LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.15_pertarungan pertama sahran


__ADS_3

Di saat langit masih gelap, dai mubai dan rombongannya segera bergegas membereskan barang mereka... begitu juga sahran dia segera membereskan barang bawaan nya dan tidak lupa dia membawa minyak racikan yang dia racik untuk memanggang daging...


mentari pagi mulai bersinar, kuda mulai melangkah dan perjalanan di mulai kembali


Saat di perjalanan... sahran tidak seperti biasanya yang selalu giat berlatih, dai mubai melihat sahran tertidur pulas dan malas- malasan , di wajahnya terpancar kesedihan yang mendalam dan rasa penyesalan yang tidak pernah berakhir... dai mubai merasa dia masih muda, tapi dia memikul tanggung jawab yang besar... tidak seperti anak anak di usia nya, sahran terlihat lebih dewasa dan lebih giat berlatih hingga mencapai kekuatan nya saat ini... di daratan ini sahran adalah yang pertama menjadi seorang super jenius dari kumpulan orang jenius dan dia berharap sahran akan bisa membanggakan dan membangun era baru bagi sekte pedang phionix es


Sahran sebenarnya tidak sepenuhnya tidur... kesadaran nya masuk kedalam cincin dewa naga, karna di dalam kereta tida mungkin baginya bisa berlatih leluasa, sahran berlatih jurus dasar pedang yang gurunya ajarkan dengan di bimbing oleh zhuge feng


Setelah berjalan seharian dai mubai dan para rombongan tiba di kota kecil yang sedikit ramai serta padat penduduk, sebelumnya dai mubai tidak mau singgah di kota tersebut tapi perbekalan perjalanan mulai habis dan langitpun mulai gelap, akhirnya dai mubai dan para rombongan mencari penginapan yang sedikit jauh dari keramaian, kebetulan di dalam gang sempit di pinggiran kota terdapat penginapan yang sedikit sepi dan dai mubai pun memilih untuk singgah, mereka masuk dan memesan 15 kamar serta hidangan hangat untuk dirinya dan para rombongan, dai mubai menanyakan harga satu malam menginap di sana, kemudian dai mubai terkejut dengan harga yang di tawarkan yang biasanya menginap di penginapan mahal pun dia membayar 3 keping perak, tapi penginapan yang terlihat begitu sederhana dan bahkan hidangan nya pun tidak begitu sepesial, tapi penginapan tersebut menawarkan harga 8 keping perak untuk satu orang permalam..


"Apa...?? satu orang 8 keping perak... kau bercanda dengan ku.." dai mubai mulai kesal kepada pelayan yang berdiri di depan nya dan berniat mencari penginapan lain tapi pelayan itu menahan nya, "tuan... penginapan ini adalah penginapan termurah di kota ini, kami terpakasa menaikan harga nya karna jika kami tidak melakukan itu maka kami akan di bunuh oleh para perampok.."


" Para perampok..?" dai mubai kembali duduk dan mendengarkan penjelasan pelayan itu


" Benar tuan... 4 hari yang lalu datang sekelompok perampok, mereka memaksa kami untuk memberikan uang sebanyak 20 keping perak untuk setiap orang di kota ini kepada mereka, jika tidak... kami akan di bunuh.... itu membuat penduduk kota panik dan pada akhirnya kita memutuskan untuk melakukan ini karna kita tidak punya cukup banyak uang..... penuduk kota ini berharap ada seorang pendekar yang menolong kami, tapi sampai sekarang tidak ada seorang pendekar pun yang datang..."

__ADS_1


" para perampok ya... di mana para perampok itu sekarang.." dai mubai mengepalkan tangan nya


" Apakah tuan seorang pendekar...?? pelayan itu bertanya dan melirik pedang di pinggang dai mubai


" Ya...." dai mubai menjawab


" Benarkah....!! Tuan tolong kami, tolong para penduduk di kota ini tolong mereka, mereka tidak bersalah... kumohon tolong kami..." pelayan tersebut berlutut dan memohon lalu di ikuti oleh beberapa orang yang menyaksikan kejadian itu


" Baiklah...! dimana para perampok itu sekarang...??


