LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.78_Bentuk spiral (Revisi)


__ADS_3

Sahran membuka matanya pelan lalu duduk tegak, mengerutkan kening karena silau oleh cahaya matahari "Uh! Semua jalan... bersandar...aku... hoam!!" Gumamnya, menggosok matanya yang kering.


Setelah kesadarannya sudah pulih, Sahran membuka matanya lebar-lebar karena terkejut "Eh? dimana ini?" Ucapnya, matanya melesat ke sekeliling tempatnya duduk dan sejauh dia memandang hanya ada padang pasir yang gersang dan tandus.


Sahran terbangun disuatu tempat yang tidak dikenal, dia tidak mengetahui apa yang terjadi, Hal terakhir yang dia ingat hanya Ryukei, dan pasangan suami istri yang menolongnya, selain itu tidak ada hal lain yang dia ingat saat ini.


Sahran merasa ada sesuatu yang mengganjal di perutnya, dia melihat sebuah benda yang bersarang dibalik kulit samping kanan bawah, bentuknya bulat sedikit melonjong dikedua sisi mirip seperti telur berukuran kecil. Dia mencoba menekan benda itu namun tidak menimbulakn reaksi apapun, tidak sakit dan tidak terasa benda itu berbahaya, hanya saja diperutnya terdapat benjolan kecil dan tidak nyaman saat bergesekan dengan sesuatu.


Dia bersandar di reruntuhan tidak jauh dari tempatnya bangun "Kenapa aku bisa ada disini? Bukannya aku sedang berlatih di kaki gunung ditepi sungai?" Gumam Sahran kebingungan.


Semakin dia mencoba untuk mengingat, kepalanya semakin sakit dan tidak mengingat apapun setelahnya kecuali dia mengingat bayang-bayang wajah seorang pria cantik, tapi dia tidak tau dia itu siapa.


"Dilihat dari kondisiku, Seharusnya aku sudah terbaring disini selama 4-5 hari" Gumam sahran menatap kedua tangannya.


Dia berdiri, Matanya melesat ke arah dimana samar-samar sebuah kastil terlihat dari kejauhan.


Sahran menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas "Apa itu kastil ! apa ada sebuah kerajaan disini?" Gumam Sahran penasaran.


Sahran mencoba melangkah namun tubuhnya seolah tidak mau menurut, Kaku, dan berat "Ada apa ini?" Ucapnya kebingungan.


Dia tidak melihat ada yang aneh dengan kondisinya, Tenaga dalam sudah pulih, Energi spirit sudah pulih, Energi Yin dan Yang juga sudah dalam kondisi baik, tapi tubuhnya benar-benar berat seperti ditimpa Puluhan Ton beban dipundaknya.


Setelah beberapa waktu, samar terlihat ada seseorang berjalan kearahnya, tubuh Sahran sudah mengeras dan kaku seperti di pasung oleh jutaan rantai karenanya.


Semakin sosok itu mendekat, Tubuh Sahran semakin berat bahkan tidak kuasa menggerakan bibir, Sosok itu mulai menunjukan wujudnya dari kejauhan, Tapi mata Sahran sebelah kiri tidak bisa digerakan yang akhirnya semua anggota tubuhnya benar-benar menjadi sangat kaku.


Kesadaran Sahran masih ada, Namun ke-5 indra tidak berfungsi membuat dia tidak bisa berfikir dengan jernih "Apa aku benar-benar akan mati? apakah aku akan mati begini saja?" Batin Sahran meringis.


5 hari setelahnya, Sahran masih dalam kondisi Sadar, Namun entah tubuhnya masih ada di tengah gurun atau sudah berpindah ke tempat lain dia tidak mengetahuinya, Sahran hanya bisa berdoa agar dia bisa kembali dengan selamat hingga tujuannya tercapai.


Di menit-menit itu, Sahran mulai bisa menggulirkan matanya tetapi tetap tidak bisa membuka mata, dia bisa merasakan panas tubuhnya dan mulai menggerakan bibirnya pelan.


