LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.16_Markas kelabang hitam


__ADS_3

" Tuan pendekar aku yang buta... aku berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama lagi,.. mulai sekarang aku akan menjadi orang baik dan tidak akan menapakan kaki di tempat ini lagi" perampok itu bersujud di hadapan dai mubai


" Untuk sekarang aku akan mengampunimu tapi... tidak dengan dosa mu..." dai mubai menebas kepala perampok itu,..hingga terlepas dari tempatnya, sebelum menyadari hal tersebut pandangan nya mulai gelap dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi


" Baiklah....! kota sudah aman dan sekarang kita harus melanjutkan perlajalanan menuju hutan terlarang...." dai mubai menatap sahran.


"Tapi tetua bagai mana dengan para perampok yang aku lumpuhkan... apakah mereka akan di bunuh juga..." sahran bertanya


" Biar aku yang urus itu nanti..." dai mubai berjalan menuju mayat perampok yang telah dia bunuh dan memeriksa nya satu persatu... dia menemukan berbagai ramuan serta obat obatan


dai mubai memberikan beberapa ramuan dan tanaman mujarab kepada sahran untuk dia simpan dan dia gunakan saat latihan


dai mubai bertanya kepada salah seorang perampok yang berhasil sahran lumpuhkan, dia bertanya lokasi markas para perampok,


dia menjawab bahwa markas mereka berada di bawah air terjun di dekat lereng bukit yang tidak terlalu jauh dari kota ren


dai mubai bertanya kepada penduduk kota tentang air terjun di lereng bukit yang di katakan perampok itu sebelumnya, dan mereka menjawab hanya ada satu air terjun yang paling dekat dengan kota ren yaitu air terjun yang berada di utara dan berjarak sekitar 200 mill dari kota ren

__ADS_1


Karna dai mubai tidak bisa memperkirakan banyak nya musuh dan berapa kuat mereka, mubai akhirnya mengajak semua rombongan kecuali sahran, alasan dia tidak mengajak sahran karna dia tidak mau sahran terluka, dia tau yang merampok kota hanyalah petarung biasa yang bisa sahran lumpuhkan, tapi jika di markas nya kemungkinan besar adalah petarung kuat yang tidak sebanding dengan kekuatan nya....


" Tetua aku....!! Baiklah aku akan tinggal disini dan berlatih.... tetua jaga dirimu baik baik..." sahran dengan berat hati akhirnya tinggal di kota, dai mubai sudah pergi selama 2 hari karna berjalan kaki sahran merasa sedikit khawatir dan cemas jika terjadi apa apa pada dai mubai, penduduk kota memperlakukan sahran dengan baik karna dia di anggap pahlawan, tapi dia menolak makanan yang mereka berikan karna bagai mana mungkin dia bisa makan enak jika dai mubai sedang bertarung mempertaruhkan nyawa nya


4 hari kemudian sahran mendengar bahwa rombongan dai mubai sudah kembali, dia tidak menemui dai mubai tapi dia malah ke dapur dan memasak makan enak dan wangi sampai seluruh orang yang mencium nya merasa tergoda sampai menelan ludah, wangi yang keluar dari dapur penginapan benar benar menggiurkan, hingga bos penginapan, koki, dan semua pelayan berdatangan ke dapur dan hanya ingin melihat masakan apa yang bisa mengeluarkan aroma se-enak ini


Mereka terkejut, ternyata yang memasak di dapur bukan lah koki melainkan sahran, bocah pahlawan yang menyelamatkan kota mereka 5 hari lalu, sahran kemudian meminta pelayan membawakan daging panggang dan sayuran yang baru dia masak ke meja dai mubai dan para rombongan nya, lantas dai mubai terkejut dengan hidangan yang diberikan oleh mereka ternyata memiliki aroma yang seenak ini, dia mengira bahwa yang memasak adalah koki terhebat di benua ini dan bertanya kepada pelayan


" Wahh.... hidangan ini sangat enak... ummm.. ini enak sekali bahkan lebih enak dari yang sahran buat.....!! ehk..dimana sahran, dia tidak keliatan dari tadi..mungkin dia sedang berlatih... tapi dia harus merasakan makanan seenak ini...! heyy.. siapa yang memasak ini.. makanan ini enak sekali..aku ingin bertemu dengan nya...?? dai mubai melambaikan tangan nya kepada salah satu pelayan, pelayan itu langsung menghampiri dai mubai


" Aku tanya sekali lagi... siapa koki hebat yang mampu membuat masakan seenak ini...?? dai mubai kembali bertanya


" Ahk.. ternyata memang ini masakan buatan sahran...bagai mana dia bisa memasak ini.. ini enak sekali.." dai mubai berbicara dengan mulut penuh


" Iya tetua... bukan hanya dia kuat tapi dia juga pintar memasak... sebenarnya dia ini petarung atau koki..??" satu orang berbicara di belakang dai mubai


" Ummmm... mungkin di masa depan dia akan menjadi pendekar sejati..., benar katanya.. jika seorang pendekar tidak menikmati makanan enak mana mungkin dia bisa menikmati hidup..." dai mubai berbica sambil menikmati hidangan yang ada di depan nya sampai habis.. tidak lama sahran kekuar dari pintu dapur dan menghampiri dai mubai..

__ADS_1


" Tetua... kau telah berjalan selama berhari hari dan pasti sangat lelah.. aku membuatkan ini untuk mu untuk menambah energi mu..." sahran berbicara dengan tenang dan dia duduk di sebrang meja dai mubai


" Sahran... aku bangga padamu.. selain kau kuat kau juga sangat perhatian dan baik hati kepada orang lain... dan begitulah seharusnya seorang pendekar... semakin kuat seorang pendekar maka hatinya harus menjadi semakin lunak..." dai mubai berbicara dan memandang sahran


" Ahk tetua terlalu memuji...! oh ya tetua.. bagai mana dengan markas perampok itu.. apakah kau menemukan nya..." sahran mengalihkan topik pembicaraan


" Ya aku menemukan nya... ternya mereka berasal dari cabang kelompok kelabang hitam.." dai mubai menuangkan arak yang baru dia pesan


" Kelabang hitam...!! ternyata markas besar mereka berada di sini..." sahran mengelus dagunya karna dia heran, kelompok kelabang hitam adalalah organisasi para perampok yang sangat kuat dan besar.. di kekaisaran ming setidak nya terdapat 20 lebih markas kelompok kelabang hitam


" kau tau kelompok kelabang hitam...??" dai mubai keheranan


" Ya mereka adalah organisasi besar para perampok.. di dunia luar mereka di kenal sebagai kelompok iblis hutan karna mereka membuat markas di tengah hutan yang tidak banyak orang yang tau.., aku tidak menyangka bahwa kelompok tersebut berasal dari dunia ini..." ucap sahran


" hmm... berarti ada pintu lain selain pintu utama menuju dunia luar..." dai mubai mengekus janggut nya


" Ya...apakah kita akan mencari nya tetua..??" ucap sahran

__ADS_1


" Tidak... tujuan awal kita adalah hutan terlatang... aku akan mengurus masalah ini setelah aku pulang nanti.." dai mubai berdiri dan memerintahkan semua nya untuk beristirahat, karna besok mereka akan meneruskan perjalanan menuju hutan terlarang...


Pagi hari tiba, semua nya sudah bersiap untuk melanjutkan perjalanan tapi sebelum itu semalam sahran mencatat resep masakan dan memberikan nya ke ketua koki di penginapan itu dan berharap saat perjalanan pulang dan beristirahat disini sahran ingin mereka memasak masakan yang ada di resep yang dia berikan


__ADS_2