LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.46_Zhilong belajar menjadi alkemis


__ADS_3

"Aku pulang...!" Zhilong membuka pintu dan menemukan sahran yang sedang memakaikan baju kepada ryukei karna sesaat setelah zhilong pergi sahran memilih memandikan ryukei karna pertarunganya mengakibatkan baju serta badanya penuh debu bercampur lumpur


AAAHHKKKKK,.!!!


"Ranran kecil..., kau masih kecil apa yang kau lakukan itu adalah suatu tindakan tercela!" Zhilong menarik sahran dan menyeretnya ke dinding


"Katakan padaku apa yang kau lakukan pada anak itu selagi aku pergi,.."


"Kau mabuk ya..! Aku sedang membersihkan badanya tau dasar karnivora ber-otak kotor!" Sahran melepasakan tangan zhilong yang sedang mencengkram bahunya


"Apa kau bilang, aku karnivora?"


"Kau tidak tahu dirimu sendiri? kau mabuk ya? kau macan putih tahu! tentu saja kau karnivora"


"Hah apa?"


"Sudahlah, ayo bantu aku membuat ramuan obat, karna elemen mu api, maka aku akan mengajari kamu cara menjadi alkemis"


Sahran merapikan bajunya dan berjalan menuju ryukei yang sampai saat ini belum sadarkan diri sementara zhilong tertegun dan bengong seolah tidak percaya dengan apa yang di dengarnya


"Ranran, Sebenarnya siap kau, dan kenapa kamu begitu peduli padaku?" Zhilong yang tertegun dengan nada sedikit bergetar bertanya kepada sahran hingga sahran menghentikan langkahnya


"Hah? siapa aku? aku adalah temanmu dan sebagai seorang teman peduli dan saling membantu adalah poin penting yang harus aku lakukan!" Sahran berbalik menatap zhilong lalu kembali membalikan badanya dan melanjutkan langkahnya


"Apa kau tahu, aku tak pernah mempunyai satu pun teman atau saudara selama ini, tetapi semenjak aku bertemu denganmu aku seperti inang yang terus membebani dirimu! tapi kau tetap menganggapku teman yang bahkan aku tidak mengerti apa artinya teman" Zhilong duduk lalu menundukan kepalanya karna merasa bersalah.


Tiba-tiba sahran berjalan mendekati zhilong yang sedang menunduk memeluk lututnya sendiri dan dari raut wajahnya terlihat zhilong seperti merasa sangat bersalah, Sahran mengulurkan tangannya di depan zhilong dan berkata: "Aku adalah temanmu, mulai sekarang kau jangan memikirkan apapun tentang kesalahanmu, sebagai teman apapun akan ku lakukan, bangkit dan teruslah melangkah jangan sampai putus asa karna kau tidak sendirian" Sahran tersenyum lalu di ikuti oleh zhilong yang menyambut tangan sahran dengan senyuman


"Mari bantu aku siapakan bahan, aku akan mengajarimu tentang cara mengendalikan suhu dan tekanan api."


"Baiklah tapi aku mau membersihkan badanku dulu sebelum membeuat obat" Zhilong beranjak pergi menuju kamar mandi sementara sahran membuka keranjang yang zhilong bawa berisikan bahan bahan obat yang sebelumnya sahran tulis

__ADS_1


Zhilong membawa sebuah keranjang bambu berisikan semua bahan-bahan obat yang telah sahran tulis seperti rumput sunyi, teratai ungu, buah jiang dan bahan-bahan lain yang di butuhkan, Setelah sahran mengeluarkan semua isi di dalam keranjang tersebut! di dalam keranjang ada satu benda berukuran sebesar telur ayam berwarna hitam kecoklatan berbentuk bulat dan sedikit lonjong di bagian atasnya, Sahran tidak tahu apa itu dan mungkin itu milik zhilong, Sahran pun menyimpanya di atas meja


"Baiklah selagi aku membuat ramuan kau bisa berlatih cara mengendalikan suhu dan tekanan api, caranya!!" Sahran mengajarkan cara duduk, simbol tangan, dan mngendalikan elemen secara simetris, penjelasan sahran serta semua yang sahran katakan mudah di fahami, padat dan jelas seperti apa yang diajarkan oleh Zhuge Feng kepada sahran


"Kau bisa berlatih seperti apa yang aku ajarkan sementara aku akan mulai membuat ramuan.." Sahran beranjak meninggalkan zhilong yang sedang berlatih lalu karna sahran tidak mempunyai tripod alkemis mengharuskan dia menggunakan peralatan yang tersedia


Sahran menggunakan guci arak yang berukuran setengah meter dari penyimpanan penginapan untuk dia gunakan sebagai tripod membuat ramuan.


