LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.40_Xinheng (ii)


__ADS_3

Groaarr..!!


Zhilong melancarkan serangan demi serangan, walaupun itu hanya untuk melumpuhkan xinheng tetapi dia tidak sungkan untuk menyarang dengan jurus mematikan saat dirinya tidak dalam posisi menguntungkan


setiap Serangan yang zhilong lakukan mengarah pada titik non-vital artinya dia hanya menyerang bagian-bagian tubuh lain selain bagian vital seperti sendi dan lain-lain


Tapi selain saling beradu serangan demi serangan mereka juga saling beradu setamina


Xinheng mulai kewalahan tapi zhilong walaupun dalam wujud macan putih tetapi dari wajahnya menunjukan ketenangan karna dari awal memang zhilong yang paling kuat


Xinheng mulai terpojok dan tenaga dalam nya tinggal sedikit, Saat itulah xinheng mulai dalam posisi kuda-kuda bersiap menyerang dengan seluruh kekuatanya tapi sebelum dia mengeluarkan satu jurus zhilong menghilang dari pandangan lalu tiba-tiba muncul di belakang xinheng, tetapi sebelum dia menyedarinya zhilong langsung melancarkan satu jurus pengunci yang dimana zhilong mengalirkan tenaga dalam ke beberapa titik akupuntur yang membuat xinheng lemas dan akhirnya jatuh


Hehehe..!!


"Kau bukan manusia,! tapi aku tidak akan kalah dari monster sepertimu.., haha" Xinheng tertawa lepas seraya menunjukan wajah sinis dan putus asa, dirinya sadar tidak bisa menang dari zhilong tapi jika dirinya menyerah, zhilong pasti menginginkan informasi tentang organisasi terlarang aliran sesat dan xinheng salah satu anggota organisasi tersebut pasti dirinya juga akan dibunuh


Zhilong berubah kembali menjadi wujud manusia, zhilong melihat xinheng mulai putus asa dan ini kesempatan zhilong untuk mengorek informasi


"Long..! Tunggu, biar aku saja.." Sahran menahan zhilong yang sedang berjalan ke arah xinheng, sahran merasa dengan sifat zhilong, dia akan mengorek informasi dengan cara yang kejam melihat dari kondisi xinheng dan xinheng merupakan pelaku pembunuhan, zhilong akan menggunkan hukum rimba dari dunia gardan


" Hmm..! baiklah, ranran kecil jangan sampai wanita gila itu lepas.." Zhilong berbalik dan duduk di sebuah papan kayu daru puing-puing bangunan bekas dia bertarung dengan xinheng


Bekas cakaran di setiap sudut ruangan dan beberapa dinding terdapat bekas tinjuan yang masih mengandung tenaga dalam


Xinheng bertarung dengan tenaga dalam yang dia punya mengakibatkan satu tinjuanya sungguh mematikan sementara zhilong hanya menggunakan perubahan wujudnya tapi tidak menggunakan tenaga dalam sedikitpun dalam pertarungan


______

__ADS_1


"Huh..! apa kau ingin mengorek informasi dariku? tidak akan aku berikan..haha..!" Xinheng menunjukan ekspresi yang semakin tidak jelas, wajahnya menunjukan ketakutan, keputusasaan, dan rasa marah yang mendalam


Sementara sahran menunjukan ekspresi sedih bahkan meneteskan airmata saat menatap xinheng membuat ekspresi xinheng kembali berubah.


sebenarnya sahran sudah mempersiapkan ramuan rebusan daun juni untuk dia gunakan agar dia bisa mengeluarkan airmata, agar terasa lebih nyata dirinya melatih mimik wajah sedih ketika zhilong dan xinheng bertarung


" Apa kau tau? aku pernah kehilangan seseorang yang paling aku cintai di dunia ini, mereka adalah ayah dan ibuku, mereka meninggalkanku saat umurku 7 tahun, saat itu ayahku tidak punya kekuatan apapun dan dia di bunuh oleh orang yang kekutannya di atas ayahku ,ibuku juga demikian, dia di perlakukan tidak wajar oleh orang yang lebih kuat, saat itu aku masih tidak menyangka bahwa mereka sudah pergi meninggalakanku sendirian di dunia ini tanpa kasihsayang, lalu aku bertemu seseorang yang dapat ku anggap sebagai ayah peganti yaitu guruku, tetapi tetap saja rasa kasih dan sayang sungguh berbeda, jika bukan karna permintaan ayah yaitu aku harus menjadi kuat, aku sudah menyusul mereka ke alam baka,..." Sahran terus meneteskan airmata yang semakin lama semakin deras sementara xinheng menunduk dengan wajah datar


Zhilong sudah tahu bahwa sahran akan menggunakan cara lembut karna itu adalah cara paling efektif untuk mengorek informasi dari seseorang yang putus asa tetapi cara itu juga paling sulit dilakukan bahkan oleh orang yang paling berpengalaman sekalipun


"kau pasti lelah dalam pertarungan tadi, sebaiknya kau istirahat, dan ingat kekasihmu pasti tidak menginginkanmu mati sia-sia.., jadi tetaplah semangat untuk hidup..!"Zhilong merangkul sahran dan berbalik pergi tetapi sahran menghentikan langkahnya


