LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.34_Pertemanan


__ADS_3

Sahran mengambil ular yang dibawa zhilong dan di bawa ke sungai terdekat untuk di bersihkan, Sahran cukup kesulitan membawanya hingga dia memutuskan untuk menyeret ular tersebut ke tepi sungai, ular khuling terkenal bukan hanya dagingnya yang lembut namun juga tulangnya yang kuat dan tidak jarang tulang ular khuling di jadikan sebagai alat berburu seperti tombak dan anak panah


Saat sahran memotong ular tersebut bukan darah yang keluar melainkan cairan putih seputih susu yang cukup kental


"Ihk.. apa-apaan ini menjijikan.. tuan zhilong kenapa darah ular ini tidak terlihat seperti darah melainkan seperti ingus..?" Walaupun meurut sahran menjijikan tapi sahran tetap memotong bagian demi bagian


"Ular ini adalah satu-satunya mahkluk melata yang belum berevolusi dengan sempurna..!" Zhilong menjelaskan bahwa ular khuling sebenarnya bukanlah sejenis ular tapi lebih seperti parasit, parasit ini hidup mengandalakan inangnya yaitu hewan yang lebih besar namun dengan setelah semakin bertambahnya zaman parasit ini mampu berevolusi hingga berbentuk ular walaupun tidak sepenuhnya sempurna yaitu tidak mempunyai sel darah merah, karna itulah ular khuling sering di temukan di tempat tempat yang bersuhu lebih dari 30°C untuk menghangatkan tubuhnya


Tapi setelah ber abad-abad ular ini sudah mampu hidup di lingkungan yang cukup lembab dan dingin, dan ada kemungkinan 10.000 tahun yang akan datang ular ini akan semakin kuat dan mampu bersaing dengan ular-ular jenis lainnya


Sahran terkejut dengan jawaban zhilong yang sangat detail, padat dan jelas, menurut sahran zhilong cukup cerdas


"Tuan zhilong ternyata cukup berpengetahuan luas, tuan zhilong harusnya menjadi sarjana dan bekerja di pemerintahan daripada berlatih beladiri.." Sahran merasa penjelasan zhilong mudah di mengerti, andaikan dia menjadi pengacara maka dia akan menjadi pengacara handal yang di akui umum


"Kau jangan meledeku, Aku paling lelet dalam menangkap pelajaran, karna itulah aku memilih menjadi pembela diri dan menemukan bakatku dalam seni pedang" ucap zhilong


Sahran sekali lagi terkejut dengan jawaban zhilong, karna zhilong adalah seekor macan putih bagaimana caranya seekor macan memegang pedang


"Ehk kamu kan seekor macan? bagaimana caranya kamu memegang pedang?"


"Dengan pantat, ya tentu saja dengan tangan dasar bocah! sudahlah berhenti bertanya cepatlah selesaikan aku sudah lapar dan hari juga semakin malam.."


"Baiklah.."


Sahran membawa daging tersebut dan memasukan sebagian sisanya kedalam cincin ruang hampa


Sahran menusuk beberapa potong daging dan mulai memanggang


"Ehk.. apa yang kamu lakukan?"Tanya zhilong

__ADS_1


"Tentu saha memanggang daging"


"Aku lupa kamu masih bocah..haih menyusahkan.." zhilong menempelkan tanganya ke kening


Zhilong menjelaskan kepada sahran bahwa daging khuling jika di bakar maka akan meleleh karna mengandung banyak sekali air, dan satu-satunya cara untuk memakan daging khuling adalah mencelupkannya kedalam cuka sebelum dimakan


Tapi untuk saat ini sahran dan zhilong sedang berada di dalam hutan jadi satu-satunya jalan agar tidak kelaparan adalah memakan daging khuling mentah-mentah


"Apa ini beneran bisa di makan..?"


Sahran sekarang berumur 14 tahun dan pertama kali dia memakan daging saat sahran berusia 3 tahun, itupun yang dia makan adalah daging ayam dan kambing, sahran tidak pernah makan ular dan ini pertama kali dia memakan daging ular terlebih lagi daging ular mentah yang belum di masak


sahran mengira bahwa zhilong memang bukan manusia dan ingin memakan langsung daging mentah sebagai insting seekor macan tapi anggapan sahran salah ketika saat dirinya memakan daging ular tersebut


"Umm.. Ini enak!" sahran merasa daging mentah ini memang manis dan gurih walaupun tidak pakai apapun, Daging khuling kaya akan nutrisi dan lemak tapi 80% daging tersebut adalah air dan cara memakannya hanyalah memakan mentah-mentah


Setelah sahran makan dirinya bergegas menyiapkan tempat untuk dirinya beristirahat dan tidak berlatih karna kadaan tubuhnya sedang terluka, tapi sebelum itu sahran membuka matanya lebar-lebar ketika melihat tubuh zhilong memancarkan cahaya dan seketika zhilong berubah menjadi seorang peria kekar dan gagah berwibawa


"Apa yang kau lihat, kenapa kau memandangku seperti itu?" Zhilong jelas terlihat heran dengan sikap sahran,


"Tidak..!tidak aku tidak lihat apapun, tuan zhilong sebaiknya anda memakai baju."


