
Setelah Sahran mengganti bajunya, Sahran menceritakan semua yang dia lakukan dan semua hal yang dia perbuat kepada Qian-Qian
Tidak terkecuali tentang Cacing pemakan Jiwa, Sahran berkata jika Cacing ini tidak akan datang sendirinya dan masuk kedalam tubuh. Melainkan ada orang yang memasukan larva cacing pemakan jiwa kedalam makanan.
Cacing ini berkembang biak didalam air, Jadi ada kemungkinan air yang dikonsumsi Qian Qian mengandung Larva cacing pemakan jiwa.
Yan Guo yang mendengarnya pun sangat terkejut, Karna memang Air yang selama ini mereka konsumsi bukan berasal dari sumur, Melainkan berasal dari sebuah Rawa dibawah bukit.
Mendengar akan hal itu Sahran sempat berfikir jika ditubuh Yan Guo juga terdapat Cacing pemakan Jiwa.
Tapi Xun berkata jika 'Cacing pemakan jiwa hanya menyerang tubuh Yin, Tubuh Qian Qian merupakan Tubuh Yin yang sangat murni, Jika dijadikan media pelatihan akan sangat membantu mengeluarkan potensi tubuh dan mempercepat pengumpulan energi.
Tapi sayangnya itu sudah tidak semurni dulu saat dia masih perawan, Jadi dengan kata lain dia sudah tidak berguna untuk pelatihan'
Untuk mencegah larva Cacing pemakan jiwa masuk kedalam tubuh, Xun memberikan solusi paling mudah yaitu meletakan racun didalam tubuh Qian Qian.
Racun Bunga Hitam adalah Racun paling tepat untuk mencegah larva cacing ini masuk kedalam tubuh.
Sahran menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Bukankah itu akan membunuhnya?" Tanya Sahran.
"Racun tidak akan berefek kepada pemilik Tubuh yin, Sebanyak apapun Racun didalam tubuh Qian Qian, Bahkan jika itu Racun telaga biru Itu tidak akan membunuhnya, Racun Bunga Hitam merupakan racun lemah dengan sifat korosifnya juga sangat lemah, Itu jelas tidak bisa dibandingkan dengan racun sekelas Racun telaga biru." Ucap Xun.
"Aku tidak mengerti sepatah katapun dari yang kau bicarakan barusan.." Ucap sahran sambil menaikan alis.
"Intinya, Racun Bunga hitam tidak akan membunuh wanita itu, berikan dia Racun Bunga Hitam sebelum dia bangun, Karna racun ini sangat pahit dan pedas" Ucap Xun.
"Baiklah..." Sahran berdiri lalu mengajak Ryukei kedalam kamar Qian Qian.
__ADS_1
Didalam kamar itu terdapat Yan Guo yang masih pingsan karna Ryukei membawanya terlalu cepat, Juga Qian Qian yang pingsan karna terlaku capek menahan rasa sakit.
Sahran membuka mulut Qian Qian lalu menuangkan sebotol penuh Racun Bunga Hitam kedalam mulutnya.
Ryukei juga tidak tinggal diam, Sahran memberikan Ryukei Sebotol Ramuan untuk Yang Guo dan juga Qian Qian yang fungsinya masih dirahasiakan.
"Kak, Bukannya yang sakit itu bibi Qian ya? Kenapa Paman Yan juga diberi ramuan?" Tanya Ryukei.
"Anak kecil belum waktunya untuk tau" Jawab sahran.
Setelah itu Ryukei tidak bertanya lagi karna dia tau maksud Sahran. Obat ini adalah obat perangsang, Sahran memberikannya kepada Yan Guo dan Qian Qian dengan maksud baik, Bahkan bisa dibilang terlalu baik.
Sahran membersihkan tangannya yang terkena tumpahan Racun dan rasanya memang cukup panas ditelapak tangan "Baiklah sudah selesai, Sekarang kita bisa pergi dengan tenang, Biarkan mereka berbahagia, hehe" Ucap sahran.
"Tapi kak, Sebelum itu kakak harus pergi ke Gua tempat keberadaan batu sepirit, Disana ada sesuatu yang aneh" Ucap Ryukei.
"Sesuatu yang aneh? Apa itu? Apakah ada Monster atau Siluman??" Tanya Sahran.
Baru setengah jalan, Sahran merasakan sejumlah energi Alam yang sangat kental di tempat itu.