Dia bisa mendengar namun telinganya penuh dengan pasir membuat lubang pendengaran tertutupi pasir.


2 Jam setelahnya dia mulai bisa merasakan tubuhnya yang berbaring dibenda yang sangat keras, Benda itu panas dan mengeluarkan bau gosong.

__ADS_1


"Apakah aku sedang digoreng? Sial!" Begitulah fikir sahran saat itu.


5 Jam berlalu, Sahran mulai bisa membuka matanya dan keadaan disana sangat jauh dari ekspetasi yang awalnya berfikir dia sedang digoreng ternyata lebih buruk dari itu.


Sahran seperti sedang berada dineraka, orang-orang disiksa dan pasung didalam api, jeritan-jeritan manusia tengkorak yang sengsara dan putus asa kian terdengar sangat nyaring, potongan-potongan tubuh berserakan dimakan belatung dan ular, manusia seolah menjadi bahan bakar api yang bergejolak dibawahnya.


Kemudian di belakang sahran ada dua sosok monster mengerikan, Saat bersentuhan tubuhnya sangat panas seperti besi yang dibakar, dia berbicara dalam bahasa yang tidak dimengerti lalu memasang rantai di kaki sahran dengan pasung.


Sahran dilemparkan kedalam api yang berwarna merah kehitaman, dia menjerit sejadi-jadinya tanpa melakukan perlawanan.


ARGGHH!!!!


"...Arggghhh!!" Jerit Sahran terbangun dengan keringat dingin membanjiri tubuhnya, nafasnya terengah-engah dan kepala pusing.


"ffyyuh! Syukurlah hanya Mimpi, sungguh mimpi yang mengerikan" Ucap Sahran sambil mengelap keringat dikeningnya.


Kemudian tidak lama seorang gadis berusia 17 tahun muncul dibalik pintu, dia membawa nampan dengan 2 mangkuk diatasnya "Apakah tuan sudah bangun?" Tanya gadis itu dengan senyuman.


Sahran tidak menjawab, dia malah terkagum dengan kecantikan gadis tersebut dan tidak berhenti menatapnya.


Sahran terkejut, pipinya mulai merona karena malu dia bertindak tidak sopan kepada orang tak dikenal "Ma–maaf, aku tidak nermaksud seperti itu, aku hanya...Aku hanya...." Jelas sahran dengan gagap.


Gadis itu kembali tersenyum, kemudian mengambil mangkuk lalu mengangkat sendok berisi bubur yang di arahkan ke mulut sahran "Tuan pasti lapar, sini aku suapin" Ucapnya.


Sahran tidak menolak, dia membuka mulutnya lebar-lebar dan berharap ini bukan mimpi seperti sebelumnya, Saat bubur itu masuk kedalam mulut, sahran merasakan rasa garam yang berrarti ini benar-benar bukan mimpi.


Sahran lanjut berfikir tentang alasan kenapa dia bisa terdampar disini, dan kenapa tubuhnya tiba-tiba mengeras saat di padang pasir waktu itu, lalu siapa sosok samar yang dia lihat.


"Sebenarnya aku ada dimana?" Tanya Sahran kepada gadis disampingnya.


Gadis itu menjelaskan jika Sahran sekarang berada disebuah gurun pasir yang luas, di reruntuhan kerajaan suku Bar-bar.


Sahran terbangun disebidang tanah yang terdapat ukiran membentuk spiral di permukaan pasir tidak jauh dari reruntuhan.


Ukiran itu membentuk formasi dengan 9 titik inti dan 297 titik penghubung, sementara di garis luar terdapat 72 Sajak dengan bahasa kuno, luasanya sekitar 9 langkah orang dewasa.

