LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.62_Sekte Tianmu °


__ADS_3

"Benar,.. Guru Lin adalah ayah dari kakak seperguruan kami 'Lin Huamei'."


Sahran menunduk dan berfikir sejenak


'Pantas saja dia sangat menghormati Lin Huamei, ternyata dia adalah murid dari ayah nya sendiri" Ucap sahrah di dalam hati.


''Daripada terus menerus berdiri disini lebih baik kita pergi ke Sekte dan kita mengobrol disana..." Ucap Lin Huamei berinisiatif.


"Sekte? Apakah ayahmu adalah peminpin sekte?" Ucap sahran.


"Bu...bukan, Aku akan jelaskan setelah kita sampai disana" Ucap Lin huamei.


Lin huamei tidak menunggu persetujuan dari sahran melainkan dia langsung memegang lengan sahran dan membawanya pergi, Lalu di ikuti oleh Zhilong dan Ryukei bersama 3 orang lainnya yang memastikan keselamatan Lin Huamei.


"Eh..." Sahran terlihat merona karna ini adalah pertamakalinya dia menggenggam lengan seorang wanita selain lengan ibunya yang begitu halus dan lembut selalu membekas di hatinya.


...****************...


"Sial... Siapa dia, beraninya dia merebut wanita ku?" Ucap Jinjiao.


Selama ini Jinjiao selalu melindungi dan bersikap lembut kepada Lin Huamei, Tidak lain dan tidak bukan tujuannya hanyalah untuk mendapatkan hati gadis cantik tersebut.


Bakat Jinjiao pun di atas rata-rata karna dirinya bisa menembus tingkat petarung menengah di usia 19 tahun, itu adalah bakat luar biasa yang bisa di miliki seorang murid.


Seseorang maju menghadap Jinjiao 'Boss, Apa yang harus kami lakukan?" Ucap salahsatu pengikut Jinjiao.


Jinjiao tersenyum tipis "Tangkap dia, bawa dia kemari hidup-hidup agar aku bisa menyiksa dan membuatnya mati dengan sangat mengenaskan... Hehehe" Ucap jinjiao.


"Baik boss,..." Serentak semua orang yang berada di ruangan tersebut memberi hormat kepada Jinjiao yang berarti Jinjiao sudah mengintimidasi mereka agar patuh kepadanya.

__ADS_1


"Siapa suruh anak kecil sepertimu berani merebut wanita 'ku,...Kau akan merasakan akibat dan menyesali perbuatan mu itu...hehe" Ucap Jinjiao dengan senyum licik nya.


Bukan sahran tetapi Jinjiao lah yang sebenarnya berurusan dengan orang yang salah, karna dengan sahran seorang diri saja, Semua orang termasuk Jinjiao sendiri akan mati dengan satu tinjuan dari sahran.


...****************...


"Ini dia tempatnya,.." Lin Huamei menunjuk ke satu arah yang merupakan sebuah gunung yang di atasnya terdapat Sebuah Sekte yang bernama 'Sekte Tianmu' .


Sahran tersenyum riang dengan pemandangan yang ada di depannya, karna sangat jarang dirinya bisa menemukan sebuah sekte di atas gunung seperti ini termasuk di Dunia asal sekalipun 'Megah sekali, ini lebih besar daripada sebuah kota kecil..."


"Ayo kita masuk,..." Ucap Lin Huamei dengan senyum manisnya yang sangat lembut yang membuat Sahran kembali merona karna senyuman itu di arahkan kepadanya dengan pandangan yang sungguh imut.


Lin Huamei menuntun Sahran bersama Zhilong dan Ryukei untuk masuk kedalam Sekte.


"Xiao Ran.. Kau beruntung sekali bisa mendapatkan wanita secantik dia..hehe" Ucap Zhilong dengan Senyuman mesum yang dia lepaskan membuat sahran merasa mual.


"Master memang hebat, master akan selalu menjadi panutan ku..Hihi" Ucap Ryukei yang tingkahnya sama persis dengan Zhilong.


"Heh... Xiao Ran, Kamu sangat tampan dan gadis cantik adalah pasangan yang cocok untukmu..." Ucap Zhilong dengan senyuman tipis yang membuat Sahran mulai merasa terganggu.


"Baiklah...baiklah..., Aku tampan dan gadis cantik adalah pilihan yang cocok untukku, Sementara kalian jelek, aku penasaran gadis seperti apa yang cocok untuk kalian...Hehehe" Ucap sahran dengan puas.