Agar menghasilakan ramuan yang sempurna sahran melubangi guci tersebut di sekeliling guci bertujuan agar panas api menyebar secara merata dan tetap stabil


Sahran mulai memasukan bahan-bahan yang sebelumnya dia rendam di air perasan jeruk untuk menghilangkan kotoran serta baunya


Tahap pertama membuat ramuan tingkat perak sangatlah mudah karna menggunakan api kecil, tapi setelah beberapa tahapan barulah kesulitanya mulai meningkat dari api kecil, sedang lalu besar membuat ada kemungkinan tripod meledak saat tahapan ini tapi dengan pengalaman sahran selama bersama Zhuge Feng membuat sahran lebih leluasa mengendalikan api serta resiko terjadinya ledakan sangatlah kecil


Selagi sahran membuat ramuan zhilong masih berlatih dan sesekali zhilong mencuri pandang melihat sahran yang sedang membuat ramuan, Zhilong merasa kagum melihat sahran dengan tenang dan leluasa mengendalikan api seolah-olah sangat mudah baginya


Zhilong sudah beberapa kali melatih mengendalikan suhu api tapi selalu saja suhu terlalu tinggi dan bahkan membakar alis sebelah kanan nya karna tidak berhati-hati


Menurutnya sahran adalah pekerja keras dan pantang menyerah dilihat dari caranya berlatih menandakan sahran sudah berlatih selama bertahun-tahun dan bukan mudah baginya melakukan pelatihan sejenis menyerap cahaya bulan karna membutuhkan mental serta fisik yang kuat


Di sisi lain sahran terlihat sedang menekan api yang pela-pelan tapi pasti dia tingkatkan hingga mencapai batasnya


Asap putih pun keluar dari tripod dan aroma harum dengan cepat menyebar ke seluruh ruangan menandakan ramuan yang di buat sahran berhasil dan sempurna


Sahran duduk dengan ter engah-engah sambil mengelap keringat karna panas api yang cukup besar membuatnya terpaksa harus bertahan dan menjaga bahan agar tetap terjaga tanpa menghanguskan bahan tersebut


Lalu Zhilong menghampiri sahran dengan membawa segelas air ptih dan handuk untuk mengelap keringat serta menghilangkan dahaga setelah sahran membuat ramuan, tapi sahran terkejut dengan apa yang di katakan Zhilong


"Master! silahkan di minum...!" Zhilong mempersilahkan sahran minum dengan sopan dengan wajah yang berseri penuh senyuman


" Long! kau bilang apa? 'Master? Kau berlatih hingga jadi bodoh ya? aku bukan master"

__ADS_1


" Kau yang mengajariku! tentu saja aku harus memanggilmu master!"


" Long katakan padaku! sejak kapan otakmu bermasalah? dan kamu bodoh sudah stadium berapa? aku hanya butuh teman bukan murid, Bodoh!"


Sahran menyangkal perkataan Zhilong namun Zhilong tetap memanggil sahran master hingga sahran merasa kesal karna nya, tetapi sahran masih menahan amarah karna mau bagaimanapun dia tidak akan bisa melukai zhilong karna zhilong sudah berada jauh di atas tingkatan kekuatan nya


"Baiklah bawakan aku beberapa botol permata di dalam lemari dan beberapa papan kayu..." Sahran memilih pergi dan menyiapkan ramuan yang telah dia buat untuk di kemas dengan botol permata agar tahan lama dalam suhu apapun


" Baik master..." Sahran yang mendengarnya pun langsung membuat dia berfikir mungkin saat Zhilong berlatih dia diam-diam memperhatikan dirinya yang sedang membuat ramuan lalu otaknya jadi bermasalah


______________,,_______________


Mohon maaf jika atmosfer nya terasa berbeda karna setelah saya check alur yang sudah saya konsep ternyata ada satu bagian yang terlewat tapi tidak vatal.


Terima kasih karna sudah setia dengan novel ini saya sebagai author sangat termotivasi untuk selangkah lebih maju hingga menghasilkan karya yang artistik


_______________,,_______________


__________Credit tittle__________


_______________;;_______________


Yang bikin ide : Baron


Yang berfikir : Baron


Yang menulis : Baron


Yang merevisi : Baron


Yang ulpoad : Baron

__ADS_1


Yang dapat duit : Emak nya Baron


__ADS_2