LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.3_CINCIN GIOK PERMATA ANGIN


__ADS_3

Betapa terkejutnya dia setelah mengetahui bahwa giok itu adalah giok ter langka yang pernah ada...


"Ini.......,!! cincin giok permata angin..!!" mata juru taksir tersebut melebar ketika melihat ada ukiran naga di seluruh bagian giok tersebut dan di luar kemampuan nya untuk membeli giok tersebut walaupun dia menyerahkan paviliun dan semua barang didalam nya itu tidak akan cukup.. sepengetahuan nya giok permata angin hanya ada di dalam legenda tetapi melihat giok yang di bawa anak tersebut dia berdecak kagum karna tidak pernah menyangka akan melihat giok permata angin di depan matanya sendiri


"tapi kenapa cincin ini bisa memanas...??" fikir Sahran


"kakek... apakah ada asal-usul di balik cincin giok ini...!??" tanya Sahran


"Tidak banyak;! tapi menurut legenda cincin giok permata angin memiliki ruang di dalam nya... tapi aku juga tidak percaya.. mana mungkin di dalam cincin ada sebuah ruang..!" kakek juru taksir tersebut terkekeh sambil memandangi cincin tersebut dan mengagumi keindahan nya..


Sahran pulang ke rumahnya dan rasa penasaran nya semakin besar karna selain cincin giok permata itu langka tapi di lebih penasaran pada sang kakek-kakek yang memberikan cincin tersebut pada Sahran;


Kemudian di memutuskan untuk tidak memikirkan nya terlalu jauh; Sahran memasukan tali kedalam cincin dan dia jadikan kalung; dia berencana untuk pergi ke ibu kota untuk menanyakan lebih jauh rahasia di balik cincin giok permata angin


Sebelum itu dia tidak punya banyak uang untuk pergi ke ibukota jadi dia memutuskan untuk pergi berburu besok pagi bersama pemburu lain di desa lembu hijau; tapi kepala desa justru tidak mengizinkan nya karna mengingat Sahran baru berumur 8 tahun.. selain kurang pengalaman juga fisik nya yang begitu kurus dan tidak bertenaga dia takut Sahran akan terluka oleh hewan buas, alasan dia tidak mengizinkan Sahran bukan hanya itu; tetapi jika Sahran ikut maka Sahran akan menjadi beban para pemburu lain


Sahran bersikeras untuk ikut bersama rombongan pemburu.. dia sudah mempersiapkan alat dan bekal perjalanan nya ke hutan riyun, alat panah dan tombak yang selalu ayahnya pakai kini dia bawa untuk dirinya berburu...


"pak tua....aku hanya ingin berburu dan jadi pemburu hebat seperti ayah ku...!! " sahran masih mendesak pak kepala desa untuk mengizinkan nya ikut bersama rombongan..


"Tapi apakah ibumu tahu..?" tanya kepala desa; tentu saja jika Jianren tau pasti tidak akan mengizinkanya, karna sahran adalah anak satu-satu nya yang dia miliki dan tidak ingin terjadi hal yang sama seperti suami nya...

__ADS_1


"pak kumohon...!! " sahran terlihat sedikit kesal dengan jawaban yang dia dapatkan....karna tidak di izinkan akhirnya sahran pulang ke rumah dan dia berfikir bagaimana caranya dia mendapatkan uang....


cincin yang di leher sahran memanas dan bersinar terang saat sahran mendekati sebuah batu besar di hadapan nya; Tentu saja sahran melempar cincin tersebut karna merasa lehernya hampor terbakar, cincin itu terlempar ke arah batu di depan sahran dan dia terkejut; batu itu hancur berkeping-keping saat cincin giok tersebut menghantam batu tanpa tergores sedikitpun..


