LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.14_Menuju hutan terlarang


__ADS_3

" Benar juga.... baiklah aku akan ajarkan kau tentang meracik ramuan dan obat.... setelah kau selesai latihan aku akan menemanimu mencari tanaman mujarab untuk di buat ramuan di hutan terlarang..." zhuge feng mengelus janggutnya


" Guru... apakah tidak ada tempat lain selain hutan terlarang...?? dari nama nya saja aku merasa merinding.." sahran memeluk dirinya sendiri


" Kau cerewet sekali... lebih baik kau sekarang latihan mengumpulkan tenaga dalam....,!!" zhuge feng menjawab


"Baiklah...!" sahran kemudian bersila dan mulai berlatih... dari sebelumnya sahran hanya mempunyai 12 lingkaran, setelah menyerap energi petir.,.. tenaga dalam sahran menjadi 24 lingkaran dan langsung masuk ke tingkat petarung menengah dan setengah jalan menuju petarung mahir...

__ADS_1


" Anak ini memang monster.... dalam waktu singkat dia langsung naik tingkat ke tingkat petarung menegah dan setengah jalan menuju petarung mahir..." zhuge feng memperhatikan sahran


sahran memegang pedang naga xuan dan menatap gurunya... zhuge feng mengerti dan mengangguk, kemudian mengambil pedang miliknya dan memberi arahan cara memegang pedang yang benar dan kuda kuda yang kokoh agar tidak mudah di jatuhkan oleh lawan... kemudia zhuge feng mengajari jurus dasar pedang...


"jika kau ingin mengeluarkan jurus ini maka posisi pedang harus seperti ini dan alirkan tenaga dalam ke pedang mu seperti ini..." Sambil berlatih sahran terus diberikan arahan oleh zhuge feng hingga akhirnya selesai latihan di pagi harinya...


" Cukup sampai di sini...!!" zhuge feng juga mulai kelelahan... walaupun zhuge feng mempunyai tenaga dalam yang besar tapi dengan kondisi fisik nya yang seperti itu hampir tidak mungkin dia bisa bertahan semalaman tanpa menggunakan tenaga dalam, begitu juga dengan sahran.. sehabis berlatih dia langsung berbaring dan nafasnya ter- engah engah karena kelelahan..

__ADS_1


" Baiklah.... aku akan ikut dengan mu... kamu akan ditemani olehku dan para pemetik tanaman mujarab untuk pergi ke hutan terlarang..." dai mubai kemudian memberikan sekantong koin perak untuk membeli makanan untuk bekal perjalanan sementara dai mubai menemui para pemetik tanaman mujarab.... sahran berjalan menuju restoran dan memesan beberapa makanan dan memakan nya... selain memakan sahran juga memasukan beberapa makanan untuk gurunya... setelah selesai makan, sahran memesan beberapa bungkus daging mentah dan sayur sayuran untuk bekalnya di perjalanan menuju hutan terlarang... Dai mubai kemudian menghampiri sahran bersama beberapa orang yang ikut dengan nya.. dan kemudian mengajak sahran setelah membungkus semua perbekalan nya... sahran mengikuti dai mubai menuju gerbang sekte dan menemukan sekelompok orang lagi yang menunggunya di sana.... sahran, dai mubai dan para pemetik kemudian berangkat setelah menaikan perbekalan mereka ke dalam kereta kuda yang telah mereka siapkan... sepanjang perjalanan...sahran terus mengumpulkan aura tenaga dalam... Dai mubai tekekejut dengan munculnya tenaga dalam sahran yang telah mencapai 24 lingkaran dengan usia nya yang baru 8 tahun... dai mubai saja yang di sebut si jenius sepanjang sejarah sekte pedang phionix es terbuat tak bisa bernafas melihat sahran dengan kecepatan latihan nya yang begitu mengerikan.... dai mubai kemudian ber asumsi bahwa sahran yang terlihat seperti muda tapi sebenarnya dia adalah orang yang sudah tua di mengaggap bahwa sahran menggunakan jenis jurus terlarang yang membuat pengguna jurusnya kembali muda dan dai mubai mulai khawatir dan waspada, tapi dia kembali terkejut setelah memeriksa tulang nya... dia mengatakan bahwa jurus apapun yang ada di dunia ini.. tidak akan mengubah setruktur tulang yang sebelumnya tua menjadi muda tapi sahran sebaliknya... sahran memiliki tulang muda yang umumnya dimiliki oleh anak 7 sampai 10 tahun dan kekhawatiran dai mubai pun mulai sirna karna dia meyakini bahwa kekuatan sahran adalah kekuatan nya sendiri bukan dari jurus terlarang atau apapun itu... aplagi jika guru sahran adalah sang legenda zhuge feng, dai mubai semakin meyakini dia akan mempunyai masa depan cerah di dunia bela diri...


Setelah berjalan seharian kuda yang membawa mereka mulai kelelahan... akhirnya dai mubai menyarankan untuk beristirahat dan akan melanjutkan perjalanan besok pagi.. sahran mengelurkan sepotong daging yang cukup besar.. kemudian di ikuti oleh dai mubai dan yang lain... dai mubai dan orang orang di sekitar sahran menelan ludah ketika mencium bau yang sangat sedap... kemudian semuanya melirik sahran yang membuat sebuah racikan dari berbagai rempah yang dia temui di perjalanan.. memang di sekte pedang phinonix es mereka hanya menggunakan minyak untuk membuat masakan mereka menjadi enak tapi berbeda dengan sahran dia membuat racikan dari minyak dan berbagai macam rempah dan menuangkan minyak seperti madu untuk membuat daging panggang nya harum serta enak... dai mubai kemudian memandang daging yang kuning dan matang sempurna serta memiliki bau yang sangat menggoda begitu juga dengan semua orang yang mencium bau tersebut... sahran menyadari bahwa mereka semua menginginkan daging yang dia panggang karna terlihat enak...dan akhirnya sahran memberikan racikan yang dia buat untuk di berikan kepada dai mubai dan yang lain... .


" ummm.... ini enak sekali... seumur hidupku aku tidak pernah memakan makanan seenak ini...." dai mubai membuka matanya lebar lebar karna merasakan makanan yang enak seumur hidupnya dia tidak pernah memakan makanan seenak ini di sekte pedang phionix es, dia dan semua orang disana sangat menikmati daging yang di lumuri racikan sahran...


" ummmmm.... heyy nak... sebaiknya kau menjadi koki saja daripada menjadi seorang pembela diri... makanan seenak ini dunia harus merasakan nya..." seorang berkata sambil menikmati daging panggang

__ADS_1


" Haha.. anda terlalu memuji... bagaimanapun suatu hari aku akan menjadi pendekar pengelana dan jika aku tidak memiliki teknik memasak enak... bagaimana aku akan menikmati enak nya dunia ini... haha..! " sahran tertawa dan di ikuti oleh semua orang yang mendengar nya...


kemudian mereka tidur dan berjaga bergantian... karna sahran masih kecil dia tidak di berikan giliran berjaga... tapi sahran tidak tidur melainkan terus berlatih teknik dan jurus dasar pedang di gelap nya malam sampai fajar tiba


__ADS_2