
Sahran terus berjalan menyusuri gua yang cukup terang akibat dari batu mulia di langit-langit gua, dia heran dengan keadaan gua tersebut yang pastinya difikiran sahran adalah gua tersebut sengaja dibangun seseorang tapi ada sedikit kejanggalan di gua tersebut yaitu: 'Orang seperti apa yang sengaja membangun gua sepanjang ini dan untuk apa fungsinya
"Gua ini aneh sekali,! disini sangat sunyi dan tidak ada udara sama sekali tapi anehnya aku bisa bernafas dengan bebas disini? aneh,.!"
Sahran menyadari keadaan di dalam gua tersebut seperti dirinya sedang berada di cincin ruang hampa milik zhuge feng yang tertanam di dadanya
sahran berjalan hampir selama 3-4 jam tapi tidak kunjung sampai ke mulut gua, di sepanjang perjalanan sahran hanya melihat batu mulia yang bersinar terang dan suara langkah kakinya sendiri.
" Huh suasana ini seperti aku sedang berjalan di labirin tak berujung, sangat membosankan dan capek sekali aku ingin beristirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan tapi guru dimana ya? kenapa dia tidak terlihat? sebaiknya aku beristirahat dulu dan setelah istirahat aku ingin mencari guru sebelum mencari jalan keluar!"
Sahran duduk sambil memegang tangannya yang terluka; rasa sakit tersebut diikuti dengan seluruh tubuhnya mulai berasap putih, seketika tubuh sahran tiba-tiba menjadi kaku dan tidak dapat di gerakan,di tengah kebingungan, dengan tiba-tiba rasa sakit yang luar biasa muncul entah darimana menusuk tubuh sahran
"Ada apa ini? apa yang terjadi dengan tubuhku? guru..! guru..! tolong aku!" Sahran tidak mampu untuk berteriak karna tubuhnya seperti lumpuh total
kemudian sesaat setelah itu hampir di dalam tubuh sahran keluar energi berwarna ungu yang cukup besar dan pekat menyelimuti seluruh tubuh, energi itu seperti jarum yang menusuk beberapa bagian tubuh sahran dan seketika tubuhnya sangat panas seperti terbakar dan sanagat dingin seperti di selimuti es, persaan tersebut sungguh sangat menyiksa
"Uhk..! apa yang terjadi dengan tubuhku? energi ini apa? seluruh tubuhku rasanya sakit sekali ! sial !! apa aku akan mati,?" sahran merasa ingin berteriak sekerasnya agar gurunya mendengar dan membantunya, rasa sakit tersebut semakin menyiksa, dia mencoba untuk menggerakan tangannya tapi dia tidak mampu melakukan yang demikian, sahran hanya bisa menggerutu di hatinya
"Akhirnya kau datang, aku sudah menunggu ribuan tahun untuk saat ini" Suara tersebut menggema di kedua bagian gua, sahran tidak mengetahui pasti dimana suara tersebut berasal tapi yang pasti dia berfikir bahwa suara tersebut adalah suara zhuge feng
__ADS_1
Seiring dengan datangnya suara tersebut rasa sakit sahran mulai mereda dan luka di tubuhnya pun mulai tidak terasa sakit, sahran mencoba untuk duduk dengan benar lalu memandang ke salahsatu bagian gua, sahran meyakini suara tersebut berasal dari sana
"Guru ! kau jangan bercanda lagi, kau membiarkanku menderita seperti ini dimana hati nuranimu?"
"Ehk kau mengenalku?" Suara teresebut semakin terdengar jelas "Tentu saja kau adalah guruku" Sahran menjawab
"Seingatku aku tidak pernah mempunyai satupun murid.! sejak kapan kamu menjadi muirdku?" Suara langkah kaki mulai terdengar jelas di arah gua sebelah kanan sahran, sahran memperhatikan suara tersebut sempat terhenti saat dirinya menyebut kata guru
"Jika kau bukan guruku lalu siapa kau?"
