LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.4_GUA DI HUTAN RIYUN


__ADS_3

'Tabib itu menghela nafas panjang; sebelum menjelaskan semuanya yang terjadi


"Anak muda ibu mu telah tiada..!! ibumu mengalami luka dalam serius di bagian vital; yang membuat dia kehilangan banyak darah dan akhirnya meninggal, sayang sekali... haihh..!! " Tabib itu merasa prihatin melihat Sahran seorang diri tanpa keluarga


" Pak tua..!! mungkin itu bukan ibuku... ibuku tidak mungkin mati... ibuku tidak mati.. ibuku masih ada...masih hidup..masih hidup...!" Sahran mulai histeris.. dia masih tidak percaya berapa minggu lalu dia kehilangan ayahnya dan sekarang dia kehilangan ibunya


kemudian sang tabib menjelaskan apa yang telah di dengarnya dari salah satu penduduk yang menjadi saksi, bahwa perampok yang menyerang mereka semua telah di bunuh oleh seorang kakek-kakek yang misterius, dan setelah membunuh semua perampok kakek itu memberikan mu seseuatu seperti memberimu obat;. dan seketika kakek itu menghilang seperti butiran cahaya yang terang dan lenyap bagai di telan bumi...


Sahran mempercayai cerita tersebut, karna bagaimanapun; setelah cincin giok itu ada padanya hal hal aneh terjadi padanya..dan sesuatu yang membuatnya penasaran adalah mungkin kakek kakek itu ada hubungan nya dengan cincin giok yang ia miliki...


"ayah waktu itu lari ke tengah hutan; karna dia kehilangan banyak darah dan akhirnya pingsan di sebuah gua di hutan riyun! apa mungkin, gua tersebut juga ada kaitan nya dengan cincin ini...!! " Gumam sahran


"Cincin giok permata angin., kakek-kakek tua misterius, sebuah gua misterius...hmmmm..!! ada apa ini sebenarnya..?" Sahran memutar otak dan ingin mencari jawaban kemana lagi; selain menyerah dan biarkan waktu yang menjawabnya


" Ini semua karna cincin ini..! ehk.. dimana cincinku..?" Sahran meraba dadanya .. ternyata kalung cincin itu hilang..tetapi tali tempat cincin itu di ikat masih ada di lehernya...


"Cincin giok ku...di mana ya...ahk...!!" saat dia mencari cincin tersebut.. Sahran tiba-tiba


merasakan sakit yang sangat luar biasa di bagian dadanya, dia membuka bajunya dan melihat dadanya tiba-tiba mengeluarkan cairan seperti darah yang sangat panas dan dingin


ARGGHHHH!!!!


Sahran merasa sakit yang sangat luarbiasa dan tidak pernah ia rasakan sebelumnya


"Heyyy bocah...!!! aku sudah lama menunggumu..!!" suara kakek-kakek yang menggema di setiap sudut ruangan yang tidak di kenalnya menghiasi telinga sahran..

__ADS_1


"Ssiiapa kau...?? kenapa kau membawaku ke sini...?? kenapa aku ada di tempat ini...?? ini di mana...?? dan kau siapa...?? ini tempat apa..??" Tanya sahran yang sedang melihat sekelilingnya; Dan hanya ada kegelapan dan kesunyian bahkan detak jantung pun terdengar jelas


"Bocah sialan...! Heyy kalau nanya jangan ngebut...!! " ucap seseorang dengan suara parau seperti seorang sesepuh


"Tunjukan dirimu...dan siapa kau..??" rasa takut mulai muncul dan keringat dingin mulai bercucuran, dirinya berada di sebuah ruang hampa yang sunyi dan gelap,..


"Heh..bocah tengik..! panggil aku Zuge Feng...!" seorang kakek-kakek keluar dari kegelapan dengan jubah putih panjang serta janggut panjang


"kau..! apa kau yang membawaku kemari..?" sahran mengenali kakek tersebut dan kemudian dia bertanya kenapa dia menolong Sahran....


