LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.89_Paviliun alkemis


__ADS_3

Tubuhnya sekarang terasa seperti penuh dengan energi, Langkahnya ringan dan stabil "Perasaan ini dan kekuatan ini, sangat sulit didefinisikan" Ungkapnya mengepal tangan.


Sahran melihat sekitar dan dia tidak melihat Kriss, dia hanya melihat kayu dan bambu berserakan disekitar tempatnya berdiri "Sebenarnya ada apa ini? Apakah ada serangan tiba-tiba?" Batin sahran bertanya-tanya.


Kemudian ada pergerakan di belakang sahran, itu adalah Kriss yang masih tersadar, dia masih yakin kalau ledakan tadi seharusnya sudah diatas jurus tingkat perak dan mustahil jika Sahran bisa mempelajari jurus tingkat perak yang bahkan di seluruh sekte chanmu hanya ada 1 yaitu Teknik telapak Budha yang legendaris.


Sahran menghampiri Kriss "Hei kenapa kau ada di sana dan kenapa kau terluka?" Tanya sahran kebingungan.


Kriss membuka mulutnya lebar, Ledakan yang begitu kuat dia keluarkan dalam kondisi setengah sadar, dan seharusnya dia tau jika sahran sedang menerobos.


"Aku hanya terpental, sekarang kau tingkat berapa?" Tanya Kriss.


"Oh, sekarang aku ditingkat menengah" Sahut Sahran, dia mengambil beberapa ramuan pembeku darah, tetapi karena kondisi Kriss yang kelihatan begitu parah, dia harus dirawat sebelum lukanya terinfeksi.


"Argh pelan-pelan bagian itu sangat sakit, jadi kau sudah ditingkat menengah, tingkatan yang sama denganku tapi aku merasa kau lebih kuat" Tanya Kriss.


Kriss dipapah Sahran tak tentu arah karena kota Zeus benar-benar sangat luas "Karena jurus yang kau latih terlalu lemah, dikarenakan kau ingin ikut berpetualang, aku akan memberimu sebuah jurus agar tidak menjadi beban" Ungkap sahran.


"Oh ya, apa disini ada Rumah atau Paviliun alkemis?" Sambung Sahran.


Kriss melirik Sahran, dia tidak percaya anak yang lebih muda darinya ternyata lebih dewasa dari yang ia fikirkan "Ya, kita harus berjalan sekitar setengah Jam dari sini untuk sampai disa...na...!" dalam sekejap mereka sudah berada didepan Paviliun, Sahran bertanya seperti itu agar Kriss teralihkan sementara Sahran mengaktifkan Formasi teleportasi.


Jurus Formasi lebih berharga daripada jurus beladiri biasa, Jadi dia tidak ingin menimbulkan kehebohan karena Sahran menggunakan jurus yang merupakan harta surgawi.


"Ke–kenapa kita ada disini? bukannya tadi masih ada didepan gerbang?" Tanya Kriss dengan heran.

__ADS_1


Sahran memutar matanya, dia hanya bisa mencoba memberikan alasan yang meyakinkan "Dasar kau ini, tadi kau pingsan selam setengah jam, dan kita sudah berada disini" Ucap Sahran menunjukan wajah seriusnya.


"Be–benarkah..." Sahut Kriss kebingungan.


Lalu tiba-tiba ada orang yang membuka pintu paviliun "Hei dasar pengemis, jangan berisik didepan paviliun ku" Ucap orang itu dengan sombong.


Kriss tidak menjawab, tangannya diremas sahran dan memberinya isyarat, karena sekarang waktunya Sahran menunjukan taring "Kau itu hanya pekerja, dan sok-soan mengusir kami lalu menyebut paviliun ini milikmu, Dasar sampah" Ejek Sahran sambil ngupil.


Wajah pria itu langsung memerah, dia sangat marah dan memanggil 2 orang penjaga untuk mengurus Sahran "Bunuh mereka, jangan biarkan dia kabur" Perintahnya, mengarahkan jari telunjuk.


Kedua orang itu kemudian mengepung Sahran dan Kriss "Matilah kau bocah, berani menyinggung seorang Alkemis memang ditakdirkan untuk mati" Ucap penjaga tersebut.


Tanpa basa-basi lagi, mereka langsung menyerang Sahran, tetapi bukan hanya bisa dihindari dengan begitu mudah, Sahran hanya memerlukan jari telunjuknya saja untuk melukai kedua orang itu.


