
" Paman,.. paman jangan bersedih,.. aku tau dimana mereka sekarang...!" ucap Lin Huamei
" Bagus sekali.!! dimana dia sekarang..?" Sahran menjawab
" Heyy..!! aku tidak berbicara dengan mu..! aku bicara dengan paman..!" Huamei melirik sahran
" Hiyyy..!! iki tidik biciri dingin mi..! iki biciri dingin pimin hihihi.." Sahran meledek huamei
" Heyy kau..!! aduh.." Huamei merasa sangat lemas dan tidak bertenaga, dia berniat memukul sahran dan mencoba bangun tapi dia malah tersungkur jatuh
" Heh.. sudah ku bilang aku....!"
" Diam...kau.." Sebelum sahran menyelesaikan pembicaraan nya, Daii Mubai menutup mulut sahran, sahran tidak dapat bernafas dan berusaha melepaskan tangan Dai Mubai
" Sekarang katakan padaku,! dimana Lin Mubai aku ingin menemuinya..!"ucap Dai Mubai
" Ayahku ada di kota bhek, yang cukup jauh dari sini, tapi ayah pasti akan mencariku di hutan terlarang jadi aku memutuskan aku ikut bersama paman saja.." Huamei menjawab
" Benar juga, bagaimana mungkin ayah mu melupakan mu begitu saja.! baiklah kau boleh ikut.." ucap Dai Mubai
" Uhmmm...uhmmmm..." Sahran masih berusaha melepaskan cengkraman Dai Mubai dan hampir hilang kesadaran karna kehilangan nafas
" Ahk.. maaf! aku melupakanmu! apa kau baik baik saja..." Dai mubai melepaskan sahran
__ADS_1
" Baik-baik saja kepalamu..! aku hampir mati tau..! aku merajuk, aku tidak akan membuatkan bumbu masakan untuk kalian... aku tidak akan,. tidak akan pernah.." Sahran membuang muka dan mengatur nafas
" Gawat..! dia marah.. apa yang harus aku lakukan, jika Zhuge Feng tau hal ini... ohhh matilah aku... matilah aku..!" Batin Dai Mubai
" Heyy.. heyy.. jangan begitulah..! apa yang harus aku berikan kepadamu agar kamu tidak marah lagi" ucap Dai Mubai dengan wajah sedikit pucat
" Tidak.. aku tidak ingin apapun..!" Ucap sahran, dia meninggalkan Dai Mubai dan Lin Huamei untuk pergi berlatih
" Paman,! kenapa wajahmu pucat..? siapa sebenarnya bocah itu..? kenapa paman begitu menghormatinya..?" Tanya Huamei
" Dia adalah Sahran, anak jenius yang hampir mencapai petarung tingkat menengah,.." jawab Dai Mubai
" Apa..? kalau begitu kenapa paman begitu takut padanya, dia kan lebih lemah dari paman.., walaupun dia sedikit lebih muda dan lebih kuat dariku, tapi hasil latihan seperti itu pasti karna sumber daya yang banyak,. aku tebak dia pasti anak bangsawan yang paman tidak bisa singgung benar kan.." ucap Huamei
" Apa..? dia orang miskin..! menguasai 2 elemen,.? mencabut pedang suci..? Murid dari sang legenda Zhuge Feng yang termasyur itu..! dan dia baru 8 tahun..? paman kau bercanda ya.." Huamei melirik Dai Mubai
" Kau tidak akan mengerti,.. jika di bandingkan dengan mu bocah itu lebih kuat darimu.." Ucap Dai Mubai
" Aku tidak percaya dia lebih kuat dariku...! aku harus bertarung dengan nya, jika aku kalah maka aku akan percaya..." ucap Huamei
" Heh..kau tidak perlu melakukan itu; aku akan menanyakan suatu pertanyaan padamu..! siapa yang melumpuhkan mu..??" Tanya Dai Mubai
" Paman..!" Jawab Huamei
__ADS_1
" Kau salah, yang membuatmu lumpuh adalah sahran..! saat itu dia sedang berlatih di tepi sungai dan melihat kalian, karna sahran mengetahui niat kalian ingin merampok, sahran langsung berlari untuk memberitahuku; tapi tertahan olehmu, dia terpaksa melumpuhkan mu; kemudia aku mendengar teriakan sahran yang sedang di kejar 3 orang berjubah hitam dan satu berjubah kuning,.." ucap Dai Mubai
" Di yang melumpuhkan ku..?" Ucap Huamei tidak percaya
" Benar..,dia yang melumpuhkan mu.." Ucap Dai Mubai sebelum pergi meninggalkan Huamei untuk pergi membujuk Sahran
Sahran berlatih jurus petir bencana bagian pertama, saat pertama kali dia berlatih; sahran fikir akan sangat mudah mempelajari jurus tersebut karna saat dia berlatih tidak ada hambatan apapun dan semua gerakan mudah di hafal, tapi setelah lembar pertama selesai, di membuka lembar kedua, di lembaran kedua latihan dan pemahaman sahran mulai melambat dan gerakan gerakan nya semakin rumit serta ada beberapa bagian yang dia tidak mengerti, dia bertanya pada Zhuge Feng, tapi dia malah menjawab; "Jika bekerja keras akan mendapatkan kesuksesan, maka bekerja keraslah, jangan hanya bergantung kepada orang lain, bergantunglah pada tekad dan keteguhan hati-mu...!" perkataan Zhuge Feng terus terngiang di telinga Sahran tapi dia tidak mengerti apa maksud dari perkataan itu; dia terus memikirkan hal yang membuat kepala nya pusing, akhirnya Sahran memutuskan untuk mengumpulkan aura tenaga dalam sambil memahami isi lembar kedua dari jurus petir bencana,..
Setelah berlatih, hari mulai gelap dan api mulai dinyalakan, Sahran melihat Huamei telah pulih dan sudah bisa berdiri
" Sahran, kau sudah selesai berlatih rupanya, maaf aku tidak menepati janjiku, harusnya hari ini kita ke hutan terlarang; tapi melihat keadaan, sepertinya aku tidak bisa membiarkan keponakanku di tinggalkan disini,..!" Ucap Dai Mubai
" Ya..,tetua aku mengerti... waktunya makan.. ini untuk semua orang.." Sahran memberikan sebuah bambu yang didalam nya terdapat minyak bumbu yang sahran buat untuk memanggang daging
" Ini yang aku tunggu...! aku sudah lapar.. makanan enak aku datang.. haha.." batin Dai Mubai .
" Terima kasih.. haha.. kau memang mengerti aku.." ucap Dai Mubai
" Haiya.. mereka sudah menunggu tuh.. jangan membuang waktu lagi.. aku juga lapar.." Sahran mengambil kembali bambu yang di berikan kepada Dai Mubai
Sahran mengeluarkan sepotong daging dan melumurinya dengan minyak bumbu, di susul Dai Mubai dan yang lain, Daging di panggang dan aroma semerbak memanjakan perut..
" Aroma apa ini.., enak sekali..?" Huamei menghampiri Dai Mubai, Dai Mubai sengaja memanggang dua potong daging, yang satu untuk dirinya dan yang satu lagi untuk Huamei, Dai Mubai memberikan sepotong daging kepada Huamei dan dia memakan nya
__ADS_1
" Ummm... ini sangat enak..! tetua air apa tadi..? kenapa setelah di lumuri air itu daging ini menjadi sangat enak.." Ucap Huamei