LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.2_DESA LEMBU HIJAU


__ADS_3

"Apa....!! Feng hu meninggal..,??" kepala desa mengerutkan dahi nya mengetahui bahwa Feng hu meninggal; karna dia tahu bahawa Feng hu adalah penyumbang konstribusi hasil buruan terbesar di desa mereka


Feng hu di kenal sebagai ketua pemburu di desa mereka karna kehebatan menggunakan tombak serta membuat perangkap untuk berburu, setiap minggu kurang lebih ada 10 tangkapan kecil dan 3 tangkapan besar selalu ia bawa dan bagikan kepada penduduk di desa nya; Tentu saja meninggal nya Feng hu membuat kepala desa merasa terpukul karna selama ini Feng hu adalah pria yang paling di hormati di sana


di desa mereka ada sekitar 50 pemburu yang mempunyai keterampilan memburu terbaik dan 5 terbaik di antaranya mati karna serangan perampok yang lebih kuat dari mereka...


Desa ini bernama desa lembu hijau karna menurut legenda; di desa ini dulunya terdapat sarang lembu hijau


Lembu hijau merupakan hewan khayangan yang legendaris; tetapi Sayangnya hewan ini sudah punah 3000 tahun sebelum desa ini berdiri, sudah ratusan generasi; legenda tersebut bertahan sampai sekarang dan belum ada yang bisa membuktikan kebenaran cerita tersebut, desa lembu hijau berada di sebuah lembah yang di kelilingi hutan riyun


Hutan riyun merupakan hutan dengan banyak hewan buas yang seringkali muncul hewan khayangan, karna keberadaanya yang paling dekat dengan ibu kota, hutan riyun sering di jadikan sebagai tujuan pemburu di berbagai tempat di kekaisaran ming dan tidak jarang ada juga yang berasal dari luar daerah..


Karna letak nya dekat dengan hutan riyun desa lembu hijau menjadi desa yang tidak asing di telinga petarung dan pendekar yang ingin sekedar mencari bekal atau menginap di tempat ini..


Dan selain ada pendekar yang menginap atau mencari bekal, si desa lembu hijau juga ada pedagang yang membeli hasil buruan para penduduk desa tersebut dengan harga yang cukup murah; selain jauh dari kota desa lembu hijau juga tidak terlalu tau nilai beli dan nilai jual, sebenar nya mereka tau bahwa uang itu tidak banyak tapi cukup untuk mereka gunakan sehari hari sebagai nilai tukar di kota yang membuat mereka setuju-setuju saja untuk menjual hasil buruan


50 tahun lalu pernah ada serangan hewan buas yang menyerang desa lembu hijau hingga membuat kerusakan parah dan jatuh banyak korban, hewan itu adalah serigala awan kelabu atau di sebut juga siluman kelas 2, kekuatan nya setara dengan perajurit petarung yang membuat mereka kewalahan menghadapi ratusan bahkan ribuan serigala awan kelabu....


Selain berduka atas jatuh nya banyak korban penduduk juga mengumpulkan jasad serigala awan kelabu; hewan itu adalah sumber daya yang sangat mahal di kota dan ibu kota kekaisaran ming.. selain bulu leher yang biasa di buat penghangat badan, serigala awan kelbu mempunyai jambrud siluman... jambrud siluman sangat berguna untuk membentuk tenaga dalam dan meningkatkan kekuatan fisik


jenis hewan dibagi menjadi 4 yaitu :

__ADS_1


Hewan biasa


Hewan siluman


Hewan ghaib


Dan Hewan khayangan


##


"Ayah...!! Sahran tidak akan mengecewakan ayah..!! Sahran berjanji, Sahran akan menjadi kuat dan membuat ayah bangga...!! " Sahran berduka atas kematian ayahnya; derai air mata mengalir di pipinya mengingat kenangan-kenagan dulu yang Sahran dan ayahnya lalui bersama;


"maaf ayah ibu jarang datang ke makam ayah... karna ibu masih tertekan karna kematian ayah, dan masih tidak percaya bahwa ayah akan pergi secepat ini.....!!" ujar Sahran bergumam sambil menunduk....


