LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.92_Mana


__ADS_3

Waktu bergulir tergesa malam itu, Sungguh aneh rasa mengganjal di perut sahran, benjolan yang muncul pada hari itu kini bereaksi.


terasa panas dan dingin menggertakan gigi sahran, dia tidak tahan dengan kondisinya saat latihan, Sahran sama sekali tidak bisa menyerap energi cahaya bulan padahal itulah satu-satunya cara dia bisa mendapat kekuatan.


Dia mencoba memanipulasi energi Yin dan Yang dibawah bimbingan Xun, walaupun sahran sedikit geram dengan pengarahan yang abstrak dan sulit dimengerti, tapi itu terbukti berhasil dia lakukan.


Energi Yin dan Yang berpusat pada aliran energi, jenis energi dingin (Yin) dan energi panas (Yang) memang sangat sulit menjadi satu, akan tetapi dengan beberapa metode manupulasi, kedua jenis energi ini bisa bersatu menjadi energi baru yang disebut dengan Mana.


Tujuan Xun mengajari sahran bagaimana cara memanipulasi energi adalah untuk menghasilkan mana, mana inilah yang menjadi inti pelatihan armor bintang, sebuah jurus yang misterius warisan dewa perang Xunlie dari utara.


Untuk menciptakan armor bintang, Penggunanya butuh mana dengan jumlah yang sangat banyak, Sementara Sahran hanya mempunyai mana kurang dari 1%, jadi memang perjalanan panjang dan butuh kerja keras untuk menghasilkan sesuatu yang sempurna.


Sahran masih belum mengetahui tujuan Xun, tapi alasan Sahran tidak bisa menyerap energi cahaya bulan karena dia sudah tidak membutuhkannya lagi, Energi cahaya bulan hanya akan memberinya energi dengan efek negatif seperti sakit pada nadi dan dantian.


Tapi dengan memanipulasi mana, dia bisa menyerap energi semesta yang jumlahnya tidak terbatas, selain itu sahran juga tidak akan menerima efek buruk dari manipulasi mana, dia hanya akan menerima energi dengan jumlah besar yang sekaligus akan menguatkan energi spirit.

__ADS_1


"Armor bintang! begitulah orang-orang menyebutnya, mereka hanya tau jika jurus ini sangatlah kuat, tapi mereka tidak tahu bahwa usaha dan rintangan untuk mendapatkannya lebih dari apa yang mereka fikirkan" Ucap Xun sembari berjalan menatap langit malam yang bertabur bintang ditemani dewi malam.


Secara bersamaan sahran sadar dan berhasil menyatukan energi Yin dan Yang, Dia membuka matanya lalu melirik ke langit yang sama seperti yang dilihat Xun.


Sebenarnya Sahran juga sudah lama menyadari hal itu, tapi berat baginya untuk mengungkapkan semuanya walau sudah di ujung lidah. Sahran termenung sejenak memikirkan apa yang dia lalui selama ini hanyalah untuk mendapatkan kekuatan dan berdiri dipuncak dunia, tapi bahkan selama ia melangkah kan kaki dijalan beladiri, dia tidak mengenal apa itu bahagia, lantas untuk apa ia hidup?


Xun berbalik menatap Sahran karena dia tau tekad sahran akan goyah dengan dia mengatakan hal seperti itu "Tapi itulah arti dari sebuah perjuangan jika kau mau berdiri di puncak dunia ikutilah kata hatimu dan jangan pernah menyerah, Zhen Xiao Ran, bangkitlah dan jadilah kuat" Xun memegang pundaknya lalu meraih tangan Sahran dan mengepalkannya.


Sahran menatap Xun sejenak dengan senyuman terukir diwajahnya, dia berdiri lalu berjalan ke arah tebing didepan Xun "Baiklah...."


Xun berjalan dan berdiri dibelakang sahran, tangan kanannya merangkul sahran dan tangan kirinya dia kepalkan menunjuk langit "Nah itu baru muridku hahaha!!" Ucap xun dengan tawa mengiringinya.


Sahran menatap Xun dengan aneh yang membuat Xun tidak nyaman "Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Xun penasaran.


"Sejak kapan kau menjadi guruku?" balik tanya Sahran

__ADS_1


"Kau kan hanya orang gila yang memasukan ulat ke saku celanaku, dasar ge'er" Ucap Sahran Dengan datar.


Xun seketika berlutut dan memegang dadanya yang sesak "Ka–kau, kejam sekali kau berkata seperti itu hikz" Ucap Xun.


Sahran mengerutkan alisnya, terkejut dengan tingkah xun yang seperti itu "Berhentilah bertingkah seperti banci, ayolah kita kan keluarga hahaha" Ucap Sahran dengan tawa.


Xun menatap Sahran kesal "Kau yang banci dasar bocah! seluruh keluargamu banci" Ungkap Xun mendorong Sahran kebelakang hingga terjatuh.


Sahran segera berdiri dan mendorong xun balik "Aku masih normal dasar orang gila" ucap sahran.


Akhirnya mereka berdua saling dorong dan pertengkaran tidak terelakan.


2 jam kemudian merekapun lelah dan berhenti, 2 orang ini duduk diantara pohon beringin yang rindang dan mereka sadar bahkan ini sudah hampir pagi, fajar nampak sangat indah didepan mereka.


Sahran terbaring dipangkuan Xun karena lelah dan Xun bersandar ke pohon beringin. Karena terlalu lelah secara tidak sadar mereka berdua tertidur dengan senyum simpul diwajah mereka.

__ADS_1


__ADS_2