LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.73_Batu inti spirit


__ADS_3

Qian Qian dan Yan Guo sudah membantu sahran merawat Ryukei dan memperbolehkan mereka tinggal beberapa lamapun yang mereka inginkan.


Mereka sangat baik dan tulus. Walaupun kondisi mereka yang serba kekurangan, Tapi mereka tidak segan untuk membuka tabungan yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun hanya untuk membeli makanan enak untuk Sahran dan Ryukei.


Seperti halnya sekarang ini, Walaupun makanan yang ada sangat sederhana dengan bahan seadanya, Tapi bagi mereka itu adalah makanan mewah yang tidak bisa didapatkan setiap hari.


Harta yang mereka punya hanya gubuk tua ini sebagai tempat berteduh saat hujan dan tempat berlindung ketika panas.


Selain itu, Yan Guo hanya bekerja sebagai pengangkat barang dipasar yang pendapatannya tidak tetap.


Sahran bertanya "Kenapa bibi tidak punya anak?" dan mereka menjawab "Kami sudah berusaha selama 10 tahun, tapi setiap kali kami melakukan itu, Qian'er masih tidak bisa mengandung bayi."


Mendengar itu, Sahran sangat prihatin dengan kondisi pasangan suami istri ini, walaupun mereka miskin dan serba kekurangan, Tapi mereka tak pernah pelit kepada orang yang membutuhkan, Karna mereka yakin suatu hari nanti akan ada balasan yang setimpal dan bahkan lebih daripada sekarang.


Hari yang mereka nantikan itu sudah datang, dan itu hari ini...


"Paman Yan, setelah ini paman tidak perlu bekerja dipasar, Ryukei akan membawa paman ke suatu tempat,..." Ucap sahran.


Yan Guo mengerutkan Alisnya "Jika aku tidak bekerja, Bagaimana kita bisa makan nanti??" Tanya Yan Guo.


Ryukei menggenggam tangan Yan Guo "Paman Yan, Jangan banyak bicara lagi, ayo ikuti saja aku..." Ryukei menyeret Yan Guo keluar rumah dan Sahran tetap didalam berdua dengan Qian Qian.


"Bibi, Beberapa hari ini kalian begitu baik pada kami, Hari ini kami mau pamit untuk pergi, tapi sebelum itu izinkan kami membalas budi?!" Ucap Sahran.


Qian Qian cukup terkejut karna Kondisi Ryukei belum pulis sempurna dan Sahran Juga masih terlihat pucat "Kalian mau pergi? Apa tidak bisa tinggal lebih lama lagi?"


Sahran membungkuk "Maaf, Kami harus pergi secepatnya... Karna kalau kami tinggal lebih lama, Kami bisa merepotkan kalian" Ucap sahran.


"Kalau begitu Kalian pergilah... Tidak perlu balas budi,... Aku akan siapkan bekal untuk kalian diperjalanan" Ucap Qian Qian


Sahran meraih tangan Qian Qian dan memeriksa nadi wanita tersebut "Bibi, kamu mengalami Chlamydia, ini infeksi rahim, tapi untungnya belum parah, masih bisa diobati" Ucap sahran.


Qian Qian sangat terkejut, dia menutup mulutnya dengan tangan, dengan mata yang berkaca-kaca "Dik... Ternyata kamu seorang tabib? kenapa tidak bilang?"

__ADS_1


Sahran menggaruk kepalnya yang tidak gatal "Bukannya sudah jelas aku yang mengobati Ryukei...??" Ucap sahran didalam hati.


"Aku bukan tabib, Aku cuman tau beberapa teknik pengobatan. Apakah bibi ingin mencobanya? Aku bisa memijat dan melakukan sedikit akupuntur untuk memperlambat infeksi dan memberikan bibi obat penetral racun serta beberapa obat lain agar penyakit ini bisa sembuh" Tanya Sahran.


"Baiklah, aku percaya padamu, Kalaupun kamu tidak bisa memyembuhkanku, aku tidak akan menyalahkanmu, ini memang takdirku untuk tidak bisa mempunyai anak" Ucap Qian Qian.


Sahran tersenyum tipis dan langsung melakukan pengobatan kepada Qian Qian dengan sangat lancar


"Paman Yan... Kakak memintaku membawamu kesini " Ryukei membawa Yan Guo ke sebuah gua yang sangat gelap di hilir sungai.


Yan Guo melebarkan matanya saat tiba didepan Gua tersebut "Kenapa kamu membawaku kesini? Ini adalah Gua rumput awan, Didalam gua itu ada kabut beracun yang berasal dari rumput awan, sangat berbahaya dan mematikan..." Yan Guo memperingatkan Ryukei.


Ryukei mengeluarkan dua botol permata yang masing-masih isinya adalah Pil Chinberry untuk menangkal racun "Paman, Makan pil ini, rasanya manis... Selain manis pil itu juga merupakan penangkal racun..."


Yan Guo meluruskan jari telunjukanya kearah gua "Apa... Apa kau bermaksud untuk masuk kedalam sana?" Tanya Yang Guo.


