LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.44_Pasukan kerajaan


__ADS_3

"Mari tuan silahkan masuk..." Pelayan-pelayan yang cantik berjejer rapi menyambut zhilong dan sahran, Aroma bunga kasturi yang harum menerpa hidung mereka, Lantai bercorak mozaik berwarna-warni itu begitu menghipnotis mata, Warna dinding coklat bercorak bunga teratai membuat pandangan nyaman ketika melihatnya


"Silahkan tuan lewat sini" Mereka di tuntun menuju sebuah ruangan yang di tengahnya terdapat meja makan dengan berbagai hidangan


Mereka berdua di jamu dan di layani bak seorang raja dan pangeran, Dengan hidangan terbaik mereka Sahran dan zhilong merasa puas


"Inikah hidangan dewa yang di rumor kan itu?" Setelah Beberapa saat sahran duduk, dia mencium aroma yang sangat familiar, saat itu juga sahran mengerutkan dahi Itu adalah resep masakan miliknya tetapi ada sesuatu yang tidak sahran kenali di tambahkan dalam masakan sup tersebut tapi dia tidak terlalu peduli dengan itu dan mencicipinya


"Ini memang resepku! tapi aku hanya memberikan resep ini kepada tetua Dai Mubai, Darimana restoran ini mendapatkan resepku?" Batin sahran penuh tanya dengan adanya firasat yang membuatnya gelisah membuat dia tidak lagi memakan hidangan tersebut dan mencoba hidangan yang lain karna dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi


Sahran hanya memakan beberapa daging panggang dan ikan asap yang mereka hidangkan kecuali sup tersebut,


Berbeda dengan sahran, Zhilong sudah menghabiskan lebih dari 3 mangkuk sup karna kenyataan nya sup tersebut sangatlah nikmat.


Setelah sahran dan zhilong makan, mereka di bawa ke sebuah pemandian air panas, Sebuah kolam di bawah pohon persik yang sedang berguguran terlihat sangat indah, Uap air yang hangat menerpa tubuh mereka, aroma belerang kian tercium semakin lama semakin kuat menandakan air disini sangat alami yaitu air yang keluar dari perut bumi,


"Silahkan tuan.." Sahran dan zhilong di beri sebuah pakaian khusus untuk berendam di pemandian tersebut


Mereka berdua mengganti baju dan langsung menuju ke kolam air panas


"Aahhkkk... nyaman sekali,.." Zhilong turun dan mulai masuk kedalam kolam air panas untuk bersantai, sementara sahran hanya duduk di pinggir kolam


"Apa kau merasa ada yang aneh? dengan tiba-tiba mereka begitu baik kepada kita, apa mereka menginginkan sesuatu? apa yang mereka inginkan?"


"Sudahlah, jangan berfikir berlebihan, mereka hanya ingin membalas budi, nikmati saja apa yang mereka berikan, jarang-jarang kita menikmati sesuatu yang seperti ini!"


"Huh..terserah kau saja, Apa kau tau? sup yang kau makan tadi adalah sup daru resepku yang aku berikan kepada tetua Dai Mubai, tetapi aku penasaran apa yang membawa tetua Dai Mubai kesini dan memberikan resep itu?"


"Aku tahu! Saat di perjalanan menuju hutan terlarang dulu kamu pernah memasak sup, mencium aromanya saja aku hampir tidak bisa mengendalikan diriku saat itu, tetapi aku juga merasa sup di penginapan ini sangat berbeda dengan sup yang kamu buat dulu, sup disini jelas lebih menggoda bahkan aku tidak bisa menahan diriku, Untuk tetua Dai Mubai mungkin dia tidak punya uang untuk menyewa penginapan ini dan terpakasa menjual resep mu itu kepada mereka.."


Keduanya berhenti bicara satu sama lain Sementara suasan menjadi hening

__ADS_1


Tapi keheningan itu tak berlangsung lama setelah terasa getaran yang merembes dari dalam tanah, getaran tersebut tidak terlalu kuat Sehingga Sahran mengira itu hanyalah gempa kecil


"Hanya gempa ke...!" Sebelum sahran selesai berbicara tiba-tiba langit menjadi redup dan gelap seperti akan terjadi badai yang besar


"Sebenarnya ada apa ini?.." Sahran terlihat begitu panik sementara Zhilong masih tenang dan santai di kolam air panas


"Hehehe kalau aku mati juga.. aku akan mati bersamamu...huhu, tapi sayang aku belum menikah! huhu..!" Zhilong cengengesan dengan mata yang memerah menandakan kalau dirinya sedang mabuk


"Ada apa denganya..?


