LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.82_Menuju kota Zeus


__ADS_3

Sahran melanjutkan perjalanan kembali, kali ini yang harus dia lakukan adalah berlatih dan kembali ke kaisaran Tang, setelah itu dia akan kembali masuk ke sekte pedang phionix es mencari gurunya. Tetapi sebelumnya dia akan pergi ke lembah Zhong terlebih dahulu.


Sebelum pergi, Sahran membawa bekal yang sangat banyak dari penginapan, bahkan mereka memberikan bekal lebih untuk sahran setelah melihat Du Gu Shang orang terkuat di ibukota bersikap hormat padanya, menurut mereka tidak ada salahnya berhubungan baik dengan orang yang tidak biasa seperti sosok pria kurus didepan mereka itu


Sahran juga diberikan sebuah kompas dengan beberapa peralatan canggih untuk membantu perjalanannya, Pelayan bilang perbatasan antara kekaisaran Sojin dengan Kekaisaran Chun ada di Timur, tapi untuk sampai lebih cepat Sahran bisa ke utara menggunakan Formasi teleportasi.


Pelayan juga menambahkan bahwa karna sahran sudah berada disini kenapa tidak berpartisipasi untuk mencari tanaman mujarab di barat daya, lebih tepatnya di makam kaisar huang yang berada dilembah Zhong. Itu juga yang menjadi alasan kenapa penginapan ramai dengan para pembela diri akhir-akhir ini.


Setelah pelayan mengatakan Formasi teleportasi, kenapa dia tidak kefikiran tentang itu, Sahran bisa teleportasi sejauh 50KM dan tidak perlu menggunakan Formasi teleportasi. Jadi dia memutuskan untuk berteleportasi, tetapi sahran juga tertarik dengan makam kaisar huang yang disebutkan karna persediaan tanaman mujarab yang dia punya semakin sedikit dan Sahran juga perlu berlatih untuk meningkatkan ilmu alkemis yang dia miliki.


"Baiklah Xiao Bai, ayo kita mulai...!" Teriak sahran dengan gembira karna dia masih tidak percaya setelah beberapa tahun akhirnya dia akan kembali ke keluarganya


Dia membeli sebuah kuda perang dikaki bukit untuk menemani perjalanannya kali ini, sebenarnya dia tidak memerlukan kuda akan tetapi dengan menaiki kuda sahran bisa sekalian berlatih diperjalanan.


Harimau mata api yang diberi nama Xiao Bai kini ikut bersama sahran, dia memutuskan untuk merawatnya karna Harimau mata api jantan mempunyai badan besar dengan sayap lebar yang mampu terbang 4.000 kaki dari tanah.


Walaupun Xiao bai dan sahran belum menjalin kontrak, tetapi Xiao bai sudah menganggap sahran ayahnya sendiri, itu terlihat ketika dia senang bergelantungan dipundak sahran dan tidur dipelukannya.


Tujuan sahran adalah kota Zeus, Sebelumnya pelayan mengatakan jika penduduk kota ini akan memandang aneh orang berambut hitam dan panjang seperti sahran, karna mereka adalah penduduk asli kekaisaran Sojin yang berambut coklat, berkulit putih dan bermata biru jadi dia menyarankan sahran untuk berhati-hati.


Mereka tidak mempunyai kekuatan bela diri internal, Mereka hanya melatih kekuatan tubuh dan memperkuat pondasi mereka. Yang mereka unggulkan adalah teknologi, seperti senapan dan bom yang dapat meledak.


Jadi agar tidak terjadi salah faham, Sahran tidak boleh menggunakan kekuatan internal atau yang mereka sebut dengan kekuatan magis, karna itu akan memicu opini orang-orang dan menganggap sahran adalah titisan iblis, mereka akan menggunakan teknologi yang mereka kembangkan seperti borgol ukiran mantra yang dapat menahan 90% kekuatan magis.

__ADS_1


Tentu saja jika itu terjadi maka hal tersebut dapat menjadi bumerang bagi sahran.


Tapi untuk saat ini sahran hanya bisa berlatih karna didalam kota dia tidak bisa melakukan hal serupa.


