
" Apa yang kamu lakukan..!" Burung hering kuno menepis kembali tangan zhuge feng
" Kembalikan barang milik muridku..! kembalikan atau kau akan mati.." Jari telunjuk zhuge feng seperti pisau tajam mengancam seraya mengeluarkan hawa pembunuh yang tidak sedikit
" heh.. apa? muridmu..! hey dengar ya pak tua, bocah itu mati karna dirimu, kau mana pantas di sebut guru, mana ada guru yang membunuh muridnya" Burung hering kuno membuat suasana mencekam di segala penjuru
Zhuge feng hanya tertunduk dengan mata berkaca-kaca, karna ucapan yang di katakan burung hering kuno itu benar, mana ada guru yang membunuh muridnya sendiri bahkan sahran lebih dari sekedar murid, tapi anak yang harus zhuge feng besarkan seperti anak kandung sendiri, dia merasa dirinya memang tidak pantas di sebut sebagai seorang guru
" kepergian sahran memang karna keslahanku, karna itulah aku harus menebus dosa yang telah aku lakukan untuk mengenang kepergian nya"
"Huh.. kalau begitu silahkan saja, aku tidak membutuhkan barang seperti itu, itu hanya berguna bagi makhluk lemah seperti manusia, sayang sekali bocah itu sudah tiada, jika saja dia hidup lebih lama maka aku akan menjadikannya muridku, haihh.." Burung hering kuno menyadari begitu sepesialnya sahran bahkan jika di dunia hering kuno pun tidak banyak orang mampu mempunyai 5 elemen sekaligus
Burung hering kuno menggendong anaknya berniat pergi meninggalkan zhuge feng, dia tidak mengambil mutira sahran karna mutiara itu walaupun berahrga tapi tidak berguna bagi suku hering kuno, mutiara itu hanya berguna bagi manusia untuk meningkatkan kekuatan
Zhuge feng kembali tertunduk setelah melihat burung hering kuno pergi meninggalkannya, dia tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan kehilangan keluarganya sekali lagi dan menjalani hidup kesepian sekali lagi
Zhuge feng mengambil mutiara di hadapannya saat itulah memory perjalanan sahran bersama zhuge feng terlintas di benaknya air mata tidak mengalir lagi saat itu karna walaupun sahran sudah tiada dia yakin sahran tidak akan kesepian lagi mengingat ayah dan ibunya akan menemaninya di alam baka
__ADS_1
"Muridku kau akan tercatat sebagai legenda pendekar muda berhati seluas samudra, sementara aku akan tercatat sebagai guru berdarah dingin sepanjang masa yang membunuh muridnya sendiri.., haihh sebagai penebusan dosa aku akan membersihkan seluruh kejahatan di dunia ini, dan Terima kasih untuk semuanya.." Zhuge feng duduk dan mengenang kembali apa yang dia lalui bersama sahran, selang beberapa lama dirinya bangkit dan beranjak pergi meninggalkan hutan terlarang
***
" Apa kau menyerah? ikutlah denganku aku jamin kau tidak akan merasakan penderitaan yang sama lagi " Seseorang pria berjubah putih dengan wajah yang bersinar seperti rembulan di malam hari mengulurkan tangannya kepada seorang pemuda di hadapnya
" Ayah.! apa itu kau? apa aku sudah mati?" Ucap pemuda itu dengan nada lemas, pemuda itu tidak lain adalah sahran dan seseoarang yang didepanya adalah ayahnya yaitu Feng hu, sahran berada di sebuah ruangan gelap tanpa ada udara ataupun suara bahkan nafaspun tidak terasa, sahran berfikir bahwa dirinya sudah mati dan dia semakin yakin ketika melihat wajah sang ayah yang begitu ia rindukan muncul di hadapanya
" Apa kau sudah menyerah, jika ia maka ikutlah denganku!" Suara familiar yang begitu lembut terngiang di telianga sahran bersamaan dengan terdengarnya suara tersebut muncul sesosok perempuan bergaun indah seperti bidadari di hadapan sahran
" Ibu, apa benar itu kau?" Perempuan tersebut tidak lain adalah jiaren yaitu sang ibu yang peling dirindukanya "Benar ini aku, kemarilah ayah dan ibumu sedang menunggumu" Sahran mulai menangis dan berjalan mendekat ke arah bayangan ayah dan ibunya
"Guru.? apa kau sudah mati, kenapa kau ada disini"Sahran berfikir tidak mungkin zhuge feng menyusul kematiannya begitu sepat "Aku disini untuk menjemputmu,." setelah bayangan zhuge feng mengatakan itu satu persatu orang-orang yang di kenal sahran mulai bermunculan
" Tetua, Huamei, paman, kepala desa, kenapa kalian ada disini?"