DHUARRR


Batu tersebut hancur. saat sahran mencari cincin giok; dia menemukan benda yang tidak asing baginya, beberapa bongkahan emas terlihat di antara batu-batu yang hancur, sahran tidak pernah melihat bongkahan emas sebanyak itu;


"apakah ini...apakah ini emas!" ucap sahran


tanpa berkata-kata lebih jauh; Sahran langsung mengumpulkan emas tersebut dan mencari cincin giok yang dia lempar... setelah menemukan cincin giok; dia langsung berlari pulang kerumahnya, dia ingin menjual emas ini untuk pergi ke ibukota, Sahran tidak menyangka bisa menemukan emas sebesar itu di dalam sebuah batu yang setiap hari ia lihat...


"Ibu.... ibu..... " teriak sahran


Susana tersebut pecah; ketika melihat sahran membawa sebongkahan emas yang sangat banyak di tangan nya...


"Sahran apakah kamu pergi merampok..!!" ibu saharan mengepal tanganya dan menatap dingin sahran, tentu saja tidak masalah jika sahran mencuri barang kecil; tapi sahran membawa sebongkahan emas;


"Tidak..ibu...ibu salah paham..,!!" sahran menjelaskan bahwa emas tersebut ia dapatkan dari sebuah batu besar di tepi jalan yang sering dia lewati setiap hari..


jiaren tentu saja tidak percaya dengan cerita sahran karna menurutnya tidak ada seseorang yang seberuntung itu menemukan bongkahan emas di dalam batu, dan sahran juga tidak percaya jika sahram pergi merampok.. karna selain kurus sahran juga tidak punya tenaga dalam.. bahkan aura tenaga dalam pun dia tidak punya.. manamungkin sahran merampok dengan kondisi tubuh tersebut....

__ADS_1


"apakah kamu mencuri..!! " jiaren menyipitkan mata nya dan mengeluarkan aura pembunuh yang kuat hingga sahran tidak berani bergerak bahkan tidak berani bernafas terlalu kencang..


"Ibu.....ibu... sal..salah..paham..!! " sahran terlihat seperti tertekan beban berat dan akhir nya berlutut di hadapan ibu nya tersebut... sahran tidak berani mengatakan bahwa cincin yang ada di lehernya tersebut lah yang menemukan bongkahan emas sebesar ini dan membawa nya kerumah.. tapi menurutnya percuma saja dia menceritakan hal tersebut..karna yakin ibu nya tidak akan mempercayai semua yang dia katakan..


kemudian sahran menunjuk ke arah batu tempat ia menemukan sebongkahan emas tersebut dan langsung membawa nnya pulang ...


sahran dan ibunya kemudian pulang dan tanpa di sangka dirinya di cegat oleh sekelompok orang berbadan besar yang kemudian menghunuskan pedang ke arah nya....


"berikan emas itu jika kalian ingin kami biarkan hidup...." perampok itu berkata dan mengeluarkan hawa pembunuh yang dangat kuat dan membuat sahran hilang kesadaran...


"Tolong ampuni saya tuan... ini emas ini punya tuan....tolong lepaskan kami....!!" jiaren memohon agar mereka melepaskan dia dan anak nya..


"Boss...wanita ini cantik sekali...!! " bisik pria di bakang nya..


"hmmm...!! benar juga..bagai mana jika kita juga bawa dia..!! "dia berkata dengan nada licik dsn penuh dengan siasat


"jangan kumohon tuan....saya harus merawat anak saya...!!" jiaren bersikeras memohon


"Bunuh anak itu....."seru peria tersebut dan seketika anak panah melesat menuju sahran dan di halangi oleh jiaren...


"maafkan ibu nak..ibu tidak bisa menjaga mu...!! ibu akan segera pergi bertemu ayah mu... dan ibu tidak punya muka untuk bertemu ayah mu karna ibu tidak bisa menjaga mu...!! " jiaren berkata dengan nada sedikit bergetar dan mata yang mulai basah...darah segar mengalir di mulut nya dan pandangan nya seketika menjadi gelap..

__ADS_1


sahran membuka matanya dan menemukan dia sedang berada di sebuah kamar di temani seorang tabib...


"aku ada dimana..?? " sahran beekata dengan nada lemas dan bingung..


__ADS_2