
Yang pertama sahran lakukan adalah pergi menemui boss penginapan, sahran dan zhilong pergi untuk memintai penjelasan dari si boss penginapan tentang alasan dirinya memperlakukan dan menganggap nyawa orang lain bagaikan sampah yang tidak berguna
Sahran sudah mengetahui semuanya dari osamu tapi zhilong bersikeras mengajak sahran bertemu dengan si boss karna dirinya tidak percaya bahwa osamu telah mengetakan semua nya tentang apa yang sebenarnya terjadi
"Kau yakin ingin bertemu denganya, bagaimana kalau dia sangat kuat.." Sahran mengingatakan
"Sekuat apapun sampah tetaplah sampah, dia memeperlakukan orang lemah dengan sangat kejam aku tidak terima..! akan ku hancurkan mereka sampai tidak berani bernafas lagi di kota ini.." Zhilong malah semakin bergairah untuk menghancurkan dan menggempur siapa saja yang memeperlakukan orang miskin dengan kejam
Setelah zhilong berkata demikian sahran memilih untuk diam karna berdasarkan sifat zhilong semakin dirinya di takut-takuti maka dia akan semakin bersemangat
Sahran dan zhilong tiba di lubang besar tempat mereka menemukan osamu, sahran dan zhilong tidak langsung naik melainkan memperhatikan kondisi sekitar memastikan tidak ada orang yang melihat mereka
Setelah semuanya aman sahran dan zhilong melompat ke lantai atas dan menemukan 2 mayat pelayan seperti osamu, tapi kedua mayat tersebut dalam kondisi mengenaskan yaitu mayat tanpa kepala
"Apa ada orang disini..?" Sahran berteriak memperhatikan sekeliling
"Ternyata ada anak imut ya..! hihi..!" Suara perempuan terdengar di langit-langit ruangan membuat sahran dan zhilong bersiaga
" Kau boss penginapan, ternyata seorang wanita.." Zhilong meledek wanita yang perlahan turun dari dan berdiri di depan sahran dan zhilong
"Heh bocah ini ternyata mau melawanku..! sebelum kalian mati akan kuberitahu namaku, namaku adalah cinheng, apa kalian sudah mengingatnya saatnya kalian pergi ke neraka..hihihi.." Wanita tersebut berbicara tanpa henti membuat sahran dan zhilong tidak habis fikir dan menganggap wanita di hadapannya adalah wanita gila
Wanita itu berhenti berbicara dan mendadak menyerang sahran dan zhilong tetapi mereka bisa menghindarinya dengan mudah tanpa kesulitan berarti
"Hehe..! ternyata kalian bisa menghindar juga! hihi..! aku jadi tidak tega membunuh bocah imut seperti kalian..! baiklah tadi cuma pemanasan tapi sekarang aku serius.." Wanita tersebut menyerang sekuat tenaga ke arah sahran dan zhilong tetapi mereka dengan mudah menghindari setiap serangan yang di kancarkan wanita tersebut
__ADS_1
"Njirr..! 'ku kira dia kuat ternyata hanya petarung mahir sudah berani membunuh orang..! benar-benar wanita gila.." Zhilong berbisik kepada sahran dan melompat jauh kebelakang sahran
" Ranran, wanita gila itu lebih cocok menjadi lawanmu hehe.." Zhilong bersorak menyemangati sahran dari belakang membuat suasana menjadi kikuk
" Sialan dia menggunakanku, tapi baiklah Biarkan wanita gila ini merasakan satu tinjuan dariku hehe.." sahran menggulung bajunya bersiap melancarkan beberapa serangan, sahran sengaja tidak menggunakan pedang karna untuk menghadapi petarung mahir seperti wanita di hadapannya sahran hanya perlu menggunakan jurus heristical aurora
" Ranran..! jangan sampai membunuhnya, kita masih harus mendapatkan informasi darinya...! ranran semangat..yey..!"
