LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.66_Jalan keluar


__ADS_3

Setelah itu, dia mencari sesuatu dari tumpukan mayat yang sudah membusuk dengan aroma yang sangat menyengat menusuk hidung.


Serasa sudah tidak ada yang perlu di ambil lagi, Sahran memutuskan untuk membakar monster ini


Dia tidak mengambil racun yang ada di tubuh monster bunga karna tidak mempunyai wadah yang mampu menahan sifat korosif dari racun tersebut, dia memutuskan untuk membakarnya saja karna dengan begitu racun tersebut akan hangus dan lenyap hingga tidak dapat digunakan untuk membunuh.


Sahran mencari jalan keluar selain pintu masuk karna itu akan menyebabkan masalah ini semakin rumit.


Akhirnya dia menemukan sebuah pintu yang sudah penuh dengan jaring laba-laba karna sudah lama tidak di gunakan


Dia mendekati pintu tersebut dan mendengar suara aneh yang semakin terdengar jelas.


Setelah beberapa saat, dia menyadari itu bukan suara monster ataupun semacamnya, Suara tersebut berasal dari gemercik air yang mengalir deras.

__ADS_1


Merasa sudah tidak ada jalan lain, Tanpa ragu dirinya membuka pintu dan hanya menemukan kegelapan serta suara air yang semakin jelas terdengar


Dia memetikan jarinya untuk membuat api yang akan digunakannya sebagai penerangan.


Sahran berjalan dengan hati-hati dan langkahnya penuh perhitungan untuk berjaga-jaga jika ada bahaya, sampailah Sahran kepada sumber suara yaitu air yang terlihat seperti air comberan.


Dan tempat berdiri sahran saat ini adalah di bawah tanah, Itu dibuktikan saat sahran melihat beberapa lubang, lubang tersebut seperti ada orang yang melintas di atasnya.


"Sangat pengap, sungguh tidak nyaman" Ucap sahran.


Dia mengintip untuk memastikan, dan benar-benar tidak ada orang yang melintas. Setelah merasa semuanya sudah aman, Kemudian sahran keluar dengan cepat agar tidak ada orang yang menyadarinya.


Kejadian barusan membuat sahran lelah dan dia tidak tahu kemana Zhilong dan yang lainnya pergi hingga langit sudah berwarna kuning kemerahan yang menunjukan hari sudah petang "Aku tidak tahu, hari ini sedang sial atau sedang beruntung, Haih..."Ucap sahran di dalam hati.

__ADS_1


Sahran tidak tau harus bagaimana dan hanya berjalan tanpa arah tujuan di kota yang asing baginya.


Hingga langit mulai gelap dan kota mulau ramai, Sahran memutuskan untuk mengisi perut karna dari pagi dia belum makan sesuap nasi pun.


Dirinya melihat sebuah restoran yang cukup ramai pengunjung, Sahran memutuskan untuk mampir dan makan disana.


Tapi tetap saja tidak ada yang spesial, Menu yang disajikan juga tidak jauh beda dengan restoran di luar sana yaitu daging panggang dan minuman hangat, Hanya saja, yang membedakan restoran ini dengan restoran lainnya adalah, disini pelayannya adalah wanita cantik yang mampu menarik pelanggan.


Sahran memesan beberapa makanan dan makan dengan lahap karna dirinya benar-benar lapar lalu mencari penginapan untuk tidur malam ini.


Setelah berajalan kesana-kemari tapi sahran tidak menemukan satupun penginapan yang membuat dirinya terpaksa harus menanyakan identitas Lin Huamei.


Setelah bertanya kepada seorang nenek-nenek pedagang kain, Dia menunjuk kesebuah bangunan besar seperti istana di tengah kota, dan itu adalah tempat tinggal kepala sekte.

__ADS_1


Sahran merasa bodoh karna yang daritadi dia cari ternyata adalah bangunan besar yang bisa terlihat di setiap sudut kota.


__ADS_2