
Di tengah kebingungannya sahran tiba-tiba dia muntah darah berwarna hitam lalu tubuhnya mengeluarkan asap
"Ini... Aku menerobos" Ucap sahran di dalam hati
Melihat sahran yang muntah darah lalu mengeluarkan asap, Zhilong dan Ryukei yang melihatnya langsung membuka mulutnya lebar-lebar karna itu adalah tanda seseorang tercerahkan dan menerobos pelatihan "Long, lihat master sedang menerobos. Hebat sekali" Ucap Ryukei
Zhilong mengerutkan dahi lalu memejamkan matanya karna semenjak bertemu dengan sahran dirinya tidak berhenti di kejutkan oleh potensi dan bakat sahran yang begitu mengagumkan
" Menerobos pelatihan sangat jarang bisa di lakukan oleh orang biasa, itu berarti master memang bukan orang biasa walaupun sangat jarang aku melihat master berlatih" Ucap Zhilong sembari melihat sahran yang terus menerus mengeluarkan asap di sekujur tubuhnya
" Walaupun aku sangat penasaran dengan jurus apa yang dia latih, tetapi di bandingkan dengan ini lebih baik secepatnya aku bawa dia ke hadapan kaisar agar bisa mengetahui potensi yang ada di dalam dirinya atau bahkan dia akan di angkat menjadi murid pertama kaisar ryujin" Ucap Zhilong dalam hatinya
Sahran merasakan setiap sendi dan urat syaraf semakin kuat, begitupun dengan darahnya yang telah di murnikan
Setelah beberapa saat, dari tubuhnya keluar semacam cairan hitam yang menghasilkan aroma yang tidak sedap bahkan aromanya lebih menyengat daripada bangkai
Sahran mengerutkan dahi saat melihat tubuhnya yang mengeluarkan cairan hitam di setiap pori-pori yang ada di tubuhnya tanpa terkecuali "Apakah ini racun? benar, ini racun obat yang selama ini terkumpul di dalam tubuhku" Ucap sahran
Racun obat tercipta karna api yang digunakan seorang alkemis tidak di murnikan setelah membuat ramuan
Racun ini sangat mempengaruhi pelatihan seseorang karna dapat menyumbat dantian yang menyebabkan tidak terkumpulnya tenaga dalam
Sahran hanya di ajarkan tentang memurnikan unsur api tanpa tahu bahwa setiap pemurnian harus di lakukan setelah membuat ramuan agar unsur api tetap terjaga
"Aroma ini membuatku mual" Sahran mengerutkan hidung karna aroma yang menyengat ini benar-benar membuatnya merasa mual
__ADS_1
Sahran memejamkan mata lalu menahan isi perutnya yang mau keluar bahkan karna terlalu serius dirinya menahan isi perut, pengamanan bagian bawah di lepas hingga dirinya tidak bisa menahan bio-gas yang mau keluar. Sahran kentut dengan cukup lembut tanpa suara, tetapi Kentut nya juga tidak biasa karna mengandung racun obat yang mematikan serangga
Kemudian setelah racun-racun itu keluar sahran mencabut pedang nya lalu menyarungkan pedang tersebut dengan rapi dan memasukannya kedalam cincin ruang hampa
"Aku harus mencari sungai untuk membersihkan tubuhku, aku benar-benar tidak tahan dengan aroma ini..." Ucap sahran sembari berlari yang di ikuti oleh Zhilong dan Ryukei
Tetapi Zhilong dan Ryukei tiba-tiba berhenti lalu mengganti arah karna aroma yang tidak sedap dari sahran membuat mereka sibuk menutup hidung walaupun jarak antara merka sekitar 200 meter
"Urgh sial, darisini saja aromanya masih begitu menyengat" Zhilong mengerutkan hidung karna jarak antara mereka dan sahran sudah sekitar 400 meter tapi baunya masih begitu jelas tercium
Akhirnya sahran menemukan sungai lalu mandi disana karna racun obat ini begitu kuat ikan-ikan di sungai tersebut satu-persatu muncul kepermukaan karna mabuk dan keracunan