"Benar, Tapi paman tidak perlu khawatir, Setelah makan pil itu kita akan baik-baik saja"


"Benarkah?"


Ryukei memegang tangan Yang Guo dan masuk kedalam gua tanpa hambatan berarti "Sebenarnya apa yang ingin kita lakukan didalam sini?"


"Paman akan mengetahuinya setelah kita sampai" Ucap Ryukei.


Yang Guo tidak berhenti bertanya, Dia terus mengocek sepanjang jalan hingga mereka tiba ditempat yang Sahran temukan kemarin malam "Ini dia tempatnya " Ryukei menunjuk kearah langit-langit gua.


Dengan Reflek, Yan guo mengikuti arah jari telunjuk Ryukei "Apa itu yang bersinar itu?" Ucap Yan Guo.


"Itu adalah batu inti spirit, Itu sangat mahal dan berharga, Satu yang sebesar jari telunjuk ada di atas kita, dan harganya bisa mencapai 1000 koin emas" Ucap Ryukei.


Yan guo melebarkan matanya ''Apa...?!!! 1000 Koin emas, Apa kau bercanda? 1000 Koin itu berarti sejumlah pendapatkanku selama 20 Tahun?" Ucap Yang Guo.


"Iya, Batu inti spirit dapat membangkitkan aura petarung didalam tubuh, Kami juga sebenarnya membutuhkan batu inti spirit seperti ini, Tapi kakak punya ramuan yang lebih baik daripada batu inti spirit" Ucap Ryukei.

__ADS_1


"Jadi... Jadi, Kalian memberikannya kepadaku begitu saja?" Tanya Yan Guo.


"Iya, Tapi paman harus merahasiakan hal ini kepada orang lain, Atau paman akan mendapatkan masalah dikemudian hari" Ucap Ryukei.


"Baiklah, Batu inti spirit ini seprtinya lumayan" Ucap Ryiukei sembari melompat dan meraih batu kecil diatas kepala Yan Guo.


Tapi bukannya tercabut, Batu inti spirit itu tidak bergeser sedikitun "Sebenarnya berapa besar batu inti ini?" Ucap Ryukei yang mulai mengeluarkan tenaga dalam untuk mencabut batu inti yang hanya sebesar jari telunjuk.


Argghhh...!!!


Batu yang ada di sekitarnya mulai runtuh karna tekanan dari Ryukei mengakibatkan angin kencang dan juga menimbulkan getaran yang sangat hebat disekitar tempat Ryukei berdiri


"Apa... Apa ini sebenarnya, Aku harus memberitahu kakak" Ucap Ryukei.


"Tu..gunggu, Sepertinga ada sesuatu yang terjadi pada batu itu?! Kau lihat ada pancaran merah yang sangat terang dan warna ungu Pudar disekilingnya" Ucap Yang Guo


Ryukei menghentikan langkahnya dan kembali ke tempatnya berdiri semula lalu melihat ternyata yang di katakan Yan Guo benar, Batu itu mengeluarkan cahaya terang berwarna merah.


Disisi Lain, Sahran sedang memijat tubuh Qian-Qian dan membantu menetralisir segala gangguan Abnormal dalam tubuh, Dibagian-bagian tubuh tertentu ada Parasit dan beberapa Racun dari laba-laba perak serta rumput ilalang putih.


Racun ini tidak begitu berbahaya, Namun jika jumlahnya banyak, itu akan mengganggu sistem syaraf dan bahkan bisa membuat sistem indra tidak berfungsi.


Rupanya Qian-Qian dan Yang Guo pernah pergi kesebuah lembah untuk mengambil madu. Tapi mereka malah terjebak di bawah lembah.


Untuk bisa kembali pulang, Yang Guo mencari jalan kembali ke atas dengan cara berjalan memutar, Tapi mereka harus melewati sarang laba-laba perak dan padang rumput yang cukup Luas untuk bisa pulang.


*


Setelah sahran memijat Qian Qian, Sahran melakukan akupuntur serta terapi yang cukup. Tapi dia menyadari ada yang janggal di punggung Qian Qian, Pasalnya dia mempunyai urat aneh di punggungnya, Dan ternyata itu bukan urat, Melainkan seekor cacing besar yang terus menerus menggerogoti tubuhnya.


"Apa ini??"


"Bibi, Selain penyakit, didalam tubuhmu juga ada cacing pemakan jiwa, Dia akan memakan jiwa pada inangnya setiap tahun, Jika tidak dikeluarkan maka mungkin bibi akan mengalami sakit yang sangat menderita dan akhirnya cacing itu akan tumbuh sebagai parasit di tubuh bibi,..." Ucap Sahran

__ADS_1


Karna Sahran masih belum yakin sepenuhnya, dia menusukan satu jarum perak ke cacing tersebut dan hasilnya sungguh mengejutkan. Sahran melihat cacing itu bergerak meliuk-Liuk.


Selain itu Lubang bekas tusukan jarum mulai mengeluarkan cairan biru kehitaman yang merupakan kotoran cacing tersebut.


__ADS_2