__ADS_1


Ukiran itu muncul saat badai pasir menerjang kawasan tersebut, Sebagian orang melihat ada pancaran berwarna merah di sisi barat daya tepatnya di reruntuhan Suku Bar-Bar yang musnah 200 tahun yang lalu, akibatnya mereka berbondong-bondong untuk melihat apa yang terjadi dan ternyata tidak ada yang terjadi, hanya ukiran aneh yang mereka temukan, Orang-orang sempat berfikir kalau pancaran itu adalah pertanda munculnya malaikat, ada juga orang yang berspekulasi bahwa ukiran itu merupakan pertanda munculnya harta karun.


Maka dari itu mereka mencoba menggali namun tidak menemukan apa-apa, Besoknya mereka kembali dan ukiran itu sudah kembali ke bentuknya semula padahal sebelumnya sudah rata dengan pasir.


Saat itulah pandangan semua orang tertuju pada sebuah tuas ditengah ukiran, sebelumnya itu tidak ada tapi tiba-tiba muncul begitu saja dari dalam pasir, seorang pria mencoba meraih tuas itu karena dikirnya itu adalah kunci menuju harta karun, tetapi saat disentuh energi kehidupan pria itu terkuras sampai kering dan hanya sisa tulang dibalut kulit


Bertahun-tahun kemudian, tempat itu dijuluki sebagai tempat terkutuk karena bentuk spiral di atas pasir itu terus meluas, saat ada seseorang yang menginjak ukiran itu maka dia akan menjadi mayat kering dan mati, sementara jika ada binatang yang menginjaknya maka akan menjadi mayat hidup tanpa akal yang akan menyerang siapapun bahkan bangsanya sendiri.


Dan kemudian, Badai pasir kembali terjadi lalu muncul pancaran berwarna kuning di arah yang sama, Orang-orang mulai ketakutan sesaat setelah melihat petir menyambar ke arah pancaran cahaya tersebut, dan tidak seperti sebelumnya yang menganggap itu sebagai malaikat, mereka menganggap bahwa raja iblis telah muncul dari neraka.


Tepat 5 Hari setelah kejadian itu, Orang-orang yang bermukim paling dekat dengan reruntuhan langsung melarikan diri dan dalam 5 hari itu juga seluruh kota menjadi kosong.


"Ja–Jadi sekarang aku ada didalamnya?" Tanya sahran.


"Benar tuan, tapi anda tak perlu khawatir disini anda akan baik-baik saja" Jawabnya dengan tersenyum simpul.


"Bagaimana cara keluar dari sini? Tanya Sahran penasaran.


"Anda bisa keluar dari sini ketika anda sudah menjadi seorang immortal tingkat oren" Jawabnya sembari mengambil apel lalu mengupasnya.


"Immortal tingkat oren! apa itu?" Ucapnya kebingungan.


"Oh, aku sudah menduga itu, semua orang disini berasal dari benua yang berbeda, sebagian orang menyebut immortal tingkat oren dengan sebutan pendekar senior" Jawabnya, dia menyuapi Sahran dengan apel yang barusaja ia kupas.


"Oh~Emmm~ Jadwi sekawang ayu awa diwana (Jadi sekrang aku ada dimana)" Tanya sahran dengan mulut penuh.


Gadis itu mengelus dagunya, dia juga tidak yakin tapi dia pernah mendengar dari seseorang "Aku mendengar dari orang sih, ini disebut daratan timur, sedangkan aku berasal dari daratan utara, anda dari daratan mana?" Tanya gadis itu dengan penasaran.


Sahran sudah pernah mendengar jika dunia ini ada 5 daratan, tapi dari kelima daratan hanya daratan timur yang jaraknya sangat jauh, Sedangkan daratan utama berada ditengah emat daratan itu.


"Aku dari daratan utama" Jawab Sahran.


Seketika mulut gadis itu terbuka lebar, tertegun karena terkejut dan tak menyangka "Ka–Kau berasal dari daratan utama, itu berarti kau adalah orang pertama dari daratan utama yang masuk kedalam reruntuhan ini" Ucap gadis itu dengan semangat.


"Benar, aku darisana! memangnya kenapa?" Tanya Sahran.

__ADS_1


Gadis itu terlihat sangat bersemangat, namun tiba-tiba dari belakang....


__ADS_2