LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.48_Berpamitan


__ADS_3

Setelah ryukei sadar dirinya tidak langsung menyukai sahran bahkan menghina dan meng olok-olok sahran dan sahran sendiri memilih diam


Zhilong menceritakan kisah sepak terjang seorang sahran kepada ryukei, dimulai dari dirinya kehilangan kedua orang tuanya sampai sahran ber keinginan menjadi yang paling kuat untuk menciptakan perdamaian di dunia membuat ryukei mulai merenungi dan memutuskan untuk mengikuti sahran karna keinginan ryukei juga sama yaitu ingin menciptakan kedamaian


Sahran tidak melarang ryukei untuk ikut bersamanya karna dilihat dari ilmu bela dirinya ryukei bisa sedikit di andalkan


Akhirnya putri kerajaan utara mengizinkan ryukei untuk ikut bersama sahran tetapi dengan satu syarat yaitu ryukei harus bisa mencapai setidaknya tingkat petarung senior saat kembali ke kerajaan utara


Sebelumnya Ryukei menceritakan kepada sahran bahwa saat di perjalanan rombongan tuan putri di serang sekawanan hewan buas yang membuat beberapa prajurit dan pelayan terluka


Mendengar itu sahran memberikan puluhan ramuan pembeku darah untuk mempercepat penyembuhan


Putri sangat terkejut karna puluhan ramuan ini berkualitas sangat tinggi bahkan di kerajaan utara pun sangat jarang di temukan karna hanya alkemis tingkat 2 yang bisa membuatnya


Putri heran darimana sahran mendaptkan ramuan ini dan mengapa memberikan mereka begitu banyak ramuan berharga hanya untuk prajurit


"Tangkap orang itu..!!" Putri berseru kepada selusin prajurit yang ada di dekatnya untuk menagkap sahran karna dia curiga bahwa sahran mencuri ramuan ini dari seorang alkemis, sebelum para prajurit menyentuh sahran, Zhilong Menghadang dengan api bertekanan rendah sehingga tidak terlalu panas saat mengenai kulit dan tidak melukai para prajurit


Putri sangat terkejut karna jurus api yang Zhilong gunakan bukan jurus api sembarangan melainkan api yang sering di gunakan alkemis untuk membuat ramuan


"Master kamu baik-baik saja?" Zhilong melirik sahran di belaknganya lalu menatap sang putri dengan pandangan penuh dendam


"Long sudah lah, ayo pergi!" Sahran sadar bagaimanapun yang ada di hadapanya adalah tuan putri kerajaan utara, dia tidak sanggup menghadapinya apalagi melawan nya dan memilih pergi daripada membuat masalah lebih besar

__ADS_1


Sang putri masih tertegun dan tidak percaya orang semuda Zhilong bisa memiliki api alkemis


Lalu ryukei yang masih ada di sana langsung menceritakan semuanya bahwa Zhilong bukanlah yang paling hebat tetapi gurunya yang merupakan alkemis bintang 4 yaitu orang yang berada di samping Zhilong lah yang paling hebat dan mengingatkan agar tuan putri jangan sampai berurusan dengannya


Dan itu juga alasan kenapa bos penginapan tidak mengizinkan sahran pergi dari penginapan karna selain sahran kuat sahran juga seorang alkemis hebat


Ryukei pamit kepada tuan putri, Ryukei langsung pergi tanpa menunggu jawaban tuan putri itu karna takut sahran sudah pergi terlalu jauh darinya


Sang putri sadar karna telah menyinggung seorang alkemis bintang 4 yang langka dampaknya akan buruk bagi kerajaan utara, sebaliknya jika saja dia memperlakukan alkemis dengan baik, mungkin saja akan membawa kerajaan utara menuju era baru yang lebih baik


Putri lalu berlari di ikuti selusin prajurit untuk mencari sahran, putri merasa bersalah karna berurusan dengan seorang alkemis hebat dan ingin meminta maaf tetapi sahran, Zhilong dan ryukei sudah meninggalkan kota


Putri tersebut memutuskan kembali ke kerajaan utara dan melaporkan kepada raja bahwa seorang alkemis bintang 4 telah muncul di dunia es dan ryukei menjadi pengikut alkemis tersebut


Di sisi lain sahran sedang bersiap-siap untuk mengumpulkan sebanyak mungkin bahan-bahan obat karna perjalanan kali ini sangatlah panjang


