LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.23_Jiwa naga xuan


__ADS_3

Setelah Dai Mubai mengatakan itu sahran masih saja tidak tenang dan semakin takut, dia tidak pernah melihat hantu sebelumnya, tapi banyak rumor yang beredar bahwa hantu itu menyeramkan dan berbahaya, Dai Mubai mulai melangkah dan membawa sahran serta rombongan masuk, ketakutan sahran semakin meningkat karna suasana mencekam semakin kuat dan jalanan yang gelap karna tertutup kabut, membuat jarak pandang sahran terbatas yang membuat lutut sahran menjadi lemas, tapi setelah sekian lama dia berjalan sedikit demi sedikit rasa takut tersebut terkikis dan berubah menjadi kebiasaan, selain roh-roh penasaran itu tidak berbahaya, roh-roh tersebut sangat ramah dan tidak jarang mereka menyapa dengan nada halus lemah lembut;


" Hah.. dari rumor yang beredar, banyak yang mengatakan bahwa hantu itu sangat berbahaya, tapi ternyata itu bohong... buktinya sekarang mereka sangat ramah dan menyenangkan,..!" Ucap sahran


" Ciih..! dasar bocah penakut.." huamei menyela sahran


" heyy..! tadi aku lihat kau juga membuntuti tetua dengan wajah pucat..! dan sekarang kau memanggilku bocah penakut,. memangnya kamu tidak penakut..!


" Heh... aku membututi paman karna jalanan gelap, aku takut jatuh terpeleset atau tersandung sesuatu.."


" barusan kau mengatakan 'takut jatuh terpelset atau tersandung sesuatu' bukanya itu juga termasuk rasa takut.."


" kau..."


" Apa...! kau tidak bisa berkata apapun kan.. apa kau takut...!


groaaarrrr...!!! grrrrrrr...!!


suara geraman yang sangat keras terdengar menggema di seluruh hutan, geraman tersebut datang dari balik kegelapan dan tidak pasti dari arah mana, yang pasti geraman tersebut berasal dari hewan buas yang sangat besar


" paman apa itu...?" Tanya Huamei


" Jangan takut... walaupun geraman itu sangat keras, dia 'tak akan menyerang kita.." jawab Dai Mubai


" kenapa..?"


" Makhluk tersebut diberi nama kirin, Karna tidak ada seorangpun yang tahu pasti mahkhluk apa itu.., legenda mengatakan itu adalah naga, yang lain mengatakan itu adalah singa, tapi tidak ada yang bisa membuktikan keberadaannya sampai saat ini, dan aku yakin hanya sang legenda Zhuge Feng yang pernah melihat wujud dari makhluk itu.."


"tapi suara itu terdengar sangat keras, pasti dekat sini..."


" Ya.., setiap orang mengatakan itu, tapi setelah mencari sumber suara , suara tersebut sama sekali tidak berubah dan masih terdengar sama di jarak manapun..karna itulah dia diberi nama kirin,.. tapi tidak usah difikirkan, bagaimanapun dia tidak berbahaya, untuk sekarang kita harus mencari tempat yang cukup terang untuk beristirahat, setelah itu kita akan mulai mencari tanaman mujarab..," ucap Dai Mubai sambil berjalan dan di ikuti oleh sahran


Akhirnya mereka menemukan tempat yang cukup terang walapun jarak pandang tetap saja terbatas, tapi mereka bisa membuat api untuk memeperluas jarak pandang, kemudian Dai Mubai mengeluarkan perbekalan diikuti oleh sahran dan yang lainnya..


Setelah makan Dai Mubai memberi arahan kepada semua orang, di dalam rombongan Dai Mubai terdapat 12 orang termasuk sahran dan Huamei, mereka dibagi menjadi 3 kelompok yang masing masing kelompok terdapat 4 orang, setiap kelompok diberi waktu 5 hari untuk mengumpulkan tanaman mujarab, walaupun tidak jarang dalam satu kelompok tidak satupun tanaman mujarab yang mereka bawa,


Sahran Dan Huamei di satu kelompokan dengan Dai Mubai karna dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada mereka berdua, awalnya Huamei menolak karena dia tidak sudi satu kelompok dengan sahran, tapi dia akhirnya setuju setelah dai mubai mengatakan jika tidak mau satu kelompok maka Huamei akan dibiarkan sendirian mencari tanaman mujarab,..

__ADS_1


____


" heyy.. bocah..! kau tidak bisa satu kelompok dengannya..! jika dia satu kelompok denganmu maka dia akan menjadi penghambat nantinya...! Suara Zhuge feng terngiang di kepala sahran


" Ahk guru..! berapa lama kau tidur.. kenapa baru bangun.. saat memulai perjalanan satu minggu lalu banyak sekali yang aku ingin tanyakan padamu, tapi kau tidak kunjung bangun..!" Ucap sahran


" Kita akan bahas itu nanti, tapi untuk sekarang minta padanya untuk membiarkanmu pergi sendiri.."


" Tapi guru...! baiklah.."


_____


" Tetua...! jika aku pergi mencari tanaman mujarab sendiri apa kau keberatan..?" tanya sahran


" Apa itu permintaan gurumu..! jika ia aku tidak keberatan.." jawab Dai Mubai


" Benar..! tapi aku akan lebih lama disini.., tidak akan cukup lima hari..,.."


" Seberapa lama kamu akan berada disini..?.."


" Aku tidak tahu tapi akan berada disini bersama guruku..! tetua jangan khwatirkan aku...."


