
" Ehk.., benar juga, harimau kan melahirkan bukan bertelur, mungkin ini telur burung tapi hanya satu-satunya burung yang merupakan hewan ajaib, benar ini pasti telur burung hering kuno, haha... tidak sia-sia aku hidup ribuan tahun akhirnya aku dapat melihat burung ini.." Zhuge feng tertawa kegirangan sambil mengelus telur yang di pegangnya
" Baiklah aku akan merawat telur ini..! bocah jangan bergerak terlalu kasar..! kalau sampai telur ini hancur akan ku hukum kau selama ribuan tahun.." Zhuge feng melompat dan kembali ke dimensi ruang hampa sementara sahran kebingungan harus bagaimana
" Guru..! kau benar-benar tega,.. sebelum kau berbicara seperti itu harusnya kau memberikanku ramuan pembeku darah, aku sedang terluka.. guru..?" Sahran berbicara dengan nada lemas dan tidak bertenaga
" Uhk..! aku akan memberimu beberapa kelinci kecil saat kau menetas nanti, kau akan aku rawat seperti anak ku sendiri, haha..!" Zhuge feng tidak mendengarkan sahran, malahan dia hanya mengelus telur di pangkuannya seperti anak sendiri tapi tetap tidak mempedulikan sahran
" Guru..! guru..! aku hampir mati, seluruh tubuhku sakit sekali.." Sahran semakin menaikan nada bicaranya agar gurunya mendengarkan tapi tetap saja Zhuge feng tidak mempedulikannya
" Guru... kau sungguh tega ya..! aku akan menghancurkan telurmu itu..!" Sahran berteriak kesal
" Apa..? kau ingin menghancurkan telur-ku, tapi telur-ku itu sudah tua, dan sudah mengeras dari dulu selama ribuan tahun bagaimana kau menghancurkannya,..? meskipun kau menggunakan seluruh kekuatanmu tapi telurku ini mengandung tenaga dalam yang teramat besar, apa kau sanggup..?" Zhuge feng memegang bagian bawah (itu-nya), dia merasa bersemangat
" Maksudku bukan telurmu yang itu,.. dasar guru sialan..! cepat berikan ramuan pembeku darah padaku, atau aku tidak akan pergi.." Sahran berkata sambil menggunacangkan cincin yang ada di dadanya, karna sahran tidak mampu berdiri dia memutuskan mengerahkan seluruh tenaganya untuk berguling menguncangkan zhuge feng di dalam cincin
" Akh bocah hentikan itu, telur ini akan pecah ahhhkkk..! hentikan.. akan ku pukul kau.. ahhkk" Setelah Zhuge feng mengatakan itu Sahran akhirnya berhenti berguling, karna merasa pusing zhuge feng memutuskan keluar dari cincin untuk memberi pelajaran kepada sahran
" Heyy bocah apa yang kau..!" zhuge feng tidak meneruskan kata-katanya saat melihat sahran pingsan terbaring di tanah dengan darah yang mengalir dari beberapa luka, bahkan beberapa luka bakar yang sebelumnya tidak berdarah kini mulai mengalir darah segar dari luka tersebut
__ADS_1
" Heyy jangan berpura-pura tidur seperti itu..! apa kau menganggapku anak kecil yang bisa di tipu oleh bocah seperti mu..,! oh.. lukamu parah juga rupanya" ucap Zhuge feng sambil menempelkan jarinya ke salahsatu luka
" heyy.. bocah kenapa kau tidak memakai ramuan pembeku darah.? kenapa padahal kan kau punya ramuan itu..?" Sahran diam dan tidak menjawab ataupun bergeming sedikitpun
" Heyy bocah jawab aku jangan berpura-pura mati seperti itu.., jika kau memakai ramuan pembeku darah semua luka mu ini tidak akan separah ini,.." Zhuge feng kembali menepuk pipi sahran yang masih saja tidak bergeming tanpa sepatah katapun
" Ehk apa bocah ini sungguhan pingsan yak..! tapi, Ehk tunggu dulu.." Zhuge feng mengeluarkan beberapa botol ramuan yang ada di dalam cincin ruang miliknya dan menemukan beberapa ramuan pembeku darah yang sahran titipkan pada zhuge feng karna ruang di dada sahran mungkin tidak muat, dia mulai pucat dan berkeringat dingin lalu mengalihkan pandanganya kepada sahrab
" Ahk..! apa yang.. apa yang aku lakukan..?" Zhuge feng meletakan telur yang dia pegang, dia berjalan dengan cemas dan berlutut di depan sahran yang sedang terbaring lemah, zhuge feng merasa gagal menjadi seorang guru, dia merasa lebih mementingkan sebuah telur daripada seorang murid atau bahkan bisa di anggap keluarga
