LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.55_Belajar meracik ramuan


__ADS_3

Akhirnya mereka dapat menjauh walaupun hanya beberapa kilometer tapi itu merupakan jarak aman jika di bandingkan dengan tempat sebelumnya


Zhilong dan Ryukei kembali menurunkan bawaan sementara sahran mencari kayi bakar


Kebetulan sahran menemukan beberapa kelinci liar dan bermaksud menangkapnya untuk di jadikan makan malam


Sahran juga menemukan beberapa sayuran seperti asparagus dan pandan muda untuk di jadikan lalapan


Setelah sahran kembali, Zhilong dan Ryukei terlihat duduk di samping barang bawaan sambil menghela nafas


"Ada apa dengan kalian?" Sahran bertanya


"Ada satu barang yang lupa kami naikan ke atas kuda.." Zhilong menjawab


"Ehk? Apa itu? Bukannya kalian sudah naikan semuanya?" Sahran bertanya


"Kami lupa menaikan kotak ramuan pembeku darah" Zhilong menjawab sambil tertunduk merasa bersalah


"Apa? Aku tidak mau tau, malam ini kalian harus membuat 50 botol ramuan pembeku darah atau aku tidak akan memberikan kalian resep ramuan yang lain! Mnegerti...." Tegas sahran

__ADS_1


"Ba..Baik Master.." Zhilong dan Ryukei tertunduk dengan raut wajah bersalah


Sahran sebenarnya tidak kecewa dengan Zhilong dan Ryukei, kenyataan nya sahran malah terlihat senang karna ini kesempatan bagus untuk Zhilong berlatih dan sahran juga ingin melihat sudah sampai mana tingkat perkembangan Zhilong selama ini


Zhilong menyiapkan api unggun dan Ryukei membersihkan kelinci untuk di panggang


Sementara Sahran pergi meracik bumbu untuk kelinci yang akan dijadikan makan malam untuk malam ini


Mereka bertiga memanggang kelinci dalam diam, tidak ada satu orang pun baik itu Sahran, Ryukei maupun Zhilong yang berbicara


Sahran memberikan dua lembar kertas yang berisi sebuah resep kepada Zhilong


" Apa kau menolak?" Jawab sahran


Zhilong kemudian diam lalu tersenyum sambil menggelengkan kepala


"Ehk? apa kamu sedang menghinaku karna aku salah mengambil resep?" Sahran kebingungan dengan ekspresi yang di tunjukan Zhilong


"Ti.. Tidak master, aku senang karna master memberiku resep baru selain ramuan pembeku darah. Terima kasih master" Zhilong berdiri lalu memberi hormat kepada sahran

__ADS_1


Zhilong tadinya menebak bahwa lembaran yang di berikan Sahran merupakan Resep ramuan pembeku darah tetapi tebakannya salah karna itu bukanlah resep ramuan pembeku darah melainkan ramuan racun bungan hitam yang merupakan ramuan tingkat perunggu bintang 5 serta Resep Ramuan anggrek suci yang merupakan ramuan tingkat perunggu bintang 9


Ramuan racun bunga hitam sering di gunakan untuk berburu hewan buas di bawah tingkat perak karna racun ini akan aktif saat berinteraksi dengan darah, racun bunga hitam akan cepat menyebar melalui predaran darah tapi tidak mematikan


Racun ini hanya melumpuhkan target beberapa saat setelah racun tersebut menyebar di peredaran darah lalu target yang di lumpuhkan akan pulih kembali dalam kurun waktu kurang dari setengah jam


Sementara Ramuan anggrek suci merupakan ramuan tingkat perunggu bintang 9 yang berfungsi untuk penambah energi tenaga dalam sebanyak 1% tenaga dalam yang bisa di gunakan selama 5 menit


Untuk ramuan Anggrek suci Zhilong cukup terkejut karna dengan mudahnya sahran memberikan resep ramuan tingkat perunggu bintang 9 yang begitu berharga kepadanya


Ramuan di atas bintang 5 cukup sulit di temukan di dunia gardan karna sejatinya Alkemis berasal dari dunia utama yang menghubungkan semua dimensi yang ada di alam semesta ini


Sebenarnya Zhilong begitu lelahdan ingin beristirahat sejenak tetapi dia ingat satu pepatah yang berbunyi:


"Jika kamu malas dan hanya membuang-buang waktu, kamu tidak akan tahu bagaimana cara merangkuh peluang bahkan ketika peluang itu tepat berada di depan mu"


Zhilong yakin, sahran memberikan sebuah resep ramuan tidak sesederhana yang di fikirkan


Sahran memberikan resep semata-mata ingin menjadikan Zhilong sebagai seseorang yang senang berfikir kritis

__ADS_1


Bukan hanya pelatihan, kepribadian juga harus bisa di andalkan dalam hal ini. Karna jika kepribadian nya seorang pemalas. Maka peluang tidak akan pernah datang kepadanya


__ADS_2