" Ya tapi bukan hanya mencari tanaman mujarab, aku ingin berada disini agar aku bisa dengan bebas berlatih bersama guruku..," ucap sahran, setelah berbicara demikian, zhuge feng berbicara di fikiran sahran;


" Bocah berikan ini kepada Dai Mubai, anggap saja sebagai hadiah karna telah menjagamu selama beberapa hari ini.." ucap Zhuge Feng


" Apa ini guru..?" tanya sahran


"itu adalah sebuah belati giok, benda pusaka tingkat perak,"


" Apa guru tidak apa memberikan benda berharga seperti ini kepada orang lain.."


" Aku mempunyai puluhan barang seperti itu dan dariapada tidak digunakan, lebih baik aku memberikan ini kepada sekte pedang phionix es , sekarang berikan ini sebagai hadiah.."


"Baiklah guru" Sahran berbalik membelakangi Dai Mubai karna tidak ingin Dai Mubai melihat sebuah benda keluar dari cincin ruang dimensi yang ada di dada sahran, Zhueg Feng mengeluarkan sebuah kotak permata berukuran persegi panjang dengan corak naga terukir di atas kotak tersebut...


" Tetua..! guruku ingin memberimu sesuatu kata guru ini adalah hadiah untuk tetua karna telah menjagaku selama ini, terimalah...., !" Sahran memberikan kotak tersebut kepada Dai Mubai tetapi dia menolaknya

__ADS_1


" Tidak..! aku tidak melakukan apapun, aku tidak pantas menerima hadiah seperti ini.. !" ucap Dai Mubai


"Ini pemberian dari guruku anggap saja sebagai warisan dari guru untuk sekte pedang phionix es, tetua harus menerimanya.."


" Tidak..! tidak..! ahk maksud ku iya... aku percaya pada gurumu.., aku akan menerimanya, aku anggap ini sebagai warisan dari leluhur pendiri sekte pedang phionix es, sampaikan terima kasihku untuk gurumu.."


" Cobalah buka..! itu bukan hanya sebuah kotak permata tapi didalamnya ada sebuah benda pusaka yang sangat kuat.."


" Huff..! bagaimana cara membukanya,.. ini kotak ini sangat rapat, sulit sekali dibuka...?" Dai Mubai mencoba membuka kotak permata tersebut tapi tidak berhasil


" Tetua...! Alirkan tenaga dalamu sebanyak 0'1% untuk membukanya.."


" Begini.." Dai mubai mengalirkan tenaga dalamnya dan seketika kotak tersebut terbuka


" Ini.., sebuah senjata pusaka tingkat perak, benda seperti ini hanya ada beberapa di dalam sekte, tapi aku tidak pernah menyangka ada belati seperti ini yang merupakan senjata pusaka.., ini sangat langka.., terimakasih.., terimakasih banyak, ini akan berguna bagi sekte pedang phionix es"


" Tetua aku pamit.., aku akan pergi beberapa waktu, jaga dirimu baik baik.." Sahran mulai berbalik dan berlari


" Baiklah jaga dirimu dan kau harus kembali ke sekte pedang phionix es.., Saat kau kembali aku akan mengadakan perayaan besar besaran untuk mu...! teriak Dai Mubai


" Setuju...! tetua jaga dirimu baik-baik aku akan pergi kedalam hutan.." sahran berlari meninggalkan Dai Mubai


_____


setelah sahran tidak terlihat lagi, Dai Mubai menyimpan kotak permata tersebut di dalam jubahnya, dia memberi sedikit pengarahan kepada kelompok-kelompok yang sudah dia bagikan dan mulai berpencar mencari tanaman mujarab


" Hayy bocah..., pergilah kearah barat..," ucap Zhuge Feng


" Baiklah..! tapi kemana aku harus berjalan..! aku tidak tahu dimana arah barat, disini gelap sekali dan mataharipun bahkan tidak terlihat, bagaimana aku bisa mengetahui dimana arah barat.." ucap sahran


" Ikuti arah angin.., arah angin akan bergerak dari arah timur ke barat,.."


" Baiklah..."


Kemudian sahran mengikuti arah angin dan berjalan lurus, sepanjang perjalanan sahran tidak berhenti bertanya kepada Zhuge Feng tentang makhluk misterius yang menggeram keras saat memasuki hutan terlarang, kemudian Zhuge Feng menjawab bahwa makhluk tersebut adalah jiwa naga xuan, yaitu jiwa pedang yang sahran miliki, setiap benda pusaka berupa pedang suci akan memiliki jiwa pusaka, jiwa pusaka tersebut akan mengakui majikannya ketika pemilik pedang tersebut sudah bisa menjalin kontrak, tapi saat majikan nya meninggal, jiwa pedang akan menunggu majikan berikutnya di tempat majikan sebelumnya meninggal, jadi alasan Zhuge Feng membawa sahran ke hutan terlarang bukan hanya mencari tanaman mujarab, melainkan untuk mencari kuburan pemilik pedang naga xuan sebelumnya,


" Guru..! kenapa pemilik pedang naga xuan sebelumnya meninggal di hutan terlarang.." tanya sahran

__ADS_1


" Itu karna hutan terlarang dulunya adalah medan pertempuran, pedang naga xuan dibawa oleh seorang pendekar yang sangat kuat pada waktu itu.., pedang ini berhasil menebas ribuan kepala musuh, tapi karna pemilik pedang ini terkena racun yang mematikan, akhirnya dia meninggal di tempat ini.., pedang tersebut dibawa pulang oleh para perajurit yang masih hidup, tapi jiwa naga xuan tidak bersama pedang tersebut, dia menunggu majikan berikutnya untuk menjalin kontrak dengannya..," Zhuge Feng menjelaskan


__ADS_2