Sebelum Sahran meninggalkan kota yuki mereka bertiga mengunjungi osamu untuk berpamitan dan memberikan hadiah, osamu yang belum pulih sepenuhnya pun menangis dan berusaha bangun dari ranjang untuk bersujud kepada sahran sebagai rasa hormat dan terimakasih


Alasah osamu sangat ber terima kasih kepada sahran karna selain dirinya di selamatkan oleh sahran, Xinheng juga sadar dan ingin merubah arah hidupnya, Xinheng atau Boss penginapan memberikan seluruh aset penginapan kepada osamu, alasan nya adalah si boss wanita itu merasa termotivasi setelah di hajar habis-habisan oleh sahran dan zhilong waktu itu, dirinya ingin menjadi kuat seperti zhilong dan menjadi tangguh seperti sahran, dirinya memutuskan berkelana untuk mencari pengalaman di dunia luar


Xinheng nyatanya benar-benar berubah, saat sahran dan zhilong pergi xinheng selalu menemani osamu, menyuapi osamu, bercerita tentang kehidupan dan pengalaman masing-masing


Walaupun osamu sudah di buat hampir mati oleh xinheng, nyatanya osamu tidak mempedulikan hal itu bahkan dengan adanya Xinheng yang sudah berubah disisinya membuat kegundahan hatinya mulai sirna

__ADS_1


Sifat Xingheng yang dingin dan kejam perlahan hilang dari benak osamu dan di gantikan dengan Sifat Xinheng yang periang dan gembira, hari-harinya di penuhi canda tawa bersama osamu


Osamu beberapa kali membujuk Xinheng untuk tidak gegabah mengambil sebuah keputusan karna jika tidak ada dirinya maka bagaimana dengan penginapan?


Xinheng menjawab "Kau harus berjanji padaku agar kamu dapat merawat dan menjaga penginapan ini sebaik mungkin hingga aku kembali suatu hari nanti"


"Apa kau bermaksud untuk?"


"Ya...! Aku akan memberikan penginapan ini padamu, Ini adalah hadiah terbaik yang aku punya untukmu, walaupun tidak cukup untuk mengganti semua perlakuan yang aku berikan tapi aku hanya mempunyai ini, ini juga mungkin salam perpisahan terakhir dariku karna aku tidak yakin aku bisa kembali lagi kesini! Dan jika mereka kembali mohon untuk sampaikan permintaan maafku.... sampai jumpa lagi.. osamu" Xinheng berdiri dan memberi hormat kepada osamu


"Boss..,! jangan pergi kumohon!"


saat ingin melangkah pergi meninggalkan osamu yang masih terbaring, osamu memanggil Xinheng dengan suara parau dan berat


Sontak hal itu membuat Xinheng menghentikan langkahnya dan berbalik, seketika ia terkejut karna melihat Osamu yang sudah berada di bawah ranjang


Xinheng yang panik langsung berlari dan meletakan kepala osamu di pangkuan nya lalu dengan tidak sadar keduanya bertatapan dan meneteskan air mata


"maaf kan aku...!" karna terlalu tidak tega melihat osamu yang sudah berjuang bersamanya semenjak didirikan penginapan hingga saat ini terluka karna dirinya, dengan tidak sadar Xinheng memeluk osamu dengan erat sampai osamu kehilangan kesadarnya di pelukan xinheng, karna terlalu sedih dan lukanya terbuka akibat terjatuh dari ranjang membuat osamu kehilangan kesadaran.


Dengan bersusah payah Xinheng meletakan osamu ke atas ranjang nya lagi lalu membalut lukanya yang terbuka setelah itu xinheng mencium kening osamu dan pergi tanpa sepatah kata pun


Osamu bangun dan melihat kondisi ruangan yang masih kosong tanpa ada seorangpun selain dirinya, osamu pun langsung menyimpulkan itu semua hanyalah mimpi

__ADS_1


Tetapi setelah melihat lukanya yang terbuka di balut dengan perban yang baru serta bajunya yang basah karna air mata membuat kejadian yang osamu sebut mimpi itu terkesan lebih nyata


Osamu ingin membuktikanya lagi karna masih tidak percaya, setelah beberapa waktu osamu mencari, dirinya menemukan ada satu gulungan bambu di meja sebelah kiri nya yang ternyata itu adalah surat dari xinheng yang berbunyi "Sampai jumpa lagi 'Otak kacang"


__ADS_2