
"Hua'er, Siapa itu sahran?" Tanya Lin Mubai.
"Ayah, dia adalah seorang anak muda yang bersama dengan paman Dai yang pernah ayah jumpai di hutan terlarang, Namanya Sahran yang berasal dari sekte Phionix Es" Jawab Lin Huamei.
Lin Mubai terlihat sangat terkejut dengan jawaban Lin Huamei "Seorang anak muda yang berasal dari sekte phionix Es? apa kau bercanda? Sekte Tianmu dan Sekte Phionix itu sangat jauh, kita saja membutuhkan waktu 230 hari untuk sampai dengan kecepatan kuda perang?" Ucap Lin Mubai.
Lin Huamei tersenyum tipis karna dirinya juga merasakan pengalaman mengendarai kuda selama 230 hari, mereka hanya makan roti kering dan daging, jika kehabisan bekal, mereka harus berpuasa atau berburu di tengah hutan "Ayah... Ini sudah 7 tahun sejak terakhir kita bertemu, walaupun dia berjalan kaki pun dia pasti akan sampai dengan waktu selama itu" Ucap Lin Huamei.
Lin Mubai memejamkan mata dan mengelus janggut panjangnya itu "siapa yang mau menghabiskan waktu hanya untuk berjalan kaki, dan apa tujuan dia datang ketempat ini? Apakah dia datang untuk melamarmu? aku lihat dia sangat akrab denganmu waktu itu.." Ucap Lin Mubai.
"Ishh..ayah, jangan sembarangan... aku juga tidak tahu tujuan dia datang kesini untuk apa? Lagian aku bertemu dia dijalan, mana mungkin tujuan dia adalah Sekte ini?" Ucap Lin huamei.
Lin Mubai mendekatkan wajahnya ke wajah Lin Huamei "Lihat...!! Pipimu merona, yang aku katakan benarkan..Hahaha" Ucap Lin Mubai sambil tertawa puas.
Lin Huamei kesal dan menggembungkan pipinya yang merona "Ish... Ayah, jangan bercanda,...Oh iya, dia memberikan benda Ini untukmu" Lin Huamei mengeluarkan batu giok berbentuk Astakona dan terdapat sebuah ukiran burung Phionix ditengahnya.
Lin Mubai sangat terkejut karna token ini merupakan Token yang hanya di pegang oleh seorang tetua dan jumlahnya sangat terbatas "Ini... Ini adalah token seorang tetua di Sekte pedang phionix es? apakah anak muda itu adalah seorang tetua di sekte itu? Kenapa dia mempunyai ini? dan kenapa memberikannya padaku?" Tanya Lin Mubai.
"Kenapa ayah bertanya padaku? Aku juga kan tidak tau? Huh...!!" Jawab Lin Huamei.
"Sekarang sudah larut malam, sebaiknya kau tidur, tidak baik jika gadis cantik sepertimu begadang, nanti kalau kau tidak cantik, si Sahran itu tidak akan menyukaimu...hehe" Ucap Lin Mubai.
"Aaaayaaahhh... Kau meledeku lagi... Aku benci Ayah..." Ucap Lin Huamei dengan Manja sembari mencubit lengan ayahnya.
"Baiklah...Baiklah... dia akan mencarimu lagi untuk melamar... hahaha" Ucap Lin Mubai sembari berjalan ke ruang baca.
Dia mengembungkan pipinya yang mulai merona "Huh... dasar Ayah... Tapi, baguslah jika dia datang kesini hanya untuk menemuiku...hihi" Ucap Lin Huamei didalam hati.
__ADS_1
***
Di sisi lain, Sang Raja penguasa malam sedang duduk menyaksikan Arsipelago yang begitu indah dengan arak yang selalu ada disisinya, Zhuge Feng semakin hari semakin keriput, 7 Tahun terakhir dia membantai orang-orang yang sudah melakukan perbuatan kriminal di Kekaisaran Ming.
Dengan pipi yang merah merona karna mabuk Zhuge Feng selalu menyebut Nama Sahran walaupun dia berfikir kalau Sahran sudah mati "Huh... Muridku, jika saja kau masih hidup, mungkin yang menemaniku minum arak ini adalah kamu, hehe..." Ucap Zhuge Feng.
