LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.67_ Menuju kediaman kepala sekte


__ADS_3

"Nona lin...Nona lin" Beberapa pelayan menyapa Lin Huamei di sebuah kedai di tengah kota.


Situasi tersebut sudah menjadi hal wajar mengingat Lin Huamei merupakan salah-satu Jenius di antara anak-anak yang sebaya dengannya.


Seorang pelayan menghampiri Lin Huamei dan bertanya "Apa ada yang bisa kami bantu, Nona Lin?"


"Apa dari kalian pernah melihat seorang Pemuda yang berumur sekitar 16-18 tahun, Dia mengenakan baju biru laut dengan jubah hitam?" Ucap Lin Huamei.


Seketika dirinya menjadi pusat perhatian setiap orang yang ada di dalam kedai tersebut, Orang-orang yang sedang mengobrol pun tiba-tiba diam lalu mengingat setiap orang yang mereka lihat di jalanan.


Lin Huamei memang sangat disegani di dalam kota Karna dia merupakan anak dari kepala sekte dan juga merupakan anak jenius yang bisa melenyapkan kedai ini dalam satu serangan.


Karna itulah, Setiap orang pasti bersedia membantu Lin Huamei, karna suatu saat dia akan menjadi kepala sekte dan pasti membutuhkan bantuannya juga.


"Maaf nona lin, Kami tidak melihat ada pemuda yang mengenakan baju Biru dan Jubah Hitam" Ucap seorang pelayan


Maaf nona Lin, Aku tidak bisa mengingat ada orang yang berpakaian seperti itu


Maaf Nona Lin, kami tidak melihatnya


Saya minta maaf...


Semua orang mulai memberikan jawaban, dan hasilnya tidak ada seorang pun yang melihat pemuda seperti yang di gambarkan Lin Huamei.


Gadis itu mulai merasa bingung harus bagaimana karna dia pun tidak ingat terkahir kali Sahran terlihat "Memang sulit menemukan 1 orang di kota seluas ini, Apakah aku harus,...."


"Tunggu...?!" Seorang nenek keluar dari dalam kedai bersama seorang gadis cantik yang sebaya dengan Lin Huamei.


"Cucu ku melihatnya, Pemuda tersebut mengenakan Baju Biru laut dengan jubah hitam bersama 3 Orang Pemuda lainnya, Apakah benar?" Ucap nenek tersebut.

__ADS_1


"Ya... Itu benar, Apakah kamu melihatnya, Kemana dia pergi?" Tanya Lin Huamei


"Aku melihat dia di bawa oleh 2 orang berbaju putih menuju ke daerah kumuh, Setelah itu aku tidak melihatnya lagi" Jawab gadis di samping nenek tua tersebut"


"Apakah mereka membawa sebuah senjata tajam seperti pisau?" Tanya Lin Huamei.


"Benar, Kedua orang itu membawa Pisau seperti kerambit" Jawab gadis tersebut.


"Gawat, Jika itu benar sahran dibawa oleh Seseorang berbaju putih dan membawa kerambit, Mereka adalah Guild ahli racun, Aku khawatir sahran tidak akan selamat, Aku akan segera mencarinya sebelum terlambat" Ucap Lin Huamei.


Sebelum pergi, Dirinya menghampiri gadis muda yang memberinya petunjuk. Lin Huamei memberikan sebuah kotak kecil yang berisi Gingseng Yuan beserta sebuah token yang menunjukan bahwa dia adalah salah-satu anggota sekte Tianmu.


"Besok kamu harus datang untuk mendapatkan token resmi sekte Tianmu. Aku akan memohon kepada ayah agar kamu menjadi murid khusus yang di latih para tetua, Aku menunggu kedatanganmu, Sampai jumpa"Ucap Lin Huamei sembari memberikan kotak yang ada di tangannya.


Hadiah yang diberikan Lin Huamei sebenarnya bukan untuk berterima kasih, Tapi dia melihat aura gadis tersebut sangat kuat dan kental, Itu menunjukan bahwa dia merupakan anak berbakat yang memiliki sejuta potensi.


