LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.51_Dewi Xuan Yin


__ADS_3

"Tuan, anda aladah pewaris tongkat kayu persik ke 2 setelah Zhulian kaisar pendekar tingkat dewa perang 20.000 tahun yang lalu, Aku di utus oleh tuan kaisar untuk mencari pewaris yang memiliki tekad yang kuat dan rendah hati dan tuan adalah pewaris yang cocok dengan kriteria tuan kaisar yaitu mempunyai tekad yang kuat dan keteguahn hati. Selain itu, tuan juga memiliki element langka yang cocok dengan tongkat kayu persik yaitu element petir"


Osamu terlihat masih mencerna apa yang di katakan gadis di hadapan nya, setelah beberapa saat Osamu menundukan kepala dan meminta gadis tersebut untuk mencari tuan yang baru karna Osamu menyedari dirinya tidak akan ada harapan mengingat meridian yang rusak dan tubuh yang begitu lemah dengan kata lain dirinya akan sia-sia memiliki senjata dewa terkuat sekalipun


"Apa tuan menginginkan sesuatu?" Gadis tersebut mengerutkan dahi nya karna heran dengan osamu yang terus menerus berbicara tanpa ada satupun kata pun yang bisa di mengerti


"Aku hanya ingin membuktikan pada ayahku bahwa aku ingin menjadi yang terkuat, tetapi itu hanya sebatas ekspetasi saja karna keadaan ku sekarang bukanlah hal yang aku inginkan, Ku harap kamu bisa mengabulkan satu permintaanku, katakan pada ayahku aku hanya ingin ayahku tau bahwa aku tidak bersalah" Ucap Osamu


"Kenapa tuan tidak mengatakannya sendiri" setelah gadis tersebut berkata demikian, dengan tiba-tiba tubuh osamu melayang di udara


Gadis tersebut tersenyum lalu menyerukan beberapa kalimat yang tidak di mengerti Osamu tapi lebih seperti mantra


Tubuh osamu bersinar dengan terang sampai dirinya tidak dapat melihat tangannya sendiri karna terlalu terang cahaya yang memancar


Aahhhkkkkk??!!


Setelah beberapa saat, cahaya itu mulai redup dan di saat bersamaan Osamu merasa tubuhnya di tusuk-tusuk dengan ribuan jarum panas dan sangat menderita


Osamu mengerang kesakitan karna dia sendiri tidak dapat bergerak dengan tubuh yang bercahaya


Dia hanya bisa berteriak karna lidah nya mulai kelu dan suara juga sudah hampir habis


Satu jam berlalu dan osamu terbaring lemas di lantai, dia berusaha bangun beberapa kali tapi seluruh tubuhnya seolah mati rasa dan darah seolah tidak mengalir dalam tubuhnya


Pandangan nya mulai kabur dan yang terakhir dia lihat adalah wajah si gadis yang cantik dengan senyum yang lembut bagai bidadari

__ADS_1


_____________,,_____________


"Uhk..! apa yang terjadi? apakah tadi itu mimpi?," Osamu melihat tangan dan seluruh tubuhnya baik-baik saja tapi kejadian yang di anggap mimpi itu benar-benar seperti nyata dan sakit yang di deritanya masih terbayang di fikirannya


"Tuan, ahh tidak yang mulia, Apa anda baik-baik saja?" Seseorang muncul dari sudut ruangan dengan portal di belakangnya yang masih terlihat jelas, berbeda dari sebelumnya yang merupakan gadis cantik, yang muncul kali ini adalah seorang pria berbadan kekar dengan wajah sangar sedikit hitam kecoklatan serta 2 pasang kapak berwarna emas dan perak di punggung nya


Pria tersebut mengenakan Zirah perak dengan satu corak lambang singa emas di dada nya


"Anda siapa? kenapa memanggilku yang mulia?" Osamu sedikit terkejut karna yang dia tahu bahwa Zirah seperti ini jelas bukan barang yang lumrah, Zirah ini di sebut Zirah rubah bintang yang terdiri dari 94 bagian dan setiap bagian harganya mencapai Jutaan bahkan miliaran koin emas