"Aku Zhilong ?" Bersamaan dengan kata yang di ucapakan suara misterius itu, dari kejauhan terlihat ada sosok bayangan mahkluk besar berjalan ke arah sahran, sontak sahran sedikit ketakutan dengan datangnya bayangan tersebut dan dia memastikan bahwa bayangan tersebut bukanlah zhuge feng
Sahran berfikir bahwa ini hanyalah mimpi tapi dia membantah fikiran tersebut, karna rasa sakit yang baru saja dia rasakan sangatlah nyata, dia yakin ini bukanlah mimpi
Sahran hanya mematung memperhatikan bayangan tersebut datang dan semakin mendekat ke arahnya "Ap..Apa yang kau inginkan?" Tentu saja pertanyaan tersebut ingin dia tanyakan dari tadi namun dia hanya mematung tanpa mampu berkata-kata sambil mencerna situasi
Setelah sahran bertanya demikian muncul mahkluk mirip seekor macan putih tapi bedanya macan tersebute mepunyai sayap dengan kuku dan taring yang panjang nan tajam, menurut sahran sosok seperti itu hanya ada dalam mitos dan legenda rakyat tapi yang ada di hadapannya sungguh nyata
Macan putih itu berhenti tepat di depan sahran yang membuat sahran menatapnya dengan penuh rasa takut dan memberanikan diri untuk angkat bicara
__ADS_1
"Apa yang kau inginkan dariku?"
"Aku menginginkanmu untuk ikut bersamaku" macan tersebut tersenyum, tapi jika di bandingkan senyuman yang membuat orang senang, ini malah sebaliknya senyum tersebut sangatlah mengerikan, saat Zhilong tersenyum saat itu puka tubuh sahran mulai gemetar, senyum tersebut seolah menunjukan taring tajam yang siap memangsa kapanpun
"Kau..! kau ini makhluk apa? Dan kenapa kau menginginkan ku?"
"Aku adalah Zhilong (Sang penjaga malam) aku menginginkan mu untuk mencari satu barang yang bernama 'pedang naga xuan', aku memilihmu karna kau mempunyai elemen petir dan angin, sangat cocok dengan karakteristik pedang naga xuan " Zhilong berkata sambil menenangkan sahran, dia melihat sahran sangat ketakutan dengan badan yang gemetaran melihat makhluk seperti dirinya
"kenapa kau menginginkan pedang naga xuan?" Sahran mulai tenang dengan jawaban yang zhilong berikan karna zhilong tidak berniat untuk menyakitinya tapi meminta bantuannya
"Karna yang mulia raja menginginkan pedang tersebut dan selama 5.000 tahun dirinya menunggu seseorang yang cocok untuk menjadi pemilik pedang naga xuan, saat aku melihat dirimu mempunyai elemen petir dan angin aku yakin kau adalah orang yang terpilih " Zhilong menjawab
"Jadi kau yang membawaku kemari?"
"Ya..! tapi itu tidaklah penting, sekarang aku harus membawamu bertemu yang mulia raja secepatnya!" Tanpa menunggu persetujuan dari sahran, Zhilong langsung memaksa sahran untuk naik ke punggung zhilong
Sebenarnya zhilong sudah sejak lama memperhatikan sahran tanpa ada yang mengetahuinya, dirinnya mengetahui keberadaan sahran secara kebetulan saat sahran menuju hutan terlarang, Saat itulah zhilong merasa sahran sedikit sepesial, dan saat Zhilong mengetahui sahran mempunyai elemen petir dan angin saat itulah zhilong memutuskan untuk membawa sahran
Tapi kehadiran Zhuge feng menghalangi niat Zhilong untuk membawa sahran tanpa di ketahui zhuge feng, Zhilong mengetahui bahwa sahran tidak pernah berada terlalu jauh dari gurunya tersebut, saat itulah zhilong menunggu saat yang tepat untuk membawa sahran menghadap sanga raja
__ADS_1
Zhilong sempat terkejut bahwa sahran bukan hanya memiliki 2 elemen saja tetapi dia mempunyai 4 elemen dan 1 elemen sepesial yaitu Es, di dunianya yang mempunyai elemen Es di juluki sebagai 'Makhto' (Penunggang) karna orang yang mempunyai Elemen tersebut dapat menjinakan Burung Artic dan menjadikan Burung tersebut sebagai tunggangan