Love Me Now

Love Me Now
Childish


__ADS_3

*Beijing United Family Hospital*


Keesokan harinya..


"Crystal, stelah morning report dan follow up pasien kau boleh pulang yah. Beritirahatlah, sampai ketemu nanti malam" ujar dokter Zhang.


♡♡♡♡♡


Begitulah hari-hariku menjadi coass di rumah sakit terbesar di Beijing ini. Aku mulai terbiasa dengan kesibukanku di rumah sakit. Hingga hari ini, tidak terasa sudah 7 bulan aku dan FanFan berada di Beijing.


Kemampuan kami bertambah seiring berjalannya waktu, kami semakin mengetahui seluk beluk pasien, magang di Rumah Sakit seperti ini membantu kami mengasah pengetahuan kami.


Aku yang awalnya takut dan panik saat berhadapan dengan pasien sekarang menjadi lebih rileks dan percaya diri. Begitu pula FanFan, tangannya semakin mahir dalam menangani pasien.


Hari ini kami sedang beruntung, ada dua coass yang baru masuk kemarin. Alhasil dr.Yu Tang membebaskan kami dari shift siang, kami akan kembali bertugas untuk shift malamnya.


Jadi hari ini FanFan mengajakku untuk bermain ke apartemen kakaknya, Yang gē. Kami akan menengok keponakan FanFan yang baru saja lahir. Sebelum ke rumahnya, kami menyempatkan belanja dulu di Super Market.


*/


*Supermarket*


"Kenapa kau membeli banyak sekali perlengkapan bayii?" tanya FanFan


"Lalu kau hanya akan membawa diri kesana? bukanlah kau sudah menjadi seorang paman sekarang"


"Permisi, kami mencari popok bayi size XS (extra small) dimana yah?"


"Wah kalian pasangan muda ya? Kalau begitu kemarilah biar aku tunjukkan" ujar pelayan Toko


Aku merasa malu dan canggung ketika pelayan toko berkata seperti itu. Sementara FanFan hanya menyikutku dengan sikunya sambil tersenyum kegirangan.


Aku membeli banyak sekali keperluan bayi,mulai dari pakaian, aksesoris, sampai popok. Setelah berbelanja kami pun langsung pergi ke apartement Yang gē.


*/


*Apartement Yang gē*



Dengan sangat antusias aku berjalan menuju unit apartemen Yang gē. Sementara FanFan mengikutiku dari belakang.


"Cepatlah, aku sudah tidak sabar" kataku


"Kau tidak lihat belanjaanmu yang banyak sekali" FanFan


Ding Dong Deng


Aku memencet bel pintu apartemen Yang gē, tak lama kemudian kakak FanFan itu membukakan pintunya untuk kami.


Aku dan FanFan pun masuk. Aku melihat seorang bayi kecil yang digendong oleh Hexin Jiejie, bayi mungil yang terlihat seperti malaikat kecil.



"Aaa, dia imut sekali"


Aku benar-benar tidak bisa menahan rasa senangku melihat bayi kecil itu. Sekilas dia mirip dengan Hexin jiejie, tapi matanya sama seperti Yang gē.


"Apa kau mau menggendongnya?" tnya Hexin Jiejie


"Aku mau jie" kataku


Untuk pertama kalinya aku menggendong bayi, aku benar-benar senang sekali. Aku melihat mata bayi itu, dia benar-benar lucu. Tangan kecilnya menggenggam jariku.


"Namanya siapa gē?" tanya FanFan


"Namanya Liu Lu" balas Yang gē


"Kami memberinya nama Lu artinya Jalan dan Liu adalah marga ayahnya yang artinya mengalir, aku ingin kebaikan selalu mengalir dalam kehidupannya kelak, aku harap Liu Lu tumbuh menjadi laki-laki baik" timpal Hexin Jiejie

__ADS_1


"Xiao Lu (Lu Kecil) "


Aku menyapa bayi kecil bernama Liu Lu itu sambil menggoyangkan tangan kecilnya yang memegang erat jari telunjukku.


