LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.69_Ketua sekte Lin Mubai


__ADS_3

"A...apa yang barusaja terjadi?"


"Dia bisa mengalahkan Lin Jia hanya dengan satu serangan saja? Apa dia monster??


"Jurus yang dia gunakan tadi setidaknya jurus tingkat perunggu bahkan bisa jadi lebih tinggi dari itu, Siapa sebenarnya dia?"


Semua orang yang menyaksikan pertarungan itu mulai bertanya-tanya siapa sebenarnya pemuda yang mengalahkan Lin Jia hanya dengan satu jurus. karna tubuh fisik Lin Jia setidaknya sudah mencapai tubuh perunggu tingkat 3, dan jurus yang digunakan harus lebih tinggi atau setara agar bisa mengalahkannya.


Sahran menghampiri Lin Jia yang sudah tak sadarkan diri, Dia mengeluarkan satu botol permata yang mengeluarkan aroma yang sangat harum seperti bunga mawar.


Itu adalah pil merah bergaris tingkat perunggu bintang 3 yang berfungsi untuk memperbaiki masalah tulang dan mengeluarkan panas dalam tubuh.


Karna Lin Jia pingsan dan tidak mungkin menelan Pil merah bergaris, Sahran kemudian mengeluarkan Esensi pil dengan Api hingga berbentuk cairan.


Setelah itu sahran memasukan cairan tersebut kedalam mulut Lin Jia lalu sahran pergi sebelum Lin Jia sadarkan diri.


"Baiklah... sekarang saatnya aku pergi, Tapi kenapa Zhilong tidak mencariku?" Sahran menggaruk kepalamya yang tidak gatal karna Zhilong seharusnya tau keberadaan sahran.


"Hei, Tunggu..." Seorang wanita berteriak kearah sahran yang membuat dia menghentikan langkahnya.


Sahran berbalik dan melihat Lin Huamei yang sedang berlari ke arahnya lalu memeluk sahran dengan erat.


"Akhirnya aku menemukanmu, Syukurlah kau baik-baik saja" Ucap Lin Huamei.


Wajah sahran mulai merona karna ini pertamakalinya dia di perlakukan seperti itu oleh seorang wanita "A...aku baik-baik saja, Ta...tapi apa kau bisa melepaskanku?" Ucap sahran dengan terbata-bata.


Menyadari akan hal itu, Lin Huamei merasa salah tingkah "Ah...em... Maaf, aku... aku tidak sengaja, Apa kau baik-baik saja?" Tanya Lin Huamei.


"Ya...Ya, Aku baik-baik saja,..." Jawab sahran.


Mereka berdua mulai salah tingkah lagi yang membuat suasana menjadi sangat canggung.


"A...apa kau baik-baik saja?" Tanya Lin Huamei.

__ADS_1


Sahran tersenyum canggung "Kurasa kau sudah mengatakan itu tadi!!" Ucap sahran


"Apa yang kau katakan? Ikuti aku, Temanmu sudah menunggumu untuk makan malam" Ucap Lin Huamei sembari menarik tangan sahran menuju ke kediaman kepala sekte.


Mereka berdua berlari dengan sangat terburu-buru karna langit juga Sudah gelap, Dan tibalah didepan gerbang kediaman kepala sekte.


Lin Huamei terkejut karna mendapati Zhilong dan Ryukei yang sedang duduk menunggu di depan gerbang.


"Kenapa kalian ada disini?" Tanya Lin Huamei kepada Zhilong.


"Kurasa ayahmu tidak menyukai kami, Dia mengusir kami berdua" Jawab Zhilong.


Lin Huamei sangat terkejut dengan jawaban Zhilong, karna Tamu yang dia bawa malah di usir oleh ayahnya sendiri.


"Ayo kita masuk dan meminta penjelasan dari ayah" Ucap Lin Huamei.


"Tunggu...Sebaiknya kita tidur di penginapan saja untuk malam ini demi menghindari masalah, Lagipula dia adalah kepala sekte, kami tidak berhak melawan" Ucap sahran


"Ya... Kami sudah biasa seperti ini, jadi lebih baik kami menginap di penginapan saja. Besok kami bertiga juga akan melanjutkan perjalanan. Jadi kita berpisah disini" Ucap Sahran.


