
Sahran duduk dan memesan beberapa makanan juga meminta pelayan membawakan baju dan jubah.
Saat melihat menunya, sahran terkejut karna makanan disini semuanya digoreng, di sop, dan di panggang dengan bumbu, tidak seperti biasanya yang hanya dipanggang gosong saja.
Saat makanan sudah tiba diatas meja, lantas dia langsung menyantapnya. Suapan pertama dia memakan rendang ayam dengan kaldu dan kuah penuh rempah-rempah yang sangat enak, dia tidak menyangka di dunia es ada makanan seenak ini.
Setelah itu dia menyantap steak daging sapi, rasanya sama persis seperti yang pernah dia rasakan saat kecil, rasa asam manis dan pedas begitu memanjakan lidah, teksturnya lembut dengan lemak yang berminyak menambah citarasanya.
Makanan ketiga adalah ikan bakar, ikan yang digunakan adalah ikan kakap merah yang merupakan ikan laut, sahran kebingungan kenapa bisa ada ikan laut disini karna sejauh yang dia ingat dunia es hanya ada satu lautan dan itupun beku, tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana.
Tidak banyak berfikir sahran langsung memanggil pelayan "Pelayan!" teriak sahran memanggil.
"Iya tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" Jawabnya sambil membungkuk didepan sahran.
"Tidak, aku cuman mau nanya, kamu dapat ikan ini darimana ya?" Tanya sahran kepada pelayan.
Pelayan pun bingung harus menjawab apa, karna ikan ini didapat dari laut dibelakang gunung dan siapapun tau itu, dia malah berfikir kalau sahran itu sebenarnya orang buta terlepas dari tatapannya yang jernih dan misterius "Tu–Tuan, ikan ini didapat dari belakang gunung ini, beberapa langkah dari penginapan anda bisa melihatnya dengan jelas" Jawab pelayan itu.
Tanpa berfikir panjang sahran langsung bangkit dan keluar dari penginapan, hari itu masih hujan tapi dia tidak akan tidur nyenyak sebelum rasa penasarannya terjawab.
Sahran berjalan menuju tebing besar yang hanya beberapa langkah saja dari penginapan, karna hujan masih lebat, hari itu seluruh gunung diselimuti kabut tebal yang membuat penglihatan sahran terganggu, menggunakan mata es juga hanya memperjelas penglihatan pada jarak 500m.
Sahran kembali dengan kecewa, setelah masuk kembali kepenginapan sahran meminta pelayan untuk menyiapkan lagi beberapa pakaian kering.
__ADS_1
Seorang pelayan menghampiri sahran dengan membawa beberapa pakaian dan beberapa pertanyaan "Tuan, kenapa anda keluar dan terlihat begitu kecewa? apakah ada yang salah dengan penginapan kami?" Tanya pelayan.
Sahran hanya diam dengan tatapan kosong, terlihat jelas dia sedang berfikir. Kemudian tidak lama pelayan itu kembali bertanya "Tu—tuan, ada apa dengan anda? apakah anda lelah? aku akan menyiapkan satu kamar untuk anda!"
Kemudian sahran bangkit dan memegang pundak pelayan itu "Katakan padaku, sekarang aku ada dimana?" Tanya sahran dengan wajah serius.
Karna pertanyaan itu, ada beberapa orang yang menjadi sangat penasaran dengan sosok sahran ini, pertanyaan dan opini mulai bermunculan seperti apakah dia adalah orang yang dibangkitkan kembali, kenapa dia begitu kuat diusia muda, mungkin dia adalah seorang raja yang diasingkan.
"Tu–Tuan, apakah anda seorang pengelana, ini di kekaisaran sojin, lebih tepatnya daerah ibukota besi hitam" Jawab pelayan tersebut.
Sahran hanya bisa terkejut sekaligus senang karna akhirnya dia kembali ke dunia asalnya, tapi dia juga cemas dengan kondisi gurunya jika dia meninggalkan dunia es begitu saja, setelah kembali kerumah dia akan kembali kedalam hutan dan kembali ke sekte pedang phionix es, lalu berharap gurunya ada disana.