"bocah kau punya tubuh yang istimewa.. sama seperti ayah mu.. tapi sayang sekali ayah mu itu mati... jika dia hidup dia akan menjadi pendekar hebat... minimal menjadi guru besar pendekar...!!" zhuge feng mngelus janggut nya sambil tersenyum tipis menatap sahran


"Tubuh istimewa...?? Apa itu...?? " sahran bertanya dengan nada rendah karna takut akan si kakek tua.. sebelum nya dia menyelamatkan ayah nya dan sekarang menyelamatkan dirinya, para perampok juga mati di tangan nya, sahran tau bahwa kakek yang ada di hadapannya itu bukan lah kakek sembarangan... Tentu saja karna kakek tersebut memiliki tenaga dalam yang tidak sedikit... yaitu 86% Tenaga dalam yang bisa dibandingkan dengan guru besar pendekar terkuat sekalipun


"heh...nanti kau juga akan tau...!! bocah tengik apa kau mau menjadi muridku...??" kakek itu mengelus janggut dan tersenyum tipis


"Apa kau tidak mau? kenapa.?? " kakek tersebut menatap sahran dengan raut wajah yang menunjukan kekecewaan; Sahran hanya terdiam mematung, dia bisa merasakan aura pembunuh yang di dikeluarkan kakek itu.... aura yang sangat pekat...


"Mau.... mau tentu saja aku mau...!!" ucap sahran, keringat dingin mulai membasahi punggungnha dan mulai gemetaran..


"Mulai sekarang panggil aku guru...! karna kau sekarang menjadi muridku aku akan memberikan mu ini....! "sang kakek itu mengeluarkan sebuah pedang pendek dan sebuah jubah berwarna ungu serta sebuah lencana berukuran segenggaman tangan berbentuk hexagon


"Ambilah....:!" Feng memberikan semua nya itu kepada sahran...


"Sekte pheonix pedang Es...??" Sahran kebingungan dengan nama sekte di lencana tersebut... menurutnya tidak ada nama sekte tersebut di kekaisaran ming

__ADS_1


"Bocah kau tidak mau...??" Zhuge Feng menatap sahran dengan pandangan heran..


"Tentu saja aku mau.. terima kasih guru...!!" sahran berlutut dan memberi penghormatan kepada Zhuge Feng., dan tiba tiba kepala nya terasa sakit dan seketika pandangan menjadi gelap...


"Ahkk...ah....?!" Sahran tersentak dan bangun dengan keringat membasahi tubuh,


"apakah tadi hanya mimpi..?? " gumam sahran sambil memandangi dadanya, yang sebelum nya penuh darah sekarang hanya tersisa lingkaran kecil di dada atas di bawah leher..


kemudian saat di mencoba duduk di kasur tersebut.. Sahhran memegang sesuatu yang keras dan menemukan sebuah pedang pendek, jubah, dan lencana yang kakek itu berikan ternyata ada di depan nya...


"Ternyata itu bukan mimpi..?," gumam sahran dengan heran


Sahran mungkin tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya, apakah ini semua takdir atau bukan hanya waktu yang dapat menjawabnya


"Aku harus ke tengah hutan riyun untuk mencari gua tempat ayahku di temukan.." sahran bangkit dari tempat tidur untuk bersiap-siap pergi ke gua misterius itu menggunakan jubah serta membawa pedang dan lencana yang kakek itu berikan..


5 hari kemudian dia berjalan, Sahran sampai Di tengah hutan tanpa hambatan... dia heran tidak ada satu pun hewan buas yang dia temui di sepanjang jalan...dan akhirnya dia sampai di sebuah gua besar dan di sekitar gua tersebut terasa dingin dan mencekam; dia memberanikan diri untuk masuk ke gua tersebut dan semakin lama semakin terlihat ada seberkas cahaya terang menyinari seluruh gua dan terasa semakin dingin..


"Tempat apa ini..?? "sahran merasa kebingungan di hutan riyun tidak pernah sedingin ini...


Kemudian dia menemukan sebuah pintu besar yang di jaga oleh seorang pria paruh baya berbadan kekar yang tingginya 2 kali lipat dari tinggi manusia biasa ...


"bocah kembalilah jika kau masih ingin hidup...!!" pria tersebut mengeluarkan aura pembunuh yang begitu pekat, sahran pun berbalik dan beranjak keluar.. pria tersebut menatap sahran dan mengenali jubah sekte pedang phionix es tertulis di punggung sahran...


"heyy... apakah kau murid dari sekte pedang phionix es..?? " pria itu bertanya dan raut wajah nya berubah ketika mengetahui bahwa sahran menggunakan jubah dari sekte phionix es..

__ADS_1


"Bukan... sebenarnya ini guru ku yang memberikan nya...!! " sahran berbalik dan menatap pria tinggi tersebut dengan heran


__ADS_2