Matahari sudah tidak menunjukan sinarnya, langit sudah berwarna oranye dan sahran belum bisa melihat kota dari kejauhan, jadi untuk bisa sampai lebih capat dia memutuskan untuk teleportasi.


Tapi sebelum dia mengaktifkan formasinya, Sahran melihat ada api besar ditengah hutan bersama dengan orang-orang disekelilingnya "Apa ada kebakaran, atau mereka sedang melakukan ritual sesat apaan?" Ucap sahran, menggaruk kepalanya yang tidak gatal kebingungan.


Dia melihat api itu semakin besar dan ada teriakan histeris mulai terdengar.


"Tidak, jangan bunuh Kakek" Ucap seorang gadis yang sedang meronta dipegang oleh dua orang peria.


"Uhuk! le–lepaskan Cucuku, aku akan memberikan apapun yang kalian mau tapi lepaskan cucuku" Ucap seorang kakek-kakek tua yang sedang dipasung ditengah kobaran api.


Sahran melihat peria yang memegang kipas itu juga berambut hitam panjang sama sepertinya, jadi jika dia bukan pendekar maka dia adalah bandit yang sedang merampas.


Peria itu mendekat kearah gadis yang terlihat masih berumur 16 tahun "Oh, Sangat cantik dan tubuhmu mulus sakali, aku akan melepaskanmu jika kamu bersedia menemaniku malam ini hehehe!!" Ucapnya, dia membelai dagu gadis itu dengan tatapan mesum.


"Kau breng**k!! Kau titisan iblis, dasar mesum" Ucap gadis itu dengan wajah pucat karna ketakutan, dia menangis sejadi-jadinya sembari terus-menerus mengutuk pria berambut hitam didepannya.


"Sepertinya kau sudah tidak sabaran, baiklah! hahaha!!" Pria itu memegang baju gadis itu dan merobeknya dibagian dada.


Aaaaaaaahhh!

__ADS_1


Argh!!!


Seketika kepala pria berambut hitam itu sudah tidak lagi ditempatnya, dia ditebas sangat cepat dengan pedang hingga beberapa orang tidak menyadarinya.


Seorang pria misterius muncul dari balik asap dengan wajah yang tertutup jubah "Kalian para bandit harus mati!" Ucap pria tersebut dengan mengelurkan sebagian kecil aura pembunuh.


Dan itupun membuat semua orang terdiam tak bisa bergerak bahkan ada sebagian dari mereka yang pingsan, Gadis yang dipegang oleh dua orang itu juga sudah terlepas namun dia masih diam ditempatnya dan terduduk ditanah "Da–Darah itu darah" Ucapnya sambil gemetar.


Sementara pria misterius itu membebaskan kakek tua yang dipasung ditengah kobaran api "Apa kau baik-baik saja" Tanya pris misterius.


"A–aku baik-baik saja, terimakasih tuan telah menyelamatkanku" Ucapnya dengan sedikit membungkuk.


"Cucuku, apa kau baik-baik saja" kakek tua itu berlari kearah sang gadis dan terlihat jelas dia sedang trauma.


"Da–Darah! Itu darah!" Dia terus menerus mengucapkan kalimat yang sama berulang kali dan akhirnya dia tidak sadarkan diri.


"Sekali lagi saya berterima kasih! untuk tanda terima kasih, saya mengundang anda kerumah saya untuk makan malam dan memberikan beberapa hadiah, apa anda bersedia tuan" Tawar kakek tua itu dengan senyuman.


Pria misterius tidak menjawabnya, dia hanya berbalik dan pergi meninggalkan mereka berdua "Aku tidak tertarik" Ucapnya.


Kakek tua itu berlari dan menghentikan langkah sahran dengan memberikan sebuah token emas "Tunggu tuan, apa anda bisa menerima ini, anda bisa gunakan token ini disemua toko dan paviliun alkimia Naga emas, anda bisa membeli tanaman mujarab, pil obat dan semua yang anda butuhkan dengan potongan harga 50% dari harga aslinya" Ucapnya dengan semangat.


Dia merasa sangat beruntung, bukan hanya mendapatkan tawaran yang menggiurkan, dia juga mendapatkan kepercayaan dari orang besar seperti lelaki tua didepannya.

__ADS_1


__ADS_2