
"Aku ingin bertanya padamu... apakah kamu pernah berlatih sebelum nya... aku curiga.. kenapa kau memiliki kekuatan seperti itu sedangkan kamu kan masih muda... tidak mungkin kan kamu berlatih sendiri.. pasti ada guru hebat yang diam-diam mengajarimu..." zhuge feng menatap sahran dengan tatapan dingin
"Guru aku tidak pernah berlatih sebelum nya.. ayah bilang bahwa aku tidak cukup umur untuk berlatih bela diri... dan guru..! kenapa kau bertanya padaku....?? guru kan bisa membaca fikiran...!??" sahran menandang dengan tatapan heran kepada zhuge feng..
"Ahk itu... sebaik nya kau keluar dan mencari makan... kau sudah tidak makan selama satu minggu... badan kurus mu itu akan membuat para gadis menjauhimu.." zhuge feng terkekeh meledek sahran
"Guru memang nya kenapa kalu aku cungkring.. dan memangnya kenapa kalau gadis-gadis menjauhiku.... tunggu..!! Aku kira guru orang nya selalu serius dan dingin... ternyata guru juga tertarik dengan para gadis gadis muda... ahk guru...!! guru lebih cocok dengan nenek ku... Dia sudah lama janda; dan nenek ku sangat cantik lho... dan pastinya lebih muda dari guru....." Sahran menahan tawanya dan memandangi gurunya dengan tatapan aneh...
"Dasar bocah tengik...siapa juga yang peduli nenek mu janda atau belum.... aku peduli padamu tau....!! hmmmm,... sebaiknya kamu segera mencari makan aku juga sudah lapar...!!".zhuge feng memegang perutnya yang mulai keroncongan
"Ahk... baiklah.." sahran beranjak pergi dari ruangan tersebut dan saat dia keluar kebetulan berpapasan dengan dai mubai yang juga ingin bertemu dengan nya...
"Heh aku kira kamu sudah mati di dalam.... ayo ikut aku... aku akan mengajak mu ke paviliun pedang untuk memilih pedang yang cocok untuk mu..." Dai Mubai mengajak sahran ke paviliun pedang agar dia bisa berkontraksi dengan pedang pertama nya
"Baiklah...! tapi tetua sebelum itu aku ingin mencari makan dulu... aku sudah seminggu tidak makan... jika tidak makan maka aku benar benar akan mati..." sahran memegang perutnya dan menunjuka wajah memelas
"Aiya...aku lupa kamu sudah satu minggu didalam dan belum makan... ayo aku akan membawamu ke restoran dekat sini untuk makan..."
"Ahk.. terima kasih tetua.." Sahran merasa bersemangat
Tidak terlalu jauh dari tempat latihan, sahran melihat sebuah rumah sederhana yang mengeluarkan aroma masakan yang sangat menggoda, semakin dekat dengan restoran semakin pekat aroma masakan yang membuat perutnya semakin berbunyi nyaring... dia kemudian masuk ke dalam restoran tersebut dan memesan beberapa hidangan seperti sayuran dan daging Sahran menyantapnya dengan lahap...
__ADS_1
"Hmmm...makanan apa yang akan aku berikan untuk roh penasaran seperti guru ya.." sahran emandang makanan yang ada di depan nya
"Dasar Bocah tengik....!! aku bukan roh penasaran, aku masih hidup..." Zhuge feng berteriak yang membuat kepala sahran sedikit sakit dan tidak sesakit sebelumnya karna dia punya tenaga dalam...
"Berikan aku daging dan arak..." zhuge feng menunjuk daging
"Guru... orang tua sepertimu harusnya makan sayuran dan jus buah agar sehat.." Sahran berbicara dengan mulut penuh
"Bocah... aku tidak akan memberimu jurus baru jika kamu masih keras kepala..." zhuge feng tersenyum jahat ..
"Ahk... benarkah.. guru kamu harus menepati janji mu.." kemudian sahran melirik ke setiap sudut ruangan agar tidak ada orang yang melihat dan mendekatkan daging yang ada di meja ke cincin yang ada di dadanya...
