
"Ya, aku seorang alkemis" Ungkap Sahran.
Jack dan Ken saling bertatapan, tidak sia-sia mereka bersikap hormat walaupun kepada seorang anak muda, ternyata orang didepannya memang pantas dihormati "Jadi tuan seorang Alkemis tingkat apa?" Tanya Ken dan jack bersamaan.
Sahran tidak langsung menjawab, dia mengeluarkan Token ujian alkemis yang dia dapatkan di dunia Es, token perak dengan gambar naga tiga bintang.
Jack dan Ken tidak mengenali Token yang di keluarkan Sahran, karna Token disini semuanya berwarna perunggu bergambar api dengan satu bintang dan bergambar kilin api dengan dua bintang. Sementara Token Sahran bergambar Naga dengan 3 Bintang.
"Tuan muda anda... Apakah anda Alkemis bintang 3?" Tanya Jack.
Setiap tingkatan alkemis tokennya akan di kategorikan menurut suhu dan pengendalian api, wujud api memang akan berubah seiring berjalannya waktu jika dilatih terus menerus, tingkatan pengendalian dan suhu api akan berevolusi.
Alkemis bintang Satu hanya mempunyai api biasa dengan suhu normal, Alkemis bintang dua mempunyai api berwarna ungu dengan suhu yang cukup tinggi seperti Api Qilin. Alkemis bintang tiga memiliki suhu api yang tinggi seperti naga api, bahkan bisa melelehkan Besi menjadi beragam bentuk, api ini sering digunakan Alkemis untuk membuat ramuan dan menempa, mereka biasanya menempa alat kesehatan seperti kristal deviant yang saat dihancurkan maka akan mengeluarkan setitik aura kehidupan.
Jadi tidak heran Kedua orang ini tidak pernah melihat Token perak.
"Benar, aku adalah Alkemis bintang 3, tapi aku belum pernah membuat ramuan tingkat Emas karena resepnya sangat sulit ditemukan" Ungkap Sahran menggelengkan kepala.
Mata ken bersinar, matanya melesat kembali ke wajah Sahran, Ken dan Jack tiba-tiba berlutut didepan Sahran "Maafkan kami tuan, tidak menyambut anda dan bertindak kasar dengan tidak menjamu anda selayaknya" Ucap Ken dan Jack bersamaan.
Sahran sudah menduga hal ini akan terjadi, Alkemis begitu dihormati bahkan seorang Raja harus menurunkan harga dirinya di depan seorang Alkemis, tapi sebenarnya bukan penghormatan seperti ini yang dibutuhkan Sahran, karena dia sadar hubungan antara atasan dan bawahan hanya sekedar hubungan saling menguntungkan, sementara dia butuh teman.
Sahran memegang pundak kedua orang itu "Hei bangunlah, di bawah lutut seorang lelaki terdapat emas, berlutut hanya untuk Raja dan orang tua, Orang biasa sepertiku tidak pantas mendapatkannya" Ucapnya.
Jack memejamkan matanya, Ternyata identitas sahran tidak berhenti sampai disitu, selain latar belakangnya yang misterius Sahran juga merupakan seorang Alkemis bintang tiga, diseluruh kekaisaran Sojin Sahran adalah alkemis bintang tiga pertama yang menginjakan kaki disini.
"Tu–Tuan, apa anda..."
"Panggil aku Xiao Ran" Ucap Sahran memotong.
__ADS_1
"Ran'er, Selama perjalanan kamu pasti lapar, aku akan menyediakan beberapa makanan untuk anda" Ucap Ken dengan senyum.
Sahran masih tidak terbiasa di perlakukan seperti itu, dia terbiasa makan di kedai pinggir jalan ditemani bau alkohol dimana-mana, jadi rasanya aneh sekali jika dia dilayani sebagai tamu terhormat.
Ken berlari menuju dapur, dia meminta pelayan disana menyediakan air teh untuk Sahran selagi menunggu dan meminta semua orang untuk membantu koki memasak.
Kepala koki tiba-tiba menghampiri Ken "Tuan, Apa ada tamu terhormat yang datang, jika ia aku akan memasak makanan terbaik" Ucapnya dengan sedikit membungkuk.
Kepala koki melihat Ken begitu panik seperti sedang kedatangan tamu seorang raja ke paviliun, dan ini kesempatan dia untuk menunjukan bakatnya memasak agar tamu terkesan bahkan ada kemungkinan dia dijadikan koki kerajaan.