Tidak lama setelah tubuhnya bersih, sahran merasakan sesuatu yang luar biasa yaitu dirinya sudah menembus tingkat petarung mahir 1 lingkaran yang artinya dia bisa melukai perajurit petarung karna kapasitas tenaga dalamnya sudah mencapai 15%
"Luar biasa! akhirnya aku menembus tingkat petarung mahir setelah bertahun-tahun, ha-ha-ha" Ucap sahran dengan gembira
"Ternyata selain menerobos dia juga langsung menembus ke tingkat petarung mahir, sangat mengagumkan" Zhilong tersenyum tipis lalu senyumannya memudar saat sahran tiba-tiba diam dan bertingkah aneh
Sahran memperhatikan sekeliling seolah-olah ada musuh yang mengintai tetapi itu bukan Zhilong dan Ryukei karna Sahran sudah mengetahui keberadaan Zhilong dari awal
"Long.. Keluarlah" Ucap sahran sambil menatap ke satu arah dan disitulah tempat Zhilong dan Ryukei bersembunyi
"Maaf master, kami menguntit anda karna kami khawatir akan terjadi sesuatu. Kalau master marah silahkan hukum saja kami" Ucap Ryukei dengan badan setengah membungkuk dengan kepala menunduk karna malu dan merasa bersalah
"Bukan itu yang 'ku maksud, Aku hanya meminta kalian untuk berpencar karna seperti yang kalian cium sekarang di sekitar sini ada bau darah yang sangat pekat dan aku yakin ini bukan darah seekor hewan" Ucap sahran sembari dirinya keluar dari air dan mengeringkan tubuh
__ADS_1
"Seperti yang master katakan, disini memang ada bau darah yang sangat pekat, aku yakin tidak jauh dari sekitar sini" Ucap Zhilong
"Baiklah berpencar,.." Ucap sahran, setelah itu Zhilong dan Ryukei melesat ke berbagai arah untuk mencari sumber bau amis yang di yakin bau darah tersebut
Zhilong pergi ke arah hilir sungai dan menemukan sebuah pedang tergeletak di pinggir sungai sementara Ryukei menemukan sebuah pelindung kepala dan sepasang alas kaki yang tidak lagi utuh
"Aku yakin bau ini berasal darisini.." Ucap Sahran yang menuju ke hulu sungai
Setelah beberapa saat Zhilong dan Ryukei kembali berkumpul bersama Sahran dan masing-masing dari mereka menemukan barang-barang tak lazim yang seharusnya tak ada di tengah hutan
"Jadi bisa di pastikan bau ini berasal dari hulu sungai, mari kita periksa" Ucap sahran
Mereka pun dengan sigap langsung berlari dan Tak perlu waktu lama mereka terkejut saat melihat sebuah gua yang tidak jauh dari tempat mereka menemukan barang-barang itu
"Ini adalah sumber bau amis tersebut" Ucap Zhilong yang baru kali ini dia merasakn sedikit ketakutan di dalam dirinya
"Bau darah yang begitu kental, khoekk.." Ryukei yang tidak tahan langsung mengeluarkan isi perutnya
Zhilong yang melihat Ryukei muntah, Mulai merasa mual dan dia juga mengeluarkan isi perutnya
Sahran yang melihat tingkah kedua orang di hadapannya menatap mereka berdua dengan tatapan aneh "Aku tidak yakin mereka akan bertahan di medan perang" Ucap Sahran sembari mengeluarkan sebuah pil obat penawar rasa mual
Sahran memberikan kedua orang itu masing-masing satu pil berwarna coklat sementara sahran menggunakan pil berwarna merah
Pil coklat merupakan pil pencegah rasa mual sementara yang di telan sahran merupakan pil pemulih karna menerobos pelatihan sangat menguras tenaga yang membuat tubuhnya lemas
__ADS_1
Sahran memilih tidak memakan pil pencegah mual karna ini kesempatan bagus untuk melatih mental di medan perang sesungguhnya yang penuh dengan darah