LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.42_Malam yang dingin


__ADS_3

"Siapa pemilik restoran ini? aku ingin menemuinya" Sahran sebenarnya hanya berniat membeli beberapa potong daging dari restoran, mengingat sifat pelayan memang harus menaati peraturan dan perintah dari boss, mereka harus sedikit keras kepala agar tidak melakukan kesalahan


Si pelayan menunduk dengan ekspresi yang sedikit sulit di tebak saat sahran bertanya


"Boss kami bernama tuan huyan, Tuan tidak bisa menemuinya sekarang karna Dia sekarang sedang terluka parah, 1 bulan lalu kota ini di serang sekawanan hewan buas ular kelabu, walaupun ular kelabu bisa di taklukan tetapi banyak sekali korban yang berjatuhan, salah satunya adalah boss dia mendapatkan serangan di perut dan paha mengakibatkan luka dalam yang sampai saat ini terus memburuk, kini dia hanya bisa berbaring dan hanya bisa berharap ada seseorang yang bisa menyembuhkan nya, maafkan saya tuan"


Sahran merasa sudah sepantasnya seorang pendekar melindungi orang yang lemah, tetapi jika hewan buas sejenis ular kelabu saja yang merupakan hewan buas tingkat perunggu binyang 2 atau setara dengan petarung pemula bintang 2 tidak bisa mereka hadapi lantas dia berfikir betapa lemahnya ilmu beladiri di kota yuki ini


"Baiklah, bawakan aku air perasan jeruk.."


"Baiklah,..."


Pelayan beranjak pergi meninggalkan meja sahran dan zhilong


Sahran memejamkan matanya, dia melihat isi dari cincin dewa naga yang diberikan zhuge feng karna ketika dia berpisah dan dibawa oleh zhilong, sahran tidak lagi melihat isi dari cincin tersebut


Sahran sempat terkejut karna melihat sosok yang mirip seperti Zhuge feng di dalam cincin dewa naga, Sahran langsung melepas roh untuk masuk kedalam cincin dan bersujud di depan sosok tersebut, tetapi sosok tersebut tidak bergerak sama sekali dan tidak memancarkan aura apapun


Sahran menyadari hal tersebut yang dimana sosok itu adalah sebuah patung yang di buat oleh Zhuge feng 2 tahun lalu saat berlatih di lembah petir, tujuan dia membuat patung tidak lain hanyalah agar sahran tidak melupakan zhuge feng di saat mereka berpisah suatu hari nanti


"Ranran apa kau baik-baik saja?" Zhilong angkat bicara setelah menyadari sahran menunduk dan tidak bergerak


"Apakah dia sedang berlatih? mungkin aku terlalu banyak berfikir,.." Batin zhilong, dia tidak tega jika mengganggu sahran saat sahran berlatih


"Hikss...!!" Sahran meneteskan air mata dalam tidak sadar

__ADS_1


"Ranran apa yang terjadi?" zhilong langsung panik setelah mendengar sahran terisak dan meneteskan air mata, dirinya langsung lompat mendekati sahran dengan wajah pucat


" Aku baik-baik saja! aku hanya merindukan guru, aku khawatir jika guru kurang makan, aku khawatir jika guru kedinginan diluar sana, aku khwatir jika guru mencariku dan membahyakan nyawanya!, bagaimana jika guru sakit dan tidak ada yang merawatnya" Sahran terus menangis mengingat hari-harinya dia lalui selama 6 tahun bersama gurunya, setiap hari tidak pernah jauh dari gurunya dan sekarang itu hanya kenangan


"Apa yang kau bicarakan, gurumu baik-baik saja, gurumu adalah orang hebat, dia adalah pendekar sakti, dia mampu menjaga dirinya sendiri," Zhilong menghibur sahran agar dia tenang dan berhenti menangis


"Apa kau merindukan gurumu?" Sahran tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang membuat zhilong terdiam


" Huh,..! Di dunia gardan, seorang guru sangat terhormat dan paling disegani, aku tidak khawatir tentang kesehatanya, tapi aku juga merindukanya dan aku tidak tahu apa dia ingat padaku atau tidak" Zhilong mengingat bahwa di perguruanya terdapat ribuan orang dan setiap guru mengajar 100 hingga 300 murid, tentu sulit bagi seorang guru mengingat semua muridnya


"Baiklah lupakan,..," Sahran merasa sudah cukup untuk hari ini dia menangis karna malam sudah sangat larut dan restoranpun sebentar lagi akan tutup


"Ranran tentang kakek huyan! apa kita akan menolongnya?"


