Love Me Now

Love Me Now
Live Together


__ADS_3

Aku masuk kerumah dan melihat ayah dan ibu sedang membicarakan hal penting. Aku pun bergabung dengan mereka


“Ma, pa, ada apa? Kelihatannya serius sekali…” tanyaku


“Besok mama dan papa akan pergi ke Beijing, kami akan menemani papa dan mama FanFan mengurus pernikahan YangYang. Meraka tadi datang meminta kami menemani mereka, mereka kan tidak punyak sanak sodara di Shanghai" ujar ibuku


“Ah itu, kalian pergi saja, kasihan paman dan bibi"


Ayah dan ibuku cemas meninggalkan aku sendiri dirumah. Mereka tampak sedang berpikir keras untuk mendapatkan solusi. Sejenak ayah dan ibuku terdiam, lalu keluarlah ide luar biasa dari kepala ibuku.


“Bagaimana kalau FanFan tinggal menemanimu disini?” ujar ibuku


“Istriku, apa tidak apa-apa meninggalkan anak laki-laki dan perempuan satu rumah? ” tanya ayahku


Aku hanya terdiam mendengar ide konyol ibuku, bagaimana dia bisa berpikir begitu, aku kan anak perempuan satu-satunya di keluarga ini.



Memang apa yang bisa terjadi? Kita kan hanya satu minggu di Beijing, lagian FanFan tidak akan tertarik pada Xiao Xi. Lihat saja dia,mana ada anak gadis makan seperti itu” ujar ibuku sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


Aku yang sudah tak tahan mendengar celotehan ibuku, aku naik ke kamar, dan meninggalkan ayah dan ibuku yang sedang berdiskusi. Terserah mereka saja mau melakukan apa.


♡♡♡♡♡


Keesokan Harinya...


“Xiao Xi, Xiao Xi ayo bangun kau benar-benar pemalas. Apa aku membesarkanmu untuk menjadi gadis pemalas? Hah? ayo bangun dan ganti bajumu, papa dan mama mau berangkat” Teriak ibuku


“Baiklah aku akan bangun”


Ibuku tiba-tiba menarikku dan membawaku ke kamar mandi..


“Ayo basuh muka bantalmu itu, sikat gigimu dan ikat rambutmu. Ayo cepat..” ujar ibuku



“Ma, kan bukan aku yang mau pergi?” keluhku


Setelah selesai, ibuku berjalan sambil menarik-narikku. Aku pun melihat FanFan dan keluarganya sedang duduk di ruang tamu rumahku, mereka sepertinya bersiap-siap akan pergi ke Beijing.


"Selamat pagi paman dan bibi" sapaku pada orang tua FanFan


“FanFan, kenapa kau disini? Apa kau mau mengantar mereka ke Bandara” bisikku pada FanFan


“Eh, FanFan akan tinggal disini bersamamu" kata ibuku


“Iya Xiao Xi, kami khawatir kalau kalian sendirian dirumah. Kalau ada Xiao Xi kan ada yang masak untuk FanFan, dan FanFan juga bisa menjagamu" ujar ibu FanFan


Sementara aku melongo kebingungan, FanFan hanya diam saja dan dengan santainya dia bermain game diponselnya.


“Eh, kau bantu aku bicara pada mereka" bisikku pada FanFan



“Percuma, aku sudah bilang tapi mereka tidak mau dengar" bisik FanFan padaku


Dengan terpaksa aku pun mengikuti ide gila ibuku itu.


Sebelum ke kampus, aku dan FanFan akan mengantar Orang tua kami ke bandara.


“Kalian jangan bertengkar dirumah yah. FanFan jaga Xiao Xi yah, awas kau?” ujar ibu FanFan



“Iya ma jangan khawatir" jawab Lu Han


Aku dan Lu Han menunggu orang tua kami sampai mereka benar-benar take off, setelah itu kami langsung bergegas menuju kampus. Dalam perjalanan ke kampus pun suasana menjadi canggung.


Aku tidak mengatakan apapun, begitu pula Lu Han.