" Jika kau tidak menginginkan kami disini kami akan pergi, tetapi jika kau membutuhkan bantuan kami maka kami siap membantu, jika ia temui aku saat petang di pohon kuno pusat kota yuki..!" Sahran melanjutkan langkahnya dan di ikuti oleh zhilong


Sementara xinheng masih tertunduk tetapi tidak seperti tadi, saat sahran dan zhilong keluar xinheng mulai meneteskan air mata deras dengan wajah penuh penyesalan


____


"Apalagi saat kamu menceritakan tentang keluargamu, itu sangat menyentuh.." Saat zhilong menyebutkan kalimat tersebut sahran tiba-tiba berhenti


" Keluargaku..?! Itu nyata.." Sahran melanjutkan langkahnya, semenatara zhilong dia diam mematung kebingungan penuh tanya, dia jadi serba salah


" si ranran ini,...! Sebenarnya kau siapa? sungguh orang yang misterius" Zhilong berfikir bahwa zhuge feng yaitu orang yang mendampingi sahran saat di hutan terlarang adalah ayahnya tetapi sahran memanggil zhuge feng dengan sebutan guru membuat zhilong tidak habis fikir dan bertanya-tanya dengan siapa sebenarnya sahran ini.


Sahran berencana menemui osamu untuk berpamitan sebelum pergi meninggalkan penginapan


Sahran dan zhilong menjenguk osamu yang masih terbaring lemas, sahran memberikan ratusan botol ramuan pembeku darah kepada osamu untuk dia gunakan sendiri, dan menilai dari harga jual sebuah ramuan di kota yuki sangat tinggi maka ramuan pembeku darah yang tersisa sahran guanakan untuk mengganti rugi semua kerusakan yang dia timbulkan saat bertarung

__ADS_1


Osamu mematung saat dirinya melihat botol ramuan keluar dari dada sahran, di saat keterkejutanya itu sahran menceritakan tentang cincin ruang hampa pada osamu dan tentang kronologi bagaimana osamu di temukan dan di sembuhkan


Selain usia yang begitu muda sahran juga seorang alkemis membuat osamu sungguh tidak menyangka dapat berkesempatan bertemu dengan seorang alkemis dan bahkan menurutnya sahran akan menjadi seorang alkemis hebat di masa depan, Sebenarnya osamu sangat terkejut setelah mengetahui ternyata sahran-lah yang mengobati lukanya saat dirinya kritis.


" Apa kau berasal dari negara yuanjia?" Sahran melontarkan pertanyaan yang menbuat osamu tersedak nafasnya sendiri


"Bagaiman kau tau aku berasal dari negara yuanjia? apa kau juga berasal dari sana?" Osamu bertanha dengan kebingungan


"Tidak..! aku berasal dari kekaisaran ming di daratan utama, aku hanya pernah mendengar tentang negara yuanjia dari ayahku"Sahran menenangkan osamu yang hampir lompat dari tempat tidur karna terkejut


"Ternyata dari daratan utama" Sebenarnya banyak sekali yang ingin osmau tanyakan tetapi dengan jawaban sahran dia cukup puas, osamu sungguh tidak menyangka akan bertemu seseorang yang berasal dari dunia yang sama di kota yuki


"Tapi bagaimana kau tau aku berasal dari negara yuanjia?" Osamu mulai bertanya karna masih tidak habis fikir karna bagaimana sahran mengetahui dirinya berasal dari yuanjia


"Aku menemukan ini di dekat tubuhmu saat aku menemukanmu tergeletak di lantai saat itu, kata ayahku setiap orang di negara yuanjia memiliki giok seperti ini yang menjadi lambang setiap keluarga di negara yuanjia " Sahran mengeluarkan sebuah giok berbentuk segitiga yang indah


" Kau benar,.., tapi ini sudah tidak berarti lagi bagiku, kau boleh mengambilnya" Osamu mendorong tangan sahran menolak giok yang di berikan


" Ini adalah warisan keluargamu, kau lebih membutuhkannya dibanding aku.." Sahran membuka tangan osamu dan mengepalkan giok tersebut


Osamu sudah cukup banyak terkejut dengan sosok seperti sahran, dari sahran adalah seorang pembela diri, seorang alkemis, bahkan sahran berasal dari dunia yang sama dengan dirinya padahal sahran masih begitu muda tapi sudah menjadi pengelana antar dimensi


"Terima kasih..! kalian memang anak baik..! Ini sudah tengah malam! apa kalian tidak beristirahat di penginapan dulu sebelum pergi?" Osamu menarik baju sahran yang sudah bernajak dari tempat duduknya berniat pergi


"Kami masih punya urusan yang harus kami selesaikan, ku harap kita akan bertemu suatu hari nanti, sebelum itu terjadi aku ingin melihatmu sehat dan ceria saat kita bertemu, sampai jumpa.." Sahran melambaikan tanganya ke arah osamu sebelum dia menjauh dan pergi


"Anak yang baik, dia pasti menjadi pendekar hebat suatu hari nanti.." Osamu menggenggam giok yang sahran kembalikan kepadanya

__ADS_1


__ADS_2