"Ya! sudah sewajarnya kita saling menolong sesama pendekar, tetapi sebelum itu ada masalah penting yang harus kita hadapi saat ini..!"


"Aku lapar! apa kau tidak menganggap itu penting? bagaimana aku bisa tidur dengan perut kosong?"


"Haih..! baiklah, tetapi setiap penginapan di kota sudah penuh! bagaimana cara kita mendapatkan makanan? apa kita perlu kembali ke penginapan osamu?"


"Hmm...! tidak, kita tidak akan kembali, aku tidak ingin mengganggu osamu, karna dia sedang terluka, bagaimanpun kita ini sedang sulit! walaupun kita punya uang tetapi jika memaksa meminta makanan kepada seseorang apa bedanya dengan perampok! untuk malam ini aku terpaksa menahan lapar" Sahran beranjak dari tempat duduknya dan mengajak zhilong ke suatu tempat


"Kita mau pergi kemana?"


"Aku ingin berlatih sebentar sebelum tidur! apa kau bisa menjagaku sebentar?" Sahran mengajak zhilong menuju tanah lapang yang akan digunakan sahran untuk berlatih

__ADS_1


"Baiklah aku akan memperhatikan mu disini!" Zhilong duduk di batang pohon yang sudah tumbang, Zhilong sedang dalam masa tanpa meditasi yang berarti zhilong sedang tahap penyesuaian chi dan tenaga dalam untuk proses naik tingkat


_______________,,______________


MASA TANPA MEDITASI atau di sebut juga masa penyesuaian adalah proses dimana seseorang telah mengumpulkan 10 lingkaran tenaga dalam, dalam proses naik tingkat, di masa ini setiap kultivator tidak boleh berlatih untuk mencegah kecacatan meridian akibat meledaknya energi di dalam inti chi tenaga dalam


________________,,______________


Sahran mulai duduk bersila tidak jauh dari tempat zhilong berada,


Langit begitu cerah dan kebetulan sedang bulan purnama yang merupakan waktu yang paling tepat untuk menyerap energi cahaya bulan


Sekarang kultivasi sahran berada di tingkat petarung menengah bintang 4 yang tentu saja membuat sahran menjadi jenius terkuat di usianya, dengan dukungan bakat tersebutlah sahran semakin bersemangat untuk menjadi yang terkuat


Penyerapan energi cahaya bulan semakin sempurna dan untuk meningkatkan kamampuan penyrapan hingga penyerapan energi inti bulan membutuhkan beberapa persiapan dan tentunya harus pada waktu bulan purnama merah yang sekitar 440 tahun sekali muncul


Zhilong memperhatikan sahran yang semakin lama semakin kuat, baginya itu sudah biasa mengingat sahran mempunyai bakat beladiri titisan dewa perang


Sssshhhhhhh....!!


Angin dingin bertiup kencang menembus tulang, suasana malam yang tenang mengingatkan zhilong tentang masalalunya


Zhilong ingat tujuan dia ke dimensi es adalah untuk mencari seseorang dengan penguasaan 2 element, tapi dia tidak mengahrapkan akan menemukan teman ataupun saudara di dimensi terpencil ini


Saat mendengar sahran menangis, jantung zhilong langsung berdetak kencang dan muka memucat membuat zhilong mengerti arti teman, di khawatir kepada sahran walaupun sahran bukan keluarganya atupun saudarnya, itu mendandakan zhilong ingin melindungi teman satu-satunya tersebut

__ADS_1


Zhilong tersenyum kecil, dia tidak pernah bertemu seseorang yang sekonyol sahran seumur hidupnya, tetapi dia beruntung mempunyai teman seperti sahran, karna kehadiran sahran lah yang membuatnya tidak kesepian, dengan sikapnya yang konyol dan kadang tidak serius membuat siapa saja akan merasa nyaman saat di sekitar sahran, dan dengan kehadiran sahran juga yang membuatnya sadar akan arti sebuah kehidupan dimana sesama pendekar adalah teman dan teman adalah keluarga


__ADS_2