"Apa itu baju? apak itu enak?" Zhilong tidak mengerti apa itu baju karna di dunianya baju di sebut dengan sebutan Gyun (Baju yang terbuat dari kulit)


"Baiklah pakai ini,..aku merasa tidak nyaman jika kau telanjang seeperti itu" sahran memberikan celana dan jubah milik Zhugefeng yang sedikit usang karna jarang sekali di gunakan


Tapi sahran sedikit kebingungan dengan reaksi yang diberikan oleh zhilong, karna zhilong merasa baju yang sahran berikan terlalu berharga dan mahal dan tidak berani untuk memakai baju mahal seperti yang sahran pakai saat ini


"Ambil saja dan cepatlah pakai, aku tidak mau si adik kecil jadi masuk angin.." (Yang dimaksud si adik kecil adalah itunya zhilong), akhirnya zhilong menerima pemberian sahran

__ADS_1


Zhilong terlihat antusias saat memakai baju yang sedikit usang tersebut, dirinya merasa baru pertama kali memakai baju yang begitu berharga seperti yang dirinya pakai hari ini


Sahran membantu zhilong memasang jubah dan merapikan rambut, saat itulah sahran melihat ada yang tak biasa dengan pria di hadapannya yaitu wajah yang tampan seperti rembulan di malam yang tanang, jika seandainya zhilong berada di ibukota maka zhilong akan di perebutkan oleh setiap gadis bahkan bangsawan besar


"Apa kau tidak apa-apa memberikan barang yang kau sebut dengan baju ini kepadaku?" Zhilong merasa dirinya tidaklah pantas memakai baju karna dia hanyalah orang miskin yang setiap hari hanya pakai gyun dan tidak jarang dirinya telanjang bulat


"Tidak.., kau anggaplah itu pemberianku karna telah menjagaku selama ini dan mencarikan aku makanan,"


"Tapi ini terlalu bagus.." Zhilong berniat membuka jubahnya tapi sahran menahan tangan zhilong


"Kau sudah ku anggap sebagai teman, teman sejati tidak akan mengembalikan barang yang aku berikan.."


Kini giliran zhilong yang mematung, "Teman ya..! baiklah mulai sekarang aku adalah teman mu dan aku terima pemberianmu" Sahran melepaskan tangan zhilong dan tersenyum hangat


"Baiklah, karna kita adalah teman 'kan ku panggil kau Long"Sahran mengulurkan tanganya kepada zhilong


"Sebagai teman 'kan 'ku panggil kau Ranran,.." Zhilong menyambut tangan sahran, mereka berdua tertawa bersama sesaat setelah melepaskan jabat tangan mereka


"Baiklah Long sekarang waktunya tidur, besok adalah perjalanan panjang kau harus beristirahat agar tetap bugar" Sahran merapikan dedaunan yang dia kumpulkan untuk di jadikan tempat tidur


"kau tidurlah duluan, aku ingin duduk dulu sebentar disini.."


"Baiklah.. selamat malam.." Zhilong duduk di depan perapian sementara sahran mulai berbaring untuk tidur


**


"Teman ya.. hehe Setelah sekian lama aku hidup yang penuh penderitaan dan darah baru kali ini aku memunyai teman.."Zhilong memandang sahran yang sudah terlelap


"Ranran aku berjanji padamu.. akan menjagamu selamanya, karna kau adalah teman satu-satunya dan yang paling berharga bagiku dan aku harap suatu hari nanti aku dan kau akan selalu menjadi teman selamanya" Zhilong membayangkan di dunianya tidak ada istilah teman karna disana berlaku hukum rimba yaitu yang paling kuat yang tidak akan di tindas, karna itulah tidak ada yang peduli satu sama lain dan menganggap istilah teman hanyalah Mitos

__ADS_1


Walaupun kini zhilong berumur 122 tahun tapi umur itu termasuk sangat muda di dunia zhilong sendiri, walaupun sahran masih 14 tahun tapi sahran sudah menunjukan sifat kedewasaan, karna itulah zhilong mengnggap sahran sebaya dengan dirinya


__ADS_2