Gadis muda itu membungkuk untuk berterima kasih lalu menangis karna dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan kesempatan menjadi seorang murid di Sekte besar, Dan akan di angkat menjadi murid para tetua yang merupakan Daftar impian setiap orang "Terima kasih Nona Lin..."


'Kau benar, di beruntung sekali bisa menjadi murid para tetua'


'Kalau saja aku tau tentang pemuda itu, Mungkin aku yang di jadikan murid para tetua'


'Jangan bermimpi, mana mungkin Nona Lin akan tertarik denganmu, Gendut dan jelek... Sungguh kualitas yang kurang bagus'


Gadis itu mulai menjadi pusat perhatian setiap orang, dan tidak sedikit dari mereka yang mengucapkan selamat.


"Nenek, akhirnya aku menjadi murid sekte besar...Hikz" Ucap gadis itu sembari menangis tersedu-sedu karna dia tidak pernah bermimpi akan datang hari dimana ia akan menjadi murid sekte besar


"Cucuku memang hebat, akhirnya keluarga kita mempunyai anak berbakat sepertimu, Malam ini kita akan mengundang seluruh keluarga kita untuk merayakannya." Ucap Nenek.

__ADS_1


'Bebar....Benar..., Nona memang hebat, setelah kamu masuk kedalam perguruan, jangan lupakan aku'


'Selamat nona...'


"Terima kasih semuanya"


...****************...


"Walaupun aku beruntung bisa menemukan gadis berbakat dengan sejuta potensi, Tapi Sahran mungkin sedang kesulitan, Aku harus segera menemukannya sebelum dia menjadi bahan percobaan" Ucap Lin Huamei.


Guild ahli racun merupakan perkumpulan orang-orang yang faham tentang racun, Mereka adalah salah-satu dari perkumpulan gelap yang sangat berbahaya.


Guild ahli racun adalah sekutu dari Lotus merah yang merupakan Federasi bawah tanah terbesar yang sampai saat ini masih belum pasti letak markas besar Lotus Merah.


Guild ahli racun tersebar di seluruh kota kerajaan bahkan ada kemungkinan terdapat mata-mata di dalam sekte Tianmu yang merupakan orang dari Perkumpulan ini.


...----------------...


Dia berjalan selama kurang lebih setengah jam, Sebelum tiba di kediaman Kepala sekte, Dia melihat sebuah arena bertarung yang cukup luas.


"Ternyata di kota yang padat penduduk, Masih terdapat lapangan sebesar ini, Oh... Ada orang yang sedang bertarung,... Sepertinya ini bukan lapangan biasa, Ini adalah Arena bertarung." Ucap sahran.


Itu terlihat seperti sebuah Coloseum, tapi bedanya arena ini sangat luas dengan lantai baja.


"Sekarang Hari sudah petang, Zhilong pasti mencariku... Lebih baik aku tunggu dia disini." Ucap sahran sembari duduk di antara beberapa orang yang juga sedang menonton pertarungan yang sedang berlangsung antar 2 pemuda berpedang.


"Sepertinya tempat ini sering dijadikan Arena bertanding para pemuda di kota ini, Tapi sepertinya mereka bukan murid sekte, Aku dengar hanya orang yang berbakat yang bisa masuk dan belajar di perguruang sekte Tianmu, Orang yang tidak berbakat hanya bisa belajar seni bela diri dari keluarga mereka, Ternyata bukan hanya di Duniaku sebelum aku tiba disini yang seperti ini, disini juga di berlakukan hal yang sama." Fikir sahran.


"Hah...di fikir-fikir, Kapan ya aku bisa pergi ke duniaku lagi? Aku rindu teman-teman masa kecilku, Harumi, Osaka, Linpo, Sedang apa ya mereka? Paman Mo dan bibi Xin biasanya sangat baik padakku, Aku harap mereka baik-baik saja sampai aku kembali nanti,..." Ucap sahran.

__ADS_1


Bukan hanya teman-temannya yang sahran rindukan, tapi yang paling dia rindukan tentu saja ibu dan ayahnya, Dia sangat sedih karna sudah 8 tahun dia tidak mengunjungi makam ayah dan ibunya. Jika dia kembali ke dunia asalnya, Yang pertama sahran kunjungi pastilah makam kedua orang tua nya untuk melepas rindu.


__ADS_2