"FanFan, bukankah itu petunjuk untukmu.c ledek Yang gē dan Hexin Jiejie.


FanFan yang sedang makan buah pun tersedak mendengar gurauan kakaknya itu.



"Yang gē, kami kan masih muda. Lagi pula kami masih harus menyelesaikan coass kami" balas FanFan dengan bijak.


"FanFan, kemarilah. Cobalah gendong Xiao Lu, dia pasti akan menyukainya"


Aku memberikan Xiao Lu pada FanFan, awalnya dia kaku saat menggendong bayi, tapi lama kelamaan dia sangat senang bisa menggendong keponakannya itu


"Aiyo, keponakanku, kau mewarisi ketampanan pamanmu inu" pamer FanFan


"Dasar tukang pamer" ledekku


Kakakku yang sibuk tidak bisa ikut berkumpul bersama kami, dia benar-benar sibuk dengan pekerjaannya. Sementara Yang gē yang sudah memiliki bayi terlihat lebih santai dan menikmati perannya sebagai seorang ayah, dia tidak mau lagi bersaing untuk meraih posisi di rumah sakit. Yang gē merasa cukup bahagia dengan keadaanya yang sekarang.


"Eh Crystal, bantu aku memasak yah. Biarkan FanFan menjaga Xiao Lu, ayahnya akan berangkat kerja" ujar Hexin Jiejie


Aku membantu Hexin Jiejie menyiapkan makan malam untuk kami nanti. Yang gē pergi ke rumah sakit, sementara FanFan sibuk bermain dengan keponakan barunya, Xiao Lu.


"Kau ada shift nanti malam?" tanya Hexin jiejie.


"Oh..jadwal jaga malamku padat. Beruntung sekali ada coass baru dan dr. Yu Tang memberi kami waktu istirahat, j jadi bisa kesini" balasku


Telpon FanFan tiba-tiba berdering. Dia terlihat serius saat berbicara di telpon. Siapa yang menelponnya?


"Kenapa?" tanyaku


"Maafkan aku, aku harus ke rumah sakit sakit sekarang, dokter Chen membutuhkanku" ujar FanFan


"Pergilah, kau hati-hati yah" balasku


"Pamanmu meninggalkanmu yah?" ujarku sambil menggendong Xiao Lu


Aku penasaran kenapa dokter Chen memanggil FanFan.


"Dokter Chen?dia dokter residen kan?" tanya Hexin Jiejie.


"Oh, kau mengenalnya jie?" tanyaku


"Tentu saja, dia pernah membuatku marah dan cemburu saat berusaha mendekati YangYang. Aku benar-benar bingung saat itu, tapi untungnya Xiao Lu menyelamatkanku. Kalau Malaikat kecil itu tidak ada, YangYang pasti akan tergoda dengan perempuan ular itu, eh dokter Zhang itu sama saja" ujar Hexin Jiejie


"Tapi dia terlihat baik jie" balasku


"Itu hanya caranya saja, dia kan sahabat dr. Chen. Dia adalah ratunya gosip di rumah sakit, dia memang berbakat tapi kau harus hati-hati. Kau harus menjaga FanFan" timpal Hexin jiejie


Ucapan Hexin jiejie itu semakin membuatku takut dan khawatir.


*/


Yang gē dan Dery gē datang bersama, kakakku itu pasti ingin melihat Xiao Lu. Ada juga FanFan yang tiba-tiba muncul entah dari mana.


"Bukankah dr. Chen memanggilmu?" tanyaku


"Ah itu..tadi sudah kok, makanya aku kembali untuk menjemputmu" ujar FanFan


"Wah akhirnya kalian pulang" seru Hexin Jiejie


"Aiyo, jadi ini keponakan kecilku, kau kirip sekali dengan papamu…"seru Dery gē sambil melihat Xiao Lu yang aku gendong.



"Dia tidak takut padamu Xiao Xi, kau kan galak" ledek kakakku

__ADS_1


"Awas kau gē"


Hexin jìejie menyuruhku untuk membawa bayi kecilnya yang mulai menguap itu ke kamarnya. Mata kecil Xiao Lu hampir menolak untuk terbuka, mulut kecilnya terus menguap.


