
"Baiklah, kau boleh pergi" Ucap sahran, membanting badan dan berjalan meninggalkan siluman itu.
"Tu–Tunggu, Apa aku boleh ikut denganmu?" Tanya siluman itu dengan antusias.
"Tidak...!" Tegas sahran melanjutkan langkahnya.
"Ayolah kumohon!" Siluman itu mulai menggoda sahran agar di izinkan ikut dengannya.
Sahran juga bukannya tidak mau, tapi rubah itu akan menjadi beban baginya, Kehadiran siluman dapat dirasakan oleh orang setingkat petarung mahir, setelah di ungkap dan diburu sahran juga akan terseret didalamnya, Membawa siluman seolah menjadi bumerang baginya.
Sahran hanya bisa mencoba menyingkirkan siluman itu dengan segala cara.
Dia menghunuskan pedang dan mengayun-ngayunkannya di sekitar kaki "Jika kau ikut denganku, kau akan terkena pedangku dan terluka, jadi lebih baik jauh-jauh dariku" Ancam sahran.
"Tapi kan aku bisa menyembuhkan diriku sendiri, jadi jangan khawatir" Ujarnya dengan senyuman lebar.
Sahran kebingungan, dia menggaruk kepalanya yang gatal mencoba mencari cara "Kira-kira apa yang bisa membuatnya tidak mengiku...!" Fikiran Sahran langsung teralihkan ketika Xiao bai tiba-tiba keluar dari semak-semak dan langsung tergeletak kelelahan.
"Kenapa aku tidak kepikiran ya, Siluman itu kan takut dengan hewan ghaib seperti Xiao Bai, Hehe" Sahran membatin.
Dia mengambil Xiao Bai dan meletaknnya dipundaknya "Kau lihat, ini hewan ghaib yang masih kecil tapi suatu hari dia akan tumbuh dewasa, kau pasti bisa membayangkan apa yang akan terjadi ketika Harimau kecil ini tumbuh dewasa" Ancam sahran dengan tatapan tajam.
Tubuh siluman rubah itu bergetar hebat, Siluman dan hewan ghaib mempunyai aura yang saling bertentangan, Siluman merupakan jenis binatang asli bertubuh Yin oleh karna itu dia sangat cerdas dan bisa bersembunyi dibalik kegelapan malam, sementara hewan ghaib adalah binatang dengan aura tubuh Yang , karna itulah hewan ini cendrung lebih kuat dan dan mempunyai kekuatan batin dari lahir membuat hewan ini yang lebih cocok untuk melakukan kontrak.
"Jadi, berhentilah mengikutiku dan hiduplah didalam hutan sebagai siluman yang sebenarnya. Tunjukan kepada mereka bahwa kau itu pantas menjadi bagian dari Ras siluman, jika kau mempunyai aura tubuh Yin dan Yang mungkin aku bisa melatihmu, tapi tubuhmu diselimuti aura tubuh yin murni, aku tidak mempunyai metode pelatihan tubuh Yin, jadi maafkan aku dan pergilah" Ucap sahran kembali melanjutkan langkahnya.
Siluman itu tidak mengatakan sepatah katapun, dia hanya duduk terdiam dan merenungi apa yang dikatakan sahran "A–Aku, mungkin tidak bisa melakukannya...."
__ADS_1
Sahran akhirnya bisa menyingkirkan siluman itu walaupun dihatinya ada perasaan tak tega tetapi itu juga demi keselamatannya.
Setelah beberapa saat dia menemukan gadis itu tertidur dipangkuan jack clover, pipi pria tua itu masih basah yang menandakan dia menangis beberapa saat sebelum dia tertidur bersama sang cucu dipangkuannya.
Sahran tidak bisa membangunkannya karna bagaimanapun mereka pasti lelah dengan semua yang terjadi hari ini, jadi dia memutuskan menggunakan teleportasi untuk memindahkan mereka berdua ketempat mereka tidur sebelumnya.
Pagi tiba, sinar matahari menjemur tubuh Jack yang membuat dia terbangun, yang pertama dia lihat adalah Cucunya sudah tidak ada dipangkuannya.
"Ah! Mar...ry!" Teriak jack dengan histeris.
"Hah? Kakek ada apa denganmu? apa kau mimpi buruk semalam?" Ucap gadis itu melirik kearah Kakeknya. Dia terlihat sedang memanggang daging bersama dengan sahran.
