LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.43_Hati yang bisu


__ADS_3

"Muridku, Guru harus pergi, jangan sedih aku tidak akan lama! aku hanya pergi beberapa waktu dan pasti akan kembali, aku tidak akan melupakan mu" Zhuge feng berlutut di depan sebuah nisan yang berkilau berlapis emas di tengah hutan terlarang, di nisan tersebut bertuliskan 'ZHANG XIAO RAN' yang merupakan nama asli sahran


Zhuge feng mengetahui nama tersebut di sebuah papan kayu yang ada di rumah sahran, papan kayu tersebut bertuliskan silsilah keluarga sahran dari generasi dahulu sampai sekarang, dan sahran adalah keturunan terakhir keluarga 'ZHANG'


Zhuge feng sangat terpukul dengan kepergian sahran dan sekarang setelah dia mengetahui bahwa sahran adalah keturunan terakhir keluarga Zhang, Zhuge feng seketika menjadi bisu tidak dapat keluar satu katapun dari bibirnya yang pucat, sampai zhuge feng tidak bisa merasakan ujung jarinya sekalipun karna begitu terluka seperti di sayat ribuan pedang


Sahran adalah keturunan terakhir keluarga 'ZHANG' itu berarti sekarang keluarganya sudah musnah karna Zhuge feng tetapi dia tidak tahu bahwa sahran masih hidup dan Zhuge feng akan mendengar nama besar nya suatu hari nanti


_____,,_______,,________,,______


TONG....TONG.....TONG..."SERANGAN HEWAN BUAS....SERANGAN HEWAN BUAS..., SEMUANYA BERLINDUNG..."


"Uhk.., apa yang terjadi? kenapa pagi-pagi begini berisik sekali" Zhilong bangun dari tidurnya karna mendengar bunyi lonceng dan teriakan yang semakin lama semakin terdengar jelas


TONG.....TONG....TONG..."SERANGAN HEWAN BUAS, SERANGAN HEWAN BUAS, SEMUANYA BERLINDUNG CARI TEMPAT AMAN"


"serangan serangan apaan sihh? hmmm..! Ehk serangan!,ohk tidak..! ranran, ranran bangun...ehk" Zhilong melirik ke tempat sahran tidur semalam dan dia tidak menemukan siapapun disana


Setelah itu zhilong langsung bergegas dan berlari sekuat tenaga menuju serangan hewan buas karna keselamatan penduduk lebih penting dari apapun


Dhuarrr....dhuarr.....


Ledakan terdengar semakin jelas dan Zhilong berlari semakin cepat, dia Terkeju dengan pemandangan tidak biasa menyambutnya, zhilong langsunh menghentikan langkahnya saat tiba di medan pertempuran di arah serangan datang

__ADS_1


"Ini..., ini hewan buas tingkat perak" berbeda dari sebelumnya yang hanya hewan buas tingkat rendah, hewan buas kali ini lebih kuat dan tangguh, Hewan buas yang menyerang kota kali ini adalah beruang salju yang merupakan hewan buas tingkat perak bintang 4 atau setara dengan petarung menengah bintang 4.


Zhilong menyerang dengan tenaga yang cukup untuk meruntuhkan binatang buas tingkat emas, dia menyerang ke bagian vital seperti jantung dan kepala, Zhilong menumbangkan beberapa beruang salju tanpa luka karna dia menggunakan tenaga dalam dalam setiap serangan


Zhilong adalah pembela diri tempa tubuh yang berarti dirinya adalah pembela diri tangan kosong


Di dunia pembela diri ada 3 jenis bela diri yaitu pembela diri tempa tubuh, pembela diri pedang, dan penyihir


Zhilong adalah salahsatu pembela diri tempa tubuh yang tubuhnya sudah tingkat emas yang berarti serangan biasa di bawah jurus tingkat perak tidak akan melukai tubuhnya


Setelah menunbangkan lebih dari 6 beruang salju dengan susah payah, zhilong melihat pemandangan yang tidak biasa, ada lebih dari 30 ekor beruang salju mati dengan hanya satu serangan, dilihat dari bekas seranganya, itu di sebabkan oleh pedang atau benda tajam lainya