"Akhirnya aku kembali kedunia asalku, tapi kenapa aku bisa terdampar di kekaisaran sojin, jarak antara kekaisaran soujin dengan kekaisaran tang jaraknya 3 benua dari sini, itu bisa menghabiskan berbulan-bulan perjalanan darisini, tapi aku senang akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan keluargaku, walaupun mereka sudah tiada" Sahran membatin.
Pagi pun tiba dan sahran kembali berjalan ketebing didekat penginapan, saat dia melompat dan berdiri diatas tebing betapa mengagumkan pemandangan disana, laut yang selama bertahun-tahun menghilang dari ingatannya kini kembali dan itu memory dimana dia bersama ayah dan ibunya bermain dulu, masa-masa yang hanya bisa dialami sahran satu kali dalam seumur hidup karna laut jaraknya sangat jauh dengan rumah mereka.
Berlatih beladiri membuat dirinya lupa dengan kehidupan yang indah itu, pemandangan yang seorang pendekar lihat hanya medan pertempuran berdarah dan penghianatan, bertaruh nyawa, menghunuskan pedang putih yang seketika berubah menjadi pedang merah penuh darah.
Tapi dia tidak lupa jati dirinya sebagai seorang pendekar, dengan hanya senyuman seseorang tak dikenal membuat hatinya tenang dan bangga.
Ditengah sahran yang sedang melamun, ada segerombol orang mengepung penginapan dan salah-satu dari mereka sudah mencapai tingkat prajurit petarung 6 lingkaran, lebih kuat daripada orang yang sebelumnya mencari masalah dengan sahran.
"Siapa yang berani melukai muridku, keluarlah atau aku akan menghancurkan kalian semua!!" Ucap seorang pria tua dengan lantang.
__ADS_1
Sahran yang mendengar itupun langsung berteriak kearah orang tua itu "Aku yang melakukannya" Teriak sahran.
"Benar guru, dia orangnya dia melukai tanganku, aku mohon balas dendam untuk muridmu ini guru" Ucap pria besar yang tangannya sudah disambungkan kembali.
"Dia?!"
"Guru, bunuh dia, dia menindas muridmu guru..." Ujar pria itu lagi.
"Diam..." Du gu shang menampar pria itu dengan sangat keras hingga terpental beberpa meter dari tematnya berdiri.
"Gu–guru!" Ucap pria itu dengan mata yang berkaca-kaca sambil memegang pipinya yang bengkak.
"Se–senior" Ucap Du Gu Shang sambil memberi hormat kepada sahran.
Semua orang yang melihat kejadian itu seolah tak percaya, seorang ketua sekte yang sangat kuat dan tak tertandingi di ibukota kekaisaran tang kini memanggil seorang anak muda dengan sebutan senior.
Itu karna Du Gu Shang sudah mencapai tingkat yang bisa melihat kekuatan seseorang pembela diri, dia melihat sahran sudah mencapai tingkat pendekar pemula 9 lingkaran, dan kekuatan sahran hanya kaisar sendiri yang bisa menandinginya.
"Walaupun dia masih muda tapi aku bukan tandingannya, dia sudah mencapai tingkat pendekar sementara aku hanya prajurit petarung, murid kurang ajar ini malah mencari masalah dengan orang seperti dia, kalau tidak aku mungkin sudah menjalin hubungan baik dengannya, dan itu akan membawa keberuntungan bagi sekteku" Du gu shang membatin.
Demikian sahran hanya berpaling "Pergilah, dan jangan kembali atau sekte kalian akan lenyap dari ibukota" Ucap sahran dengan wajah serius.
Du Gu Shang merasakan aura pembunuh yang kuat seperti ada gunung besar menimpa pundaknya, bahkan beberapa orang yang dia bawa tidak bisa menahannya sampah berlutut dan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Ba–Baiklah aku akan pergi, terima kasih senior sudah berbaik hati kepada kami" Du Gu Shang membungkuk dan memberi hormat kepada sahran diikuti oleh semua orang yang mengikutinya.
"Kau murid sialan, sekali lagi kau membawa masalah untuku, akan aku lempar kau kedalam sarang pemakan manusia" Du Gu Shang menyeret pria yang menjadi muridnya.