"kekanakan sekali..! umurnya sudah ratusan tahun seharusnya dia menjadi kakek buyut ku.." Sahran melihat zhilong dengan kesal
" Apa kalian sudah puas bermain-main..! jika belum puas aku kasih waktu beberapa menit lagi agar kalian mengucapkan kata-kata terakhir sebelum mati.." Wanita tersebut mengeluarkan aura pembunuh yang cukup pekat
" Ternyata wanita ini sudah membunuh banyak sekali orang,.." Sahran mulai mengeluarkan 30% tenaga dalam yang membuat wanita dihadapannya menjadi siaga sekaligus panik dan menjadi sedikit ragu untuk menyerang
Xinheng mulai melancarkan serangan keduanya tapi serangan itupun bisa di hindari dengan mudah tanpa kesulitan berarti
Xinheng terus menyerang sahran dengan segenap kekuatannya tetapi setiap serangan darinya tidak ada satupun serangan yang membuat sahran terpojok ataupun membuat sahran menyerang balik malah sahran terlihat sangat tenang menghadapi serangan serangan mematikan
Xinheng berhenti sejenak, keringat mulai bercucuran di seluruh tubuhnya karna dirinya terus-menerus mengeluarkan tenaga dalam
Xinheng Melirik Zhilong yang daritadi duduk di bekang sahran menyaksikan keduanya bertarung dengan santai dan tenang
"Huh..! tidak ada cara lain.." Xinheng langsung menyerang sahran dengan jurus paling kuatnya memastikan sahran menghindar dan dirinya bisa mendekati zhilong untuk menjadikan zhilong Sebagai sandra agar dirinya bisa kabur
Benar saja sahran menghindari serangan xinheng, Xinheng tidak menghentikan langkahnya dan langsung menyandra zhilong
__ADS_1
" Ehk..? Apa..? long dia jadikan sandra?" Sahran kebingungan dengan tindakan xinheng, dia berfikir bahwa wanita tersebut benar-benar gila karna zhilong bahkan lebih kuat dari sahran tetapi xinheng malah menjadikan zhilong sebagai sandra demi menghindari sahran dan kabur dari pertarungan
"Hehe..! apa kau takut? jika kau tidak membiarkanku pergi maka dia akan mati" Xinheng tertawa lepas karna yakin sahran tidak akan melakukan hal bodoh dengan mengorbankan seseorang untuk menangkap dirinya
Xinheng menghunuskan pisau belati ke arah leher zhilong dan terus mengancam sahran agar dia melepaskan dirinya atau zhilong akan mati tetapi sahran malah terlihat tenang
" Kalau begitu silahkan saja.." Sahran berbalik dan duduk menghadap zhilong dan xinheng dan sekarang giliran zhilong yang berhadapan dengan wanita tersebut
" Ehk apa?" Pisau belati di tangan Xinheng dengan sendirinya meleleh tanpa disadari
Xinheng melompat menjauh dari Zhilong karna Dirinya merasa ada yang aneh dengan pria yang dia sandra karna daritadi dia tidak berbicara sepatah katapun bahkan saat dirinya di sandra sekalipun
Xinheng terkejut melihat mata zhilong berubah menjadi merah dan pupilnya menyempit seperti mata seekor macan, Dari jari tangan zhilong juga perlahan keluar kuku-kuku tajam berwarna merah kehitaman
"Apa ini perubahan wujud?" Xinheng jelas tau banyak tentang perubahan wujud, banyak sekali buku yang mencatatat tentang perubahan wujud seperti menjadi ular, semut, kucing, dan kelinci beserta sifat dan efeknya tetapi dia tidak pernah melihat seseorang bertransformasi menjadi macan
" Heh..! trik kecil, aku tau ini hanya ilusi mudah bagiku untuk memathakan ilusi.." Xinheng berfikir bahwa ini hanyalah ilusi yang dibuat sahran agar dirinya bisa menjauh dari zhilong untuk menyelamatkan zhilong
___________,,___________
Note : Ilusi adalah suatu ilusi panca indera yang disebabkan adanya rangsangan panca indera yang ditafsirkan secara salah. Dengan kata lain, ilusi adalah interpretasi yang salah dari suatu rangsangan pada panca indera.
____________,,___________
Tetapi fikiran tersebut menghilang perlahan saat zhilong menyerang Xinheng dan serangan tersebut jelas nyata dan bukan ilusi
__ADS_1