"Ini bukan ulah sahran, sahran tidak sekuat ini, terus ini ulah siapa?" Zhilong masih tidak melihat sahran tetapi melihat dari kondisi beruang salju yang mati dalam satu serangan dan di kota yuki tidak ada petarung sekuat ini selain mereka berdua, sudah di pastikan ini ulah orang luar dan serangan hewan buas kali ini pasti ada hubunganya dengan orang tersebut karna tidak pernah ada hewan buas sekuat ini menyerang kota yuki dalam jumlah besar


Satu ledakan terjadi tidak jauh dari tempat zhilong berdiri, zhilong menyadari sesuatu, ledakan ini mengandung energi spirit setidaknya 70% ini tentu bukan kekuatan yang mampu sahran keluarkan, Zhilong berlari dan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi,


Saat tiba di lokasi ledakan lagi-lagi orang yang membuat ledakan itu tidak terlihat dan menghilang, di sekitar ledakan tersebut hanya ada bangkai beruang salju yang berserakan


Saat mendekati kawah hasil dari ledakan tersebut zhilong menyadari ada sesuatu yang familiar "Aura ini? tidak salah lagi ternyata si kakek tua itu masih hidup" Aura yang di keluarkan bersamaan dengan energi spirit dapat memperkuat serangan dan meningkatkan kecepatan hingga 60%, tetapi itu cukup beresiko jika aura terlalu sering digunakan karna akan menyebabkan ledakan energi spirit dalam tubuh dan paling parah akan menyebabkan kematian tanpa di sadari


Zhilong mengira aura tersebut berasal dari Zhuge Feng, dirinya mengetahui karna zhuge feng memiliki aura khas yang kuat , tetapi dia salah menebak setelah melihat sosok berjubah hitam tiba-tiba muncul dari atas, sosok tersebut turun dengan kecepatan tinggi mengakibatkan gempa kecil di sekitarnya, sosok tersebut mengenakan topeng merah dengan dua pedang di punggungnya tetapi dari bentuk tubuh dan pengendalian belum matang dari jurusnya membuat zhilong yakin dia masih muda walaupun sosok tersebut mengenakan topeng, aura kuat dan mencekam memancar dari tubuhnya membuat keringat dingin bercucuran tanpa disadari


Sosok itu melirik zhilong dan tersenyum sebelum meninggalkan zhilong yang sedang mematung karna aura yang di keluarkan sosok tersebut sangatlah tidak biasa

__ADS_1


"Long...! Long...! kemana saja kau, heiii....!"Tidak lama setelah sosok tersebut menghilang dari pandangan, sahran muncul dan langsung memegang pundak zhilong membuat zhilong sadar dari lamunannya


"Long jelaskan padaku apa yang terjadi? Siapa anak muda tadi? apa kau baik-baik saja?"


"Ehk? darimana kau tau tadi ada seseorang? dan dari mana kau tau dia masih muda? dia kan memakai topeng?"


"Tadi...! tadi...! ehhh.., sudahlah nanti aku jelaskan, sekarang kita harus mencari makan kau pasti sudah lapar begitupun aku.., dan apa kau terluka? aku punya obat pembeku darah disini" Sahran merangkul zhilong yang masih melamun dan mengajaknya makan


"Tidak usah, kau simpan saja untuk dirimu, Aku tidak apa-apa,.."


"Hahaha... baguslah, long kau sangat luar biasa, kau menghabisi binatang buas yang sangat kuat dengan satu tinjuan itu sangat mengagumkan" Sahran menepuk-nepuk punggung zhilong sambil tertawa


"Baiklah-baiklah, kau terlalu memuji.., ehk kenapa banyak sekali orang yang berkumpul di depan sana? apa terjadi sesuatu?"


"Aku tidak tahu?... ayo kita lihat"


Zhilong dan sahran berjalan mendekati gerombolan orang yang saling berteriak menyerukan "Pahlawan, pahlawan, pahlawan datang..."


"Ehk..,Apa yang terjadi? kenapa mereka memanggil kita pahlwan"


"Kita?, maksudmu kau, tentu saja mereka memanggilmu pahlwan karna kamu telah meyelamatkan nyawa mereka dari serangan hewan buas


"Tapi aku kan,..." Tangan zhilong tiba-tiba di raih oleh seseorang

__ADS_1


"Pahlawan mari, kamu pasti sudah lelah karna pertarungan tadi,..mari istirahat dulu di penginapan kami, tuan pahlawan mari.." Seseorang kakek-kekek tua renta mendekati zhilong dan sahran dengan sikap penuh hormat dan senyuman


__ADS_2