
"Pil yang ajaib sekali,.. Indra penciumku terkunci, aku tidak bisa mencium bau apapun!" Ucap Zhilong.
Ryukei tidak langsung menelan pil coklat tersebut karna dia mengkhawatirkan sesuatu 'Aku... aku tidak bisa menelan pil ini, aku kembalikan.'
"Eh? kenapa?" Tanya sahran
"Ini mengandung rumput teroic, Aku alergi dengan rumput teroic" Jawab Ryukei.
Sahran tersenyum tipis sebelum mengatakan bahwa rumput tersebut tidak memakai rumput teroic tetapi menggunakan akar Kaize yang tentu saja khasiatnya lebih kuat dan tidak menyebabkan alergi. 'Tenanglah, pil itu tidak mempunyai efek samping apapun.'
Setelah Ryukei mendengarnya, dia langsung menekan pil tersebut tanpa berfikir panjang karna dia yakin sahran tidak akan mencelakai dirinya.
Setelah semuanya benar-benar siap Merekapun masuk, Tetapi baru beberapa langkah dari mulut gua, Zhilong langsung menghentikan langkah sahran dan Ryukei.
"Jurus kamuflase yang hebat, sampai akupun hampir tidak menyadarinya" Ucap Zhilong sembari menatap dinding gua.
Sahran kebingungan saat Zhilong mengatakan hal demikian, tetapi pertanyaan 'Ia terjawab saat beberapa orang muncul entah darimana, karna kemunculan beberapa orang tersebut seolah berasal dari ruang hampa.
"Siapa kalian? sedang apa kalian disini?" Ucap Zhilong kepada beberap orang yang mngenakan jubah hitam beserta 2 pedang tersarung rapi di punggung orang-orang tersebut.
"Sebelum itu, jawab pertanyaan kami dulu, Sedang apa kalian disini? kenapa kalian bisa menemukan kami" Ujar seseorang yang bersuara serak seperti pria dengan badan besar, kekar dan tinggi.
Sahran maju menengahi antara Zhilong dan pria tersebut untuk memberikan penjelasan 'Kami tidak sengaja lewat di sekitar sini, kami mencium bau darah dan mengikutinya karna penasaran, kami tidak sengaja maaf kami akan pergi" Ucap sahran.
"Tidak semudah itu, kami ingin memastikan kalau kalian bukan musuh atau mata-mata yang sengaja dikirim kesini" Ucap pria besar tersebut.
__ADS_1
"Untuk memastikan, apa yang harus kami lakukan?" Tanya sahran.
"Ikut kami untuk bertemu dengan ketua dan memastikan bahwa kalian bukan mata-mata musuh" Jawab pria tersebut.
Sahran mengangguk lalu mengikuti pria tersebut bersama beberapa orang di belakangnya 'Master, Mereka hanya ada di tingkat petarung pemula, walaupun yang besar itu menakutkan tetapi dia bisa di kalahkan oleh master dengan hanya satu tangan'' Ucap zhilong.
Sahran tersenyum tipis kepada Zhilong ''Kalau kita bisa menggunakan jalan damai, kenapa tidak? Kalau kita merasa tidak bersalah maka kita harus berusaha menunjukan bahwa kita benar-benar tidak bersalah, tetapi kalau mereka menyalahkan kita yang tidak bersalah maka keadilan akan kita rebut dengan cara apapun.''
''Master memang bijaksana...'' Ucap Zhilong.
Orang-orang yang mendengar Zhilong memanggil seorang anak muda dengan sebutan master, benar-benar menggelitik perut mereka karna menganggap Zhilong adalah orang yang bodoh.
Setelah beberapa lama dan semakin masuk kedalam gua tersebut, terlihat cahaya dari salah-satu sisi gua dan itu merupakan jalan lain yang akan mereka ambil.
Akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan yang sangat luas yang didalamnya terdapat banyak sekali senjata seperti busur, tombak dan pedang.
"Ketua, kami menemukan beberapa orang ini masuk kedalam gua tetapi kami masih tidak mengetahui identitas mereka, musuh atau hanya penduduk biasa, ketua apa keputusan anda?" Ucap pria itu kepada seseorang berambut merah dengan jubah merah yang duduk di singgasana di tengah ruangan tersebut.
"Setiap orang yang sudah mengetahui wajah asliku, bunuh mereka..." Ucap pria berambut merah.
Sontak Zhilong dan Ryukei terkejut sementara sahran tetap tenang untuk mencerna situasi yang terjadi sebelum ada yang berbicara lantang mengisi ketegangan.
"Tunggu, ketua apakah aku boleh berbicara sebentar?" Ucap seseorang dengan suara yang lembut seperti gadis muda.
"Silahkan,..." Ketua tersebut terlihat seperti menghormati gadis muda tersebut dan memepersilahkan nya untuk berbicara.
__ADS_1
"Apakah namamu sahran?" Ucap gadis tersebut.
"Ya.. Bagaimana kamu tau namaku?" Jawab sahran dengan heran.
Gadis tersebut membuka topeng yang dia kenakan dan di balik topeng yang menyeramkan itu, tersembunyi kecantikan yang luar biasa 'Apakah kamu masih mengenalku?.''
Sahran bengong sejenak untuk mengingat orang-orang yang pernah dia temui dan akhirnya dia mengingat wajah gadis tersebut setelah 7 tahun, terakhir kali mereka bertemu saat di hutan terlarang.
"Apakah kamu Lin huamei?" Ucap sahran.
Gadis tersebut tersenyum lembut kepada sahran yang membuat semua orang di ruangan tersebut seperti meleleh karna senyumannya termasuk Zhilong dan Ryukei.
"Ternyata kamu masih mengingatku setelah 7 tahun lamanya, Aku rindu masakan mu" Ucap Lin huamei.
Sahran masih tidak percaya gadis di depannya itu adalah Lin huamei, karna 7 tahun yang lalu, Lin huamei sangat cerewet dan badanya pun pendek, Sementara yang ada di hadapan sahran saat ini berbeda jauh dengan apa yang sahran ingat.
Suasana menjadi hening seketika karna semua orang memandang wajah yang sangat cantik dari Lin huamei, sementara Lin huamei dan sahran merasa canggung karna tidak tau mau berbicara apa lagi.
"Jadi ini adalah temanmu? maafkan aku karna telah bersikap tidak sopan,.." Pria berambut merah tersebut membungkuk kepada sahran sebagai rasa hormat dan permintaan maaf.
"Tidak apa, ini hanya salah faham, dan karna kamu juga aku bisa bertemu dengan teman lamaku..." Ucap sahran.
"Namaku Jinjiao, aku adalah murid dari guru Lin" Ucao Jinjiao.
"Guru Lin yang kau maksud adalah Paman Lin mubai?" Tanya Sahran.
__ADS_1