Tapi satu yang membedakan antara Zirah rubah bintang dengan zirah yang di pakai peria di hadapan nya yaitu Zirah ini jelas jauh lebih kuat daripada Zirah rubah bintang


"Hamba adalah orang yang di kirim sang dewi Xuanyin untuk melindungi yang mulia raja penerus tongkat kayu persik, Nama hamba Luoxiu, yang mulia bisa memanggil hamba Luo" Pria tersebut berlutut di samping ranjang Osamu


Kemudian osamu berdiri tanpa ada kesulitan yang berarti seperti sebelumnya


"Ukhuk..!!" Tidak lama setelah osamu berjalan beberapa langkah dirinya kangsung mual dan memuntahkan darah hitam pekat dari mulutnya


Darah tersebut mempunyai bau seperti bangkai yang sudah membusuk dan bahkan baunya lebih menyengat dari bangkai biasa


"Selamat yang mulia, anda sudah pulih sepenuhnya," ucap Luoxiu karna dirinya bisa mengenali pertanda jika seseorang sudah pulih dari penyakit dalam salahsatunya adalah jika seseorang memuntahkan darah hitam maka itu pertanda bahwa dantian yang rusak telah pulih sepenuhnya


_____________,,_____________


*Dantian adalah titik meridian dari meridian kecil sampai meridian besar yang terhubung ke pusat meridian hingga menghasilkan energi kultivasi yang mendukung perkembangan tenaga dalam

__ADS_1


____________,,_______________


Luoxiu bukan hanya tersenyum tetapi dia hampir hilang kendali dan melompat kegirangan saat mengetahui bahwa kultivasi osamu berada satu tingkat di atasnya yaitu tingkat pendekar pemula di mana di seluruh daratan dunia es kemungkinan besar hanya dia yang mempunyai kultivasi setinggi itu


Tapi hanya satu kekurangannya yaitu tenaga dalam osamu masih sangat rendah berkisaran di antara petarung menengah yaitu hanya mempunyai 5% tenaga dalam


Tapi walau begitu, Tubuh fisik osamu sangatlah kuat bahkan pedang dan anak panah biasa tak akan bisa menembus kulitnya


"Apa maksudmu dengan pulih sepenuhnya?" Osamu menyipitkan matanya, dia malah terlihat kebingungan dengan kalimat 'Pulih sepenuhnya' Karna klimat itu terdengar asing baginya


"Dantian anda sudah pulih yang mulia, mulai sekarang anda sudah bisa ber-kultivasi dan menjadi yang terkuat." Luoxiu menjelaskan


Osamu mengerutkan dahinya dan perasaan kecewa terlukis di wajahnya "Apa yang kau bicarakan? jangan menghiburku dengan kata-kata mu itu, Meridian ku jelas sudah rusak parah" Osamu seakan tidak percaya dengan perkataan Luoxiu


Untuk membuktikan Luoxiu mengeluarkan satu buah pisau kecil yang sangat tajam dan di arahkan ke osamu


"Yang mulia maaf atas kelancanganku" Luoxiu melemparkan pisau kecil itu dengan kecepatan yang sulit di lihat oleh mata sekalipun


Osamu terkejut saat Luoxiu melepaskan pisau itu ke arahnya tetapi tidak ada kesempatan untuk menghindarinya hingga dirinya pasrah dan memejamkan mata menunggu pisau tersebut merenggut nyawa


Tapi setelah pisau itu menyentuh tubuh osamu, pisau tersebut terpental dan menghancurkan dinding kamar saat itu juga


Osamu keheranan karna menunggu pisau yang akan menembus tubuhnya itu tak kunjung datang selain dadanya hanya terasa sedikit perih


Dirinya membuka matanya dan melihat kondisi kamar yang sudah berantakan dengan dinding di sampinya yang sudah hancur

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Osamu bertanya-tanya karna pisau yang melesat ke arahnya hanya meninggalkan sedikit luka gores di dada sebelah kirinya


"Maaf yang mulia, hamba terpakasa melakukannya. Silahkan yang mulia hukum hamba" Luoxiu malah tersenyum bahagia melihat Osamu yang sedang dilanda kebingungan


__ADS_2