retakan kecil di lantai tersebut


Lalu kemudian orang itu berkomat-kamit dengan bahasa yang tidak di mengerti dan lebih seperti mantra


Dengan tiba-tiba di dalam tongkat keluar asap putih dan di ikuti kilatan-kilatan cahaya kecil sepert ilistrik menyelimuti tongkat dan perlahan-lahan kilatan cahaya itu membesar dan menimbulkan kilatan besar seperti petir menyambar ke segala arah


"Aaahhhkk.. Hentikan.. Hentikan.. apa yang kau lakukan hentikan.." Osamu berteriak ketakutan dan panik karna jika itu terus berlanjut dan kilatan itu semakin besar maka penginapan mungkin akan hancur dan dirinya pun tidak mungkin selamat


Tapi orang itu bukan hanya tidak mempedulikan osamu tetapi dia mengucapkan mantara itu semakin keras dan lantang hingga petir besar menyambar dari langit, di saat yang bersamaan osamu tidak bisa melihat apapun saat petir tersebut menghantam tongkat kayu yang ada di hadapannya


Setelah itu tongkatnya mengecil hingga seukuran jari telunjuk orang orang dewasa dan orang yang tadi mengucapkan mantra menghilang dan seperti tidak pernah ada


Osamu heran dengan apa yang terjadi dia termenung sesaat sebelum memutuskan untuk mengambil tongkat kecil yang tertancap di lantai tersebut


Tapi saat tangan osamu satu jengkal dari tongkat, tongkat yang lebih menyerupai tusuk gigi itupun langsung menancap di tangan osamu hingga darah segar mengalir deras


"Ahk...!" Osamu tidak mnyadari saat tongkat itu menancap di tangannya pandangannya mulai kabur dan dalam hitungan detik, dirinya mulai kehilangan keasadaran


"Uhk.. Hangat sekali, apakah ini rasanya mati?" saat membuka mata, Osamu hanya melihat cahaya terang dan merasakan kehangatan dari berbagai arah yang tidak pasti dan dia berfikir kemungkinan besar dirinya sudah mati dan sedang berada di alam baka


Osamu atau Liujin berasal dari keluarga kekaisaran dari Lembah telaga biru yaitu Kekaisaran Telaga naga


Osamu sendiri adalah putra kedua dari Jyujin yang tidak lain dan tidak bukan adalah kaisar Telaga naga itu sendiri


Liujin adalah nama Osamu sebelum di buang dari keluarga kekaisaran karna di fitnah oleh kakaknya sendiri yang bernama Bayjin


Osamu di racuni dan meridian nya di rusak parah hingga dirinya tidak dapat berkultivasi


Yang dulunya Osamu merupakan salahsatu jenius yang telah mencapai tingkat petarung menengah sebelum usia 20 tahun


Sekarang Osamu di sebut sampah tidak berguna yang tidak memiliki kekuatan apapun


Osamu di beri kesempatan oleh ayahnya Jyujin untuk bisa kembali ke keluarga kekaisaran dengan syarat dirinya harus bisa mencapai setidaknya petarung senior sebelum usia 60 tahun


Menjadi petarung senior dengan tubuh yang lemah serta meridian yang rusak adalah hal mustahil di dunia beladiri

__ADS_1


Keadaan itulah yang membuat dirinya putus asa dan memilih untuk menjadi orang biasa saja di banding menjadi musuh saudaranya sendiri


Osamu di bawa ke sebuah Formasi teleportasi terlarang di tengah Danau atau yang sering di sebut telaga naga


Formasi tersebut mengantarkan makhluk hidup ataupun benda mati scara acak dan tidak tentu kemana arah tujuan nya


Osamu tiba di sebuah kota kecil bernama kota yuki dengan keadaan tubuh hampir setengah telanjang karna akibat dari kerasnya badai ruang


Osamu di pandang oleh seluruh penduduk kota dengan pandangan aneh dan di sebut sebagai orang gila


Lalu akhirnya Osamu di datangi oleh seorang gadis kekar dengan paras yang tidak terlalu cantik menghampiri osamu dengan senyuman dan menawarkannya sebuah baju bersih untuk di pakai


Osamu merasa bodoh karna dengan keadaannya yang setengah telanjang di depan seorang gadis masih bisa tertawa


Dan osamu mengetahui bahwa gadis yang ada di hadapannya adalah Xinheng, orang yang dingin dan kejam tapi kadang dia bertingkah baik hati


Setelah dirinya bertemu dengan Xinheng dirinya merasa berguna dengan mendapatkan kepercayaan darinya


Walaupun Xinheng sering melukainya, tapi dirinya percaya Xinheng melakukan itu hanya untuk kebaikan Osamu sendiri


Setelah sekian lama, Osamu bertemu dengan sahran dan dirinya bisa merasakan kehangatan ketika berada di sekitarnya


_______________,,______________


"Maafkan aku... Maafkan aku.., Aku memang sampah tak berguna..Hikz," air mata mebanjiri wajah osamu yang terlihat merah merona tanpa alasan yang jelas


Setelah beberapa lama osamu merenung dan menangis, dirinya terkejut ketika melihat seseorang gadis berparas cantik seperti bidadari sudah berdiri di dekatnya


Lantas osamu bertannya "Apakah kamu seorang bidadari?" dengan penasaran osamu berniat menyentuh tubuh gadis tersebut tetapi tangan osamu malah tidak merasakan apapun seperti menyentuh udara kosong


"Kamu adalah pewaris Tongkat kayu persik ke 4 Raja kayu persik" Gadis tersebut berbicara lembut dengan senyuman menyejukan


Tapi osamu malah terlihat kebingungan dengan apa yang di katakan gadis yang terlihat seperti bidadari di mata nya itu


"Pewaris kayu persik apa? Raja apa?" Jelas terlihat raut wajah osamu penuh dengan tanya

__ADS_1


__ADS_2