Sahran kemudian mengambil cincin giok yang ada di batu nisan ayahnya dan memasukannya ke saku celana dan seketika cincin itu mendadak memanas dan mengeluarkan cahaya sesaat dan kembali mendingin... Sahran merasa kebingungan karna kejadian tersebut dan membawa cincin giok tersebut ke sebuah paviliun yang cukup jauh dari desa...


Sesampai nya di sana Sahran menanyakan benda apa cincin itu..? dan mengapa cincin itu bisa memanas! para pengawas dan penaksir barang pusaka tidak mengetahui apa cincin giok tersebut dan hanya kagum karna keindahan nya...


sesekali cincin giok itu di tawar dengan harga tinggi karna mereka tau bahwa cincin giok itu tidaklah biasa... Sahran tentu saja tergiur dengan tawaran mereka tapi yang membuat Sahran menolak adalah cincin giok ini di berikan oleh seorang kakek kakek tua misterius yang tidak di kenal nya.. dia tau bahwa cincin giok ini mungkin di berikan oleh sang kakek karna ada maksud tertentu yang mungkin bisa membawanya dalam bahaya..


Karna itulah Sahran mencari jawaban; dia datang ke paviliun pusaka dan membaca beberapa buku yang mungkin memberikan petunjuk, tapi usahanya tidak membuahkan hasil

__ADS_1


"Apakah ini benda pusaka yang di dalamnya terdapa iblis yang di kutuk...?? apakah ada kutukan yang membuatku menjadi tampan atau 'kah ada pacarku di dalam sini..??" Sahran bertanya-tanya tentang cincin giok tersebut, karna terlalu fokus melihat cincin di tangannya; Sahran menabrak seorang wanita berambut panjang yang cantik...


"Wuaahhh...!! " wanita itu menjerit


"Maaf....maaf.... aku tidak sengaja...apa kamu tidak apa-apa...!! " Sahran menjelaskan bahwa dirinya sedang berfikir sesuatu dan tidak sengaja menabrak seseorang


"Tidak...aku tidak apa-apa...!!" wanita tersebut merapikan baju nya dan mengumpulkan barang barang miliknya yang tergeletak di tanah


" Aku akan bantu kamu berdiri..," Sahran mengulurkan tangan nya


" Tidak... terima kasih...!! " wanita tersebut terlihat sedang terburu buru dan langsung pergi tanpa sepatah kata lain nya..


Sahran melanjutkan perjalanan nya menuju ke paviliun terakhir yang mungkin mereka mengetahui rahasia di balik cincin giok tersebut..


Setibanya di paviliun pusaka; dia kemudian memasuki gedung paviliun tersebut dan Terkejut melihat pengawas paviliun itu... ternyata pengawas paviliun itu adalah wanita bernama Mo Verra yang tidak lain adalah wanita yang ia tabrak saat di perjalanan, akhirnya Sahran mendekati meja tempat MoVera duduk


suasana terasa canggung ketika keduanya bertemu karna mengingat hal yang baru saja terjadi belum lama ini,


"Apakah.... aku bisa bicara dengan mu berdua...!!" Sahran berbicara dengan nada malu malu karna dia sedikit memikirkan bagai mana kalau dia menolak...benar saja raut wajah wanita tersebut langsung berubah ketika dia mengatakan tujuan nya kemari bukan untuk apapun melainkan untuk bertemu dengan nya


"Anda...anda...salah paham...aku kesini untuk menanyakan ini...!!" Sahran mengeluarkan cincin giok yang ada di sakunya dan meletakan nya di depan Mo Verra

__ADS_1


Mo Vera menaikan alis nya dan tersenyum tipis ketika melihat giok tersebut dan apa yang dilihat Mo Verra cincin giok itu terdapat ukiran naga dan terdapat permata berwarna merah keemasan..


Dia memanggil sang juru taksir karna dia tidak terlalu mengerti cincin giok itu sebuah pusaka atau hanya cincin biasa...


__ADS_2