Ken meremas baju kepala koki, dengan sedikit emosi dia benar-benar panik "Benar, ada seorang Alkemis bintang tiga berkunjung ke paviliunku, aku berikan waktu setengah jam untuk memasak, jika belum selesai akan aku pecat kalian semua" Teriak Ken.
"Apa? Alkemis bintang tiga, bukankah itu hanya ada didalam legenda?"
"Tidak mungkin, seorang alkemis bintang tiga datang ke kota terpencil ini"
Ken terlihat kesal, bukannya memasak orang-orang ini malah bergosip membuat emosinya memuncak "DIAM!!! CEPAT MEMASAK!!" Teriak Ken.
Teriakan itu sampai ke telinga Sahran dan Jack yang sedang mengobrol diruang tamu "Heheh orang tua itu selalu bersemangat" Ucap jack terkekeh.
Ekspresi sahran tumpul, dia terlihat bosan bahkan beberapa kali dia berjalan-jalan disekitar ruangan melihat-lihat lukisan, mata sahran tiba-tiba bereaksi kepada satu lukisan bergambar bunga lotus "Lukisan ini..."
"Jika Xiao Ran tertarik, kamu bisa memilikinya" Ucap Ken dari belakang, dia sudah mengganti bajunya dengan baju Formal.
Sahran menyipitkan matanya, dia sudah bosan menunggu disini sampai bokongnya keram tapi orang tua itu malah sibuk sendiri.
"Baiklah, tapi darimana ketua mendapatkan lukisan ini?" Tanya sahran, dia menurunkan lukisan itu dan membawanya ke tengah meja.
"Lukisan indah ini ditemukan oleh seorang pemburu ditengah hutan, katanya dia melihat seekor burung yang membawanya benda aneh lalu menembaknya dan ternyata benda aneh yang dimaksud adalah sebuah lukisan" Jawab Ken.
__ADS_1
Mata Es merasakan gelombang energi spirit dari dalam lukisan ini, dan dia mengira didalam lukisan terdapat sesuatu.
Saat dibedah, ternyata benar lembarannya sangat tebal "Jika aku tidak salah, ada kertas lain menempel dibawah lukisan ini" Ucap Sahran.
Ken penasaran, dia meminta pelayan membawakan pisau tetapi sahran menghentikannya dan mengeluarkan belati "Pisau tidak cukup tajam, dia akan merusak lukisannya" Sambung Sahran.
Dia melipat lukisan itu horizontal, lalu menuangkan air ditengahnya membuat lukisan luntur.
Ken terlihat sangat antusias, dia membeli lukisan itu seharga 20.000 koin emas, tapi dia sama sekali tidak menyesal, Koin sebanyak itu bahkan tidak sebanding dengan harga satu Botol ramuan perunggu bintang 9.
Sahran memotong kertasnya itu pelan, dan ternyata didalamnya benar-benar terdapat kertas lainnya "Benar, ini rahasia yang terkandung didalam lukisan, biar kulihat..." Ekspresinya berubah derastis, ternyata kertas itu kosong.
"...Kosong?!" Lanjut sahran.
Lalu tiba-tiba ada suara misterius dikepala Sahran "Gunakan energi spirit" Ucapnya.
"Suara ini? Xun?!" Sahran membatin kebingungan.
Dia mengira Xun sudah meninggalkannya, Sahran tidak mendengarkan Xun sebelumnya dan memegang batu Safir bumi secara paksa mengakibatkan dirinya pingsan.
Jadi Sahran beranggapan Xun membuang dirinya dari dunia Es dan kembali ke dunia ini karena dia tidak berguna, ternyata Xun masih ada didalam tubuhnya.
"Xun, bagaimana bisa?" Tanya Sahran.
"Ternyata kau masih mengingatku, eh bocah apa yang kau lakukan?" Ucap Xun.
Sahran memukul kepalanya beberapa kali sambil bergumam "Keluar! kotoran keluarlah dari tubuhku, kotoran tak tahu malu keluarlah..." Gumam sahran.
Xun menyipitkan matanya, dia tidak menyangka Sahran mengingat kejadian sebelumnya saat dia memasukan ulat kedalam sakunya "Dasar bocah ini..."
__ADS_1