
Malam semakin larut, mereka semua tidur dan berjaga bergantian, terkecuali sahran dia tidak tidur ataupun berjaga dia hanya berlatih, sahran duduk di sebuah batu besar di bawah pohon dekat sungai, sahran duduk bersila untuk memahami setiap gerakan jurus petir bencana dan sesekali dia membuka buku, tapi karna tidak ada penerangan sahran hanya bisa mengingat kembali lembar pertama buku petir bencana yang pernah dia baca.., sahran bangkit dari duduk nya dan mengeluarkan pedang naga xuan, di saat sahran mengayunkan pedang nya ada sebuah suara gemerisik dari balik semak yang membuat sahran terkejut dan langsung bersembunyi di balik batu besar yang dia duduki, sahran menyembunyikan tenaga dalam untuk berjaga jaga, benar saja 3 orang berjubah hitam dan satu orang berjubah kuning muncul dari balik semak sahran mengira mereka hanyalah pendekar biasa yang sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat, mereka mungkin datang ke sini karna mencium aroma daging panggang... tapi tenyata sahran salah, sahran mendengar percakapan antara mereka berempat..
" Bos apa kau yakin rombongan itu ada disini... kalau dilihat dari situasinya mungkin mereka sudah masuk ke hutan terlarang dari siang hari tadi,..." ucap A
" Ya bos,.. rombongan mereka mungkin sudah sampai di hutan terlarang, tapi jika kita memasuki hutan terlarang maka butuh waktu lama untuk kembali..." Ucap B
" Tidak... rombongan mereka ada di sini.. tidak ada rombongan lain yang memasuki hutan terlarang selain rombongan 3 hari lalu yang
kita rampok..." Ucap pria berbaju kuning,
dilihat dari percakapan mereka sahran menyadari bahwa mereka adalah perampok gunung yang ingin merampok rombongan dai mubai
" Huh.. mereka berniat jahat... tapi bagai mana aku bisa lari tanpa di sadari oleh mereka..." sahran berfikir
" Hanya bisa mencoba... huff.. " sahran berlari secepat yang dia bisa tapi dengan reflex sahran juga mengeluarkan sejumlah tenaga dalam yang membuat salah satu orang menyadarinya...
sahran sadar apa yang dia lakukannya dan kembali menyembunyikan tenaga dalam yang dia keluarkan, tapi itu terlamabat mereka telah menyadari keberadaan sahran
" Kejar dia..!" ucap pria berbaju kuning, kemudian salah satu dari mereka mengejar sahran dengan kecepatan tinggi dan mulai menyusul semakin dekat...
sahran terpakasa berhenti, dan menghadapi pendekar yang mengejarnya
" Heh ternyata hanya seorang bocah.. apa yang kau lakukan malam malam di tengah hutan..." ucap orang tersebut, yang membuat sahran terkejut adalah suaranya halus dan cempreng yang menandakan dia seorang wanita
" Aku sebenarnya kesini hanya mengambi air bersih saja untuk di minum tidak ada maksud apa.apa..." ucap sahran
" wahh.. benarkah..! aku tidak melihat kau membawa wadah untuk membawa air..., apa kau coba membohongi ki..." jawab orang itu
__ADS_1
" Aku kan tadi sudah bilang...! aku hanya mengambil air beraih untuk di minum buka. untuk di bawa..." ucao sahran
" Ehk... iya juga ya masuk akal..! tapi aku akan tetap mengirimmu ke neraka... hahaha.." orang itu tertawa jahat
" Jangan..! kumohon.. ! seperti yang aku katakan aku hanya minum dan aku hanya meminumnya sedikit.." jawab sahran
" Tapi aku akan tetap mengirim mu keneraka.. hahaha..." dia tertawa
Orang itu menyerang sahran dengan kekuatan yang peling lemah seolah dia sedang meremehkan sahran, sahran menghindar dari serangan nya, karna merasa terpojok akhirnya sahran mengeluarkan pedang nya dan mulai menyerang balik
JURUS PETIR BENCANA : GELOMBANG SPIRIT
Dhuarrrr.....!!!