Saat itulah dirinya teringat akan kejadian yang di alaminya dulu, dia pernah kehilangan seorang adik tercinta nya di medan pertempuran karna dia tidak cukup kuat untuk melindungi keluarga satu-satunya tersebut dan sekarang dia sudah menjadi yang terkuat; dia malah tidak mempedulikan yang paling lemah
padahal sahran juga sama seperti dirinya yaitu tidak punya keluarga, bahkan sahran lebih muda dari Zhuge Feng saat kehilangan semua keluarga yang dia cintai, sahran juga ingin menjadi yang terkuat tapi dia ingin menjadi yang terkuat bukan untuk menguasai dunia dan menindas yang lemah tapi dia ingin menjadi yang terkuat hanya untuk melindungi yang lemah agar mereka tidak merasakan apa yang sahran rasakan, yaitu kehilangan semua keluarga yang dia cintai di usia semuda dirinya,
saat itu juga zhuge feng mengeluarkan keringat dingin dengan apa yang di dengarnya yaitu detak jantung sahran semakin melemah dan melemah yang akhirnya menghilang, dan saat dia menempelkan telinganya ke dada sahran dia merasakan beberapa tulang rusuk sahran patah karna ledakan yang di timbulkan oleh telur itu
Zhuge feng memeriksa nadi sahran dan tidak merasakan apapun, dia sedikit ragu dengan apa yang dia rasakan, zhuge feng menempelkan jarinya ke hidung sahran dan menemukan tidak terdapat nafas sedikitpun
" Apa yang aku lakukan, apa aku akan kehilangan satu keluarga lagi,... apa yang aku lakukan.." zhuge feng merasakan penyesalan itu lebih besar daripada kehilangan seorang keluarga saat dia muda dulu
__ADS_1
Dulu dia kehilangan seorang jeluarganya adalah karna dia tidak cukup kuat untuk melindungi keluarganya tersebut, tapi sekarang dia kehilangan seorang keluarga semata-mata karna keegoisan dirinya sendiri..
" Ahk... ini.. ini energi kehidupan..! energi kehidupan yang sangat besar, apakah terjadi keajaiban padanya, apakah sahran hidup kembali.." Zhuge feng merasakan energi kehidupan yang sangat besar
Dia menganggap itu berasal dari sahran karna hidup kembali tapi dia salah, energi kehidupan tersebut berasal dari telur yang dia bawa, telur tersebut sedikit demi sedikit retak dan keluarlah seekor burung kecil berwarna ungu keperakan
bersamaan dengan menetasnya telur tersebut tiba-tiba angin menjadi sangat kencang, zhuge feng melihat ke atas langit dan menemukan seekor burung dengan warna bulu dan sepasang mata merah yang menyala
Ternyata itu adalah burung hering kuno yang ada di dalam legenda, burung tersebut sangat besar dan sayapnya saja membentang luas menutupi langit dari pandangan zhuge feng, dan zhuge feng terkejut ketika burung tersebut bersuara
" Apakah kau yang membawa telurku.." Burung hering kuno itu berkata dengan nada yang sangat menyeramkan dan nendengung di telinga zhuge feng beberapa saat
" Be..benar.. aku.. aku yang menbawa telurmu..." Zhuge feng berbicara terbata-bata karna merasa ketakutan jika ternyata burung tersebut akan menyerang dirinya karna membawa telur burung hering kuno
" Baiklah aku akan mengabulkan satu permintaanmu karna telah merawat telurku saat aku tidak ada disana..!, apa permintaanmu..?" Ucap burung tersebut dengan nada yang sedikit rendah sebagai rasa hormat
" Apa kau benar-benar akan mengabulkan permintaanku, tapi permintaanku mungkin akan sangat sulit di lakukan.." Ucap Zhuge feng
" Apa kau ingin aku mengahancurkan dunia ini, atau alam semesta ..?" Tanya Burung tersebut
__ADS_1
" Tidak tidak..! bukan itu permintaanku.." ucap zhuge feng
" Lantas apa permintaan mu, bagiku yang paling sulit di lakukan hanyalah mengahancurkan dunia ini dan yang paling mustahil aku lakukan adalah mengahncurkan alam semesta, selain itu tidak ada yang sulit bagiku..! apapun permintaan mu akan aku lakukan selain 2 poin yang aku sebutkan barusan.." Ucap burung itu sambil mengibaskan sayapnya untuk menunjukan isyarat bahwa dirinya tidak akan mampu melakukan 2 hal yaitu mengancurkan dunia dan menghancurkan alam semesta