"Umurku mungkin tidak lama lagi, aku sudah hidup Ribuan Tahun, Tapi saat bahagia adalah saat bersama muridku, kau keluargaku satu-satunya, Aku akan kembali ke Sekte dan membakar jutaan uang roh agar kau dengan tenang bisa berinkarnasi.. Hehehe" Ucap Zhuge Feng sembari dirinya berbaring di atas pasir.
Zhuge Feng sungguh sudah menganggap Sahran sebagai keluarga, Tapi penyesalan akan tetap membekas dihatinya selama dia hidup.
Zhuge Feng berencana untuk menjabat kembali sebagai ketua sekte di Sekte pedang Phionix Es, karna ada kabar jika sekte Phionix es sedang kekurangan sumber daya, Karna itulah dia akan mengeluarkan semua yang dia punya untuk membangun kembali sekte pedang phionix Es menjadi sekte besar.
"Itu adalah kewajibanku sebagai pendiri... hehehe" Ucap Zhuge Feng.
***
Tapi Ryukei masih sadarkan diri walaupun seluruh tubuhnya terasa seperti remuk, Bahkan untuk berbicara saja sangat sulit apalagi bergerak sangat tidak mungkin baginya karna tekanan yang sangat tinggi saat teleportasi mengakibatkan sendinya bergeser dan puluhan tulangnya patah.
Walaupun kondisi mereka sangat buruk, Tapi beruntung Sahran dan Ryukei mendarat tepat di depan sebuah gubuk tua yang merupakan tempat tinggal sepasang suami istri di pinggiran kota.
Ryukei memang tidak bisa berbicara, Tapi pendengarannya masih sangat tajam, semar-semar di mendengar suara seorang pria dan wanita sedang berbicara.
Hei jangan sembarangan..."
Mereka harus ditolong...."
Kita sangat miskin..."
__ADS_1
Ryukei sangat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan dan berusaha sangat keras untuk bisa membalikan wajahnya ke arah datanganya suara.
Ternyata, mereka adalah sepasang suami istri yang kelihatannya sangat miskin, Bahkan baju yang mereka kenakan terlihat sangat dekil dan bahkan banyak sobekan di beberapa tempat.
Tidak mungkin bagi mereka untuk menolong seseorang yang bukan siapa-siapa seperti Sahran dan Ryukei, bahkan luka Ryukei begitu parah, mereka tidak akan sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi dia tidak tau kondisi sahran yang ada di sisinya, dia berfikir Sahran mempunyai luka yang sama bahkan bisa jadi lebih parah.
Setelah beberapa lama, Pandangan Ryukei sedikit demi sedikit mulai gelap, hal terakhir yang dia lihat adalah pasangan suamii istri itu bertanya kepada Ryukei, Tapi dia tidak bisa menjawabnya dan akhirnya pingsan.
"Iya... Aku dan dia...." Suara Sahran terdengar samar dari jauh.
Ryukei membuka matanya dan melihat seorang wanita duduk di sisinya "Siapa kau? dimana aku?" Tanya Ryukei kepada wanita tersebut.
Sebelum menjawab pertanyaan Ryukei, wanita tersebut terkejut dan berteriak "Ah... sudah sadar, Guo..!! Ranran..!! dia sudah siuman" Teriak wanita tersebut.
"Hallo, namaku Qian Qian,.. panggil saja aku bibi Qian " Ucap wanita tersebut.
Sahran dan seorang peria bernama Yan Guo datang membawa ember yang berisi air "Yo... Kau sudah siuman... Apakah kau sudah merasa lebih baik?" Tanya sahran.
"Ya... Aku sudah merasa lebih baik. Tapi kenapa master tidak terluka?" Ryukei bertanya balik.
"Oh... Aku melatih jurus yang bisa memperkuat Fisik, jadi aku biasa bertahan dari tekanan sebesar itu..haha" Jawab sahran
Saat mereka berdua mengobrol, Qian-Qian dan Yan Guo malah terlihat kebingungan dengan apa yang mereka bicarakan.
"Apa yang kalian bicarakan? Aku tidak mengerti?" Tanya Yan Guo.
"Tidak... Tidak ada, Sekarang bantu aku mengangkat dia agar bisa berendam di air ramuan," Ucap Sahran
__ADS_1
"Baiklah..."