"Aiyo, kau masih ingin tidur ya. Tidurlah bibi Crystal yang cantik dan baik ini akan menyanyikan lagu untukmu" ujarku


Ketika hendak menidurkan Xiao Lu, FanFan datang dan memelukku dari belakang.


"Kau jangan menyanyi, suaramu kan jelek" ledek FanFan


"Kau mau aku tendang?" aku memalingkan badanku dan melihat wajah FanFan yang tersenyum padaku. Aku kehilangan kata-kata saat dia menatapku dengan senyuman yang membuat lesung pipitnya itu terlihat.


"Kenapa kau berhenti marah Xiao Xi?" tanya FanFan


"Ha?..aku…"


"Sejak kapan Xiao Xi yang ingusan menjadi cantik seperti ini…" bisik FanFan.


"Kau memang gombal…" balasku


FanFan tersenyum dan tiba-tiba mendekatkan wajahnya padaku seperti akan menciumku. Aku menutup mataku, tapi tiba-tiba..


"Berhentilah melakukannya di depan anak kecil" seru Hexin jiejie yang tiba-tiba datang.


Aku dan FanFan kaget mendengar ucapan Hexin jiejie yang tiba-tiba masuk itu. Kami benar-benar malu.


"Maaf, aku mengganggu kalian. Aku hanya tidak ingin Xiao Lu melihat paman dan bibinya berciuman, dia masih kecil…."ledek Hexin jiejie.


"Ah…memalukan sekali" ujarku dalam hati


Sementara FanFan terlihat santai sambil tersenyum padaku.


*/


Hari semakin malam, jam menunjukkan pukul 9, yang artinya aku dan FanFan harus kembali ke Rumah Sakit untuk berjaga malam. Setelah berpamitan, kami pun pergi dari apartemen Yang gē.


"FanFan ponselmu bergetar tuh!" kata Dery gē pada FanFan yang sibuk menyetir.


"Xiao Xi, kau lihat ponselku dong, sepertinya ada pesan"ujar FanFan


Aku membuka WeChat FanFan untuk memeriksa pesan yang masuk, ternyata pesan dari dokter Chen. Isi pesannya, dia ingin mengajak FanFan makan untuk berterima kasih karena telah menemaninya di IGD tadi.


"FanFan kan magang dan juniornya, untuk apa dia berterima kasih?" ujarku dalam Hati.


Tak lama berselang kami pun sampai di Rumah Sakit dan FanFan menghentikan mobilnya.


"Dari siapa?" tanya FanFan.


"Lihat saja sendiri" kataku


Aku keluar dari mobil dengan perasaan jengkel. Aku mendengar FanFan berteriak memanggilku dari balik kaca mobil, tapi aku tetap tidak mau menoleh.


Tiba-tiba aku mendengar seseorang memanggilku. Dari suaranya, itu bukan FanFan. Aku menoleh dan melihat dokter Zhang berlari ke arahku.


"Ah, dokter memanggilku?" tanyaku.


"Aku sudah memanggilmu tiga kali tapi kau tidak dengar. Kau kenapa masih berdiri disini. Ayo masuk" ujar dokter Zhang


*Bangsal*


Selama bekerja aku tidak bisa fokus, aku melihat layar ponselku terus. Aku menunggu pesan dari FanFan. FanFan yang bertugas di IGD pasti sibuk, tapi apa dia tidak punya waktu sebentar saja?


Walau tadi aku yang bersikap kekanak-kanakan tapi bukankah seharusnya dia menelponku. Aku merasa jengkel, dan aku juga tidak mau menelpon FanFan duluan, seharusnya laki-laki yang duluan menelpon.


♡♡♡♡♡


Jangan lupa LIKE 👍 Dan kasih star 5 yah ⭐⭐⭐⭐⭐


Saran dan Kritik juga 😉

__ADS_1


XÌEXÌE 😍


Mohon Dukungannya.


__ADS_2