"Kami ingin kau kembali bersama kami" Semua bayangan itu serempak mengatakan kalimat yang membuat sahran mematung di tengah-tengah antara kedua nya
__ADS_1
"Tidak anaku, kami adalah keluargamu ikutlah dengan kami" Bayangan fenghu dan jiaren mengulurkan rangannya
"Muridku, aku ingin melihat kau di puncak dunia dan memusnahkan kejahatan demi orang-orang yang kau cintai"
"Anaku, dunia begitu kejam dan sangat melelahkan ikutlah dengan kami aku jamin kau akan bersenang-senang" mereka mulai mengeluarkan kata-kata yang membuat sahran bingung untuk memilih antara gurunya atau ayah dan ibunya
" Tidak ayah..! Maafkan aku ibu, aku tidak ingin kehilangan keluargaku lagi, aku tidak ingin kehilangan guru dan teman-temanku, aku ingin menjadi kuat agar aku bisa melindungi mereka semua, maafkan aku" Sahran berbalik dan berjalan menuju dimana gurunya berada
"Dasar anak tidak tau terima kasih, aku yang membesarkanmu aku menyayangimu dan kau malah ingin menderita di dunia fana yang kejam itu, kembali kesini sekarang!" Bayangan jiaren marah kepada sahran dan memintanya untuk berbalik dan kembali tapi sahran tidak menghentikan langkahnya
"Maafkan aku ibu, ayah, aku tidak berbakti kepada kalian, waktu itu aku tidak cukup kuat untuk melindungi kalian dan membuat kalian mederita, tapi sekarang aku ingin mejadi kuat karna tidak ingin keluargaku meninggalkan ku sendirian lagi," Sahran berjalan semakin dekat dan meraih tangan zhuge feng, saat itulah cahaya terang menembus badan sahran, pandangan sahran tiba-tiba menjadi gelap, tubuhnya mulai terasa sakit dan kedinginan
" Guru..! ahk, apa itu hanya mimpi? tapi itu terasa sangat nyata! guru apa lau didalam" sahran tersentak saat membuka mata dan han hanya menemukan dirinya berada di dalam gua yang cukup aneh, banyak sekali keristal bercahaya yang santa indah di langit-langit gua tersebut, udara disana sangat bebas dan segar walaupun di dalam gua
" Guru apa kauendengarkan ku, katakan padaku ini dimana? kenapa aku ada disini? guru.. guru jangan main-main denganku,!" Sahran melirik sekitarnya dan menemukan mulut gua yang gelap
" Guru..! kenapa aku ada di tempat aneh ini, bukankah kita sedang berada di hutan terlarang? ehk guru apa kau tidur?" sahran memeriksa cincin ruang hampa di dadanya, dia meliahat tidak di temuakan keberadaan gurunya di dalam cincin
__ADS_1
" Ehk kemana dia? sepertinya aku harus mencari guru, dia mungkin berada di sekitar sini! dia mungkin sedang bersembunyi untuk mempermainkan ku agar aku ketakutan di dalam gua aneh ini, aku bukan anak kecil lagi hehe.." Sahran merasa demikian di karenakan dirinya sering di buat ketakutan di lembah petir sendirian akibat gurunya sering menjahilinya