
" hmmm,. sepertinya enak,.. " Saat Dai Mubai mencobanya dia langsung menyukainya
lalu sahran membagikannya kepada semua orang, setelah makan sahran seperti biasa mengumpulkan aura tenaga dalam dan dia melakukan beberapa gerakan pedang dalam jurus petir bencana, dia kurang lebih bisa mempelajari 3 gerakan dasar petir bencana lembar kedua, Kemudian sahran melakukan beberapa gerakan selanjutnya, meskipun berulangkali gagal, sahran tetap berusaha memahami dan menadalami gerakan di dalam jurus petir bencana, akhirnya dia berhasil memahami gerakan keempat jurus petir bencana saat matahari sudah bersinar terang, walaupun gerakan sahran agak sedikit kaku dan tidak sempurna, setidaknya dia telah memahami sebagian kecil gerakaan keempat, seperti biasa setelah berlatih dia memulihkan tenaga dalam, memang sedikit memakan waktu untuk memulihkan tenaga dalam, karna sahran berlatih siang hari dia tidak mendapatkan penyerapan cahaya bulan, selesai berlatih dia bergegas mebereskan barang barang dan perbekalan, dan ternyata, Dai Mubai sudah bersiap siap untuk pergi ke hutan terlarang
tidak ada hambatan selama perjalanan, sampai Dai Mubai memberhentikan rombongan di suatu rumah yang cukup besar, Dai Mubai berkata mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan jika memakai kereta kuda karna medan yang terjal dan naik turun bukit dan lembah, Dai Mubai sering menyimpan kudanya disini., dan berjalan kaki menuju hutan terlarang.
Dai Mubai beserta rombongan nya berjalan selama 3 hari, di perjalan mereka diserang beberapa hewan buas seperti srigala dan macan, tapi itu bukan hambatan bagi mereka, setelah mengalahkan hewan buas, mereka melanjutkan perjalanan dan hanya beristirahat beberap jam untuk makan dan minum sebelum melanjutkan perjalanan kembali..
" Hei,.. apa kau punya air minum, aku haus" Huamei bertanya kepada sahran dengan wajah lesu
" Ini air yang aku punya dan ini air terakhirmu,.. minumlah..!" Ucap sahran
" Terima kasih.."
Gluk..gluk..gluk.. ahkk
Saat minum Huamei berfikir ternyata sahran adalah orang baik, dia merasa bersalah karna selalu melontarkan kata-kata kasar kepada sahran, memang benar Huamei yang selalu memancing kemarahan sahran
" Minuman mu kau berikan kepadaku, terus kau minum apa..?" Tanaya Huamei
" Hah..., aku masih mempunyai banyak air, apa kau mau lagi..,tidak akan kuberikan..!" jawab sahran
" hah.. tadi kau bilang air yang kuminum adalah air terakhirmu,..,"
" Hei.. sebenarnya dimana telingmu..? Aku sudah bilang ini air terakhirmu, kau menitipkan nya padaku saat di perjalan 2 hari lalu.. lalu aku menyimpan ini didalam tas ku,.."
" Apa.. jadi ini adalah botol air ku..! kau memang bocah tengik.. kau menyimpan airku,.. aku hampir mati kehausan tau.." Ucap Huamei
__ADS_1
" Hei,.. hei..! siapa suruh kau bersandiwara seperti itu.., lihat mukamu yang cantik itu.., tadi mukamu putih sekarang jadi pucat begitu..haha.." Sahran menunjuk Huamei
" Heh.. kau dasar bocah.., kau harus sopan kepada orang yang lebih tua darimu.." Ucap Huamei
" Sudah jangan marah, nanti beneran cepet tua lho.." Ucap Sahran
setelah berjalan seharian mereka mulai kelelahan, tapi dai mubai tidak memberikan intruksi untuk beristirahat, dan terus berjalan
" Uhk.. capek sekali, paman apa masih jauh, kakiku rasanya seperti mati rasa, aku kelelahan,-" Huamei merengek dan menarik jubah Dai Mubai
" Kau ini.., lihat, kita hampir sampai" Dai Mubai menunjuk ke suatu arah, Dia menunjuk sebuah bukit yang hijau dan hanya ada sebuah pohon persik di tengah bukit tersebut, sungguh pemandangan yang sangat indah,
" Apa ini hutan terlarang,.! Hutan ini tidak semenyeramkan namanya, ini malahan sangat indah..!" Sahran terpesona oleh keindahan bukit tersebut dan ingin sekali rasanya dia tinggal di tempat seperti ini..