Langit menjadi semakin gelap dan getaran di tanah kembali terasa


"Long sebenarnya ada apa ini? Apa ini serangan? atau akan ada badai besar?" Sahran berusaha bertanya dengan nada lebih tinggi karna panik


"Hehe.. istiku..hehe.., Ayo kita mulai.. hehe.." Zhilong menghayal dengan wajah genit membuat sahran kesal


"Anjirr dia malah mabuk!!.., Baiklah aku terpaksa melakukanya,..."


"Sayang...! Apa kau bisa memberitahuku kenapa langit menjadi gelap dan getaran di tanah?"(Meniru suara wanita)


"Istriku,..ini bukan akhir dunia, Terjadi getaran kecil di tanah dan langit menjadi gelap itu adalah pertanda bahwa akan ada pasukan kerajaan yang lewat atau ingin menginap di kota yuki, dan predikisiku mereka akan menginap disini..., oh aku hampir lupa, istriku kita disini untuk bulan madu.. hehehe"


"Jadi akan ada pasukan kerajaan ya! Aku jadi penasaran Aku harus melihatnya...!" Sahran berdiri dan mengganti pakaian


" Istriku kamu mau kemana, kenapa kamu meninggalkan abang sendirian..Hikz"


"Si Zhilong ini kalau sudah Mabuk akan hilang kendali, Nanti kalau dia sudah sadar akan ku hajar dia sampai mampus..."


Sahran melompat keatas atap yang tingginya 10 meter dengan mudah, Tentu saja lompatan setinggi itu tidak semua beladiri bisa melakukannya keculai jika mereka menyerap Energi bulan baru bisa meringankan tubuh layaknya seperti di bulan


Sahran sudah mencapai penyerapan cahaya bulan yang berarti dirinya bisa mngendalikan udara di sekitarnya, untuk bisa mengendalikan gravitasi dirinya harus mencapai penyerapan inti bulan

__ADS_1


________________,,_____________


Sahran melompat dari satu atap ke atap lainnya, Dengan melompat seperti itu akan menghemat tenaga serta lebih cepat daripada berlari


Sahran melompat ke tempat paling tinggi untuk melihat lebih jelas pasukan kerajaan yang di maksud oleh Zhilong


Sahran semakin yakin ketika melihat orang-orang mulai membersihkan jalanan dan berkumpul di depan gerbang bersiap menyambut pasukan tersebut


Setelah beberapa waktu, sahran melihat pasukan berkuda dari kejauhan, Pasukan tersebut membawa sebuah bendera bertuliskan Liu.


Setelah pasukan tersebut tiba di depan gerbang sahran terkejut karna tiba-tiba ada anak panah melesat mengarah kepadanya dengan sangat cepat tetapi sahran menangkisnya dengan mudah


"Apa-apaan itu?" Sahran mencari asal anak panah itu di lepaskan


Dengan persepsinya yang tajam sahran bisa mencari energi 'yang' yang berada di tubuh setiap orang di jarak 100 meter darinya


Setelah beberapa lama panah kedua kembali melesat ke arahnya membuat sahran mengetahui bukan hanya ada satu orang yang memanah nya


"Hehe..! Keluarlah aku tahu kalian disana! apa yang kau ingin kan? kenapa membunuhku?"


Pemanah tersebut terkejut karna mana mungkin seorang anak muda bisa menemukanya dengan mudah sedangkan dia telah menggunakan ilmu penyamaran tingkat tinggi


"Aku curiga kau adalah mata-mata musuh yang ingin mencelakai tuan putri.." Seseorang anak muda yang seumuran dengan sahran turun dari atas pohon yang rindang


Pada waktu bersamaan Sahran turun dari atap dan menghadap laki-laki muda tersebut


"Tidak.. aku hanya penasaran dengan pasukan kerajaan, aku hanya ingin melihatnya"


"Halah.., semua orang yang ingin nencelakai tuan putri juga berkata seperti yang kau katakan, semuanya tidak dapat di percaya" Pemuda tersebut menatap sahran dengan pandangan mendominasi dan tajam


Sahran melihat anak muda tersebut telah mencapai petarung pemula tingkat akhir yang pasti merupakan seorang jenius di anak seusianya

__ADS_1


__ADS_2