"Benar, Aku tidak mau kau dan ayahmu bertengkar hanya karna kami, Jadi lebih baik kami pergi saja..." Ujar Zhilong


Mendengar hal tersebut, Lin Huamei terlihat murung karna barusaja dia mendapatkan teman tapi secepat ini harus berpisah "Ba...Baiklah, sebelum pergi aku ada sesuatu untuk kalian. Ini ada beberapa Ramuan yang dapat meningkatkan pelatihan dan menyembuhkan luka, aku mohon terimalah" Lin Huamei mengeluarkan beberapa botol permata dari Cincin ruang hampa dan menyerahkannya kepada sahran.


Sahran menggaruk kepalanya karna ramuan seperti ini dia punya banyak Bahkan khasiatnya pun lebih baik daripada yang dia berikan "Aku rasa tidak perlu, Aku sudah memiliki banyak ramuan seperti ini, Jadi lebih baik kau simpan saja.


"Hei...hei... Apa kalian sudah selesai berbicara? Aku sudah lelah berdiri!" Ucap Ryukei memotong pembicaraan.


"Iya, Ini juga sudah malam dan aku juga sudah lapar, lebih baik kita bicara di restoran saja." Ucap sahran.


"Baiklah..."


Mereka berempat berjalan menuju ke sebuah restoran yang paling dekat dengan kediaman kepala sekte.

__ADS_1


Baru beberapa langkah mereka berjalan, Seorang pelayan berlari dan memanggil Lin Huamei, Pelayan tersebut seperti sedang terburu-buru.


"No...Nona gawat, Ketua sekte. Dia...dia... Ketua sekte dia muntah darah lagi dan sekarang sedang tidak sadarkan diri" Ucap pelayan tersebut sambil terengah-engah.


Lin Huamei terlihat lebih panik dengan mata yang berkaca-kaca "Apa? Ayah? dia?"


Tanpa berkata lebih banyak, Lin Huamei langsung berlari secepat yang dia bisa, Sahran dan Zhilong serta Ryukei mengikuti Lin Huamei untuk memastikan bahwa ketua sekte baik-baik saja.


"Master, Apakah kau bermaksud untuk menolongnya? Dia kan mengusir kita?" Tanya Zhilong.


"Dendam adalah sifat alami manusia, Tetapi jalan untuk menjadi alkemist adalah kita tidak boleh bermain-main dengan nyawa. walaupun dia adalah musuh tapi musuh sebenarnya adalah keraguan hati" Jawab Sahran.


Dari kata-kata sahran, Zhilong merasa tercerahkan, karna selama ini yang ada di hati Zhilong adalah membunuh dan mendapatkan ketenaran, Tapi mengesampingkan rasa kemanusiaan dan rasa peduli yang seharusnya dia terapkan dalam hidup "Murid faham, Terima kasih Master" Ucap Zhilong.


Mereka berempat tiba di sebuah ruangan besar yang di tengahnya terdapat sebuah ranjang dengan ketua sekte di atas ranjang tersebut.


"Hikz... Ayah... " Lin Huamei langsung memeluk Ayahnya sambil menangis karna takut ayahnya kenapa-napa.


"Nona... tenanglah, Ketua sekte butuh istirahat" Ucap seorang kakek tua berbaju putih yang sepertinya Tabib di kediaman ketua sekte.


"Paman Guan...Paman Guan... Apakah ayah baik-baik saja? Apakah kau bisa menolongnya?" Tanya Lin Huamei kepada kakek tua tersebut.


"Ayahmu memiliki penyakit kolera, Gejalanya mirip seperti demam kuning, Tapi penyakit ini lebih berbahaya. Aku sedang mencari cara agar bisa menyembuhkan penyakut ayahmu" Ucap Tabib tersebut.


"Kau salah, Ini bukan penyakit Kolera, Tapi dia terinfeksi Racun" Ucap sahran menyela.


"Sahran..! Apa yang kau katakan?" Lin Huamei terkejut dengan apa yang dikatakan sahran.


"Anak muda, Apa yang kau katakan? Apa kau meragukanku?" Tanya Lin Guan.


"Aku bilang ketua sekte keracunan, Kodisi ketua sekte saat ini sangat mirip dengan penyakit kolera karna mata ketua sekte memerah, tapi lihat telapak tangannya" Sahran menjulurkan tangan ketua sekte ke arah Lin Guan.


Setelah melihat tangan ketua sekte yang terdapat Ruam berwarna ungu, Barulah Lin Guan sadar bahwa yang dikatakan sahrab benar, Katua sekte keracunan.

__ADS_1


__ADS_2