"Tetua... di sekte pedang phionix es, pedang apa yang paling kuat..." sahran bertanya
"Tentu saja pedang pusaka es" Mubai menjawab
"Pedang pusaka es... pedang apa itu.. apakah terbuat dari es..." sahran bertanya
"Pedang tersebut terbuat dari baja dingin yang hanya terdapat di benua es selatan yang melegenda itu,. pedang pusaka es bisa menebas ribuan musuh dengan satu tarikan nafas.. tapi sayang nya pedang tersebut hilang bagai di telan bumi... 500 tahun yang lalu pedang tersebut di bawa oleh DEWA PERANG Karna kecocokan nya dengan elemen es yang sangat langka di dunia, dan hilang di medan pertempuran yang sampai sekarang tidak pernah di temukan... kami terus berusaha mencari nya tapi tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan... dan sekrang pedang tersebut hanya tinggal sejarah; Haihh.. sayang sekali,.." Dai mubai menghela nafas setelah menceritakan pedang pusaka es yang mungkin jika sekarang ada di sekte pedang phionix es dia bisa merasakan bagai mana sensasi pedang phionix es tapi walaupun pedang tersebut hilang tapi dai mubai percaya bahwa pedang tersebut masih ada di dunia ini..
"Tapi tetua... pedang sekuat itu tidak mungkin rusak kan.." sahran bertanya
__ADS_1
"Benar... pedang yang terbuat dari baja dingin tidak mungkin rusak begitu saja... tapi takut nya pedang itu akan di miliki oleh orang yang salah..." dai mubai menjawab dan mengehela nafas..
setelah berjalan selama setengah jam... mereka tiba di paviliun pedang dan masuk kedalam bangunan yan besar di tengah sekte pedang phionix es
"wooww.....!! banyak sekali pedang...tetua bagai mana caranya aku memilih...?? sahran melihat pedang pedang yang terpajang di paviliun
"Pedang yang cocok dengan mu yang akan mencoba menyerap elemen mu.. dan saat itulah kau harus menjalin kontrak dengan pedang tersebut... nak.. apa elemen mu.." dai mubai bertanya...,
"Aku punya elemen ganda tetua.." sahran menjawab dan seketika suasana ruangan menjadi hening banyak orang sekarang perhatian nya terpusat pada sahran
"Heyy... jangan bercanda.. bocah lemah seperti itu mana mungkin mempunyai elemen ganda. " Seseorang berbicara di antara banyak orang yang melihat sahran
"Benar....!! ya benar...!! hanya sang legenda raja naga utara yang bisa mempunyai elemen ganda...!! mana ada bocah lemah seperti itu bisa punya elemen ganda.. !! 'iya tidak mungkin'..!!" Orang orang meneriaki dan memaki sahran
"Semuanya diam....!!" mubai berteriak dengan tenaga dalam dan hawa pembunuh membuat semua orang lututnya merasa lemas
"Sahran.. coba tunjukan elemen ganda mu.. agar aku bisa mencari pedang yang cocok untuk mu.." dai mubai menatap sahran dan kemudian sahran mengeluarkan aura elemen angin dan petir yang membuat se-isi paviliun menjadi hening beberapa saat.. mereka tau bahwa elemen petir adalah elemen terkuat dan sangat jarang di temukan sementara elemen angin bisa mengstabilkan tekanan pada elemen petir.. kedua elemen itu sangat cocok di satukan dan sahran memiliki keduanya
Dai mubai seolah tidak percaya dengan apa yang dilihat nya karna selama ini dia hanya menganggap seseorang memiliki dua elemen sekaligus hanyalah mitos belaka yang tidak mungkin ada..
setelah apa yang dilihatnya, dia semakin yakin bahwa dia benar benar murid dari sang legenda Zhuge Feng, bisa di bayangkan; Dai Mubai merasa sangat terkejut melihat dua elemen dalam tubuh seorang bocah, bagaimana jika sahran mengeluarkan seluruh elemen yang ada dan satu elemen terlangka di dalam tubuhnya
__ADS_1