Sejak kejadian sore kemarin, aku terlalu canggung dan merasa tidak nyaman berada di dekatnya


“Eh, aku buka jendela mobilnya yah…” ujarku


“Eh, udara dingin begini kau mau buka jendela mobil? Apa kau mau sakit dan alergimu kambuh lagi?" ujar Lu Han

__ADS_1


“Kalau begitu bagaiman kalau dengar musik saja” ujarku


“ Tidak ada musik di mobil papaku" katanya


“Ah..begitu. Eh kalau radio bagaimana" ujarku sambil mencoba menyalakan radio mobil.


Seketika tangan Lu Han menghalangi tanganku



“Iya ma jangan khawatir" jawab FanFan


Aku dan FanFan menunggu orang tua kami sampai mereka benar-benar take off, setelah itu kami langsung bergegas menuju kampus. Dalam perjalanan ke kampus pun suasana menjadi canggung.


Aku tidak mengatakan apapun, begitu pula FanFan.


Sejak kejadian sore kemarin, aku terlalu canggung dan merasa tidak nyaman berada di dekatnya


“Eh, aku buka jendela mobilnya yah…” ujarku


“Eh, udara dingin begini kau mau buka jendela mobil? Apa kau mau sakit dan alergimu kambuh lagi?" ujar FanFan


“Kalau begitu bagaiman kalau dengar musik saja” ujarku


“ Tidak ada musik di mobil papaku" katanya


“Ah..begitu. Eh kalau radio bagaimana" ujarku sambil mencoba menyalakan radio mobil.


Seketika tangan FanFan menghalangi tanganku, “Berhentilah membuat suasana menjadi lebih canggung" ujar FanFan.


Dia sudah tau suasana canggung begini, tapi dia masih bersikap tenang. Apa dia biksu dari gunung Thaisan yang selalu tenang?


*/


*Laboratorium*


Profesor Jiang terlihat sedang membaca sesuatu, dan kami pun menghampirinya. Ternyata dia sedang memeriksa laporan penelitian junior, tapi dia sedang dilema karena harus memilih antara pekerjaan dan urusan rumah tangganya.


“ Aku harus menemani istriku check up hari ini dan kemungkinan tidak bisa memeriksa laporan ini, sementara itu aku harus menginput nilainya besok" keluh Profesor Jiang sambil mengusap-usap kepalanya yang botak


Sejenak aku mulai merasakan hal aneh, aku rasa Profesor Jiang pasti akan menyuruh aku dan FanFan mengerjakannya. Aku pun mulai mencari ide untuk keluar dari Lab. Tapi tiba-tiba FanFan berkata..


Aku tidak menyangka FanFan akan mengatakan kata-kata yang paling aku takuti sekarang. Rasanya seperti tersambar petir di siang bolong.




Mendengar tawaran menggiurkan dari FanFan itu, mata Profesor Jiang tampak berbinar-binar penuh harapan.


“Iya, kami akan mengerjakannya untuk anda, iyakan Crystal ?” tanya FanFan padaku.


Inilah yang aku takutkan, bukannya aku tidak mau membantu Profesor Jiang, hanya saja, aku tidak mau berduaan dengan FanFan, dan membuat suasana menjadi lebih canggung lagi . Apalagi memeriksa laporan penelitian, bisa- bisa memakan waktu yang lama.


“Baiklah" ujarku seraya menerima keputusan sepihak FanFan


“Aku berterima kasih pada kalian, eh jangan terlalu memaksakannya. Kalau belum selesai, bawalah pulang dan kerjakan di rumah yah?” ujar Profesor Jiang sambil berkemas-kemas untuk pulang.


*/


2 jam berlalu..


Aku dan FanFan masih berkutat dengan tumpukan laporan penelitian ini. Mataku rasanya berat sekali, jari-jariku keram setelah 2 jam memegang pena.


"Kenapa hening begini? ah tidak taulah. Aku periksa saja laporan ini biar cepat selesai” ujarku sambil menggeleng-gelengkan kepala


“Kau kenapa? berhalusinasi lagi yah? ” ledek FanFan


“Enak saja" kataku


Dari pagi hingga siang aku bersama FanFan memriksa laporan, sisa setengah tumpuk lagi dari laporan yang belum kami periksa.


Alarm perutku sudah berbunyi, dan memang sudah jamnya istirahat makan siang. Aku mengajak FanFan untuk makan siang bersama, dan dia pun mengangguk tanda setuju.