" Tidak mungkin...kau hanya seorang bocah argghh..." wanita yang sahran serang terlempar cukup jauh dan tidak menyangka dirinya akan kalah dari seorang bocah..
Sahran berlari dengan cepat dan akhirnya sampai di tenda dai mubai dan membangunkan semua orang
" Ada apa...apa yang terjadi...? kenapa kau terlihat panik
" Tetua.. ada perampok di sebrang sungai ada 4 perampok dan satu di antaranya berhasil aku lumpuhkan mereka berada tidak jauh dari sini..." sahran berbicara dengan nafas terengah engah
" Perampok... ?? ayo tunjukan jalannya aku akan menghajar mereka hingga hanya tulang ekor yang tersisa ..."
Dai mubai menyeret sahran yang nafas nya masih terengah engah, sahran menunjukan jalan nya kepada dai mubai mereka berlari secepat yang dia bisa setelah beberapa saat tiba lah di tepi sungai yang ternyata benar apa yang di katakan sahran, ada 3 orang yang sedang duduk di sebrang dengan 2 orang menggunakan jubah hitam dan satu di antaranya berjubah kuning
" Apa yang kalian ingin kan..." dai mubai menatap ketiga orang tersebut
__ADS_1
" Ahk... kau.. kau adalah dai mubai.." pria berjubah kuning berbicara dengan lantang dan suaranya terdengar seperti seseorang berusia 40 tahun
" Dariman kau tau namaku... apakah aku mengenalmu...??" dai mubai mentap heran
" Semuanya ... lari.." pria berjubah kuning berteriak dan ketiga nya lari dengan sangat cepat sampai dai mubai pun tidak dapat mengejar..
" Sialan... lain kali aku akan menangkap kalian... tapi siapa pria yang berbaju kuning itu..?? kenapa dia mengenaliku... " dai mubai bergumam dan mulai melamun, sahran menarik jubah dai mubai yang membuatnya sadar dari lamunan nya
" Tetua... kita bisa bertanya pada seseorang..!" ucap sahran
" Seseorang..?? siapa lagi yang ada di hutan ini.." dai mubai bertanya
" Itu adalah seorang wanita yang aku lumpuhkan disana tadi... " sahran menunjuk ke suatu arah
" ayo aku akan mengintrogasi nya sampai dia mengaku...." dai mubai terlihat kesal
" Tetua.. ikuti aku..." sahran berlari secepat yang dia bisa dan di ikuti oleh dai mubai
Mereka tiba di suatu tempat yang menjadi pertarungan sahran dan wanita itu, dai mubai kemudian mengecek nadi nya dan dia masih hidup, kemudian sahran dan dai mubai kembali ke tenda dengan membawa wanita di pundak nya
" Tetua... apa yang akan kau lakukan pada wanita ini...??" ucap sahran
" Jangan bilang kau mempunyai fikiran kotor...! kau masih kecil jangan berfikir seperti itu..." dai mubai menjawab
" Tetua.. kau.. kau salah faham.. aku sebenarnya hanya ingin tau.. setelah kau introgasi wanita ini kau akan apakan dia.."
" aku akan apakan dia kau tidak perlu tau.. yang jelas aku hanya ingin tau siapa pria berjubah kuning yang tadi menyebut namaku.. dan ekspresi pria itu saat melihatku sepertinya terkejut, aku penasaran apa tujuan mereka...?" ucap dai mubai
__ADS_1
" tetua... kau kan tetua terhebat di sekte pedang phionix es.... , jadi tidak heran kan jika ada seseorang mengenalmu..." ucap sahran
" Memang di sekte pedang phionix es tidak ada yang bisa menandingi ku; tapi aku selalu melakukan pelatihan tertutup dan jarang menunjukan muka kepada banyak orang..,! jadi aku dapat menyimpulkan bahwa pria berjubah kuning itu adalah orang dalam sekte pedang phionix es.." jawab dai mubai