Dia hanya bisa berpura-pura bahwa semalam tidak terjadi apa-apa "Eh, umm... Iya aku semalam mimpi buruk dikejar beruang. Bagaimana denganmu?" Tanya Jack.
Tidak disangka gadis itu menanggapinya dengan serius dan yang terjadi semalam itu hanyalah mimpi menurutnya "Aku semalam bermimpi ada seseorang berjubah hitam menebas leher bandit sampai putus, dan kakek juga tau aku phobia dengan darah, untungnya itu hanya mimpi" Ucapnya.
Dia melirik kearah sahran dengan kebingungan, karna kondisi saat ini benar-benar seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
Sahran hanya mengedipkan matanya berkali-kali sebagai isyarat bahwa Jack juga harus berpura-pura.
"Oh ya kakek, kenapa anak ini ada disini? dan kenapa penampilannya sangat aneh" Tanya gadis itu dengan heran.
Sebelum kakek tua itu membuka mulut, Sahran menyela dan langsung memeperkenalkan diri "Sudah aku bilang nona, namaku Xiao Ran aku adalah anak dari salahsatu pendiri serikat dagang dibenua ini, ayahku menitipkan aku kepada tuan Clover tadi malam saat nona tertidur lelap karna suatu urusan" Ucap sahran dengan sedikit membungkuk.
Sahran sengaja tidak menyertakan nama marganya karna akan jadi masalah jika nona ini mengetahui seluruh pendiri serikat dagang dan disana tidak ada marga Zhen yang tercatat.
Dan untungnya gadis ini mudah sekali percaya jadi tidak terlalu sulit untuk membodohinya "Ah, ternyata dari paman Xiao, kamu pasti kakaknya Xiao Feifei, aku tidak tau kalau paman Xiao mempunyai anak yang seumuran denganku" Ucapnya.
__ADS_1
Entah ini kebetulan atau keberuntungan, Ternyata salah-satu pendiri dari serikat dagang seluruh benua juga ada yang bermarga Xiao, itu membuatnya lega.
Sahran memegang telinganya "Be–benar benar, adiku itu Xiao Feifei tapi kita jarang bertemu karna aku sibuk berlatih didalam sekte" Ucap sahran dengan senyum masam.
Suasana hening seketika dan menjadi sangat canggung, Tapi Jack memacah keheningan dengan cara memperkenalkan gadis itu kepada sahran "Perkenalkan, namanya mari...Ahhh!" Gadis itu mencubit lengan kakeknya hingga kakek tua itu kesakitan.
"Kakek, aku bisa memperkenalkan diriku sendiri!" Ucapnya dengan memalingkan wajah.
"Ta–Tapi sayang, aku ini kakekmu, lembutlah sedikit huhu" Ucap kakek tua itu membalas.
Dia menggembungkak pipi dan melipat tangannya "Huh! kalau kakek melakukannya lagi aku akan mengadu pada nenek!" Ancamnya dengan memalingkan wajah.
"Ja–Jangan, iya-iya kakek menurut huhu" Ucapnya sambil bersandar dipohon dekat dengan api.
"Ffftt, lucu sekali si kakek menjadi budak sang cucu hahaha" Sahran membatin.
"...an! Tuan apa anda melamun?" Tanya gadis itu dengan heran.
"Ah, Eh iya maaf aku sedikit melamun tadi, lalu siapa namamu?" Tanya sahran balik.
Gadis itu sedikit membungkuk menunjukan rasa hormat "Perkenalkan namaku marry clover, aku anak dari Ben clover yaitu pemilik pabrik senjata di kekaisaran Sojin" Balas marry.
"Pemilik pabrik senjata? apa ayahmu juga menjual pedang?" Tanya sahran.
"Bukan hanya pedang, ayah juga memproduksi armor perang dan perlengkapan beladiri lainnya, perlu diketahui bahwa yang menjadi kebanggan kami adalah memproduksi senjata api sekala besar yang terkenal diseluruh benua" Ucapnya.
Sahran faham dengan yang dikatan marry, Senjata api yang dimaksud adalah senjata yang bentuknya seperti pisang, bisa memuntahkan sebuah besi kecil yang melesat sangat cepat, tapi itu masih tidak dapat melukai sahran karna fisiknya setara dengan baja setebal 5 CM.
__ADS_1