Bukan hanya Sahran, Xun juga merasakan hal yang sama dimana dia sangat familiar dengan Anomali yang terjadi di tempat ini "Ini dia, Ini adalah batu Safir bumi yang kita cari untuk membuat Pil Zhong." Ucap Xun membuat Sahran terkejut.
"Batu Safir bumi? Apa itu? Apakah semacam tanaman mujarab?" Tanya Sahran.
"Bukan, Lebih tepatnya intisari dari ratusan tanaman mujarab yang terkubur selama jutaan tahun hingga menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Kau merasakannya bukan? Ini adalah Aroma tanaman mujarab" Jawab Xun.
Sahran berhenti sejenak lalu menghirup aroma disekitar, Dan ternyata tepat seperti apa yang Xun katakan, Aroma pekat seperti besi berkarat begitu menusuk hidung "Walaupun Aromanya tidak sedap, Tapi ini mengandung sejumlah besar energi apirit" Ucap Sahran.
__ADS_1
"Benar sekali, Batu inti spirit bukan apa-apa dibanding Batu Safir bumi, Energi batu spirit hanya 1:1000000 dengan batu Safir bumi." Ucap Xun.
Sahran menaikan alisnya "Tapi kenapa? Saat aku kesini tadi pagi, Aku tidak merasakan energi spirit sekuat seperti sekerang ini" Tanya Sahran kebingungan.
"Mungkin ada orang yang mengalirkan tenaga dalam kepermukaan batunya hingga tanpa sengaja mengaktifkan batu Safir ini" Jawab xun.
Sahran dan Ryukei akhirnya tiba didepan mulut gua, Dan disaat yang bersamaan sebuah Aura diingin berhembus dari dalam gua mengakibatkan semua benda yang bersifat cair membeku dalam hitungan detik.
"Tidak salah lagi, Ini batu Safir bumi yang sangat cocok denganmu, Batu safir danau Es, Keberuntunganmu bagus juga, Batu Safir jenis ini sangat langka, Bahkan didunia dewa pun tidak mudah dijumpai" Ucap Xun.
Sahran mulai melangkah masuk, Tapi bukannya mengikuti Sahran, Ryukei malah berdiri tegak tak bergerak "Hei, Ada apa denganmu?" Tanya Sahran.
"Sepertinya aku tidak bisa masuk, Elemenku Api, Sangat berlawanan dengan dingin, Aku akan mati jika kedinginan" Jawab Ryukei memeluk tubuhnya sendiri, Mengigil.
"Baiklah, Kau tunggu saja diluar, Aku akan masuk dan memeriksa, Beritahu aku jika terjadi sesuatu" Ucap Sahran sambil berbalik dan melanjutkan langkahnya.
Tidak butuh waktu yang lama Sahran menemukan batu Safir yang dimaksud karna memang tidak terlalu dalam kedalam gua.
Ada sebuah pancaran sinar berwarna merah dan biru serta ungu pudar disekeliling sinar tersebut, Terlihat juga kalau ada sebuah batu berwarna biru ditengah pancaran cahaya itu.
"Keberuntunganmu memang sudah tidak diragukan lagi, Batu Safir ini sudah berumur 10jt Tahun, Didalamnya terdapat intisari tanaman mujarab yang sudah punah, Jika didunia Dewa batu Safir sebesar biji semangka saja sudah sangat berharga, Apalgi sebesar jari, Itu sangat berharga ratusan kali lipat, Tak disangka Batu safir sebesar ini terdapat didunia manusia" Ucap Xun sambil meminum sesuatu.
Sahran yang sudah tidak sabaran, Segera mengambil batu tersebut dan mencabutnya sekuat tenaga, Xun yang melihatnya juga menyemburkan Air yang barusan ia minum karna terkejut "Dasar bocah tidak sabaran, Energimu akan diserap bodoh..."
Sahran yang sudah terlanjur memegang Batu Safir dilangit-langit gua, Energi Yin dan Yang yang pagi ini dia latih terserap kedalam batu Safir yang hanya sebesar jari telunjuk itu.
Dia berusaha melepaskan tarikan dari batu Safir, tapi tangannya seolah-olah sangat lengket "Arrggghh!! Kenapa kau tidak bilang dari tadi..."
__ADS_1
_______________
Terima kasih berkat do'a dari kalian semua,...🙏🙏🙏 Saya bisa nulis kembali...🙏🙏