LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Ch.49_Cahaya dari malaikat


__ADS_3

'Si Otak kacang' adalah panggilan osamu saat pertama kali dia tiba di kota yuki dan bekerja di penginapan ini


Dulu Xinheng sangat keras kepala dan arogan, tidak jarang dirinya menindas para pekerjanya saat sedang bosan bahkan memukuli mereka tanpa ampun saat mereka membuat kesalahan sepele


Sudah ratusan pekerja yang keluar atau berhenti bekerja di penginapan ini tetapi mereka tidak berani membocorkan rahasia penginapan ini kepada orang lain mengingat Xinheng adalah orang yang termasuk sangat kuat di kota yuki dan andaikan mereka membocorkan rahasia penginapan ini kepada orang lain maka tidak sulit bagi Xinheng untuk menangkap ataupun menghabisi seluruh keluarganya


10 Tahun berlalu sejak penginapan ini berdiri pekerja di penginapan semakin sedikit dan Osamu adalah satu-satunya orang yang bertahan selama 10 tahun terakhir


Osamu sendiri hanya termenung menyaksikan kepiluan demi kepiluan yang datang silih berganti


Tiba saatnya Osamu melakukan kesalahan yaitu membawa seorang tamu ke dapur dan masalah itu bukanlah masalah sepele yang bisa di bereskan begitu saja


Xinheng yang dingin dan kejampun menghajar osamu sampai Osamu tidak sadarkan diri dan hampir 'Mati' tetapi sebenarnya setelah kejadian tersebut bisa terlihat dari raut wajah Xinheng yang menunjukan rasa bersalah karna tindakan nya itu


Sebenarnya osamu memiliki kekuatan hampir sama dengan Xinheng namun alasan osamu tidak melawan karna 'ia percaya bahwa "orang yang sangat melukainya adalah orang yang memegang kunci kesembuhanya"


_______________________


_/_/_/_/_/_/_/_/_/_/_/_/


Setelah osamu menceritakan kisah Xinheng membuat Sahran, Zhilong, dan Ryukei terdiam, suasana di dalam ruangan pun menjadi hening lalu sahran mengisi keheningan dengan kata-kata petuah untuk Osamu dan untuk yang lainnya juga


"Setiap tindakan menentukan masa depan, ke-tidak abadian adalah sifat alami manusia, ketika kau mencoba menjadi dewa maka itu tidak mustahil tetapi kau akan menyaksikan Keluarga, kerabat, dan teman-teman mu mati di hadapan mu.


Tanpa kau sadari mereka meninggalkanmu sendirian di dunia fana yang kejam ini, Kau bisa memilih antara hidup dan mati tetapi apalah arti hidup jika orang yang kau sayangi pergi begitu saja meninggalkan mu sendirian ..., Saat itu terjadi yang akan kau lihat hanyalah sisi gelap dalam dirimu.


Terkadang hidup itu seperti musik, Walaupun bukan musik yang bagus, tetapi masih mempunya nada dan irama"


Suasana kembali hening, semua orang kembali terdiam; Lalu suara derap langkah memecah keheningan

__ADS_1


Awalnya mereka mengira itu mungkin hanya tamu yang ingin menginap disini tetapi suara tersebut jelas menuju ruangan mereka


Sahran berdiri dan di ikuti oleh Zhilong dan Ryukei


Suara langkah tersebut berhenti tepat di depan pintu kamar dan sahran berjalan menuju pintu berniat membukanya dan melihat apa yang terjadi


"Master, biarkan aku yang membukanya..." Zhilong menghawatirkan Sahran jika sesuatu yang buruk terjadi, dirinya memutuskan untuk membukanya saja daripada gurunya tersebut terluka


"Tenanglah, aku mengerti kecemasanmu, ada 14 orang di luar, tetapi kebanyakan dari mereka hanyalah petarung pemula, yang paling kuat ada satu di tingkat petarung menengah bintang 1, jika terjadi sesuatu aku bisa mengatasinya.." Sahran berjalan santai menuju pintu kamar untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi di luar


Sementara Zhilong terkejut sampai tidak bisa berkata-kata, dirinyapun yang kekuatan nya sudah mencapai pendekar pemula bintang 1 tidak dapat merasakan tingkat kekuatan orang yang ada di balik pintu itu