" ini bukan hutan terlang..! " Ucap Dai Mubai
" Terus tetua..! diamana hutan terlarang yang tetua maksud..." Tanya Sahran..
" Aku kira ini hutan terlarang.,..,disini.." Sebelum sahran selesai berkata Huamei menyela
" Ahk paman.., kita istirahat dulu saja disini, hah..! capek sekali.." Ucap Huamei
" Setuju, haha.. aku ingin menikmati pemandangan indah ini sesaat sebelum melanjutkan perjalanan" Ucap Sahran bersemangat
" Aku tidak bicara padamu, aku bicara pada paman.." Huamei menatap sahran dengan tatapan kesal
" Baiklah...! Baiklah..! kau menang.., jadi tetua kita istarahat disini..??" Tanya Sahran
__ADS_1
" Tidak..! " Jawab Dai Mubai
" Ahk tetua kenapa..? disini adalah tempat paling bagus.." Sahran merengek
" Kita akan istirahat disana..," Dai Mubai menunjuk sebuah pohon persik di tengah bukit , karna biasanya mereka beristirahat disana,.
Dai Mubai berjalan dan diikuti oleh Sahran dan yang lainnya., saat sampai di bawah pohon persik, mata sahran terbuka lebar, keindahan alam yang sangat indah seperti di syurga dunia terlukis di hadapannya, angin yang sejuk menerpa rumput-rumput hijau seakan melambai menyapa sahran, burung- burung berkicau dengan penuh kasih seraya menyapa alam, kehidupan sangat terasa di luasnya alam semesta, bunga-bunga penuh warna bermekaran yang memancarkan aroma yang menyenangkan, pemandangan itu seakan menjadi penghilang penat setelah berjalan seharian, ingin rasanya tinggal lebih lama
" Suatu hari jika aku menjadi yang terkuat, aku akan kemari dan menikmati keindahan ini., dan suatu hari nanti jika rambutku mulai memutih, aku akan datang kemari menikmati kehidupan masa tua ku yang tenang dan damai sebelum ajalku tiba.." Ucap sahran
" Ya... kau harus berusaha untuk menjadi yang terkuat, suatu hari nanti kau akan merasakan bagai mana rasanya dunia mistis di puncak dunia" ucap Dai Mubai
" Ya aku akan berusaha,..! huh.. jika saja ibu dan ayahku masih hidup, aku akan membawa mereka kesini untuk menikmati keindahan yang aku rasakan.., aku merasa bersalah karna tidak cukup kuat, tidak adil jika hanya aku yang menikmati keindahan seperti ini.." Ucap sahran
" Hey..! jangan khawatir, syurga disana jauh lebih indah dari yang kau bayangkan, keindahan yang ada dihadapan mu ini hanya 1% dari surga yang sebenranya, ayah ibumu pasti sedang bersenang-senang, dan jika ayah ibumu melihat kau menjadi kuat, mereka akan bangga, mereka akan menunggu mu untuk menikmati keindahan syurga yang sesungguhnya..! " Ucap Dai Mubai
" Benar aku akan menjadi kuat, aku akan membanggakan ayah dan ibuku, aku akan menjadi yang terkuat.." Ucap sahran sambil mengenggam tangan nya, dia bertekad akan merasakan dunia mistis di puncak dunia
Setelah beristirahat, Dai Mubai memberikan intruksi untuk meneruskan perjalanan,
Dai Mubai dan yang lainnya berjalan melewati lereng bukit, Sahran melihat sebuah kabut menutupi sebagian besar hutan, suasana yang sangat mencekam semakin terasa ketika mereka berjalan semakin dekat dengan kabut itu.., sesampainya di depan kabut.., Sahran melihat sekelebat bayangan-bayangan putih melayang di sekitar dan di dalam kabut, dan dia sedikit takut
" Tetua apa itu yang putih dan melayang- layang itu..?"Sahran menunjuk ke suatu arah
" Ahk itu..., itu adalah roh-roh penjaga hutan ini.., yang kalian sebut dengan hantu, itu adalah mereka.." Dai Mubai menjawab
" Apa... Hantu..!! " Sahran memeluk dirinya sendiri karna selain susana yang mencekam, juga banyak hantu yang berkeliaran
__ADS_1
" Tetua..! apa mereka berbahaya.. " Tanya Sahran
" Tidak mereka tidak akan menyerang kita, jika kita tidak mengganggu mereka atau jika kita tidak merusak hutan ini..." Jawab Dai Mubai