Aku dan FanFan pun berjalan menuju kantin, tiba-tiba datang Jing menyapa kami.

__ADS_1


“Xiao Xi, FanFan!! kalian mau makan siang juga?” Tanya Jing


Kami bertiga pun menuju kantin, di kantin aku memesan banyak makanan. Aku membuat menara dengan nasi yang tertimbun menjunjung tinggi, ditambah daging tumis kesukaanku, serta yoghurt dan pisang. Tubuhku mungil, tapi porsi makanku sudah seperti Zhu Bajie (tokoh dalam serial kera sakti)


*/


*Kantin*


“Wah, kenapa kau tidak sekalian buat menara nasi setinggi Shangai tower ?" ujar Jing sambil menatap tumpukan nasiku


“Aku lapar banget, tadi aku tak sempat sarapan. Aku harus bangun pagi-pagi dan mengantar orang tua kami ke Bandara" ujarku dengan mulut komat kamit karena penuh dengan makanan.


“Orang tua kami? apa maksudmu" Tanya Jing


Spontan aku tersedak, sepertinya aku salah bicara lagi..


“Orang tua Xiao Xi dan orang tuaku, mereka ke Beijing untuk mempersiapkan pernikahan kakakku” timpal FanFan


“Ah begitu yah, jadi kau sendirian dirumah dong Xiao Xi?"


“ Aku tinggal bersamanya..” ujar FanFan


Mendengar pengakuan FanFan itu membuat Jing terbelalak dan kaget.


“sudahlah ayo makan, aku mengerti kok…” timpal Jing sembari mengedipkan mata ke FanFan


Aku tau, Jing pasti berpikiran macam-macam padaku. Ini semua gara-gara FanFan, untuk apa dia menceritakannya pada Jing?


*/


*Laboratorium*


Setelah berisitirahat dan makan siang bersama, Kami dan Jing pun berpisah. Jing kembali ke Ruang latihan sementara aku dan FanFan kembali ke lab untuk menyelesaikan tugas kami. Dering ponselku membuat fokusku terpecah, ternyata itu telpon dari ibuku


“Apa mama sudah sampai?”


Aku berbicara cukup lama dengan ibuku di telpon, seolah-olah kami sudah lama tidak bertemu, tapi tiba-tiba ibuku mau berbicara pada FanFan.


“Ma, FanFan sedang sibuk. Biar aku saja yang sampaikan yah..” ujarku


Tidak berhasil bujukanku pada ibuku, aku akhirnya masuk ke lab dan memberikan ponselku ke FanFan


“Ini Mamaku mau bicara padamu" kataku


FanFan pun mengambil ponselku dan terlihat berbicara serius dengan ibuku, lalu tiba-tiba dia keluar dari Lab.


Aku yang tidak tau apa yang mereka bicarakan, mencoba untuk menguping dari balik pintu.


Tapi nihil, aku tak mendengar apa pun, mendengar langkah kaki FanFan aku bergegas duduk dan melanjutkan pekerjaanku. FanFan lalu kembali masuk ke Lab...


“Mamaku tadi ngomong apa?” Tanyaku yang penasaran


“Rahasia..” balas FanFan.


“Ya sudah! biar aku sendiri yang tanya mama nanti" kataku


Tak terasa hari sudah sore, aku dan FanFan pun memutuskan untuk membawa pulang laporan yang belum selesai kami periksa. Kami akan mengerjakannya dirumah nanti. Lagian kami kan tinggal bersama, jadi lebih mudah mengerjakannya.


*/


*Rumah*


(gē : panggilan untuk kakak laki-laki)


“FanFan, kau bisa pake kamar Dery gēge yah, kalau begitu aku naik dulu" ujarku


Setelah mandi dan berganti baju. Aku dan FanFan pun makan malam. Mama sudah menyiapkan makanan dan menyimpannya di kulkas . Aku sisa memanaskannya saja.


Selesai makan, kami pun bergegas memeriksa laporan yang belum kami selesaikan. Tapi tiba-tiba listrik mati…


♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE dan RATE star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran juga yah 😉😂

__ADS_1


XÌEXÌE 😍


Mohon Dukungannya...


__ADS_2