"Apa kau sudah puas dengan pertunjukannya?" Tanya Sahran, dia terus memprovokasi pria tersebut untuk memancing orang yang ada diatas.


Sahran sudah mencapai Pendekar menengah, Kemampuannya mengendalikan aura bukan hanya bisa mengendalikan auranya sendiri, melainkan orang lain yang masih berada di tingkat petarung pemula.


Jadi saat dia mengarahkan aura yang sedikit itu, tidak sulit bagi sahran untuk mengendalikannya "A–Apa yang terjadi?" Ucapnya bertanya-tanya.


"Ka–Kau tunggu saja" Ancamnya sambil berlari kedalam paviliun.


Tidak lama, segerombol orang datang dari atas dan berdiri didepan pintu menghadap Sahran dan Kriss.


Pria yang tadi bertingkah sangat sombong didepan Sahran "Matilah kau bocah, ketua kami sudah mencapai tingkat petarung menengah, kau akan dihancurkan dengan satu serangan saja hahaha" Ungkapnya dengan sombong.

__ADS_1


Dia tidak menyadari, bahwa sebenarnya dia sedang membuat masalah besar untuk dirinya sendiri, tapi dia masih berkoar-koar dengan nada yang sama didepan semua orang "Ketua lihat, dua orang pengemis ini yang telah mengacau di paviliun ki...ta..."


Seseorang menampar pria itu hingga tersungkur "Tu–Tuan jack, kenapa anda..." Matanya melebar, dia tidak percaya orang besar menampar dirinya.


Sahran membentuk senyuman tipis, ternyata jack juga ada di sana, dia menatap Jack dengan kesal "Oh, ternyata kau pria tua, kau urus saja masalahmu, jika aku memang tidak diinginkan disini, aku akan pergi" Ucap Sahran.


Kriss juga menatap orang tua yang menjadi ketua paviliun di sana "Paman Ken, kenapa kau diam saja? apa kau sudah melupakanku? baiklah kita akan pergi" Ucap kriss dengan kesal.


Pria tadi masih saja meyakinkan Jack dan Ken bahwa mereka mungkin salah mengenali orang "Hahaha, berhenti berpura-pura dasar bodoh, Kalian hanya pengemis, mana mungkin mereka kenal denganmu" Hina pria itu.


Orang tua yang menjadi ketua paviliun itu berlari kearah Kriss dan memeluknya erat "Paman sangat merindukanmu, akhirnya kau kembali huhu" Ucapnya dengan wajah sedu.


Sementara jack berlari dan menghentikan Sahran, dia berlutut didepan semua orang "Tu–Tunggu tuan, maafkan aku karena pekerja rendahan seperti dia telah menyinggungmu, apa kau bisa tinggal disini" Pinta jack.


Orang yang dimaksud pekerja rendahan itu jantungnya hapir Copot, ternyata orang yang didepannya itu adalah orang besar bahkan Jack saja harus berlutut dan meminta maaf sementara Pria dengan baju compang-camping dan penuh dengan luka itu adalah Keponakan dari ketua paviliun.


Tapi dia masih saja tidak percaya, dia masih mencurigai Kedua orang itu salah mengenali orang "Ke–Ketua, mana mungkin..."


Sebelum dia selesai bicara, Jack mengarahkan telunjuknya kearah pria itu "Bawa dia dan menurut peraturan dia harus dieksekusi karena alasan percobaan pembunuhan, segera laksanakan" Perintah Jack dengan tegas.


"Tu–Tunggu tuan aku mengaku salah, Ketua tolong aku, aku adalah seorang alkemis dan telah berkontribusi besar terhadap Paviliun, kau harus menolongku, Tidak..." Teriak pria itu meminta tolong.


Ketua Ken juga sebenarnya tidak bisa melepaskan seorang alkemis, apalagi dia sudah berjasa besar dengan paviliun, tapi dia memahami prinsip B4 "Berani Berbuat Berani Bertanggung jawab"


Suasana menjadi canggung, Semua orang sangat terkesima dengan kejadian ini, Bukan karena pria itu yang akan dieksekusi melainkan Ketua mereka terlihat sangat memalukan ketika menangis.

__ADS_1


Ketua Ken dikenal sebagai orang tergarang dan paling tegas dikota Zeus, tapi mereka tidak menyangka hari ini akan tiba dimana dia ternyata bisa menangis dengan ekspresi menjijikan seperti itu.


__ADS_2