Tak lama akhirnya mereka sampai di pintu gerbang sekte tianmu, Di balik pagar terlihat Murid-murid pemula berjejer rapi, mereka sedang berlatih teknik bela diri dasar .


Saat pintu gerbang terbuka, Sahran dibuat kagum dengan luasnya sekte Tianmu.


Bukan hanya itu, Sahran juga terpukau dengan permainan pedang seorang gadis yang terlihat baru berusia 10-15 tahun atau sedikit lebih muda darinya yang kini sudah berusia 16 tahun.


Tanpa sadar, Sahran menghentikan langkahnya karna permainan pedang gadis tersebut benar-benar indah dan memukau siapapun yang melihatnya 'Apa ini yang di sebut dengan pedang bagai darah yang mengalir? Menakjubkan."

__ADS_1


Sahran memperhatikan setiap langkah bahkan setiap kedip mata gadis tersebut tidak dia lewatkan hingga dirinya diam disana cukup lama.


Setelah selesai gadis muda tersebut menyarungkan pedangnya kembali untuk beristirahat, Sahran tidak menyadari bahwa dia tertinggal oleh Lin Huamei.


Sahran tersentak karna sebuah tongkat yang jatuh tepat di kepalanya, entah darimana tongkat itu berasal tetapi itu berhasil membuatnya sadar dia telah ditinggal sendirian "Eh?? Kemana mereka pergi?" Ucap sahran sembari mencerna situasi karna dirinya tidak tau-menau tentang sekte tianmu sebelumnya dan bahkan tidak mendengar nama sekte ini dari Zhuge Feng sekalipun.


Sahran memutuskan mengambil jalan ke utara untuk mencari sesuatu yang menarik di dalam sekte karna rumah Lin Huamei juga pastinya tidak mudah di temukan mengingat sekte ini begitu besar.


"Zhilong akan mudah mencariku karna sejauh apapun aura milikku akan terasa" Ucap sahran. Sahran mulai berjalan-jalan untuk mencari sesuatu yang menarik di sekte Tianmu yang besar ini


...****************...


"Eh?? Sahran mana?" Ucap Lin Huamei saat melirik ke belakang dan yang dia lihat hanya ada Ryukei dan Zhilong


"Master sedang memperhatikan seni pedang di pinggir jalan, jadi dia berhenti untuk melihat. Sekarang mungkin dia sedang berkeliling." Ucap Zhilong, Zhilong sudah mengetahui apa yang akan dilakukan sahran karna dirinya paling memahami sifat sahran yang berhati-hati dan penuh perhitungan karna itulah Zhilong tidak cemas atau khawatir tentang sahran.


"Begitu ya, Baiklah Sekarang akan aku ajak kalian untuk menemui ayahku dan berbincang-bincang, Aku akan menemani sahran berkeliling" Ucap Lin Huamei


"Baiklah, tapi sepertinya tidak perlu repot-repot karna Master masih bisa menjaga diri" Ucap Zhilong dengan nada bicara yang dingin tetapi cukup canggung karna dia baru pertama kali berbicara dengan seorang wanita cantik seperti Lin Huamei.


"Baiklah, Tapi aku penasaran. Kenapa kamu memanggil Sahran master? Padahal kan dia masih sangat muda, bahkan 3 tahun lebih muda dariku" Tanya Lin Huamei penasaran.


Zhilong manikan alisnya karna, kenapa Lin Huamei baru menanyakan tentang 'kenapa Zhilong memanggil sahran dengan sebutan master?' sementara Sepanjang perjalanan menuju ke sekte ini, Zhilong memanggil Sahran dengan sebutan Master.


"Karna Master adalah guru kami, Anda pasti sudah pernah mendengar pepatah yang berbunyi 'Kekuatan, Harta, jabatan dan kekuasaan mampu mendapatkan kehormatan lebih besar di mata semua orang; Master telah mengajari kami teknik pemurnian dan mengendalikan api, karna itulah kami memanggilnya master walaupun dia masih muda." Ucap Ryukei.


Ryukei memilih menjawab Lin Huamei karna dirinya mengetahui Zhilong cukup canggung untuk berbicara yang terlihat dari kedip matanya yang semakin cepat.


...****************...

__ADS_1


Yang udah baca sejauh ini tapi gak like dan vote,Berikan dukunganmu untuk author dengan cara memberi apresiasi berupa Vote dan saran yang akan membuat author menjadi lebih baik lagi dalam berkarya dan itu di lakukan demi kenyamanan kalian juga


__ADS_2