Tetapi sahran sudah mengetahui tingkat mereka dengan sekali lihat walaupun tidak terlihat


Ketika Sahran membuka pintu, keterkejutan Zhilong lebih terlihat dengan wajah yang memucat, karna seperti yang di katakan sahran bahwa di balik pintu tersebut ada 14 orang; 13 orang ada di tingkat petarung pemula dan 1 orang ada di tingkat petarung menengah


Pandangan Zhilong pun kembali berubah kepada sahran dan tidak menganggap sahran sebagai anak kecil tetapi lebih seperti sesepuh tua yang sudah mengalami ribuan pertarungan hidup dan mati.


Baginya orang seperti sahran hanya bisa di rangkum dalam satu kata " Mengerikan!"


______________,,____________


14 Orang tersebut mendorong sahran hingga sahran terjatuh karna bukan sahran tujuan mereka tetapi Zhilong


Zhilong yang melihatnya pun langsung melesat berlari ke arah sahran dengan panik dan membantunya berdiri


"Apa yang kalian lakukan? Master apa kau baik-baik saja" Zhilong menunjukan rasa hormatnya kepada sahran di depan semua orang di ruangan tersebut yang membuat 14 orang tersebut kebingungan


"Minta maaf atau mati...!" Zhilong mengeluarkan aura kematian dari dalam tubuhnya membuat 14 orang tersebut terpental dan masing-masing dari mereka menghantam dinding karna tidak dapat bertahan dari terpaan aura kematian yang Zhilong arahkan pada mereka

__ADS_1


Sahran tidak menghentikan Zhilong melainkan tersenyum lebar karna melatih emosi adalah tahap paling penting dalam melatih kekuatan jiwa untuk menjadi alkemis


Tentu saja menurutnya ini adalah kesempatan terbaik melatih emosi dan ini memang seperti telah di rencanakan oleh sahran sendiri walaupun ekspetasi tidak seperti realita


"Maafkan kami tuan...! Kami minta maaf, tolong maafkan kami..!" 14 Orang tersebut bersujud di depan sahran karna mereka benar-benar akan mati jika melawan Zhilong yang sudah berada di tingkat pendekar pemula bintang 1


"Bagus.. katakan apa tujuan kalian kemari? lalu siapa yang meminta kalian datang kesini?" Zhilong menarik kembali aura nya untuk membuat mereka bicara


14 Orang tersebut tidak langsung menjawab melainkan mengatur nafas mereka karna kesulitan berbicara


"Aku....aku...," Setelah beberapa waktu mereka masih saja tidak bisa berbicara dengan benar dan terbata-bata membuat sahran tidak ingin membuang-buang waktu lalu dirinya mengeluarkan aura kehangatan yang membuat siapa saja merasa tenang saat merasakan aura tersebut


"Katakan padaku siapa yang meminta kalian kemari dan apa tujuan kalian datang kesini.." Sahran bertanya dengan nada lemah lebut lalu di ikuti dengan senyuman di wajahnya membuat siapapun akan luluh jika melihatnya


14 Orang itu menjawab dengan serentak "Master kota yang meminta kami kemari tuan.." Mereka yang sebelumnya tidak dapat bicara dengan benar kini mereka berbicara lancar dengan mata yang ber kaca-kaca


"Apa tujuan kalian kemari?" Sahran kembali bertanya tapi kali ini dengan senyuman terlebar nya membuat semua orang yang ada di ruangan termasuk Zhilong dan Ryukei sampai meneteskan air mata saat melihat keindahan wajah yang memancarkan cahaya kehangatan itu


Sekarang Sahran terlihat lebih seperti malaikat di mata mereka


"Kami mau berterima kasih kepada tuan Zhilong karna telah menolong kami, master kota meminta kami untuk mengantar tuan Zhilong karna dia mendengar kalau tuan akan meninggalkan kota." satu orang menjawab dengan antusias karna cahaya yang memancar dari Sahran begitu mengagumkan hingga tidak bisa membendung air mata dan membanjiri wajah mereka



[Hehehe..🤭🤭]


Follow me


Follow me

__ADS_1


Selamat membaca...🤓🤓


__ADS_2