" mereka akan datang besok tuan pendekar... " pelayan tersebut makin menghormati dai mubai


" Besok kalian tetaplah di penginapan... aku akan menghabisi semut semut itu sendiri..." mubai melirik ke arah sahran dan para rombongan


" Tetua....! aku ingin bertarung bersama tetua nanti.." sahran menarik jubah dai mubai

__ADS_1


" Heh.. sahran kau masih kecil, kau tidak cocok jadi pembunuh,.. tunggu kau sudah menjadi kuat dan hebat cepat atau lambat kau akan berada di tengah pertarungan hidup dan mati... jika kau melakukan nya sekarang aku takut kau akan terluka dan mengganggu pelatihanmu...biarkan aku yang mengahadapi mereka.." dai mubai mengelus kepala sahran


" Tidak tetua... aku ingin mendapatkan pengalaman bertarung yang sesungguh nya dan melihat berapa jauh aku bisa bertahan.." sahran menatap hangat dai mubai


" Baiklah tapi kau hanya boleh melumpuhkan mereka dan tidak boleh membunuh.." dai mubai mengelus kembali kepala sahran


" Baiklah tetua.." sahran beranjak dari tempat duduk nya dan menuju kamar yang telah di siapkan untuk beristirahat, pagi hari tiba, dan semua warga kota ren sudah bersiap siap akan kedatangan para perampok, mereka masing masing memegang 20 keping perak untuk di berikan kepada para perampok itu,.. sedangkan yang tidak mempunyai uang mereka memilih meninggalkan kota atau bersembunyi di ruang bawah tanah, dai mubai bersama sahran berjalan menuju kerumunan orang orang yang terlihat sedang menunggu para perampok mereka terpaksa melakukan itu karna jika mereka meninggalkan kota maka mereka tidak punya rumah untuk tinggal.... setelah sinar matahari mulai hangat para perampok mulai bermunculan dari dalam hutan,. mereka berjumlah lebih dari 50 orang dan rata rata kekuatan mereka hanya petarung pemula dan yang paling kuat adalah prajurit petarung yaitu pemimpin para perampok, pemimpin perampok tersebut turun dari kuda dan meminta uang yang sudah mereka janjikan semua orang ketakutan dan menurut, mereka memberikan sekantong uang yang berisi 20 keping perak kepada para perampok


Dai mubai mulai merasa geram, dirinya sempat menahan diri tapi emosi nya mulai meluap saat salah satu perampok membunuh penduduk kota yang hanya memberikan mereka 15 keping perak....


"Guru biarkan aku menyerang yang paling lemah dari mereka.." sahran berlari tanpa menunggu jawaban dari dai mubai


" Anak ini...!! baiklah aku akan menyerang juga .." dai mubai mengeluarkan pedang dan mulai menyerang


Di saat mereka bertarung, dai mubai memperhatikan sahran dan dia hanya mengandalkan tendangan dan pukulan, sementara dai mubai dia menggunakan seni pedang terbaik nya untuk menghabisi para perampok sekaligus memberi pelajaran kepada sahran, dai mubai memeperhatikan sahran yang hanya menggunakan pukulan dan tendangan mematikan yang membuat para musuh kehilangan kesadaran, dai mubai merasa kagum dengan keterampilan bertarung sahran,.. dia benar bebar hanya melumpuhkan para perampok dan dia telah melumpuhkan lebih dari 10 perampok, peminpin perampok mulai menyadari hal tersebut dan menghunskan pedang kearah dai mubai

__ADS_1


" Apa yang kau inginkan...?? kenapa kau membunuh para pengikutku..." pria itu mulai geram karna tindakan dai mubai


" heyy.... kau juga tau kan alasan kami membunuh para pengikutmu itu... mereka semua adalah perampok dan aku telah mengirimnya ke neraka, dan sebentar lagi kau akan menyusul mereka..." dai mubai memberikan tatapan dingin dan aura pembunuh kepada pria itu, dia segera menyadari hal tersebut bahwa yang didepan nya bukanlah orang sembarangan dan dia merasa bahwa dai mubai lebih kuat darinya, dia berlutut dan bersujud memohon ampunan untuk tidak membunuh nya di hadapan dai mubai


__ADS_2